Sabtu, 30 Juni 2012

Apa Itu Polifenol?

polifenol
Banyak makanan yang kita konsumsi sehari-hari banyak yang mengandung zat yang baik untuk mendukung kesehatan tubuh, namun juga ada yang buruk untuk kesehatan tubuh. Berbicara tentang zat yang baik untuk tubuh, kita banyak mendapatkannya dari sejumlah tanaman. Bisa dari bagian buahnya, akarnya, daunnya dll.


Beberapa tanaman megandung jumlah besar senyawa yang bertindak sebagai antioksidan, yang berfungsi untuk melindungi sel-sel dalam tubuh dari serangan radikal bebas. Dan ada 3 bentuk kelompok utama senyawa dalam tanaman yang bertindak sebagai antioksidan tersebut, yang diantaranya adalah karotenoid, tanaman yang mengandung vitamin A, yang kedua adalah sulfida alil yang terdapat pada tanaman bawang putih dan kelompok bawan lain , yang terakhir adalah kelompok polifenol, yang merupakan kelompok terbesar, yang terdapat pada beebrapa tanaman yang berbeda-beda.

Yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah tentang polifenol, yang menjadi kelompok senyawa terbesar. Polifenol mempunyai struktur kimia yang sama berbentuk seperti cincin. Senyawa ini bisa dikategorikan dalam 4 kelompok berbeda, yang didasarkan oleh jumlah dering dan molekul yang melekat pada cincin. Ke -4 kelompok polifenol tersebut adalah asam fenolat, flavonoid, stilbenes dan bentuk yang terakhir adalah lignan. Nah, berikut ini akan ditampilkan penjelasan singkat dan contohnya mengenai ke -4 bentuk polifenol teresebut.

Bentuk pertama dari polifenol adalah asam fenolik. Asam ini terdiri dari asam hidroksibenzoat dan asam hydroxycinnamic.  Asam hidroksibenzoat atau yang disebut asam galat yang biasanya ditemukan dalam teh, dan asam hydroxycinnamic yang biasanya ditemukan di dalam kopi, blueberry, kiwi, apel dan ceri.

Yang kedua adalah flavonoid, yang berfungsi sebagai antioksidan dan agen anti-inflamasi. Flavonoid, juga dibagi menjadi bebrapa jenis yaitu flavon, flavonol, flavanones, isoflavon, anthycyanidins, chalcones, dan terakhir katekin. Beberapa jenis flavonoid ini bisa ditemukan dalam berbagai macam makanan nabati, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang, anggur merah, dan teh hijau.

Yang ketiga adalah Stilbenes, yang termasuk dalam resveratrol. Biasanya zat ini bisa ditemukan dalam jumlah kecil di dalam anggur merah dan kacang tanah.

Dan yang terakhir adalah Lignan, yang biasanya ditemukan dalam kacang-kacangan, sereal, biji-bijian, buah-buahan, alga, dan beberapa sayuran.

Konsumsi diet seimbang dengan memakan buah, sayur, biji-bijian dan jenis kacang-kacangan yang mengandung polifenol, untuk kesehatan tubuh Anda. Ada beberapa polifenol yang juga digunakan sebagai suplemen, misal bentuk polifenol yang mengandung resveratrol. Namun, untuk konsumsi suplemen tersebut, harus berkonsultasi dengan dokter, karena jika dosisnya salah bisa tidak baik untuk kesehatan.

Alergi Pada Anak


Tania sekarang berusia 1,1 tahun dan ketika usianya menginjak 4 bulan, ia mulai mengalami gangguan. Ketika itu, sang ibu yang bernama Dita air susunya mulai berkurang sehingga memutuskan untuk memberikan susu pengganti dari susu sapi. Namun, setelah seminggu memberikan susu itu, secara mendadak di kulit anaknya muncul semacam ruam, terutamanya pada bagian muka bayi.


Ruam yang muncul semakin hari semakin tambah banyak. Selain itu, bintik-bintik juga muncul di daerah kaki dan tangan. Kondisi ini ternyata sangat mengganggu bayi sehingga menjadi sering rewel.

“Setelah diperiksa, menurut dokter, bayi saya alergi susu sapi dan disarankan mengganti susu dengan jenis hipoalergenik,” katanya. Sedangkan untuk gangguan kulit yang muncul di tangan dan kaki disebabkan oleh alergi panas.

