Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan Khusus Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan Khusus Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2012

10 Alasan Harus Menelepon Dokter Sekarang

Anak adalah segalanya bagi para orang tua, segalanya pasti akan dituruti selama itu masih dalam batas wajar dan sesuai kemampuan tentunya.

Begitu pula bila si kecil sakit, orang tua pasti khawatir dan panik. Takut terjadi ini, itu atau apalah. Belum apa-apa sudah langsung telepon dokter. Syukur bila dokter available dan baik hati bisa terima telepon kapan saja, tengah malam sekalipun.

Sebetulnya bila Anda tahu ilmunya, Anda tak perlu seperti itu. Memutuskan kapan waktu yang tepat untuk menelepon dokter memang kadang membuat bingung. Di satu sisi Anda tidak ingin didengar sebagai orang yang pencemas, disisi lain Anda juga tidak ingin melewatkan keadaan darurat.


Berikut 10 gejala yang apabila terjadi, Anda harus segera menelepon dokter anak:
1. Demam pada bayi
Bila bayi berusia 2 bulan atau bahkan kurang, tempetaturnya diatas 38 derajat, bisa jadi dia lebih sakit dari yang terlihat. Kecuali bila bayi baru divaksinasi, itu hal yang biasa. Bayi yang masih kecil biasanya tidak menunjukkan gejala, tapi inveksi bakteri serius bisa berkembang dengan cepat,  karena daya tahannya belum matang, ujar Sue Hubbart, MD, seorang dokter anak di Dallas. Dokter akan segera memeriksa bayi secepatnya, apabila ini terjadi tengah malam, mungkin dokter akan mengirimnya ke IGD.

2. Batuk terus menerus
“Penyakit dengan virus bisa menyebabkan gejala asma pada setiap anak, bahkan jika ini terjadi di waktu singkat,” kata Mary Ellen Renna, MD, dokter anak di Woodbury, New York. Apabila si kecil sudah mendapat diagnosa asma, sebaiknya sediakan inhaler atau alat penyemprot di rumah. Jika si kecil batuk dan terlihat sulit bernapas, dokter mungkin akan menyarankan untuk membawanya ke rumah sakit.

3. Ruam bintik merah dengan demam
Bila hal tersebut terjadi, bisa jadi si kecil mengalami infeksi bakteri serius seperti meningitis. Bintik-bintik ini disebut petechiae. Seorang anak bisa mengalami petechiae setelah sering batuk atau muntah atau merasa sakit ketika pergi ke kamar mandi. Ruam mungkin disebabkan oleh pecahnya pembuluh kapiler, sebaiknya telepon dokter.

4. Muntah terus menerus
Bila si kecil muntah terus menerus bahkan sampai tak ada lagi yang dimuntahkan, ini bisa disebabkan keracunan makanan atau usus yang terbelit.

5. Pincang disertai demam atau tidak bisa menggerakkan tungkai
Bila si kecil tidak bisa berdiri di satu kaki dan tiba-tiba demam, mungkin dia mengalami infeksi serius di dalam lutut atau tulang sendinya. Papar Lewis Krata, MD, dokter anak dari Saint Vincent’s Catholic Medical Center di New York, dia perlu diperiksa secepatknya karena infeksi ini bisa merusak tulang sendi jika tidak diberikan atibiotik IV dalam 48 jam.Jika si kecil benar-benar tidak bisa menggerakkan pergelangan kaki atau bahu, mungkin saja bagian tersebut retak. Hubungi dokter secepatnya, terlebih jika si kecil berusia dibawah 2 tahun.

6. Kepala terbentur
Bila si kecil terbentur kepalanya dan tidak sadar, hubungi dokter segera. Namun jika ia muntah lebih dari sekali, terlihat mengantuk, disorientasi atau keluar cairan bening dari hidung atau telinganya, hubungi dokter sekarang juga.

7. Feses yang aneh
Jika hal tersebut terjadi pada bayi Anda (feses tampak seperti jelly anggur) mungkin dia mengalami kondisi serius yang disebut intusepsi. Diare yang berdarah pun bisa mengindikasikan keracunan makanan atau bakteri .

8. Kelopak mata bengkak dan sakit disertai demam
Bila ini terjadi, pertama perhatikan apakah kelopak mata si kecil berwarna merah dan bengkak, tapi dalam beberapa jam seluruh matanya akan mulai membesar dan ia akan kesulitan menggerakkannya.

