Jumat, 01 Juni 2012

Perawatan diabetes mellitus


1.      Diet pada diabetes mellitus untuk mengatur kadar gula, mengendalikan kadar lemak dalam tubuh, dan menjaga agar Berat Badan tetap dalam batas normal. Makanan Yang Baik Dimakan adalah Sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang tepat. Makanan Yang harus dibatasi  adalah gula pasir, gula jawa , sirup, selai, abon manis, cake, kecap manis.   Contoh diet DM (1500 kalori)
Pagi ± pukul 06.30
Nasi                 : ¾ enthong
Daging                        : 1 potong sedang
Tempe             : 1 potong sedang
Sayur sawi       : (sekehendak)
Minyak            : ½ sendok makan
Pukul 09.30 (snack)
Pepaya             : 1 potong sedang
Susu                : 1 gelas
Siang pukul 12.30
Nasi                 : 1 ¼ enthong
Telur                            : 1 butir
Sayur sawi                   : (sekendak)
Tumis jagung muda     : 1 gelas
Minyak                        : ½ sendok makan
Pukul 15.30 (snack)
Pisang                          : 1 buah sedang

2.      Pengaturan Aktivitas Fisik
a.       Melakukan Melakukan olah raga ringan seperti jalan-jalan atau lari–lari  kecil selama 30 menit
b.      olah raga ringan 1 setengah jam setelah makan selama 3 x 10 menit untuk menurunkan kadar gula
c.       Tidak bekerja secara berlebihan, teratur dan cukup dalam beristirahat.



KONSEP DASAR PROSES ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK

Proses keperawatan secara umum diartikan sebagai pendekatan dalam pemecahan masalah yang sistematis untuk memberikan asuhan keperawatan terhadap setiap orang. Selaim itu, proses keperawatan juga diartikan sebagai suatu metode yang sistematis untuk mengkaji respon manusia terhadap masalah-masalah kesehatan dan membuat rencana asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Masalah-masalah kesehatan dapat berhubungan dengan klien, keluarga klien, orang terdekat, dan masyarakat. Proses keperawatan menurut Potter dan Perry (1997) adalah suatu pendekatan dalam pemecahan masalah, sehingga perawat dapat merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan. Tahapannya meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan (termasuk identifikasi hasil yang diperkirakan), implementasi, dan evaluasi. (Haryanto, 2008: 3).

1.      Pengkajian

Potter dan Perry (1997), pengkajian adalah proses sistematis berupa pengumpulan, verifikasi, dan komunikasi data tentang klien. Fase dari pengkajian meliputi pengumpulan data dan analisa data.

a.       Pengumpulan data

Langkah ini merupakan langkah awal dan dasar dari proses keperawatan. Dalam pengkajian, data dikumpulkan secara lengkap dari berbagai sumber, antara lain dari klien, keluarga, pemeriksaan medis maupun catatan kesehatan klien. Pengumpulan data merupakan kegiatan dalam menghimpun informasi dari klien meliputi unsur Bio- Psiko- sosial- spiritual secara komprehensif. Data yang dikumpulkan terdiri atas :

1)      Identitas

Identitas klien meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, status marital, tanggal masuk, tanggal pengkajian, ruang rawat, nomor medrek, diagnosa medis dan alamat.

Identitas penanggung jawab terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat dan hubungan dengan klien.

2)      Riwayat kesehatan

Keluhan utama berupa keluhan yang dirasakan klien pada saat dilakukan pengkajian. Klien dengan Gagal ginjal kronik biasanya datang dengan keluhan nyeri pada pinggang, buang air kecil sedikit, bengkak/edema pada ekstremitas, perut kembung, sesak.

Riwayat penyakit sekarang merupakan informasi sejak timbulnya keluhan sampai dirawat dirumah sakit. Berkaitan dengan keluhan utama yang dijabarkan dengan PQRST yang meliputi hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Kualitas dan kuantitas dari keluhan, penyebaran serta tingkat kegawatan atau skala dan waktu.

Riwayat penyakit dahulu yang perlu dikaji adalah riwayat pada perkemihan, riwayat penyakit ginjal sebelumnya, riwayat menggunakan obat-obatan nefrotoksik, kebiasaan diet, nutrisi, riwayat tidak dapat kencing, dan riwayat penyakit DM.

Riwayat penyakit keluarga, ditanyakan pada klien atau keluarganya, apakah ada keluarga klien yang mempunyai penyakit keturunan dan penyakit dengan riwayat yang sama. Perlu dikaji riwayat kesehatan keluarga yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit GGK seperti hipertensi, diabetes mellitus, sistemik lupus eritematosa, dan arthritis.

