Jumat, 04 Juni 2010

SISTEM RUJUKAN UNTUK KASUS PATOLOGIS DAN KEGAWATDARURATAN


Pelayanan kebidanan rujukan adalah :
Pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan yang dilakukan oleh bidan ke tempat atau fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas kesehatan lain secara horizontal maupun vertical.

Sistem rujukan adalah :
Suatu sistem pelayanan kesehatan dimana terjadi pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kesehatan yang timbul baik secara vertical (komunikasi antara unit yang sederajat) maupun secara horizontal (komunikasi inti yang lebih tinggi ke unit yang lebih rendah).

Rujukan medik puskesmas dilakukan secara berjenjang mulai dari :
a. Kader dan dukun bayi
b. Posyandu
c. Pondok bersalin/bidan desa
d. Puskesmas pembantu
e. Puskesmas rawat inap
f. Rumah sakit kabupaten Klas D/C

Tujuan umum rujukan :
Untuk memberikan petunjuk kepada petugas puskesmas tentang pelaksanaan rujukan medis dalam rangka menurunkan IMR dan AMR.

Tujuan khusus rujukan :
a. Meningkatatkan kemampuan puskesmas dan peningkatannya dalam rangka menangani rujukan kasus “resiko tinggi” dan gawat darurat yang terkait dengan kematian ibu marternal dan bayi
b. Menyeragamkan dan menyederhanakan prosedur rujukan di wilayah kerja puskesmas.

Alur rujukan kasus kegawat daruratan :
1. Dari Kader
Dapat langsung merujuk ke :
a. Puskesmas pembantu
b. Pondok bersalin atau bidan di desa
c. Puskesmas rawat inap
d. Rumah sakit swasta / RS pemerintah

2. Dari posyandu
Dapat langsung merujuk ke :
a. Puskesmas pembantu
b. pondok bersalin atau bidan di desa

Langkah – langkah rujukan :
1. Menentukan kegawat daruratan penderita
a. Pada tingkat kader atau dukun bayi terlatih ditemukan penderita yang tidak dapat ditangani sendiri oleh keluarga atau kader/dukun bayi, maka segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat,oleh karena itu mereka belum tentu dapat menerapkan ke tingkat kegawatdaruratan.
b. Pada tingkat bidan desa, puskesmas pembatu dan puskesmas
Tenaga kesehatan yang ada pada fasilitas pelayanan kesehatan tersebut harus dapat menentukan tingkat kegawatdaruratan kasus yang ditemui, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, mereka harus menentukan kasus manayang boleh ditangani sendiri dan kasus mana yang harus dirujuk.

2. Menentukan tempat rujukan
Prinsip dalam menentukan tempat rujukan adalah fasilitas pelayanan yang mempunyai kewenangan dan terdekat termasuk fasilitas pelayanan swasta dengan tidak mengabaikan kesediaan dan kemampuan penderita.

3. Memberikan informasi kepada penderita dan keluarga

4. Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang dituju

a. Memberitahukan bahwa akan ada penderita yang dirujuk
b. Meminta petunjuk apa yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan dan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan.
c. Meminta petunjuk dan cara penangan untuk menolong penderita bila penderita tidak mungkin dikirim.

5. Persiapan penderita (BAKSOKUDA)

6. Pengiriman Penderita

7. Tindak lanjut penderita :
a. Untuk penderita yang telah dikembalikan
b. Penderita yang memerlukan tindakan lanjut tapi tidak melapor  harus kunjungan rumah

sumber
1. POGI- JNPKKR. 2005. Buku Acuan Pelayanan Obstetri Neonatal dan Emergensi Dasar. Jakarta : Depkes RI
2. Saifuddin, Abdul Bari dkk, 2002, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta: YBPSP-MNH PROGRAM
3. Varney, Helen. 1997. Varney’s Midwifery. Jakarta : EGC