9. Sakit perut lebih dari 2 jam
Bila sakitnya menjadi ketika si kecil meloncat-loncat ataupun hanya bergerak saja, bisa jadi ini usus buntu. Pada usus buntu nyeri seringkali dimulai sekitar pusat dan menetap di bagia kanan bawah perut.

10. Siku yang nyeri sekali
Jika Anda memegang tangan si kecil dan dia menarik tangan satunya lagi ketika Anda menarik yang sebelahnya, Anda bisa membuat tangannya menjadi dislokasi – nursemaid’s elbow. Lengannya akan tergantung pincang dan dia tidak akan mau menggerakkannya. Segera hubungi dokter sebelum sikunya membengkak.Dokter anak bisa membuat siku anak Anda kembali ke posisinya.

Selasa, 04 September 2012

Alergi Keringat dan Biang Keringat

Alergi Keringat atau sekedar biang keringat? Banyak orang tua yang bingung membedakan antara biang keringat dengan alergi, namun hal ini dapat dimaklumi karena keduanya memang sedikit sulit dibedakan. Akan tetapi, dengan mencari informasi yang benar, orang tua sebenarnya dapat menggali pengetahuan terutama untuk membedakan antara biang keringat dengan alergi keringat. Menurut para ahli, tubuh anak, terutama bayi, 70 persennya adalah air, itulah alasan mengapa bayi mudah berkeringat. Biang keringat adalah hal yang sering dijumpai di masyarakat kita. hal itu terjadi karena adanya sumbatan saluran kelenjar keringat di kulit. Keringat kemudian menumpuk dan tidak dapat keluar sehingga terjadi peradangan pada kulit.

Gejala Biang Keringat

Pada saat miliaria atau biang keringat terjadi, maka pada umumnya akan timbul bintil – bintil, mengkilap serta berair di permukaan kulit bayi, namun tanpa disertai dengan rasa gatal. Namun, biang keringat dapat juga menjadi parah, apabila bintil – bintil berubah memerah, berair, gatal atau bahkan perih. Pada umumnya, biang keringat ini timbul pada bagian – bagian tubuh yang banyak mengeluarkan keringat seperti punggung, leher, dada, dahi serta lipatan lipatan kulit.


Untuk mengatasinya, orangtua harus memandikan bayi secara teratur, pagi dan sore. Berikan kepada si kecil pakaian yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat contohnya saja katun. Usahakan tubuh bayi tetap sejuk terutama di bagian – bagian yang mudah berkeringat, jaga agar sirkulasi udara di dalam ruangan tetap terjaga dan tidak pengap. Hindari penggunaan baby oil, lotion atau cream sepanjang hari agar kulit bayi dapat bernafas. Jadi biang keringat berbeda dengan alergi keringat.

Gejala Alergi Keringat

Alergi terjadi oleh adanya reaksi tubuh terhadap barang atau bahan dari luar tubuh. Alergi juga dapat diwariskan, yang berarti bahwa apabila orangtua ada alergi, maka ada kemungkinan si bayi juga memiliki gangguan serupa. Gejala alergi pada keringat biasanya khas, mirip dengan gejala biduran yakni adanya bercak merah atau ruam pada kulit serta bentol – bentol, yang disertai rasa gatal.
Ruam yang terjadi pada alergi biasanya lebih luas dan dapat timbul di setiap bagian tubuh. Alergi biasanya tidak timbul setiap waktu, akan tetapi pada saat setelah si anak berkeringat. Ruang pada bagian tubuh yang mengeluarkan banyak keringat menjadi satu ciri utama yang terjadi hamper di semua penderita. Alergi pada keringat dapat diobati dengan penanganan medis. Dokter biasanya akan memberikan penanganan khusus apabila alergi anak mengalami alergi keringat.


Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Alergi Susu Sapi adalah kasus yang sering ditemukan pada bayi atau pada anak – anak. Kita tahu bersama bahwa pemberian air susu ibu atau (ASI) adalah hal terbaik yang bisa diberikan kepada buah hati. Namun pada banyak kasus, ASI tidak dapat diberikan, dan sebagai alternative, ibu memberikan susu sapi atau susu formula sebagai pengganti. Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah apabila bayi resistant terhadap protein yang terdapat pada susu sapi. Akibat yang ditimbulkan biasanya adalah alergi. Pada umumnya, ibu akan kebingungan apabila bayinya mengalami alergi pada susu sapi. Gejala yang biasa timbul dapat beragam, namun secara umum adalah mencret, sembelit, muntah, buang air besar berdarah dan berlendir. Untuk tahapan yang lebih lanjut, gejala alergi dapat berupa batuk pilek dan yang paling ditakutkan adalah munculnya syok anafilaksis.