3)      Pemeriksaan Fisik (Doenges, Moorhouse, & Geissler, 1999: 629-628)

Sistem Pernafasan, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala napas pendek, dyspnea nokturnal paroksismal, batuk dengan/tanpa sputum kental. Dengan tanda-tanda tachipnoe, dyspnea, pernafasan kusmaul, batuk produktif dengan sputum merah muda encer, edema paru.

Sistem Kardiovaskuler, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala riwayat hipertensi lama atau berat, nyeri dada (angina), gagal jantung kongestif, edema pulmoner, perikarditis. Dengan tanda-tanda hipertensi, nadi kuat, edema jaringan umum dan pitting pada kaki, telapak, tangan. Tanda lainnya pucat, kulit coklat kehijauan, kuning, dan kecenderungan perdarahan.

Sistem Pencernaan, pada klien dengan GGK ditemukan adanya anoreksia, nausea, vomiting, cegukan, rasa metalik tak sedap pada mulut, ulserasi gusi, perdarahan gusi/tidak, nyeri ulu hati, distensi abdomen, konstipasi.

Sistem Eliminasi, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala penurunan frekuensi urine, oliguria, anuria, abdomen kembung, diare, konstipasi. Tandanya perubahan warna urine (kuning pekat, merah, cokelat).

Sistem Muskuloskeletal, pada klien dengan GGK ditemukan kelemahan otot, kejang otot, nyeri pada tulang, fraktur tulang, dan keterbatasan gerak sendi.

Sistem Integumen, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala kulit gatal (pruritis), petekie, Penurunan turgor kulit, echimosis, dan pucat.

Sistem Persyarafan, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala sakit kepala, penglihatan kabur, kram otot/kejang, kesemutan dan kelemahan khususnya ekstremitas bawah (neuropati perifer). Dengan tanda-tanda gangguan status mental (penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor, koma), rambut tipis, kuku rapuh dan tipis.

4)      Data Psikososial, klien dengan GGK ditemukan adanya kesulitan menentukan kondisi seperti tidak mampu bekerja, tidak mampu mempertahankan fungsi peran biasanya dalam keluarga yaitu sebagai ibu.

5)      Data Spiritual, pada klien dengan GGK ditemukan adanya perasaan tak berdaya, tidak ada harapan, tidak ada kekuatan, menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, dan perubahan kepribadian.

6)      Aktivitas/Istirahat, pada klien dengan GGK ditemukan adanya gejala kelelahan, kelemahan, gangguan tidur (insomnia/gelisah), kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak.

7)      Data Penunjang (Doenges, Moorhouse, Geissler, 1999: 629-628)

a)      Laboratorium

Urine, volume biasanya kurang dari 400 ml/24 jam (oliguria) atau urine tidak ada (anuria), warna secara abnormal urine keruh, sedimen kotor atau kecoklatan, berat jenis kurang dari  1,015 (menetap pada 1,010 menunjukan kerusakan ginjal berat), osmolalitas kurang dari 350 mOsm/kg menunjukan kerusakan tubular, dan rasio urine/serum sering 1:1, klirens kreatinin menurun, natrium lebih besar dari 40 mEq/L karena ginjal tidak mampu mereabsorpsi natriun, protein derajat tinggi proteinuria (3-4+) secara kuat menunjukan kerusakan glomerulus.

Darah, BUN/kreatinin meningkat, hitung darah lengkap, Ht menurun pada adanya anemia, Hb biasanya kurang dari 7-8 g/dl. Natrium serum menurun, kalium meningkat, kalsium menurun, magnesium/posfat meningkat, protein (khususnya albumin menurun), pH menurun.

b)      Pyelogram Retrograd menunjukkan abnormalitas pelvis ginjal dan ureter.

c)      KUB foto menunjukan ukuran ginjal, ureter, kandung kemih, dan adanya obstruksi (batu).

d)     Arteriogram ginjal mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi adanya massa.

e)      Sistouretrogram berkemih menunjukan kandung kemih, refluks kedalam ureter.

f)       Ultrasono ginjal menentukan ukuran ginjal, adanya massa, kista, obstruksi pada saluran perkemihan bagian atas.

g)      Biopsi ginjal dilakukan secara endoskopik untuk menentukan sel jaringan untuk diagnosis histologis.

h)      Endoskopi ginjal, nefroskopi dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal.

i)        EKG mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa.

b.      Analisa data

Setelah data terkumpul, data harus ditentukan validitasnya. Setiap data yang didapat, kemudian dianalisis sesuai dengan masalah. Menentukan validitas data membantu menghindari kesalahan dalam intrepetasi data. Berdasarkan data-data yang ada di klien dengan GGK, maka masalah keperawatan yang muncul adalah Kelebihan volume cairan, Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, Kurang pengetahuan, Intoleransi aktivitas, Gangguan harga diri, Penurunan curah jantung, Resiko gangguan integritas kulit, Ketidakpatuhan.