Kamis, 03 Juni 2010

Teh Hijau Dapat Melawan HIV

Teh hijau telah lama ditemukan sangat bermanfaat bagi kesehatan, tetapi sekarang peneliti mengatakan bahwa mengkonsumsi teh hijau dapat membantu dalam melawan HIV.
Sebuah penelitian gabungan Inggris-Amerika telah menemukan bahwa senyawa bernama epigallocatechin gallate (EGCG) menghambat HIV untuk menyerang sel sistem kekebalan tubuh dengan cara melindunginya.
Ketika molekul EGCG melekat pada sel-sel sistem kekebalan tubuh, maka tidak ada ruang bagi HIV untuk mendapatkan pegangan pada sel darah putih seperti biasanya.
Tetapi para peneliti memperingatkan investigasi mereka dalam tahap awal. "Penelitian kami menunjukkan bahwa minum teh hijau bisa mengurangi risiko terinfeksi HIV, dan juga dapat memperlambat penyebaran HIV. Tetapi hal ini tidak menyembuhkan, dan juga bukan cara yang aman untuk menghindari infeksi, tetapi kami sarankan agar harus digunakan dalam kombinasi obat-obatan konvensional untuk meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang terinfeksi. Penelitian pada masa depan  juga sedang berlangsung untuk menentukan seberapa banyak efek yang bisa diharapkan dari jumlah teh yang berbeda", kata peneliti Profesor Mike Williamson, dari University of Sheffield.
"Pengujian pada hewan akan diperlukan sebelum menarik kesimpulan yang aman terhadap potensi efek perlindungan dari minum teh hijau", kata Keith Alcorn, editor senior dari layanan web Aidsmap. "Penelitian ini hanya melihat pada kemampuan sebuah kimia di teh hijau untuk menghambat HIV menyerang sel kekebalan CD4 manusia dalam tabung uji. Banyak bahan yang dapat mencegah infeksi HIV dalam tabung tes, ternyata memiliki efek sedikit atau tidak ada dalam kehidupan nyata, jadi saya pikir ada cara panjang sebelum orang harus bergantung pada teh hijau untuk terlindung dari infeksi HIV. "
"Kondom tetap dapat menahan infeksi HIV. Segala sesuatu yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh sangat bermanfaat bagi penderita HIV, tetapi teh hijau tidak bisa menjadi pengganti obat yang tepat dan  menjadi teknik pencegahan", kata Lisa Power, kepala kebijakan di HIV charity, Terrence Higgins Trust.

Magnet Meningkatkan Kemampuan Otak

Pada jaman Yunani kuno, mangnet digunakan untuk mengobati arthritis. Pada abad ke 15, seorang dokter terkenal bernama Paracelsus berpikir bahwa energi magnet dapat menginduksi penyembuhan diri.
Pada Abad Pertengahan, magnet digunakan untuk mengatasi rasa sakit, gout, artritis, keracunan, gangguan pernafasan, masalah peredaran darah, rematik dan kebotakan, untuk membersihkan luka dan untuk mengambil kepala panah dari tubuh.

Sekarang sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa stimulasi magnetik pada otak bisa meningkatkan memori, dan penggunaan magnet dapat diterapkan dalam mengobati penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya.
Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa, medan magnet memperkuat otak, meningkatkan kemampuan belajar dan kemampuan memori. Teknik ini disebut dengan transcranial magnetic stimulation (TMS), teknik ini kedepannya dapat digunakan sebagai cara baru untuk mengobati kehilangan memori pada manusia, tetapi sebelum di terapkan pada manusia, uji coba pada hewan harus dilakukan lebih dalam lagi. Dalam pengunaan TMS, koil magnet ditempatkan pada tengkorak, dan medan magnet yang dihasilkan dapat mempengaruhi area tertentu dalam otak. Jalur yang tepat masih belum diketahui, tapi teknik ini telah telah diuji untuk kerusakan otak seperti depresi, skizofrenia atau stroke.
Dalam penelitian yang dibuat oleh tim dari City University of New York, tikus diberi paparan TMS selama lima hari, setelah itu otak tikus diteliti untuk mengetahui pertumbuhan sel dan pengaruh jangka panjang (penguatan sirkuit otak menunjukkan peningkatan pembelajaran).
Paparan TMSditemukan meningkatkan LTM di setiap daerah otak, namun para peneliti juga menemukan bukti jelas tentang perluasan sel induk dalam hipokampus. "Dampak pada sel-sel induk adalah temuan yang paling menarik. TMS akhirnya dapat digunakan untuk mengobati penurunan memori yang berkaitan dengan usia dan bentuk demensia seperti Alzheimer, yang berhubungan dengan hilangnya sel-sel di hippocampus" kata penulis utama Dr Fortunato Battaglia.
"Hal ini tidak mungkin, bahwa teknik ini akan merangsang pertumbuhan neuron baru dalam otak, tetapi hal itu bisa memperlambat perkembangan demensia dengan memperkuat hubungan antara sel-sel yang ada. Ini mungkin sebuah cara memperkuat koneksi yang semakin lemah," kata John Rothwell, dari Institute of Neurology di University College London.

10 Alasan Mengapa Sinar Matahari Baik Untuk Kesehatan

Matahari membawa kehangatan di Bumi dan sangat bermanfaat bagi kita. Tetapi sinar matahari dapat menyembuhkan dan menghancurkan, Hal ini tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Berikut 10 alasan mengapa matahari baik untuk kesehatan.
  1. Sinar matahari dapat membunuh mikroba. Itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk mejemur karpet, selimut dan perabotan-perabotan yang tidak dapat dicuci secara teratur di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari terhadap kulit membuat kulit tampak cerah, sehat dan tingkat elastisitasnya meningkat. kulit yang agak kecokelatan/gelap lebih tahan terhadap infeksi dan terbakar sinar matahari daripada kulit yang putih. Banyak penyakit kulit (dermatitis) dapat dikendalikan dan bahkan disembuhkan melalui matahari. Sinar matahari terbukti untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  2. Matahari mempengaruhi suasana hati kita. Sinar matahari membantu mengobati kasus depresi kronis/akut, dengan merangsang sintesis endorfin (hormon perasaan baik/senang). Itulah mengapa kita mengalami depresi pada hari-hari dingin dan musim dingin yang gelap.
  3. Sinar matahari baik untuk penderita insomnia. Paparan sinar matahari pada siang hari dapat meningkatkan produksi melatonin di malam hari. Hormon ini membantu mengatur tidur.
  4. Di bawah paparan sinar matahari, kulit mensintesis vitamin D, yang membuat penyerapan kalsium dalam usus semakin tinggi, membantu tulang tumbuh dengan kuat. Dengan cara ini, sinar matahari dapat mencegah rachitism di usia anak-anak dan orang dewasa serta osteoporosis di usia lanjut.
  5. Vitamin D dan beberapa senyawa terkait menghambat perkembangan beberapa sel kanker, matahari dapat melawan penyakit ini. Paparan sinar matahari yang teratur dan terkontrol memiliki efek preventif terhadap kanker usus, payudara, leukemia dan limfoma.
  6. Paparan sinar matahari memperkuat sistem kardiovaskular. Meningkatkan sirkulasi darah , denyut nadi, tekanan arteri, mengontrol glycemia dan tingkat kolesterol dapat dinormalisasi.
  7. Sinar Matahari meningkatkan fungsi hati, yang efektif dalam mengobati penyakit kuning.
  8. Sinar matahari membantu perkerjaan ginjal, saat sinar matahari menyinari kulit kita dan membuat kita berkeringat, dari keringat, ginjal membuang racun.
  9. Sinar matahari juga membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan laju metabolisme melalui stimulasi tiroid. Hal ini juga memudahkan gejala sindrom pramenstruasi.
  10. Sinar matahari juga memudahankan penyembuhan sendi bengkak selama puncak peradangan dalam kasus arthritis.

Bawang Merah Dapat Meningkatkan Kemampuan Mengingat Otak

Bawang Merah berasal dari Asia Tengah tepatnya di Iran dan Pakistan Barat lebih dari 5000 tahun yang lalu. Bawang kaya akan gula (jumlah gula di bawang merah lebih tinggi daripada apel) dan vitamin B6, B1 dan B9.
Mengapa saat kita mengiris Bawang merah, mata terasa pedih? Hal ini dikarenakan saat bawang diiris, bawang mengeluarkan enzim yang memecah senyawa belerang dan menghasilkan asam sulfenic, bahan kimia yang tidak stabil tersebut akhirnya berubah menjadi gas volatile yang mencapai mata melalui udara.
Ada cara  untuk meminimalisir efek pedih saat memotong bawang merah, yaitu dengan cara mendinginkannya selama 30 menit di lemari es/di rendam dalam air dingin, sebelum dipotong.
Bawang Merah(Allium cepa) telah dikenal lama efektif untuk mengobati pilek, penyakit jantung, diabetes dan osteoporosis, juga meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan menghambat pembekuan darah. Di banyak daerah, bawang digunakan untuk mengobati lepuh dan bisul. Luka yang disebabkan oleh landak laut juga dapat diobati dengan cara menempelkan bawang ke daerah yang luka selama satu malam.
Sebuah tim dari Hokkaido Tokai University, jepang, telah menemukan manfaat baru dari bawang yaitu, bawang dapat meningkatkan memori/ingatan Anda! Subjek yang mengalami kehilangan memori melaporkan kemampuan mengingatnya kembali membaik setelah menelan bawang yang telah dimasak.
Penemuan baru dapat berguna dalam memerangi penyakit/kondisi otak seperti Alzheimer dan Parkinson. Para peneliti Jepang menemukan bahwa, bahan kimia anti-oksidan bawang mengambil racun di otak dan menghilangkannya. Bahan kimia yang mengandung belerang menjadi aktif ketika bawang sedikit dipanaskan dalam panci, tetapi bilang matang dapat merusak kualitas bahan kimia yang dapat meningkatkan memori.
Bahan kimia aktif yang sama juga dapat ditemui di anggota lain dari genus Allium, seperti bawang putih (Allium sativum) dan daun bawang(A. porrum).

Rabu, 02 Juni 2010

8 Hal yang Menyebabkan Rambut Anda Rontok dan Botak

Rambut yang indah tentu menjadi dambaan setiap orang, namun bagaimana jika rambut anda rontok, atau botak, berikut ini beberapa penyebab kerontokan rambut Anda. Dengan mengetahui penyebab rambut rontok, anda dapat mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah rambut rontok.
  1.  Faktor Keturunan. Apakah ayah anda botak? Apakah ibu anda mengalami masalah rambut rontok? Jika iya, maka kemungkinan anda memiliki rambut rontok atau botak adalah 5-10%. Androgenetic alopecia adalah penyebab utama lebih dari 95% kasus hilangnya rambut secara permanen. Hal ini mempengaruhi jutaan orang dan tidak hanya menyerang  laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak. Secara normal Folikel rambut memiliki beberapa siklus hidup, dimana setiap siklus terbagi menjadi beberapa tahun. pengaruh hormon testosteron dan ketombe dapat mempersingkat periode siklus, dan beberapa siklus hidup folikel rambut berlangsung lebih cepat daripada umur seseorang, sehingga membuat seseorang botak. Dengan demikian, jelas bahwa rambut rontok sebenarnya dimulai selama masa kanak-kanak.
  2. Karena Penyakit, seperti lupus dan diabetes. Rambut rontok dapat dianggap sebagai salah satu tanda penyakit ini.
  3. Malnutrisi/Gizi buruk juga bisa menjadi penyebab potensial rambut rontok. Diet yang salah sangat berbahaya untuk kesehatan rambut anda. Mengikuti  hypocaloric diet (rendah kalori) dapat mengurangi berat badan anda, tetapi rambut anda juga terpengaruh, karena rontok lebih cepat. Efeknya dirasakan 2-3bulan setelah memulai diet. Anak-anak yang mengalami gizi buruk biasanya botak. Rambut memerlukan protein (khususnya yang mengandung belerang) yang sangat dibutuhkan untuk fungsi-fungsi yang lebih penting.
  4. Ketidakseimbangan hormon, hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid (atas atau di bawah sekresi) dapat menyebabkan rambut rontok. Obat-obatan bisa memperbaiki ini. Kehamilan juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon, dan wanita hamil selalu mengeluh tentang rambut rontok sebelum dan sesudah kelahiran.
  5. Rambut rontok sementara dapat disebabkan oleh bahan kimia. Obat-obat yang dikenal memiliki efek ini adalah kolesterol, asam urat, zat kemoterapi, antikoagulan, beberapa antibiotik dan obat anti-skizofrenia. Steroid, interferon, kelebihan vitamin A dan kontrasepsi.
  6. Stres dapat menyebabkan dua jenis masalah pada rambut: effluvium telogen dan alopesia areata. Alopecia dapat menyebabkan rambut rontok sebagian (hanya di daerah tertentu), ada juga kemungkinan untuk rambut untuk tumbuh kembali dengan sendirinya. Hal terjadi terutama pada laki-laki dan anak laki-laki di bawah 25.
  7. Infeksi jamur bisa menyebabkan rambut rontok secara besar-besaran, terutama pada anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  8. Model rambut anda mungkin "merusak" rambut anda. Meregangkan rambut saat basah setelah dikuncir, atau mengkepang rambut terlalu ketat, dapat mempengaruhi akar rambut (proses ini disebut alopesia traksi). Setiap model rambut mempengaruhi akar rambut. Gel rambut juga bisa membuat akar rambut, tidak bisa "bernapas". Penggunaan bahan kimia terhadap rambut dapat menyebabkan rambut rontok secara besar-besaran.

    Selasa, 01 Juni 2010

    MEKANISME PERSALINAN NORMAL


    Persalinan kala II dimulai dengan pembukaan lengkap dari serviks (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.

    Tanda-tanda persalinan sudah dekat adalah :
    a. Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi
    b. Perineum menonjol
    c. Ibu kemungkinan merasa ingin BAB
    d. Vulva vagina dan spinchter anus membuka
    e. Jumlah pengeluaran lendir dan darah meningkat

    Mekanisme persalinan merupakan gerakan janin yang mengakomodasikan diri terhadap panggul ibu. Hal ini sangat penting untuk kelahiran melalui vagina oleh karena janin itu harus menyesuaikan diri dengan ruangan yang tersedia di dalam panggul. Diameter-diameter yang besar dari janin harus menyesuaikan dengan diameter yang paling besar dari panggul ibu agar janin bisa masuk melalui panggul untuk dilahirkan.

    Diameter Janin
    1) Diameter biparietal, yang merupakan diameter melintang terbesar dari kepala janin, dipakai di dalam definisi penguncian (enggagment).
    2) Diameter suboksipitobregmantika ialah jarak antara batas leher dengan oksiput ke anterior fontanel; ini adalah diameter yang berpengaruh membentuk presentasi kepala.
    3) Diameter oksipitomental, yang merupakan diameter terbesar dari kepala janin; ini adalah diameter yang berpengaruh membentuk presentasi dahi.

    Mekanisme Persalinan
    Gerakan-gerakan utama anak dalam kelahiran ialah :
    a.Turunnya kepala
    b. Fleksi
    c. Putaran paksi dalam
    d. Ekstensi
    e. Putaran paksi luar
    f. Ekspulsi

    Dalam kenyataannya beberapa gerakan terjadi secara bersamaan.
    a. Turunnya kepala
    Turunnya kepala dibagi dalam :
    1) masuknya kepala dalam pintu atas panggul
    Masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul pada primigravida sudah terjadi pada bulan terakhir kehamilan tetapi pada multipara biasanya baru terjadi pada permulaan persalinan. Masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. Apabila sutura sagitalis berada di tengah-tengah jalan lahir, tepat diantara symphysis dan promotorium, maka dikatakan kepala dalam keadaan synclitismus.

    Pada synclitismus os parietale depan dan belakang sama tingginya. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promotorium, maka dikatakan asynclitismus. Dikatakan asynclitismus posterior, ialah kalau sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietale belakang lebih rendah dari os parietale depan, dan dikatakan asynclitismus anterior ialah kalau sutura sagitalis mendekati promotorium sehingga os parietale depan lebih rendah dari os parietale belakang. Pada pintu atas panggul biasanya kepala dalam asynclitismus posterior yang ringan.

    2) majunya kepala
    Pada primigravida majunya kepala terjadi setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dan biasanya baru mulai pada kala II. Pada multipara sebaliknya majunya kepala dan masuknya kepala dalam rongga panggul terjadi bersamaan. Majunya kepala ini bersamaan dengan gerakan-gerakan yang lain yaitu : fleksi, putaran paksi dalam, dan ekstensi.

    Penyebab majunya kepala antara lain :
    (a) tekanan cairan intrauterin
    (b) tekanan langsung oleh fundus pada bokong
    (c) kekuatan mengejan
    (d) melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk rahim.

    b. Fleksi
    Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga ubun-ubun kecil jelas lebih rendah dari ubun-ubun besar. Keuntungan dari bertambah fleksi ialah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melalui jalan lahir: diameter suboksipito bregmatika (9,5 cm) menggantikan diameter suboksipito frontalis (11 cm).

    Fleksi ini disebabkan karena anak didorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu atas panggul, serviks, dinding panggul atau dasar panggul. Akibat dari kekuatan ini adalah terjadinya fleksi karena moment yang menimbulkan fleksi lebih besar dari moment yang menimbulkan defleksi.

    c. Putaran paksi dalam
    Yang dimaksud dengan putaran paksi dalam adalah pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphisis. Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar ke depan dan ke bawah symphysis.

    Putaran paksi dalam mutlak perlu untuk kelahiran kepala karena putaran paksi merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. Putaran paksi dalam bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai Hodge III, kadang-kadang baru setelah kepala sampai di dasar panggul.

    Sebab-sebab terjadinya putaran paksi dalam adalah :
    1) pada letak fleksi, bagian belakang kepala merupakan bagian terendah dari kepala
    2) bagian terendah dari kepala ini mencari tahanan yang paling sedikit terdapat sebelah depan atas dimana terdapat hiatus genitalis antara m. levator ani kiri dan kanan.
    3) ukuran terbesar dari bidang tengah panggul ialah diameter anteroposterior.

    d. Ekstensi
    Setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai di dasar panggul, terjadilah ekstensi atau defleksi dari kepala. Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan atas, sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya.
    Pada kepala bekerja dua kekuatan, yang satu mendesak nya ke bawah dan satunya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas.

    Setelah suboksiput tertahan pada pinggir bawah symphysis akan maju karena kekuatan tersebut di atas bagian yang berhadapan dengan suboksiput, maka lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum ubun-ubun besar, dahi, hidung, mulut dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. Suboksiput yang menjadi pusat pemutaran disebut hypomochlion.

    e. Putaran paksi luar
    Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Gerakan ini disebut putaran restitusi (putaran balasan = putaran paksi luar).

    Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan tuber isciadicum sepihak. Gerakan yang terakhir ini adalah putaran paksi luar yang sebenarnya dan disebabkan karena ukuran bahu (diameter biacromial) menempatkan diri dalam diameter anteroposterior dari pintu bawah panggul.

    f. Ekspulsi
    Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomoclion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.

    1. Manuaba, Ida bagus Gde, (1998), Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan, & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC
    2. Mochtar, Rustam, (1998), Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi. Jilid 1 Edisi 2, Jakarta : EGC
    3. Moore, Hacker, (2001), Esensial Obstetri & Ginekologi, Jakarta : Hipokrates.
    4. Prawirohardjo, Sarwono, (2002), Ilmu Kebidanan, Jakarta : YBPSP