Tips mengatasi alergi susu sapi

Cara yang paling mudah untuk mengetahui apakah bayi mengalami alergi pada susu sapi adalah dengan menghentikan untuk sementara pemberian susu formula yang terbuat dari susu sapi selama dua hingga empat minggu. Setelah gejala berhenti, coba berikan lagi, apabila muncul gejala yang sama, berarti bisa dipastikan bahwa bayi mengalami alergi susu sapi. Untuk mengatasi alergi yang terjadi pada bayi, ibu dianjurkan untuk menggunakan susu formula asam amino dan susu protein hidrolisat ekstensif. Kedua jenis susu tersebut telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan alergi pada bayi yang mengkonsumsinya.

Alergi Susu Sapi – susu formula asam amino dan susu protein hidrolisat ekstensif

Susu formula hidrolisat ekstensif adalah suatu jenis susu yang sudah mengalami proses pemecahan protein. Beberapa jenis protein yang rentan menimbulkan alergi teklah dipisahkan sehingga tidak ikut terkonsumsi.

Sementara itu, susu asam amino adalah suatu jenis susu formula yang telah mengalami proses yang lebih panjang. Susu ini dibuat dengan berbahan dasar asam amino yang mengandung protein tetapi dalam bentuk yang lebih sederhana. Asam amino diketahui sangat berguna bagi tumbuh kembang bayi. Akan tetapi, susu formula jenis ini harganya lebih mahal disbanding susu formula biasa ataupun yang protein hidrolisat ekstensif. Oleh karena itu, sebagai tahapan awal, digunakan susu formula hidrolisat ekstensif, apabila gejala alergi tidak muncul maka dapat dilanjutkan, namun jika muncul berarti ibu harus beralih ke susu asam amino. Dengan memberikan susu formula khusus tersebut, kondisi usus bayi dapat segera diperbaiki.

Lalu bagaimana dengan susu formula soya atau kedelai? menurut beberapa ahli, hal tersebut tidak dianjurkan. Itu disebabkan karena hamper 40% bayi yang mengalami alergi pada susu sapi juga mengalami alergi pada susu kedelai. Nah, dengan fakta di atas maka jangan khawatir apabila bayi anda mengalami alergi susu sapi.


Senin, 03 September 2012

Penyakit Kulit pada Bayi

1. Definisi
Penyakit kulit adalah suatu penyakit yang berhubungan dengan jaringan penutup permukaan tubuh, seperti kulit yang sering terjadi dan bersifat relatif ringan. Meskipun bersifat relatif ringan, apabila tidak ditangani secara serius, maka hal tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan bayi dan anak.

2. Epidemiologi
Penyakit kulit terdapat di seluruh dunia dan dapat menyerang baik laki-laki dan perempuan. Pada beberapa penyakit kulit seperti staphylococcal scalded skin syndrome, laki-laki lebih banyak terserang daripada wanita.


3. Penyebab
Penyebab penyakit kulit, yaitu bakteri (kuman gram positif staphyllococcus, streptococcus β hemolyticus grup A), virus (Varicella Zoster Virus (VZV)), jamur (dematormikosis, kandidosis) dan infestasi oleh parasit.

Selain itu gangguan hormonal, gangguan pigmentasi, kelainan yang didasari alergi-imunologi dan tumor kulit, serta kelainan sistemik yang disertai gejala kulit dapat menyebabkan terjadinya penyakit kulit tersebut. Penyebabnya bisa juga karena higiene kulit bayi kurang terawat.

4. Patofisiologi
Higiene yang kurang dan menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan bakteri, virus, jamur dan parasit mudah masuk ke dalam tubuh. Pada penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sedangkan pada penyakit kulit akibat infestasi parasit seperti sarcoptes scabiei yang hidup dirambut dan bertelur disana.

Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa dan dewasa. Kelainan kulit yang timbul akibat dari garukan gatal akibat sensitisasai terhadap sekret dan ekskret sarcoptes kurang lebih sebulan setelah infestasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dll. Gerukan dapat menimbulkan erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder.

Anemia Pada Bayi

DEFINISI
Anemia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan terlalu sedikitnya jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam darah.


PENYEBAB
Anemia pada bayi baru lahir bisa terjadi akibat:

  • Kehilangan darah
  • Penghancuran sel darah merah yang berlebihan
  • Gangguan pembentukan sel darah merah.
Hilangnya sejumlah besar darah selama proses persalinan bisa terjadi jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya (abrupsio plasenta) atau jika terdapat robekan pada tali pusar. Bayi tampak sangat pucat, tekanan darahnya rendah dan sesak nafas.