“Bayi biasanya dijemur untuk mendapatkan sinar matahari untuk pertumbuhan. Tania justru alergi dan sejak itu tak pernah dijemur lagi,” kata Dita. Putri pertama Dita yang bernama Amel berumur 7 tahun, Amel sendiri mengalami alergi debu, bahkan akhir-akhir ini telah berkembang menjadi asma. “Sepertinya turunan dari saya. Nenek mereka atau ibu saya juga alergi debu,” katanya. Keluarganya sendiri mempunyai dokter keluarga yang sudah memahami rekam jejak kesehatan dari keluarganya. “Saya yakin alergi bisa ditangani,” katanya.

Saran dari dokter setelah Tania memasuki usia setahun ialah susu yang dikonsumsi dicampur dengan susu sapi biasa. Susu hipoalergenik dapat ditinggalkan setelah ruam yang ada benar-benar hilang. Sedangkan untuk alergi panas dan juga debu, Dita mencoba untuk menjauhkan pemicu munculnya alergi itu dari anak-anaknya.

Kasus Semakin Banyak

Alergi adalah menyimpangnya reaksi kekebalan tubuh dari keadaan yang normal terhadap zat dari luar tubuh atau rangsangan dan dapat menyebabkan suatu gejala yang akan merugikan tubuh. Antara lain gejala yang sering muncul, seperti muntah, diare berlanjut yang diikuti darah, dermatitis atopik, seperti gatal dan bintik merah, adanya gangguan pernapasan seperti asma dan batuk berulang. Bila tidak segera diobati, alergi dapat mengganggu pertumbuhan anak dan bahkan bisa lebih parah, seperti terkena asma.

Diperkirakan dimasa yang akan datang jumlah dari anak-anak yang mengalami alergi seperti Tania dan Amel akan semakin banyak. Seorang dokter anak dari Maximilians University Munich, dr Sibylle Koletzko mengatakan telah terjadi peningkatan angka kejadian yang disebabkan faktor genetik, imunologi dan lingkungan.

Sebuah Negara semakin mengalami perkembangan dan penyakit infeksi akan semakin berkurang tetapi berbanding terbalik dengan kasus alergi karena semakin meningkat. Faktor genetik tidak banyak mengalami perubahan, sehingga diprediksi penyebabnya dari faktor-faktor lain.

Masih banyak misteri yang tersimpan pada alergi. Ada satu dugaan yang muncul yaitu sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tidak siap untuk menghadapi hal-hal yang berasal dari luar yang dianggap dapat memberikan ancaman, bahkan untuk ancaman yang paling lemah dari serbuk sari. Semakin baiknya kebersihan akan menyebabkan tubuh semakin sensitif.

Negara di kawasan Eropa sudah lebih dulu mengalami tren tersebut. Di Eropa tengah, alergi pada anak cenderung lebih meningkat. Pada tahun 1973 asam bronkial sekitar 4%, kemudian pada tahun 1996 mengalami peningkatan menjadi 21%. Pada setiap Negara bisa mempunyai pola alergi yang berbeda-beda.

Kasus alergi di Indonesa sudah mulai tinggi. Menurut Zakiudin Munasir yang bertugas di Divisi Alergi dan Imunologi Klinik Departemen Kesehatan Anak FKUI, mengatakan bahwa prevelansi dermatitis atopic mencapai hingga 24,6%.

Hanya anak yang mempunyai bakat alergi atau atopik yang akan terkena penyakit alergi. Bakat alergi ini merupakan bakat keturunan, biasanya diturunkan dari salah satu atau kedua orangtua. Sibylle menjelaskan, risiko tertinggi dapat saja terjadi jika kedua orangtua beserta satu saudara kandung mengalami alergi, risiko yang terjadi dapat mencapai 85%. Disamping itu ada faktor risiko lain, seperti merokok, polusi, tidak memperoleh ASI dan diet.

Biasanya alergi makanan serta eksim akan lebih dominan ketika usia antara 0-6 bulan dan usia 0-1 tahun. Untuk asma, angka kejadiannya menjadi tinggi setelah usianya menginjak 3 tahun dan untuk puncaknya paada usia antara 7-15 tahun. Sedangkan untuk alergi hidung gatal dan ingusan atau rhinitis pada usia 15 tahun merupakan prevalensi tertinggi.