Proses pembentukan urine

Proses pembentukan urine juga dilakukan oleh nefron yang merupakan bagian dari ginjal. Proses pembentukan urine terjadi melalui tiga tahapan yaitu (Syaifuddin, 2006: 238-239):

a.       Proses filtrasi

      Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma pada glomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glumerulus secara relatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dan cukup permeabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil seperti elektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal (RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atau sekitar 1.200 ml/menit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125 ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula Bowman. Ini dikenal dengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Gerakan masuk ke kapsula Bowman disebut filtrat. Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulus dan kapsula Bowman, tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan oleh tekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula Bowman serta tekanan osmotik koloid darah. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dinding kapiler.

b.      Proses reabsorpsi

Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa, natrium, klorida, fosfat, dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi penyerapan natrium dan ion bikarbonat. Bila diperlukan akan diserap kembali ke dalam tubulus bagian bawah. Penyerapannya terjadi secara aktif dikenal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.

c.       Sekresi

Sisanya penyerapan urine kembali yang terjadi pada tubulus dan di teruskan ke piala ginjal selanjutnya diteruskan ke ureter masuk ke vesika urinaria.

Jantung Sehat Dengan Diet Mediterania

diet mediterania
Ada banyak jenis diet yang dapat Anda pilih sesuai keinginan Anda, salah satu jenis terbaik adalah jenis diet Mediterania. Diet jenis ini, dapat membantu pasien yang memiliki masalah dengan penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau masalah kesehatan lainnya. Dinamakan Mediterania, karena menganut pola diet orang di wilayah Mediteran Selatan.


Banyak penelitian telah membuktikan bahwa Diet Mediterania akan membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Prinsip diet ini adalah mengkonsumsi segala jenis makanan yang baik, yang diolah dengan cara yang tepat untuk menjaga jantung agar tetap sehat.

Apa Yang Diet Mediterania Tekankan?

Komponen utama diet Mediterania, sebetulnya sama seperti diet lainnya, yaitu menekankan pada pola makan yang tepat dan olahraga. Bahkan, jenis Diet Mediterania ini lebih menekankan kepada latihan atau olahraga yang teratur, dengan tujuan menjaga kesehatan jantung. Anda bisa melakukan jalan sehat atau jogging yang terbukti membuat jantung lebih sehat.

Untuk pola makan pada Diet Mediterania ini, lebih mengutamakan makanan nabati seperti sayuran, buah segar, jenis kacang-kacangan, dan gandum. Namun, bukan berarti diet ini sama halnya dengan menjadi vegetarian, Anda juga bisa makan daging, tapi porsinya saja yang dikurangi. Dalam seminggu, mungkin Anda bisa makan daging di akhir pekan. Atau konsumsi ikan seminggu dua kali.

Dalam diet ini, Anda juga akan menggunakan minyak zaitun untuk menggantikan fungsi mentega. Zaitun, akan memberikan lemak sehat yang dibutuhkan tubuh Anda, bukan dengan lemak jahat seperti yang terkandung dalam mentega. Selain itu, penggunaan bumbu dan rempah-rempah alami juga digunakan dalam diet ini, untuk menggantikan penyedap rasa buatan yang tidak sehat.

Ada satu ciri khas dari Diet Mediterania yang berbeda dari semua jenis diet yang ada. Namun sebenarnya, ciri khas dari diet ini yang terakhir, mungkin banyak pro kontra, tapi masyarakat Mediteran telah menggunakannya untuk diet mereka. Hal itu adalah Anda diminta untuk meminum anggur merah dalam jumlah sedang, karena anggur merah terbukti baik untuk kesehatan jantung dan tubuh Anda.

Rencana Diet Mediterania

Berikut akan dijelaskan tentang rencana atau resep untuk diet Mediterania yang Anda bisa gunakan.

o Minum susu atau konsumsi yogurt dengan buah dan kacang-kacangan

o Membuat pasta atau salad buah

o Ikan salmon atau jenis ikan laut lain yang rendah lemak yang diolah dengan cara dipanggang, juga ditambahkan beberapa jenis sayuran untuk menemaninya.

Segala macam diet, hampir keseluruhannya baik bagi kesehatan, tergantung dengan Anda. Jika ingin mendapat jantung sehat, rasa-rasanya diet Mediterania ini sangatlah cocok.