Anemia pada bayi prematur biasanya disebabkan oleh hilangnya darah (karena pemeriksaan darah berulang untuk keperluan tes laboratorium) dan berkurangnya pembentukan sel darah merah. Dalam keadaan normal, sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang baru selama 3-4 minggu setelah bayi lahir. Anemia akan semakin memburuk karena laju pertumbuhan bayi lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan sel darah merah yang baru. Tetapi bayi prematur biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala anemia dan keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan.

Penghancuran sel darah merah terjadi pada:

  • Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir : sejumlah besar sel darah merah dihancurkan oleh antibodi yang dihasilkan oleh ibu selama janin berada dalam kandungan
  • Bayi yang menderita kelainan bentuk sel darah merah, misalnya sferositosis (sel darah merah berbentuk sferis)
  • Kelainan hemoglobin (protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah), misalnya penyakit sel sabit atau talasemia
  • Infeksi selama bayi berada dalam kandungan (misalnya toksoplasmosis, campak Jerman, penyakit sitomegalovirus, herpes simpleks atau sifilis). Jika sel darah dihancurkan, hemoglobin diubah menjadi bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (hiperbilirubinemia) menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kerusakan otak (kern ikterus).
Anemia karena kekurangan zat besi bisa terjadi pada bayi berusia 3-6 bulan jika diberikan susu sapi atau susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi.


PENGOBATAN
Jika kehilangan darah terjadi selama proses persalinan, segera diberikan transfusi darah. Jika penyebabnya adalah penghancuran sel darah merah yang berlebihan, dilakukan transfusi ganti, dimana darah bayi diganti dengan darah segar. Sel darah merah yang rusak, bilirubin dan antibodi dari tubuh ibu dibuang. Pada anemia karena kekurangan zat besi diberikan zat besi tambahan. Jika terjadi gejala anemia yang berat, dilakukan transfusi darah.

Tips-tips perawatan bayi

Bayi adalah mahluk yang lemah dan sensitif yang memerlukan perawatan khusus secara menyeluruh. Merawat bayi tak cukup hanya dengan perawatan rutin dan reguler, tapi juga harus penuh kasih sayang karena akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada bayi.



Saat ini banyak sekali ibu-ibu yang tak lagi bisa merawat bayinya sendiri karena dituntut oleh pekerjaannya sehingga mereka harus menyewa baby sitter. Pilihlah baby sitter yang lemah lembut dan penyabar namun tangkas merawat bayi anda. Bila mungkin carilah baby sitter atas rekomendasi kolega yang anda kenal, karena saat ini banyak sekali sindikat penjualan bayi atau penculikan bayi.

Selain itu, dengan memilih baby sitter yang terpercaya, anda tak perlu lagi selalu was-was jika harus meninggalkan si kecil untuk bekerja.Yang penting dalam merawat bayi, adalah memperhatikan bayi baik makanan, minuman, kebersihan dirinya dan pakaian serta memperhatikan segi psikologis dan emosional bayi. Walaupun belum bisa bicara, namun bayi juga dapat merasakan stres yang menyebabkan bayi selalu rewel.

Buaian dan belaian kasih sayang anda adalah hal yang penting yang dapat menenangkan bayi. Bila bayi telah cukup umur, sesekali ajaklah bayi berjalan-jalan di tempat yang ramai untuk memperkenalkannya kepada dunia luar. Jangan hanya mengurung bayi di dalam rumah terus menerus karena dapat menyebabkan bayi takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Kenalkan pula kepada tetangga atau kolega anda, sekaligus anda juga bisa memamerkan buah hati anda yang lucu.

Memfasilitasi bayi dengan mainan yang cukup juga dapat mengurangi tingkat stresnya. Berikan ruang bermain yang cukup baik di dalam tempat tidurnya atau di kamar tidur. Bila mungkin sediakan ruang bermain yang cukup luas tanpa ada benda-benda tajam di dalamnya.

Berikan batas untuk menghindarkan bayi anda terjatuh. Untuk sementara jauhkan berbagai macam koleksi barang pecah belah anda, atau bila mungkin jauhkan ruang bermain bayi dari tempat anda menyimpan koleksi pecah belah anda.

Selain itu, perhatikan pula kebersihan baik kebersihan bayi dan pakaian juga lingkungan tempat tinggal anda. Jauhkan bayi anda dari binatang-bintang peliharaan untuk menghindarkan dari penyakit takso yang menular karena virus dari binatang peliharaan. Bila bayi anda punya kakak yang umurnya tak berbeda jauh dari bayi, minta kakak si bayi turut menjaga adiknya. Hubungan kakak-adik yang harmonis yang dibina sejak kecil dapat terbawa hingga dewasa nanti dan mereka akan menjadi saudara yang akur.

Bayi yang sehat akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan itu semua tergantung dari cara anda merawat dan memperhatikan perkembangan buah hati anda. Pantaulah perkembangan anak anda dari semua segi baik fisik dan emosional serta perkembangan otaknya. Pahami bayi anda sebagai seorang individu dan jangan biarkan dia mengalami stres.

Anda boleh memanjakan bayi anda tapi anda juga harus memberikan batasan-batasan tegas dan memberikan larangan bila bayi anda melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya. Perbanyak juga informasi mengenai bayi yang bisa anda dapatkan dari berbagai sumber.

Minggu, 02 September 2012

Pijat Bayi, Apa Saja Manfaatnya?

 Pijat Bayi

Saat sang ibu memandikan sang jabang bayi, tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan lembut. Sang ibu menikmati saat memandikan si bayi mungil. Dilakukan dengan penuh hati-hati dan perlahan. Namun, hal yang sama juga bisa dilakukan saat memijat bayi. Memijat bayi bisa dilakukan dengan hati-hati dan lembut.
Pijat bayi sudah semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Pemijatan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.



Tujuan Pijat Bayi

Apa tujuan memijat bayi? Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.
  • Pernyataan kasih sayang

    Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.
  • Menguatkan otot

    Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
  • Membuat bayi lebih sehat

    Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
  • Membantu pertumbuhan

    Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
  • Meningkatkan kesanggupan belajar

    Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
  • Membuat bayi tenang

    Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.

Cara Memijat Bayi

Pemijatan bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada kaki dan telapak kaki bayi. Lalu dilanjutkan pada punggung, dada, perut, lengan, dan muka bayi. Lakukan dengan senyuman dan tatapan mata yang lembut kepada si bayi sehingga membuat bayi merasa tenteram dan nyaman. Satu tips yang menarik yaitu sebelum memijat, tatap dan belailah wajah sang bayi seolah Anda meminta ijin untuk memijatnya.
Pemijatan dapat dilakukan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun. Pemijatan dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari saat bayi bangun dan pada malam hari sebelum bayi tidur.
Jangan lupa membersihkan tangan Anda sebelum memijat bayi. Hindari mengenakan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi yang lembut. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan bersih. Saat mengusap atau memijat, jangan dalam kondisi bayi lapar. Karena bayi akan tidak menikmati pijatan Anda dan lebih sering menangis.
Sebelum memijat, Anda bisa melumuri tubuh bayi dengan lotion bayi yang lembut. Saat memijat, awali dengan sentuhan lembut, lalu secara bertahap tambah tekanan pada sentuhan Anda sampai taraf yang patut bagi tubuh bayi yang lembut.
Mulailah pijatan dari daerah kaki. Bayi lebih menyenangi dipijat pada area kaki. Lalu lanjutkan dengan area lainnya dan akhiri dengan area punggung.
Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan. Bisa jadi bayi sudah merasa tidak nyaman karena lapar, ingin digendong, atau ingin tidur. Setelah selesai, bersihkan tubuh bayi. Jika pijatan dilakukan pagi hari, bisa dilanjutkan dengan memandikan bayi. Jika dilakukan pada malam hari, cukup bersihkan tubuh bayi dengan air hangat.

Bayi butuh ungkapan kasih sayang dari orang tua. Salah satu cara adalah dengan pijat bayi. Dengan melakukan pemijatan yang tepat, bayi Anda akan mendapat banyak manfaat. Ayo pijat bayi mungil Anda dan mulai rasakan manfaatnya.

Makanan Sehat untuk Bayi


Makanan Bayi Alami


Setelah selesai dengan ASI ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan, maka bayi mulai diberikan makanan tambahan. Tentulah makanan yang dibutuhkan haruslah yang terbaik. Bayi membutuhkan banyak makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk pertumbuhannya.
Makanan sehat untuk bayi haruslah makanan yang alami, artinya makanan yang bebas dari zat pengawet, zat pewarna, penyedap rasa dan bumbu-bumbu instan buatan. Namun, karena kesibukan, makanan instant yang praktis sering menjadi pilihan. Ditambah iklan-iklan yang tampil menarik yang memberi kesan makanan instant menyehatkan. Agar tidak salah memberi asupan untuk si kecil, informasi tentang makanan tepat untuk bayi perlu dicari tahu lebih banyak.



Bahaya Makanan Instant

Munculnya makanan instant terjadi pada Perang Dunia II. Makanan instant menjadi solusi mengatasi antrean panjang untuk mendapatkan makanan yang terjadi pada saat itu. Kala itu, makanan berfungsi untuk mempertahankan kehidupan tanpa memperhatikan kandungan gizi yang diperlukan tubuh. Maka, jika Anda memberikan makanan instant, apakah makanan tersebut benar-benar baik yang cukup untuk memenuhi gizi anak Anda?
Makanan instant umumnya mengandung unsur-unsur yang tidak alami. Adanya proses pembuatan dan penyimpanan makanan yang membutuhkan waktu membuat makanan menjadi tidak fresh dan menghilangkan kandungan gizi. Belum lagi jika makanan instant tersebut mengandung zat pengawet, pewarna atau zat lain yang tidak alami Jika untuk orang dewasa saja zat makanan tersebut berbahaya, terlebih lagi untuk seorang bayi.


Makanan Bayi Sehat

Berikut ini makanan yang wajib menjadi makanan bayi agar tetap sehat:
  • Buah-buahan

    Buah-buahan menjadi makanan pertama yang sangat baik untuk bayi yang mulai makan. Alasannya karena buah dapat dimakan tanpa dimasak, sehingga gizi dan enzim yang terkandung di dalamnya dapat diperoleh dengan utuh karena tidak melalui proses pemanasan yang dapat mengurangi zat gizi yang ada di dalamnya. Gizi dan enzim alami mudah diserap oleh tubuh, Maka, sangat cocok untuk bayi yang mulai makan dan mencerna makanan untuk pertama kalinya.
  • Bubur bayi

    Agar terpenuhi zat gizinya, Anda dapat membuat sendiri makanan untuk si kecil. Setelah berusia 6 bulan, bayi Anda akan mulai belajar makan. Berikan makanan yang alami, seperti karbohidrat yang didapat dari bubur saring, protein hewani yang didapat dari daging merah atau daging ikan, protein nabati, seperti yang terdapat pada kacang kedelai serta sayuran hijau. Makanan yang diberikan untuk bayi, tidak perlu ditambahkan garam atau gula, apalagi penyedap atau pewarna sintetis.
  • ASI

    Sebagai penyempurna, bayi membutuhkan susu yang merupakan minuman wajibnya. Susu terbaik untuk bayi adalah ASI atau Air Susu Ibu, karena itu merupakan susu yang benar-benar alami. Dibandingkan dengan susu formula yang kelihatannya dapat memenuhi kebutuhan si kecil, ASI jauh lebih baik.
    Pada awalnya, susu formula khusus diberikan untuk bayi yang ibunya meninggal dalam perang sehingga bayi-bayi tersebut tidak bisa mendapatkan susu dari ibunya lagi Tetapi, kini susu formula banyak diberikan untuk bayi, padahal dalam penggunaannya, susu formula harus diperlakukan seperti obat. Artinya, harus dengan resep dokter, ada aturan pakai, dan durasi penggunaannya. Hal ini karena penggunaan susu formula dapat menimbulkan efek samping, layaknya penggunaan obat. Efek samping yang umum terjadi adalah diare akibat susu formula yang tidak cocok.
    Susu formula yang mengklaim paling baik atau susu formula semahal apapun, tidak ada yang sebanding dengan kandungan gizi yang terdapat pada ASI. Pada ASI terdapat zat gizi yang sangat lengkap dan dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan bayi. Maka, upayakan untuk memberikan ASI pada buah hati Anda. ASI secara ekslusif, tanpa makanan dan minuman lainnya, diberikan pada bayi hingga berusia 6 bulan. ASI bisa terus diberikan hingga usia 2 tahun.

Makanan instant atau susu formula dapat menimbulkan efek samping bagi bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna. Berikan makanan bayi yang terbaik untuk buah hati tercinta Anda dengan memberikan makanan alami seperti buah, bubur, dan yang terpenting ASI agar pertumbuhan bayi optimal.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Tahapannya adalah setelah bayi diletakkan, dia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, maka kemungkinan saat pertama kali diletakkan di dada ibu, bayi belum bereaksi. Kemudian berdasarkan bau yang dicium dari tangannya, ini membantu dia menemukan puting susu ibu. Dia akan merangkak naik dengan menekankan kakinya pada perut ibu. Bayi akan menjilati kulit ibunya yang mengandung bakteri baik sehingga kekebalan tubuh bayi dapat bertambah. Ingat, bahwa dalam IMD, Anda tidak boleh memberikan bantuan apapun pada bayi tapi biarkan bayi menyusu sendiri. Biasanya, bayi dapat menemukan puting susu ibu dalam jangka waktu 1 jam pertama.
Program ini mempunyai manfaat yang besar untuk bayi maupun sang ibu yang baru melahirkan. Tetapi, kurangnya pengetahuan dari orang tua, pihak medis maupun keengganan untuk melakukannya membuat Inisiasi Menyusu Dini masih jarang dipraktekkan.
Banyak orang tua yang merasa kasihan dan tidak percaya seorang bayi yang baru lahir dapat mencari
sendiri susu ibunya. Ataupun rasa malu untuk meminta dokter yang membantu persalinan untuk melakukannya. Begitu juga dengan dokter atau bidan yang tidak mau direpotkan dengan kegiatan ini sehingga akhirnya bayi tidak diberi kesempatan untuk melakukan ini. Untuk dapat memperoleh bantuan dokter, hendaknya Anda membicarakan keinginan Anda ini saat baru awal mengandung. Pastikan agar dokter dan rumah sakit bersedia melakukannya, bila tidak Anda dapat mencari dokter atau rumah sakit lainnya yang mendukung program IMD.

Informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Berikut informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dapat mendorong Anda untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi Anda dilahirkan:
  • Percayalah bayi dapat melakukan ini sendiri. Sebenarnya, ada kodrat alami seorang bayi untuk menyusu dari ibu bahkan saat dia baru lahir. Jadi Anda tidak perlu terlalu mengkuatirkan bayi Anda.
  • Ini merupakan tahap awal yang sangat baik bila Anda ingin memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama. Bayi akan menyukai ASI dan ibu tidak akan kekurangan untuk memberikannya. IMD juga mengurangi rasa nyeri saat harus menyusui.
  • Jangan kuatir bayi Anda kedinginan karena tanpa pakaian apapun harus dibiarkan selama kurang lebih 1 jam untuk mencari puting susu ibu. Karena kulit ibu dapat menghangatkan bayi secara sempurna. Bila bayi merasa kedinginan, suhu tubuh ibu akan meningkat 2 derajat Celcius, sedangkan bila bayi kepanasan, kulit ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu sebanyak 1 derajat Celcius.
  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga mengurangi tingkat kematian bayi yang baru lahir.
  • Gerakan bayi yang merangkak mencari puting susu dapat menekan rahim dan mengelurkan hormon yang membantu menghentikan pendarahan ibu.
  • Bila bayi dalam melakukan IMD menangis, jangan cepat-cepat Anda menyerah untuk memberikan ASI. Bayi menangis belum tentu karena merasa lapar. Biarkan bayi Anda menemukan susu sendiri.
  • Bila persalinan harus melalui proses Cesar, Anda dapat tetap melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) walaupun kemungkinan berhasilnya sekitar 50% daripada persalinan normal.
  • IMD membantu meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Berbahayakah Kuning pada Bayi?

 Bilirubin

Penyakit kuning pada bayi disebabkan karena tingginya kadar bilirubin yang terkandung dalam tubuh. Kadar bilirubin meningkat apabila bilirubin yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan kadar bilirubin yang mampu dikeluarkan oleh tubuh. Jika kadar bilirubin lebih dari 5 mg/dL, hasilnya kulit dan mata bayi akan menjadi kuning.
Kuning pada bayi bukanlah suatu penyakit dan masih tergolong wajar yang disebut dengan ikterus fisiologis. Keadaan ini tidak menyakitkan untuk bayi itu sendiri, tetapi juga harus diwaspadai dan tidak dibiarkan terlalu lama karena tingginya kadar bilirubin dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang merusak otak.
Warna kuning biasa tampak pada kening dan bagian putih mata. Kemudian turun pada dada, perut,
lengan dan kaki. Cara memeriksanya adalah dengan menekan pada bagian kening atau hidung bayi menggunakan satu jari. Jika kulit bayi menjadi kuning pada saat jari diangkat, kemungkinan besar kadar bilirubin bayi tinggi dan sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk masalah ini.
Warna kuning berasal dari bilirubin. Apa itu bilirubin? Bilirubin berasal dari pemecahan sel darah merah. Bilirubin ini akan diproses dalam hati menjadi bilirubin terkonjugasi yang nantinya akan dibuang melalui urine atau feses. Bilirubin yang tidak terkonjugasi akan menyebabkan bayi menjadi kuning.

Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

Sakit kuning pada bayi atau ikterus sebenarnya merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi 3-4 hari setelah kelahiran dan akan menghilang setelah 1-2 minggu kemudian. Tetapi ada juga bayi yang terlihat kuning sebelum 24 jam kelahirannya atau kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh. Keadaan ini disebut sebagai hiperbilirubinemia. Jika terjadi seperti itu, bayi harus segera mendapat penanganan medis. Karena bilirubin berlebih yang terdapat dalam darah dapat masuk ke dalam otak dan meninggalkan sisa permanen yang merusak.
Beberapa penyebab ikterus atau bayi kuning, antara lain:
  • Fungsi usus dan hati yang belum sempurna

    Usus dan hati pada bayi baru lahir belum dapat bekerja dengan sempurna sehingga banyak bilirubin yang tidak terkonjugasi dan tidak terbuang dari tubuh. Umumnya terjadi pada minggu pertama sampai minggu ketiga setelah kelahiran. Pada beberapa kasus, bisa berlangsung lebih lama, yaitu sampai 10 minggu.

    Ditambah lagi, produksi bilirubin yang lebih banyak dibandingkan produksi pada orang dewasa. Bayi memproduksi 2-3 kali lipat bilirubin. Banyaknya bilirubin dalam tubuh yang membuat bayi menjadi kuning.
  • Kurangnya asupan makanan

    Pada 2-3 hari pertama setelah kelahirannya, ibu belum dapat mengeluarkan susu bagi bayinya. Sehingga, bayi menjadi kuning karena kurangnya makanan. Tetapi, hal ini tidak perlu dikuatirkan karena umumnya setelah beberapa hari kemudian, ASI dapat keluar memenuhi kebutuhan bayi.
  • Memar

    Saat proses kelahirannya, seorang bayi dapat mengalami memar atau lebam. Memar merupakan darah beku yang berkumpul. Tubuh akan berupaya menyembuhkan memar ini dengan cara mennghancurkan darah yang beku tersebut, yang juga akan meningkatkan produksi bilirubin.
  • Penyakit hemolitik

    Hal ini terjadi karena golongan darah atau rhesus ibu tidak cocok dengan bayi. Akibatnya, ibu akan membentuk antibodi yang menyerang sel darah merah bayi. Sel darah merah yang terserang akan terpecah sehingga menghasilkan banyak bilirubin.
  • Kekurangan enzim G6PD

    Kurangnya enzim ini dalam tubuh menyebabkan peningkatan bilirubin. Kelainan enzim G6PD merupakan kelainan bawaan.

Menyembuhkan Bayi Kuning

Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi atau tergolong ringan, tidak diperlukan terapi khusus. Untuk membantu proses pengeluaran bilirubin dalam tubuh, dapat dilakukan dengan cara:
  • Memberi asupan yang cukup

    Beri asupan makanan yang cukup. Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Dengan banyaknya makanan yang masuk maka proses pembuangan urine dan feses dapat lebih lancar sehingga bilirubin terbantu kaluar dari tubuh.

    Cukup atau tidaknya pemberian asupan dapat diperhatikan dari urine dan feses. Hal yang dapat diperhatikan antara lain dari frekuensi bayi berkemih dan warna feses. Umumnya bayi buang air kecil sebanyak 5-6 kali dalam sehari dan warna feses yang berubah dari hijau tua.
  • Jemur

    Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi dapat membantu mengatasi ikterus. Sinar matahari akan membantu pemecahan bilirubin. Hanya saja, patut diperhatikan waktu dan durasi menjemur bayi. Jangan sampai kulit bayi terbakar akibat sinar matahari. Jangan sampai bayi terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 10 menit.

Sebaliknya, jika ikterus tergolong berat, dengan kadar bilirubin tinggi, biasanya dokter akan menganjurkan agar dilakukan terapi sinar. Bayi akan dipaparkan sinar biru khusus yang akan membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dalam urine atau feses.

Pemberian air susu ibu atau ASI merupakan salah satu cara mencegah sakit kuning pada bayi. Selain itu juga dapat menyembuhkan bayi kuning atau ikterus ringan. Jadi, jangan ragu untuk memberikan ASI pada buah hati walau pada awalnya ibu harus merasakan sakit pada payudara, tetapi hal itu sangat dibutuhkan oleh bayi mungil Anda.