Terdapat berbagai jenis allergen, mulai dari makanan, balsem, binatang, tungau, obat, dan lebah. Alergi susu sapi adalah salah satu alergi yang paling sering dijumpai. Data yang diambil dari Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM, menunjukkan bahwa 4% alergi susu yang dialami oleh anak adalah kasus alergi. Bahkan, sekitar 30-45% anak mengalami dermatitis atopik atau radang kulit disebabkan oleh alergi susu sapi.

Untuk jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi ialah ikan, kacang, telur, dan udang. Uji kulit yang dilakukan oleh Poli Alergi Imunologi FKUI-RSCM dengan melibatkan 69 anak asma menunjukkan, sekitar 26,56% alergi dengan cokelat, 37% alergi dengan udang kecil, 45,31% alergi dengan kepiting. Selain itu, alergi juga dapat timbul oleh bahan aditif, seperti bumbu dan juga bahan sintetis, yang tergolong bahan sintetis seperti benzoat atau pengawet, pewarna dan penyedap.

Sibylle mengatakan, “Terutama untuk alergi terhadap makanan. Diagnosis yang terlalu longgar atau berlebihan tidak baik. Jika terlalu longgar, anak akan terus-terusan menderita berbagai gangguan. Sebaliknya, diagnosis yang berlebihan akan membatasi konsumsi makanan anak sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.”

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi alergi pada anak adalah dengan menghindari makanan yang dapat memicu alergi dan jangan pernah mencoba makanan tersebut. Terkadang ada beberapa orangtua yang dengan sengaja memberikan makanan pencetus alergi dengan maksud agar anaknya terbiasa dan semakin toleran terhadap makanan tersebut, sehingga alergi tidak muncul lagi. Namun, cara demikian bisa berubah menjadi boomerang untuk anak karena terpicunya alergi bisa membahayakan.

Faktor Resiko dan Penyebab Sakit Punggung Bagian Bawah

nyeri punggung
Sakit punggung bawah bisa menganggu banyak aktifitas sehari-hari bahkan biasanya kita bisa merasakan sakit hebat meskipun hanya bergerak sedikit saja. Penyebab kelainan ini antara lain:

  1. Cedera atau terlalu sering menggunakan sendi,otot dan ligamen

  2. Tekanan pada akar saraf di tulang belakang. Hal ini bisa disebabkan oleh:
      • Herniated disc : Piringan tulang belakang yang menonjol. Sering disebabkan oleh getaran atau gerakan berulang (seperti pada saat olahraga, saat menggunakan mesin atau mengangkat beban dengan cara yang salah) bisa juga disebabkan karena tekanan berat tiba-tiba atau peningkatan tekanan pada punggung bagian bawah.

      • Radang sendi, kejadiannya semakin meningkat dengan bertambahnya umur. Radang sendi atau osteoarthritis jika mempengaruhi sendi kecil di tulang belakang, dapat menyebabkan sakit punggung. Pada  pinggul, dapat menyebabkan lemas atau mengubah cara berjalan.

      • Spondylolisthesis, cacat yang terjadi jika salah satu bagian tulang belakang bergeser sehingga tidak pada tempatnya.

      • Spinal stenosis, atau penyempitan lubang tulang belakang, biasanya disebabkan karena semakin tua. Lubang pada tulang belakang ini fungsinya untuk jalan keluar syaraf.

      • Retak atau patah tulang belakang yang disebabkan oleh benturan dan tekanan seperti pada kecelakaan mobil atau motor.

      • Kelainan tulang belakang misalnya bentuk tulang belakang yang tidak normal pada skoliosis dan kifosis.
3. Patah tulang/retak karena kompresi. Ini lebih umum di kalangan wanita pasca-menopause dengan osteoporosis dan pada pria atau wanita setelah penggunaan obat jenis kortikosteroid dalam jangka panjang . Pada orang dengan osteoporosis, bahkan tekanan kecil yang melibatkan tulang belakang, seperti bersin, dapat menyebabkan patah tulang kompresi.

Perlu dibedakan antara sakit punggung yang berhubungan dengan tulang belakang, syaraf atau otot dengan sakit pinggang berdenyut yang bisa menyebabkan kram. Sakit pinggang berdenyut yang dijalarkan dan menyebabkan kram sering disebabkan oleh batu saluran kemih atau batu empedu.

Ada beberapa faktor resiko (hal-hal yang mendukung) terjadinya sakit punggung bagian bawah. Semakin banyak faktor resiko yang anda punya maka semakin besar kemungkinan anda mengalami penyakit ini, sebaliknya semakin sedikit faktor resiko yang anda punya maka kemungkinannya semakin kecil. Ada faktor resiko yang bisa dirubah dan ada juga yang tidak bisa dirubah. Menghindari sebanyak mungkin faktor resiko yang dapat dirubah bisa meminimalisir kemungkinan sakit punggung belakang dikemudian hari.

Faktor resiko yang tidak dapat dirubah:
  • Umur yang semakin tua

  • Wanita

  • Keluarga punya riwayat sakit punggung belakang

  • Wanita hamil

  • Punya riwayat cedera tulang belakang

  • Ada kelainan tulang belakang dari lahir

  • Pernah operasi tulang belakang
Faktor resiko yang dapat dirubah
  • Tidak olahraga secara teratur

  • Punya pekerjaan yang memberikan tekanan pada tulang belakang misalnya. Duduk terlalu lama, mengangkat beban berat,  mengendarai peralatan berat, pekerjaan yang menuntut gerakan tulang belakang yang berulang-ulang

  • Merokok

  • Kelebihan berat badan

  • Postur tubuh yang kurang baik misalnya membungkuk

  • Stres yang berlebihan
Tulang belakang merupakan rumah bagi sumsum tulang belakang yang fungsinya sebagai kepanjangan dari otak untuk mengatur  kerja organ dalam tubuh. Menjaganya agar tetap sehat dan kuat merupakan tugas setiap orang. Menjauhi faktor resiko yang dapat dirubah diatas dapat menjauhkan kita dari sakit punggung bagian bawah.

Kesehatan Jiwa Pada Lansia

Ada sebuah kisah dari seorang pasien yang kami rahasiakan identitasnya. Sudah lebih dari 81 tahun usianya, namun jika dilihat secara fisik kondisinya masih baik. Untuk ukuran seusianya, badannya masih terlihat bugar dan segar. Walaupun harus dituntun bila akan berjalan, hal ini dilakukan supaya lebih seimbang dalam berjalan. Jika dilihat secara umum, kondisi fisiknya masih terlihat cukup segar diantara mereka yang usianya memasuki kepala delapan.

Dinyatakan juga dalam pemeriksaan fisik, bahwa jantung serta parunya masih berada dalam batas yang normal. Walaupun dalam kenyataannya sudah menggunakan antihipertensi lebih dari 20 tahun, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap fungsi jantung serta pembuluh darahnya. Namun kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi mental dan emosionalnya. Disamping pasien mengalami berkurangnya suasana perasaan dan berkurangnya rasa gairah dalam hidup, ternyata pasien juga terlihat mengalami gangguan daya ingat.

Sebenarnya penurunan daya ingat sudah berlangsung cukup lama, sejak lima tahun belakangan ini tapi kondisi tersebut menjadi semakin parah ketika pasien ditinggalkan istri yang sangat disayanginya. Gangguan kognitif yang dialaminya menyebabkan kondisi depresi menjadi lebih parah. Pengobatan yang dilakukan dengan memberikan obat antidepresan dan antidemensia, hal ini dilakukan melihat kondisi pasien.

Anak pasien yang hidup satu rumah dengan pasien menjelaskan, awalnya pasien dibawa ke psikiater karena kondisi depresi yang sudah terlihat sejak kematian istrinya, tapi gangguan kognitifnya belakangan ini semakin menjadi sehingga perlu dilakukan penanganan dengan segera. Sekarang ini, kondisi gejala depresi yang dialami sudah lebih baik serta sudah tidak terlihat lagi penurunan kognitif yang nyata.

Depresi Pada Lansia

Sejalan dengan bertambahnya usia, kecenderungan mengalami depresi semakin meningkat. Salah satu kelompok yang sangat rentan terkena depresi sepanjang hidupnya ialah kaum lansia. Persentase dari populasi lansia yang terkena gangguan depresi sekitar 1-5%. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 13,5% pada lansia dengan gangguan medis dan perlu secepatnya memperoleh perawatan rawat inap. Banyak sekali dikaitkan antara kondisi depresi pasien lansia dengan kebugaran fisiknya.

Kondisi medis umum yang dialami lansia berhubungan dengan penyakit degenerative, seperti hipertensi, rematik dan kencing manis. Lansia yang mengalami kondisi ini akan lebih rentan untuk mengalami depresi. Sindrom dari empty nest syndrome (sarang burung kosong) atau sering disebut dengan sindrom kesepian atau emptiness syndrome, terjadi karena kehilangan orang yang disayangi seperti anak atau anggota keluarga yang sering mendampingi. Kejadian ini biasanya dialami oleh lansia yang kehilangan anaknya karena ditinggal menikah atau terpisah dari rumah yang biasa ditempati bersama.

Ada beberapa gejala yang dapat muncul dari gangguan depresi yang dialami lansia, seperti sulit tidur atau insomnia, otot dan sendi terasa nyeri, gangguan cemas dan nafsu makan berkurang. Gejala fisik tersebut mempunyai kemiripan dengan gejala fisik yang terjadi pada kondisi umum pasien, hal ini menjadi sulit dibedakan karena keduanya saling mempengaruhi.

Oleh sebab itu, konsep biopsikososial dan psikosomatik medis harus benar-benar dipahami oleh dokter yang mengobati pasien lansia karena gejala dari gangguan kejiwaan sering muncul pada pasien lansia, seperti gangguan depresi yang dapat bermanifestasi dengan bentuk keluhan fisik.

Pikun Itu Penyakit

Banyak orang yang menganggap bahwa menurunnya daya ingat dari pasien lansia atau gangguan kognitif yang terjadi adalah sesuatu hal yang biasa terjadi. Sebenarnya, penurunan kognitif atau daya ingat merupakan salah satu gangguan jiwa yang banyak dialami oleh lansia namun tidak diketahui dan tidak mendapatkan penanganan secara baik. Walaupun sering dianggap sebagai hal yang biasa, sebenarnya penurunan kognitif ini tidak dialami oleh semua lansia apalagi sampai mengalami demensia (penyakit pikun).

Kebanyakan yang dialami masih dalam kondis gangguan kognitif ringan atau awal kemunduran (mild cognitive impairment). Terjadinya demensia atau penyakit pikun karena terjadi penurunan dengan tingkat yang sangat parah, tidak hanya fungsi dalam mengingat tapi juga fungsi dari daya pikir lain seperti merasa kesulitan untuk memutuskan sesuatu, melakukan segala sesuatu dengan urutan, atau mengalami gangguan emosional serta perilaku yang berhubungan dengan penyakit demensia.

Banyak dari pasien lansia dengan penyakit pikun pergi ke psikiater karena telah mengalami gejala emosional dan perilaku. Mereka bisa saja mengalami gangguan daya pikir dan mengalami halusinasi, mempunyai rasa curiga terhadap sekitar dan merasa ketakutan apabila ada orang yang akan berbuat jahat dengan dirinya. Pemeriksaan status mental yang dilakukan pada pasien di klinik sering memunculkan perilaku menyimpang seperti sering mengulang cerita dan bahkan bisa terdiam sama sekali. Ketergantungan pada orang lain dapat terjadi jika pasien mengalami kepikunan yang parah dan lebih cenderung seperti bayi dewasa.

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Tema yang diambil pada hari kesehatan jiwa sedunia pada tanggal 7 april adalah Menuju Tua Sehat, Mandiri dan Produktif maka kita juga perlu mempersiapkan banyak hal dari sekarang. Mungkin ada beberapa dari kita dalam 20 sampai 40 tahun mendatang akan menjadi lansia, sehingga kita perlu mempersiapkan banyak hal dari sekarang.

Selain untuk menjaga kesehatan mental dan juga fisik, hal lain yang mungkin perlu dipersiapkan adalah produktivitas dan kesiapan ekonomi. Kita perlu berharap semoga setelah pensiun nanti kita bukan salah satu orang yang sangat bergantung pada anak-anak kita, walupun jika dilihat secara budaya Indonesia hat itu sudah biasa terjadi. Persiapkanlah diri kita dari sekarang.

Sumber: Kompas

Tips Cepat Gemuk - Sehat dan Berisi

makan
Masalah berat badan memang bisa menentukan penampilan secara keseluruhan. Orang disekitar kadang-kadang mendiskriminasi orang yang terlalu gemuk atau terlalu kurus. Bagi sebagian orang, menaikan berat badan sama susahnya dengan menurunkan berat badan. Orang yang kurus biasanya sulit untuk makan karena itu keluar dari kebiasaannya dan lagi mungkin organ tubuhnya belum siap menghadapi perubahan. Tetapi bukan berarti tidak bisa, kalau kita mau berusaha bersungguh-sungguh dan berkomitmen untuk tetap menjaga kebiasaan pasti berat badan ideal bisa dapatkan. Berikut ini beberapa adalah tips cepat gemuk :


1. Makan lah lebih sering 4-6 kali sehari dengan makanan sehat porsi ditambah buah dan sayur yang cukup. Secara sederhana kalau asupan kalori lebih banyak dari yang dibakar maka kelebihan kalori itu disimpan dalam bentuk lemak. Sedangkan protein jika dimbangi dengan olahraga akan disimpan dalam bentuk otot.

2. Camilan sehat. Camilan yang sehat adalah makanan ringan yang tidak hanya mengandung kalori kosong saja tetapi juga mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh. Makan apel, empek-empek telur atau pisang di saat senggang selain menyenangkan juga bisa merevitalisasi energi diantara dua waktu makan.

3. Sedikit pedas. Dalam program menggemukan badan memang susah kalau tidak terbiasa makan banyak tetapi diharuskan untuk lebih banyak makan dan lebih sering. Cara mengakalinya dengan menggunakan makanan yang sedikit pedas. Makanan pedas dapat merangsang nafsu makan sehingga kita lebih lahap dan berselera.

Ada lagi trik untuk menambah selera makan, berjalanlah atau melakukan aktifitas fisik sebelum jam makan tiba. Kalau sedang tidak lapar, makan-makanan yang paling disukai. Makanan yang sedikit manis juga dapat meningkatkan selera makan.

4. Bentuk otot. Menaikan berat badan dengan cara membentuk otot lebih sehat dibandingkan dengan hanya menginginkan badan tambun yang berisi banyak lemak. Cara membentuk otot yaitu dengan olahraga beban. Selalu ingat bahwa orang kurus maupun gemuk sama-sama menyimpan potensi penyakit kalau tidak menjaga kebugaran jadi tetaplah aktif berolahraga.

5. Batasi olahraga kardio. Olahraga kardio merupakan latihan yang memacu denyut jantung seperti berlari, tenis, badminton, futsal,renang dan lain sebagainya. Jenis olahraga ini banyak membakar kalori dan lemak jadi kalau ingin menambah berat badan  lakukan olahraga ini sesekali saja sampai anda mendapatkan berat badan yang diinginkan.

6. Batasi waktu olahraga maksimal 1 jam perhari. Olahraga 1/2 jam sehari sudah cukup untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar, bagian yang terpenting adalah melakukannya secara rutin misalnya 5 kali seminggu. Latihan lebih dari 1 jam sehari akan menguras banyak energi.

7. Minum susu dua kali sehari, bisa susu sapi biasa atau susu suplemen otot. Kandungan protein, lemak dan zat gizi lainnya akan mencukupi kubutuhan tubuh anda. Kalau tidak suka susu sapi bisa mengantinya dengan susu kedelai atau produk olahan susu seperti yoghurt atau keju.

8. Minum-minuman tinggi kalori. Sekarang banyak sekali varian minuman berkalori tinggi, pilih yang sesuai dengan selera anda tetapi tetap baca label dan perhatikan nilai gizi yang terdapat dalam minuman tersebut.

Jumat, 29 Juni 2012

Perbedaan Vitamin D2 Dan Vitamin D3

Vitamin D2 Dan Vitamin D3
Vitamin D sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Namun, tahukah Anda ada beberapa bentuk vitamin D. Nah, mungkin banyak pertanyaan yang mengacu pada bentuk viamin D2 dan D3. Salah satu pertanyaan yang umum, mestinya membahas tentang bagaimana fungsi masing-masing, dan apakah vitamin D2 lebih baik daripada vitamin D3, atau sebaliknya? Berikut ini akan dibahas lengkap kedua bentuk vittamin D tersebut.


Vitamin D biasa kita dapatkan dari sinar matahari, atau juga dalam bentuk minyak ikan. Di dalam tubuh kita, vitamin D bertindak sebagai hormon yang membantu tubuh untuk menyerap dan menggunakan kalsium, serta mengatur jumlah kalsium yang masuk dalam darah. Jika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup asupan vitamin D, Anda bisa terkena ostoporosis, atau tulang menjadi lemah, seperti mendapat penyakit osteomalasia dan osteopenia. Selain itu, vitamin D juga sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh dan saraf noraml, serta fungsi otot.

Vitamin D3

Vitamin D3 merupakan bentuk dari vitamin D yang biasanya ditemukan dalam hewan dan paparan sinar matahari. Vitamin D3 biasanya juga disebut sebagai cholecalciferol. Ketika kulit kita terkena sinar UVB dari pancaran sinar matahari, tubuh kita akan mengubah sesuatu yang dinamakan 7-dehydrocholesterol (sesuatu yang berkaitan dengan kolesterol) menjadi cholecalciferol melalui proses biokimia. Lalu, langkah berikutnya adalah cholecalciferol akan dikonversikan menjadi calcifediol, yang biasanya juga dinamakan 25-hidroksivitamin D3. Akhirnya tubuh Anda mendapat calcifediol dalam bentuk aktif vitamin D yang disebut calcitriol. Nah, calcitrol ini berfungsi untuk memerangi sel kanker.

Vitamin D2

Kalau vitamin D3 biasanya ditemukan dalam hewan, vitamin D2 ditemukan dalam tanaman. Vitamin D2 juga disebut ergocalciferol. Cholecalciferol dan ergocalciferol secara kimia sangat mirip, dan menurut sebuah peletian pada akhir tahun 1920 ditemukan bahwa ergocalciferol sangat baik untuk menyembuhkan penyakit rakhitis pada anak.

Itulah kedua bentuk vitamin D dengan ciri dan fungsinya masing-masing. Memang vitamin D3 dirasa lebih baik fungsinya untuk tubuh daripada vitamin D2. Namun dirasa keduanya mempunyai fungsi yang baik bagi tubuh kita. Jadi tetap konsumsi keduanya, dan jangan sampai kita kekurangan bentuk vitamin D, karena akan menyebabkan rusaknya tulang atau juga bisa menyebabkan kerusakan gigi.

PIL KOMBINASI

Profil:
1.    Efektif dan reversible
2.    Harus minum setiap hari
3.  Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang.
4.    Efek samping yang serius sangat jarang terjadi.

Jenis:
1.    Monofasik
2.    Bifasik
3.    Trifasik

Cara Kerja:
1.    Menekan ovulasi
2.    Mencegah implantasi
3.    Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma
4.   Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula

Manfaat:
1.  Memiliki efektivitas yang tinggi (hamper menyerupai efektivitas tubektomi
2.  Resiko kesehatan sangat kecil
3.  Tidak mengganggu hubungan seksual
4. Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
5. Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan.
6.  Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
7.  Mudah dihentikan setiap saat.
8.  Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
9.  Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
10.       Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovary dan sebagainya.

Keterbatasan:
1.    Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.
2.    Mual terutama pada 3 bulan pertama.
3.    Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.
4.    Pusing
5.    Nyeri payudara.
6.    Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justru memiliki dampak positif.
7.    Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi.
8.    Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI).
9.    Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seksual berkurang.
10. Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan sehingga resiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dapat sedikit meningkat. Pada perempuan > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
11. Tidak mencegah IMS, HBV, HIV/AIDS.

Wanita yang dapat menggunakan Pil Kombinasi
1.    Usia reproduksi
2.    Telah memiliki anak ataupun belum
3.    Gemuk atau kurus
4.    Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
5.    Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
6.    Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan asi eksklusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi ibu tersebut.
7.    Pascakeguguran
8.    Anemia karena haid berlebihan.
9.    Nyeri haid hebat.
10. Siklus haid tidak teratur.
11. Riwayat kehamilan ektopik.
12. Kelainan payudara jinak
13. Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf.
14. Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak.
15. Memderita TBC (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin)
16. Varises vena.

Wanita yang tidak boleh menggunakan Pil Kombinasi:
1.    Hamil atau dicurigai hamil
2.    Menyusui eksklusif
3.    Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.
4.    Penyakit hati akut (hepatitis)
5.    Perokok ringan usia > 35 tahun
6.    Riwayat penyakit jantung, stroke atau tekanan darah > 180/110 mmHg.
7.    Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 tahun.
8.    Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara.
9.    Migrain dan gejala neurogik fokal (epilepsy/ riwayat epilepsi).
10. Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.