Menebalkan Rambut Dengan Resep Alami


Paparan sinar matahari, polusi dan racun adalah sesuatu yang harus dihadapi oleh rambut kita setiap harinya. Penggunaan obat perawatan rambut yang di dalamnya terdapat bahan kimia dapat menyebabkan rambut kita menjadi mudah patah dan kering, terutama untuk jenis produk pewarnaan. Penggunaan beberapa peralatan seperti hair dryer dan catokan juga menyebabkan rambut jadi rentan kerusakan.


Walaupun demikian, Anda tidak perlu pusing dan khawatir dalam memilih produk mana yang tepat untuk perawatan rambut. Perlu Anda tahu bahwa alam sudah menyediakan obat yang dapat kita gunakan untuk perawatan rambut dan tentunya tidak kalah dengan produk perawatan yang ada di pasaran dengan harga mahal. Berikut adalah beberapa produk alami tersebut:

1. Minyak Almond dan Minyak Kelapa

Penggunaan minyak almond bermanfaat untuk menguatkan rambut dan memperbaiki kerusakan rambut. Teteskanlah beberapa minyak almond pada rambut serta kulit kepala dan lakukanlah beberapa kali dalam seminggu sudah membantu rambut kita memperoleh nutrisi, meningkatkan ketebalan, kekuatan dan menjaga kemilau alami rambut.

Rambut kering serta rusak sangat baik memanfaatkan khasiat pelumas dari minyak kelapa ini. Kandungan yang dimiliki minyak kelapa berfungsi membantu memelihara rambut, kandungan tersebut yaitu potassium, magnesium dan kalsium. Sudah terbukti keampuhannya bahwa minyak kelapa dapat membantu mengembalikan kerapuhan rambut ke keadaan seperti semula.

Cara pemakaian, teteskanlah minyak kelapa sebanyak 6 tetes, kemudian pada kulit kepala lakukanlah pemijatan lembut, gunakanlah handuk untuk membungkus rambut, biarkanlah kurang lebih 20 menit supaya minyak dapat terserap dengan sempurna ke dalam kulit kepala serta rambut.

2. Rosemary dan Lavender

Manfaat dari minyak rosemary adalah untuk membuat rambut menjadi lebih tebal sekaligus membantu menghilangkan ketombe. Minyak ini bisa diaplikasikan pada semua jenis rambut karena dapat menstimulasi folikel rambut kita, sambil mengatasi kerontokan rambut. Untuk perawatan kondisioner biasanya minyak rosemary dan minyak almond akan dicampurkan.

Kemampuan dari minyak lavender yang mampu menenangkan, sehingga sering disebut aromaterapi, dan pemanfaatan lainnya dari minyak ini adalah untuk bahan dasar pembuat sabun dan shampo. Hasil dari para peneliti menyatakan bahwa lavender dapat membantu proses pertumbuhan rambut dan sangat baik untuk membantu mengatasi kebotakan. Untuk penggunaannya Anda dapat meneteskan minyak rosemary dan lavender bersamaan dengan pemakaian shampo, 3 tetes saja sudah cukup.

3. Mayones

Mayones merupakan saus pelengkap untuk salad, di dalamnya terdapat cuka, kuning telur, serta minyak yang bisa dijadikan pelembab rambut untuk membuat rambut jadi berkilau. Cara penggunaan mayones, terlebih dahulu bilas rambut dengan air, lalu usapkan mayones secara menyeluruh ke bagian rambut dengan disertai pijatan lembut. Kurang lebih selama 1 jam diamkan rambut, lalu bilaslah rambut menggunakan shampo.

Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak

Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak - Selama masa pertumbuhan, anak akan cenderung mengalami beberapa gangguan yang dapat menghambat perkembangannya. Orang tua harus lebih peka terhadap gangguan yang dialami anaknya agar anak memiliki perilaku dan mental yang baik ketika dewasa.

Berikut 5 jenis gangguan perkembangan anak, seperti dilansir dari onlymyhealth, Selasa (29/5/2012) antara lain:

1. Gangguan Kebiasaan

Gangguan kebiasaan mungkin suatu usaha yang dilakukan anak untuk mengalahkan stres. Beberapa gangguan kebiasaan yang paling sering terjadi diantaranya mengisap ibu jari, menggigit kuku, membenturkan kepala, menggigit atau memukul dirinya sendiri, menggoyangkan tubuh dan lain sebagainya.

Semua anak yang mengalami gangguan kebiasaan akan menunjukkan perilaku repetitif, tetapi tergantung juga pada frekuensi dari kebiasaan itu. Sebagai contoh, anak kadang mengisap jempol yang merupakan fenomena pertumbuhan yang biasa, tapi jika terus berlanjut hingga usia tertentu, mungkin menjadi tanda peringatan terhadap gangguan kebiasaan.

2. Gangguan Psikologis

Gangguan psikologis pada anak meliputi perubahan emosi, fungsi fisik, perilaku dan kinerja mental. Permasalahan gangguan psikologis tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian, penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan atau perpisahan.

Anak biasanya tidak langsung bereaksi ketika masalah terjadi, tetapi akan menunjukkan reaksi kemudian hari. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak dapat mempersiapkan diri jika dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis pada anak. Orang tua harus dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif menghadapi ketakutan dan kecemasannya.

3. Gangguan Perilaku

Perilaku tertentu adalah normal terjadi pada anak-anak pada usia dini, tetapi jika masih tetap berlanjut hingga kemudian hari mungkin mengundang intervensi. Gangguan perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena frustrasi atau kesal terhadap suatu hal.

Orangtua bisa mengontrol perilaku anak dengan menjauhkan anak dari hal-hal yang membuat anak bertindak demikian. Sementara perilaku anak yang mencuri atau berbohong mungkin umum pada tahap awal perkembangannya, pastikan kebiasaan tersebut tidak berlanjut.

4. Gangguan Tidur

Masalah tidur termasuk jam tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada anak. Gangguan saat tidur pada tahap petumbuhan mungkin memiliki efek yang merugikan pada kemampuan kognitif anak. Orang tua harus mendorong anak untuk tidur pada waktu yang teratur setiap harinya.

5. Gangguan Kecemasan

Kecemasan dan ketakutan normal terjadi pada anak dalam masa perkembangan, tetapi jika terus berlanjut dalam waktu yang lama, mungkin akan melumpuhkan kondisi sosial anak. Gangguan kecemasan dapat dikelola dengan cara mengobati kondisi kejiwaan anak seperti terapi keluarga. - Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak.

Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak

Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak
Peran Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak - Hati-hati bagi para orangtua karena apapun yang Anda lakukan dan makan akan dilihat dan ditiru oleh anak-anak Anda. Begitu juga dengan ibu-ibu yang suka makan junk food atau makanan tak sehat lainnya. Jangan salahkan anak jika nantinya ia meniru kebiasaan Anda itu.

Menurut sebuah studi, orangtua yang makan dengan pola yang sehat di rumah bisa menjadi contoh terbaik bagi pembentukan pola makan anak karena apapun yang dilakukan dan dimakan orangtua pasti diadopsi oleh anak-anaknya.

Secara khusus, ilmuwan dari Michigan State University ini mempelajari kebiasaan makan pada keluarga berpendapatan rendah. Dari situ peneliti menemukan bahwa ibu-ibu yang ingin pola makan anaknya sehat sebaiknya mengadopsi kebiasaan makan sehat untuk dirinya sendiri dulu baru mendorong anak-anaknya untuk melakukan hal yang sama.

Justru orangtua yang menggunakan paksaan, hadiah atau hukuman dalam rangka mendorong anak-anaknya makan sayur malah lebih sering gagal.

"Ibu-ibu seharusnya berhenti memaksa atau membatasi makanan anaknya," ujar ketua tim peneliti dan pakar nutrisi Profesor Sharon Hoerr seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (1/6/2012).

"Lebih baik para ibu menyediakan lingkungan makan yang sehat, mengadopsi kebiasaan makan seimbang untuk dirinya sendiri lalu diam-diam mengendalikan kualitas diet anak-anaknya dengan tidak membawa makanan tak sehat ke dalam rumah."

Terang-terangan membatasi makanan tertentu pada anak ketika orang lain sedang makan justru dapat menyebabkan kebiasaan makan yang tidak sehat, tambahnya.

Tips ini termasuk menjaga keteraturan makan dan nyemil anak, menawarkan makanan sehat dengan porsi yang lebih kecil serta memperbolehkan anak-anak untuk memutuskan sendiri seberapa banyak makanannya.

Anak-anak yang lebih suka bermain-main dengan makanannya atau mengkonsumsi junk food pun hanya boleh dibujuk secara lembut dan bukannya diteriaki.

"Untuk menghadapi anak yang suka pilih-pilih makanan, cara yang terbaik adalah membujuk dan mendorong mereka untuk makan daripada berteriak-teriak padanya," saran Hoerr dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini.

"Cara lain untuk membuat mereka tertarik untuk memiliki pola makan seimbang adalah membawa mereka ke toko kelontong atau taman, membantu mereka memilih makanan baru untuk dicoba serta memperbolehkan mereka membantu Anda memasak di rumah." - Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak.