Informasi Seputar Kesehatan dan Kehamilan : Selain kaya gula, sawo juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan. Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Buah sawo (Achras sapota L) cukup dikenal masyarakat Indonesia. Baunya harum dan rasanya manis lezat. Dalam bahasa Inggris, sawo disebut sapodilla, chikoo, atau sapota. Di India, sawo disebut chikoo, di Filipina dikenal sebagai tsiko, dan di Malaysia ciku. Masyarakat Tionghoa menyebut buah sawo sebagai hong xiêm.
Buah sawo matang biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar. Rasa getahnya masih sering melekat pada mulut. Dalam kondisi matang, buah ini dapat dibuat menjadi minuman segar atau sebagai campuran es krim. Namun, hal tersebut belum diusahakan secara komersial.
Sawo berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Di India, Sri Lanka, Filipina, Meksiko, Venezuela, Guatemala, dan Amerika Tengah, buah sawo sudah dibudidayakan secara komersial. Di Indonesia, sawo umumnya dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan untuk dinikmati buahnya, terutama di daerah Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo mengandung saponin, kuersetin, dan minyak sebanyak 23 persen. Biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu, bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan parem, yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan.
Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16-20 persen.
Bukan hanya gula, dalam daging buah sawo terkandung pula lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor. Komposisi gizi buah sawo dapat dilihat pada tabel.
Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Buah ini merupakan sumber kalium yang baik, yaitu 193 mg/100 g. Di lain pihak, sawo juga memiliki kadar natrium yang rendah, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Selain kaya kalium, sawo juga mengandung sejumlah mineral penting lainnya. Kandungan mineral lainnya per 100 gram buah sawo adalah: kalsium (21 mg), magnesium (12 mg), fosfor (12 mg), selenium (0,6 mg), seng (0,1 mg), dan tembaga (0,09 mg).
Sawo juga kaya akan vitamin C, yaitu 14,7 mg/100 g. Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga.
Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan.
Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Empuk dan Mulus Sawo yang siap dikonsumsi adalah sawo matang. Buah mentah tidak enak dimakan karena keras. Rasanya pahit dan kelat disebabkan tingginya kandungan tanin dan kaustik. Sawo yang berkualitas baik adalah sawo yang empuk dan berwarna coklat tua.
Masalah bentuk dan besarnya tidak jadi masalah, yang terpenting kulitnya harus mulus. Jangan memilih sawo yang ada luka, goresan, atau lubang sekecil apa pun. Selain itu, jangan memilih sawo yang memiliki bekas getah di bagian kulit. Sawo yang kulitnya cacat punya daging bagian bawah yang rusak atau keras.
Buah yang telah matang dapat disimpan pada suhu rendah untuk memperpanjang umur simpannya. Buah matang yang disimpan pada suhu 0 derajat celsius dapat bertahan 12-13 hari. Buah yang masih mentah bila disimpan pada suhu 15 derajat celsius dapat bertahan dalam keadaan baik selama 17 hari. Buah sawo mentah yang disimpan pada suhu lebih rendah lebih dari 10 hari tidak akan matang secara normal.
Untuk merangsang supaya cepat matang, sawo perlu diperam, setelah dicuci untuk menghilangkan bagian kulitnya yang mati. Ada beberapa cara pemeraman. Buah ditempatkan dalam wadah yang tertutup (misalnya dalam peti atau karung) selama beberapa hari. Namun, cara pemeraman demikian akan menjadikan buah matang tidak dalam waktu bersamaan. Guna mendapatkan sawo yang matang serentak, buah dimasukkan ke dalam tempat yang tertutup rapat, kemudian diberi karbit atau diasapi.
Buah sawo sangat rawan tercemar mikroba karena kandungan air dan zat gizinya yang tinggi. Geotrichum candidum, Cladosporum oxysporium, dan Penicillium italicum adalah contoh mikroba yang sering terdapat pada buah sawo.
Untuk menjaga agar sawo yang matang tidak diserang mikroba patogen, sebaiknya gunakan fungisida benlate. Perlakuan secara alamiah, tanpa menggunakan zat kimia, sulit sekali untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh karena itu, untuk menjaga keamanan, sebaiknya buah sawo dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan. @ Prof Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB
Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/19/0900293/Buah.Sawo.Baik.untuk.Jantung
Tampilkan postingan dengan label Diabetes dan Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes dan Jantung. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Oktober 2012
Selasa, 23 Oktober 2012
5 TANDA-TANDA PENYAKIT JANTUNG
Informasi Seputar Kesehatan dan Kehamilan - Ketika dada terasa sakit, dikiranya ada gangguan pencernaan. Ketika napas terasa berat setelah olahraga atau jalan-jalan, dikiranya masalah paru-paru. Jika Anda berpikir demikian, Anda salah. Semua gejala yang sering dianggap remeh itu adalah gejala penyakit jantung.
Banyak orang yang merasa dirinya sehat sering meremehkan gejala itu dan menganggapnya hal biasa. “Hal itu sering terjadi setiap waktu, setiap minggu, setiap hari. Banyak orang yang secara fisik tampak sehat tapi mengeluh seperti itu,” ujar pakar kardiolog Dr Kenneth Rosenfield seperti dikutip dari CNN, Jumat (19/2/2010).
Minggu lalu contohnya, mantan presiden Bill Clinton masuk rumah sakit setelah mengalami rasa tidak nyaman pada bagian dadanya. Clinton yang pernah menjalani operasi pada tahun 2004 mulai merasa lelah pada saat natal.
“Saya tidak terlalu memperhatikannya hingga sekitar 4 hari yang lalu saya merasa sedikit sakit di dada dan merasa perlu memeriksakan diri,” katanya.
Tanda-tanda penyakit jantung atau pembuluh arteri terhambat sebenarnya berbeda-beda tiap orang. Untuk itu tiap orang sebaiknya tahu gejala apa saja yang mengindikasikan penyakit jantung, karena suatu gejala bisa saja berbeda dari yang lain.
Menurut American Heart Association, National Heart Lung and Blood Institute dan Mayo Clinic, tanda-tanda berikut perlu dicurigai sebagai penyakit jantung.
1. Rasa tidak nyaman pada dada
Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit di dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul.
Rolanda Perkins (39 tahun) baru saja mengalami serangan jantung dua minggu lalu. Awalnya ia mengabaikan rasa sakit di dada karena dikiranya itu hanya masalah pencernaan.
“Saya tahu ada sesuatu yang salah dengan sakit itu, tapi saya kira itu hanya masalah pencernaan saja. Rencananya saya akan pergi ke dokter besok pagi tapi ternyata sebelum pagi itu datang saya sudah sesak nafas dan kena serangan jantung,” tutur Parkins.
Parkins yang kini rutin menjalani olahraga mengatakan bahwa seseorang sebaiknya mendengarkan apa yang tubuh coba katakan melalui suatu tanda. “Tubuh saya berusaha mengatakan sesuatu waktu itu tapi saya tidak mendengarkannya,” ujar Parkins.
2. Rasa tidak enak pada bagian atas tubuh
Dr Rosenfield dari the Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa rasa sakit di beberapa bagian atas tubuh bisa mengindikasikan penyakit jantung. “Saya sering mengatakan pada pasien bahwa gejala yang terasa di daerah pinggang ke atas patut dicurigai penyakit jantung,” ujar Dr Rosenfield.
Rasa sakit, berat dan tidak nyaman di daerah punggung, leher, lengan, pinggul, bahu, siku, rahang, tenggorokan hingga daun telinga juga berhubungan dengan penyakit jantung. Tapi tentu saja rasa tidak nyaman di daerah itu belum tentu juga penyakit jantung.
Untuk itu, pastikan Anda tahu riwayat penyakit keluarga apakah ada yang punya penyakit jantung atau tidak. Jika ya, kemungkinan gejala-gejala di daerah itu juga merupakan tanda penyakit jantung
3. Masalah pencernaan
Dr Malissa Wood dari Harvard Medical School mengatakan ada hubungan yang sangat erat antara masalah pencernaan dengan jantung. Ketika Anda sering merasa sakit perut dan mual-mual tanpa sebab, bisa jadi itu pertanda ada masalah di jantung.
Dan hal itu memang benar-benar terbukti saat Dr Wood mengalami gejala itu. Setelah dicek, ternyata 92 persen pembuluh koronernya sudah terhambat dan harus segera dilakukan operasi. Jadi ketika Anda sering mengalami masalah pencernaan, ditambah punya tekanan darah tinggi, segera periksa ke dokter.
4. Gejala flu
Ketika seorang pasien yang rutin melakukan pemeriksaan jantung EKG tapi merasa tidak punya gejala penyakit jantung ditanya ‘Apakah Anda punya tanda-tanda penyakit jantung?’, ia menjawab tidak. Tapi ia mengaku sering mengalami flu berat.
Dr Robert Superko, pengarang buku ‘Before the Heart Attacks’ menyebutkan bahwa gejala lelah, capek atau tidak enak badan sering dikaitkan dengan gejala flu, padahal menurut Dr Robert itu adalah salah satu gejala penyakit jantung yang seringkali tidak terdiagnosa.
5. Napas pendek
Napas pendek adalah tanda yang paling harus dicurigai sebagai penyakit jantung, bahkan jika Anda tidak punya gejala sakit dada atau gejala penyakit jantung lainnya.
Jika Anda punya tanda-tanda seperti di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter karena Anda tidak pernah tahu terkena penyakit jantung atau tidak sampai memeriksanya dengan pasti. (Sumber: http://health.detik.com)
Semoga info tersebut bermanfaat untuk kita semua.
Bill Clinton menderita penyakit jantung
Minggu lalu contohnya, mantan presiden Bill Clinton masuk rumah sakit setelah mengalami rasa tidak nyaman pada bagian dadanya. Clinton yang pernah menjalani operasi pada tahun 2004 mulai merasa lelah pada saat natal.
“Saya tidak terlalu memperhatikannya hingga sekitar 4 hari yang lalu saya merasa sedikit sakit di dada dan merasa perlu memeriksakan diri,” katanya.
Tanda-tanda penyakit jantung atau pembuluh arteri terhambat sebenarnya berbeda-beda tiap orang. Untuk itu tiap orang sebaiknya tahu gejala apa saja yang mengindikasikan penyakit jantung, karena suatu gejala bisa saja berbeda dari yang lain.
Menurut American Heart Association, National Heart Lung and Blood Institute dan Mayo Clinic, tanda-tanda berikut perlu dicurigai sebagai penyakit jantung.
1. Rasa tidak nyaman pada dada
Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit di dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul.
Rolanda Perkins (39 tahun) baru saja mengalami serangan jantung dua minggu lalu. Awalnya ia mengabaikan rasa sakit di dada karena dikiranya itu hanya masalah pencernaan.
“Saya tahu ada sesuatu yang salah dengan sakit itu, tapi saya kira itu hanya masalah pencernaan saja. Rencananya saya akan pergi ke dokter besok pagi tapi ternyata sebelum pagi itu datang saya sudah sesak nafas dan kena serangan jantung,” tutur Parkins.
Parkins yang kini rutin menjalani olahraga mengatakan bahwa seseorang sebaiknya mendengarkan apa yang tubuh coba katakan melalui suatu tanda. “Tubuh saya berusaha mengatakan sesuatu waktu itu tapi saya tidak mendengarkannya,” ujar Parkins.
2. Rasa tidak enak pada bagian atas tubuh
Dr Rosenfield dari the Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa rasa sakit di beberapa bagian atas tubuh bisa mengindikasikan penyakit jantung. “Saya sering mengatakan pada pasien bahwa gejala yang terasa di daerah pinggang ke atas patut dicurigai penyakit jantung,” ujar Dr Rosenfield.
Rasa sakit, berat dan tidak nyaman di daerah punggung, leher, lengan, pinggul, bahu, siku, rahang, tenggorokan hingga daun telinga juga berhubungan dengan penyakit jantung. Tapi tentu saja rasa tidak nyaman di daerah itu belum tentu juga penyakit jantung.
Untuk itu, pastikan Anda tahu riwayat penyakit keluarga apakah ada yang punya penyakit jantung atau tidak. Jika ya, kemungkinan gejala-gejala di daerah itu juga merupakan tanda penyakit jantung
3. Masalah pencernaan
Dr Malissa Wood dari Harvard Medical School mengatakan ada hubungan yang sangat erat antara masalah pencernaan dengan jantung. Ketika Anda sering merasa sakit perut dan mual-mual tanpa sebab, bisa jadi itu pertanda ada masalah di jantung.
Dan hal itu memang benar-benar terbukti saat Dr Wood mengalami gejala itu. Setelah dicek, ternyata 92 persen pembuluh koronernya sudah terhambat dan harus segera dilakukan operasi. Jadi ketika Anda sering mengalami masalah pencernaan, ditambah punya tekanan darah tinggi, segera periksa ke dokter.
4. Gejala flu
Ketika seorang pasien yang rutin melakukan pemeriksaan jantung EKG tapi merasa tidak punya gejala penyakit jantung ditanya ‘Apakah Anda punya tanda-tanda penyakit jantung?’, ia menjawab tidak. Tapi ia mengaku sering mengalami flu berat.
Dr Robert Superko, pengarang buku ‘Before the Heart Attacks’ menyebutkan bahwa gejala lelah, capek atau tidak enak badan sering dikaitkan dengan gejala flu, padahal menurut Dr Robert itu adalah salah satu gejala penyakit jantung yang seringkali tidak terdiagnosa.
5. Napas pendek
Napas pendek adalah tanda yang paling harus dicurigai sebagai penyakit jantung, bahkan jika Anda tidak punya gejala sakit dada atau gejala penyakit jantung lainnya.
Jika Anda punya tanda-tanda seperti di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter karena Anda tidak pernah tahu terkena penyakit jantung atau tidak sampai memeriksanya dengan pasti. (Sumber: http://health.detik.com)
Semoga info tersebut bermanfaat untuk kita semua.
TERAPAI LINTAH UNTUK PENYAKIT JANTUNG
Jenis-jenis penyakit jantung utama yang berbahaya diantaranya:
- Penyakit jantung koroner, penyakit jantung yang disebabkan oleh akumulasi atheromatous plak dalam dinding-dinding arteri yang memasok miokardium.
- Penyakit jantung iskemik, penyakit jantung yang dicirikan oleh berkurangnya aliran darah ke organ.
- Penyakit kardiovaskular, istilah untuk sejumlah penyakit yang mempengaruhi jantung itu sendiri dan / atau sistem pembuluh darah, khususnya pembuluh darah dan arteri yang menuju ke dan dari jantung.
Jenis-jenis penyakit jantung yang lain :
- Kor pulmonale, penyakit jantung disebabkan kegagalan dari sisi kanan jantung.
- Penyakit jantung turunan , penyakit jantung disebabkan oleh faktor genetik dapat dihindari sejak lahir.
- Penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung disebabkan oleh tekanan darah tinggi, terutama terlokalisasi tekanan darah tinggi
- Radang penyakit jantung, penyakit jantung yang melibatkan radang otot jantung dan / atau jaringan sekitarnya.
- Penyakit katup jantung, penyakit jantung yang mempengaruhi gerakan katup jantung.
- Jumlah lintah yang digunakan : 4 ekor lintah
- Frekuensi pengobatan : 1 – 2 kali per-minggu
- Pengobatan yang disarankan : 8 kali terapi
TERAPI LINTAH UNTUK PENYAKIT DIABETES
Diabetes sendiri disebabkan kondisi gagalnya pankreas memproduksi insulin yang cukup. Diabetes yang banyak menyerang adalah tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 biasanya awal masa kanak-kanak, di mana terdapat penipisan insulin absolut. Sedangkan diabetes tipe 2, serangan biasanya di usia dewasa sekitar usia 45 tahun atau lebih; di mana produksi insulin terjadi, tetapi jumlah insulin yang diproduksi tidak mencukupi.
Ketika kita memakan sesuatu, maka zat gula yang dimakan akan berubah menjadi glukosa, lalu memasuki aliran darah dan didistribusikan ke sel-sel tubuh kita. Glukosa adalah “makanan” yang memberi energi bagi berfungsinya sel kita dan insulin sangat penting untuk menghancurkan glukosa ke dalam bentuk yang dapat digunakan sel-sel kita. Tanpa insulin atau dengan terlalu sedikit insulin, glukosa tidak akan diserap oleh sel-sel kita, pada akhirnya menyebabkan sedikit atau tidak adanya energi.
Pada kondisi demikian, glukosa tetap di dalam darah dan menyebabkan penebalan pembuluh, yang dapat membuat komplikasi di dalam tubuh. Pengangkutan darah dari satu organ ke yang lain memerlukan lebih banyak usaha, yang mengakibatkan dinding pembuluh menebal dan menjadi kurang fleksibel. Hati juga menjadi di paksa lebih banyak bekerja untuk memompa darah ke seluruh tubuh lebih berat, pembuluh darah menebal dan lebih susah dilewati. Ini akhirnya menyebabkan komplikasi pada organ utama seperti serangan stroke, serangan jantung maupun emboli paru-paru.
Salah satu cara yang efektif mengobati diabetes adalah dengan terapi lintah atau Hirudo Theraphy. Sebagaimana diketahui, pada saat lintah menggigit, maka lintah akan mengeluarkan bermacam zat. Salah satu dari zat tersebut adalah hirudin yang mempunyai fungsi anti koagulan dan melancarkan aliran darah.
Pada pasien diabetes dengan kekentalan darah tinggi, zat ini akan membantu mencegah pembekuan darah, mengencerkan dan melancarkan aliran darah pasien. Manfaat lainnya, darah lebih mudah beredar dan berkurangnya tekanan pada jantung dan pembuluh darah secara signifikan. Zat-zat lain pada liur lintah akan memberikan kontribusi pada perbaikan dan normalisasi sirkulasi kapiler. Ada juga zat lain yang menghasilkan analgesik alami, memberikan sifat antibakteri, menurunkan tekanan darah dan mempunyai efek anti inflamasi.
Salah satu penterapis, Muhyidin, di Kauman Jogja menggunakan lintah untuk terapi diabetes. Muhyidin dapat memiliki keahlian ini berdasarkan kejadian yang menimpanya sendiri. Dimana setelah 10 tahun menderita diabetes, ia di vonis, kakinya harus diamputasi oleh Dokter. Sesuai informasi temannya, Muhyidin menggunakan lintah untuk mengobati kakinya. Ajaib! setelah beberapa saat pengobatan, dia tidak merasakan sakit lagi bahkan walau meminum air gula sekalipun. Dan akhirnya sembuh sama sekali dari diabetes yang dideritanya.
Dalam diabetes, perawatan jari tangan dan kaki pada penderita sangat penting dan karena sirkulasi darah diabetes dapat lamban, di mana kadang-kadang darah tidak mampu sepenuhnya menembus kapiler, tubuh tidak bisa menyembuhkan luka kecil, atau lebih buruk lagi, nekrosis atau matinya jaringan. Hal ini dapat menyebabkan diamputasinya jari, kaki atau anggota badan lain yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran pembusukan akibat diabetes ke bagian tubuh yang lain. Terapi lintah telah diketahui berabad-abad dalam meningkatkan sirkulasi di bagian distal tubuh yakni kaki. Efek pemulihan hirudotherapy menghasilkan peningkatan sirkulasi mikro yang sangat penting dalam mencegah amputasi jari tangan dan kaki seperti pada kasus Muhyidin diatas.
Semoga info terapi tersebut bermanfaaat untuk kita semua.
Sumber : www.thejakartapost.com
Senin, 22 Oktober 2012
BARU, RISET TERAPI UNTUK DIABETES
Riset di bidang terapi penyakit diabetes merupakan yang paling intensif dilakukan saat ini. Tidak mengherankan, karena jumlah penderita penyakit gula itu di seluruh dunia setiap tahunnya terus meningkat drastis.
Penelitian antara lain difokuskan pada intervensi kekebalan tubuh dengan antibodi monoklon. Para ilmuwan dewasa ini terus mencari unsur aktif yang dapat mencegah serangan sistem kekebalan tubuh sendiri, terhadap sel-sel beta yang memproduksi insulin.
Demikian diungkapkan Elmar Jäckel dari sekolah tinggi kedokteran di Hannover. Terapinya terutama amat menarik bagi para pengidap diabetes tipe 1, karena para penderitanya saat diagnosa pertama, seringkali masih memiliki sekitar 15 persen sisa sel-sel beta yang mampu memproduksi insulin.
Antibodi monoklon dapat melindungi sisa sel beta dari serangan sistem kekebalan tubuh sendiri, yang menghancurkan sel beta yang tersisa. Dampak dari penghancuran sel produsen insulin oleh sistem kekebalan tubuh sendiri adalah diperlukannya suntikan insulin secara teratur untuk meregulasi kadar gula dalam darah.
Tapi riset internasional sejauh ini menunjukkan hasil berbeda-beda. Misalnya pemanfaatan preparat seperti Teplizumab berdampak berbeda. Pada penderita diabetes tipe 1 berusia muda dan bertumbuh ramping di Eropa dan Amerika, preparat itu menunjukkan khasiat bagus.
Sementara bagi para penderita diabetes di Asia khasiatnya kurang terasa. Elmar Jäckel meyakini diabetes tipe 1 di Asia memiliki penyebab berbeda, dan karena itu obat-obatan kemungkinan juga berkhasiat berbeda.
"Selain itu, para penderita diabetes tipe 1 di Asia juga mengidap kelebihan berat badan, sementara di Eropa kebanyakan lebih ramping", kata pakar kedokteran dari Hannover itu.
Riset lebih lanjut bertujuan menjelaskan pertanyaan, mengapa tidak semua penderita diabetes tipe 1 dapat menarik keuntungan dari obat-obatan yang sudah ada.
Rekayasa Sel
Disamping antibodi monoklon, terdapat strategi lain untuk mengintervensi sistem kekebalan tubuh. Misalnya saja para peneliti di Brasil melakukan eksperimen dengan sel punca dari dalam darah. Prosedur terapinya mirip dengan pengobatan penyakit leukemia.
Mula-mula sistem kekebalan tubuh dihancurkan dengan radiasi Röntgen. Setelah itu dilakukan transfusi dengan sel punca darah segar. Dengan itu diharapkan sel-sel pemunuh yang terbentuk baru dalam sistem kekebalan tubuh, berperilaku lebih jinak terhadap sel-sel beta pada kelenjar pankreas. Studi klinis pertama menunjukkan hasil yang memuaskan.
Strategi lain dikembangkan Israel, AS dan Jerman. Dasar pertimbangannya, organ tubuh terus melakukan regenerasi, bagian dari jaringan dapat diambil tanpa menimbulkan kerugian terhadap pasien. Juga sel-sel hati dan sel pankreas memiliki fungsi yang amat mirip, cukup dilakukan mutasi genetika kecil, untuk mengubah sel-sel hati menjadi sel-sel beta penghasil insulin.
"Pada ujicoba menggunakan binatang hal itu berfungsi," ujar Jäckel.
Namun belum diketahui, apakah pemrograman ulang sel-sel hati itu merupakan altenatif yang tepat bagi manusia. Peneliti kedokteran dari Hannover itu menyebutkan, penegasannya baru dapat diketahui antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
Satu langkah lebih jauh dari sekedar ujicoba pada binatang di laboratorium, adalah strategi imunisasi untuk mencegah diabetes tipe1. Vaksinnya kemungkinan sudah dapat dipasarkan tiga tahun ke depan ujar Jäckel. Berita menggembirakan datang bagi penderita diabetes tipe 2.
Para periset menyebutkan, dalam waktu dekat ini sebuah preparat yang memiliki potensi sebagai obat ampuh berspektrum luas. Preparat yang kemungkinan diberi nama "Forxiga“ itu, berfungsi merangsang ginjal membuang kelebihan gula darah lewat air seni.
Dengan demikian, para pasien tidak perlu lagi menyuntikkan insulin. Komite urusan obat-obatan Eropa sudah menyampaikan pernyataan positif. Dengan itu, diberikan lampu hijau bagi izin edarnya di negara-negara Eropa. Tapi kapan tepatnya obat itu beredar di pasar, sejauh ini belum diputuskan.
Semoga info tersebut bermanfaat..!!!!!
sumber : http://www.suarapembaruan.com/inovasi/riset-terapi-baru-seputar-diabetes/24384
Minggu, 21 Oktober 2012
KURANG MINUM TERNYATA BISA TERKENA PENYAKIT DIABETES
Untuk orang-orang yang minum kurang dari dua gelas per hari mempunyai kemungkinan mengembangkan gangguan kadar gula dalam darah. Kondisi ini mengarah pada pra-diabetes yang pada akhirnya menempatkan mereka pada risiko diabetes. Dalam sebuah studi baru, orang dewasa yang hanya minum setengah liter atau sekitar dua gelar per hari lebih mungkin mengembangkan gangguan kadar gula darah pra-diabetes, dibandingkan mereka yang banyak minum. Temuan tersebut hanya menunjukkan korelasi antara asupan air dalam tubuh dan kadar gula darah. “Tidak membuktikan sebab akibat,” kata peneliti senior Lise Bankir, dari lembaga penelitian nasional Perancis INSERM, kepada Reuters, seperti dikutip dari Fox News.
Berdasarkan penelitian itulah, hubungan itu ada kaitanya dengan produksi hormon vasopressin. Hormon yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik, itu berperan membantu mengatur retensi air di tubuh. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kadar vasopressin akan meningkat, dan membuat ginjal menghemat air. Namun, kadar vasopressin yang tinggi juga meningkatkan kadar gula darah. Bankir mengatakan bahwa reseptor vasopressin terdapat di dalam hati, organ yang bertanggung jawab memproduksi gula di tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa menyuntikkan vasopressin di tubuh orang sehat dapat memicu lonjakan gula darah dalam seketika.
Dalam Penelitian tersebut melibatkan 3.615 orang dewasa di Prancis usia 30 hingga 65 tahun yang memiliki kadar gula darah normal. Sekitar 19 persen terbiasa minum kurang dari setengah liter air setiap hari. Sisanya, minum satu liter atau lebih air setiap hari. Temuan ini didasarkan pada 3.615 orang dewasa Perancis yang berusia antara 30 dan 65, dan memiliki tingkat gula darah normal pada awal. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter (17 ons) air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai satu liter atau lebih. Sembilan tahun selanjutnya, 565 peserta penelitian terdiagnosis mengembangkan kadar gula darah tinggi. Bahkan, 202 lainnya mengembangkan diabetes tipe 2. Mereka yang mengalami gangguan kadar gula darah mayoritas memiliki kebiasaan minum kurang dari setengah liter per hari.
BATASI WAKTU DUDUK ANDA, AGAR BISA TERHINDAR DARI DIABETES
Wanita memiliki kemungkinan untuk terserang penyakit diabetes. seperti resistensi insulin dan peradangan kronis semakin meningkat dengan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk duduk. Malah wanita yang terlibat dalam aktivitas fisik sedang atau kuat juga berada pada resiko tanda awal diabetes. Hal ini tetap berkaitan dengan jumlah periode duduk yang dilakukan.
“ Jika hasil ini direplikasi, mereka memiliki aplikasi untuk rekomendasi gaya hidup dan intervensi perubahan perilaku kesehatan. Jangka waktu duduk yang kecil amat penting untuk menghindari penyakit parah pada wanita” tulis para peneliti dalam American Journal of Preventive Medicine. Di samping itu, studi lain yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, menemukan bahwa seorang pria yang duduk selama 6 jam dalam sehari mempunyai resiko kematian hingga 20 persen lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pria yang hanya duduk dalam waktu 3 jam per harinya. Sedangkan wanita dengan jangka waktu duduk selama 6 jam per harinya, mempunyai 60 persen resiko kematian lebih tinggi. “Duduk adalah kegiatan yang mematikan” kata Dr James Levine, dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, New York.
Bagaimana Solusinya ?
Agar terhindar dari hal yang negatif seperti hasil penelitian di atas, maka disarankan alangkah baiknya Anda melakukan beberapa gerakan paling sedikit satu jam dalam keseharian ketika berada atau bekerja di kantor. Salah satu contohnya seperti kegiatan di bawah ini:
Berjalanlah menuju pantry untuk membuat minuman
Keluarlah dan Berjalanlah menuju pantry untuk membuat minuman, tidak usah harus menunggu bantuan OB ( Office Boy ). Sesekali buatlah minuman sendiri. Biasanya minuman hasil buatan sendiri lebih berkesan.
Biasakan Berdiri Ketika menerima telepon dan mengirim email
Jika anda menerima telepon dan mengirim email sebaiknya biasakan berdiri. Hal ini untuk berguna untuk membuat anda relax ketika menerima dan mengirim email. Jika bisa dilakukan dengan berdiri kenapa tidak berdiri saja. Ya nggak ?
Luangkan waktu untuk berjalan-jalan mengelilingi kantor
Bekerja secara rutin di perusahaan anda mungkin membuat penat. Tidak hanya badan anda yang letih tapi juga pikiran anda. Luangkan waktu untuk berjalan-jalan mengelilingi kantor. Siapa tahu ada inspirasi baru yang datang secara tiba-tiba tanpa anda duga. Dan siapa tahu ada sampah yang masih berserakan di sekeliling kantor, lalu bisa anda laporkan pada cleaning service.
Memasang alarm setiap jam 3 sore
Jangan lupa untuk memasang alarm setiap jam 3 sore, saat berdering itu tanda waktunya istirahat. Ingat ! Istirahat itu tidak hanya penting tapi juga wajib hukumnya. Ya agar anda tidak terlalu ngoyo khan.
Jangan manjakan diri anda naik lift
Biasakan naik tangga untuk melatih dan mengencangkan otot-otot anda. Jangan manjakan diri anda dengan naik lift, jika Anda hanya naik satu atau dua tingkat. Sekali-kali gitu loh.
Semoga tips sehat di atas berkenaan dengan masalah Mengatur Waktu Duduk Untuk Terhindar dari DIABETES akan bermanfaat untuk anda. Dan semoga kita akan selalu sehat. Terima kasih.
Dikutip dari sumber http://kosmo.vivanews.com
Sabtu, 20 Oktober 2012
FAKTOPR RESIKO PENYAKIT JANTUNG
A. Alkohol
Ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa konsumsi alkohol dapat mengurangi insiden PJK. Tapi setelah pengkajian lebih lanjut, American Heart Assosiation menyimpulkan bahwa tidak ada pembenaran dalam merekomendasikan penggunaan alkohol (atau anggur/wine) untuk strategi kardioprotektif. Bahkan konsumsi yang berlebih dapat menimbulkan kerusakan hati, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan insiden kanker mulut dan kanker esophagus, dan lain sebagainya.
B. Diabetes Mellitus
B. Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus sudah sejak lama dikenal sebagai faktor resiko independen yang dapat menyebabkan berbagai macam kelainan kardiovaskular. Sebuah teori mengatakan bahwa salah satu dari tipe Diabetes dihubungkan dengan kelainan intrinsik primer dimana sel-sel akan berumur pendek sehingga terjadi peningkatan pergantian sel. Selain itu disfungsi trombosit pada diabetes juga menyumbang peran yang berarti. Koeksistensi DM dan hipertensi dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas sebanyak 2 kali lipat. Keuletan dalam mengontrol hipertensi pada pasien diabetes sangat penting. Diabetes tipe 2 (NIDDM) banyak didapati pada orang berumur 30 tahun keatas yang overweight/obesitas. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan perbaikan gaya hidup, menjaga berat badan normal dan perbanyak latihan fisik.
C. Obat-obatan
C. Obat-obatan
Beberapa obat dapat menyebabkan hipertensi, seperti golongan Mineralokortikoid, NSAIDs, Amfetamin, Antidepresan trisiklik, dan lain lain. Gunakan obat-obat alternatif lain yang tidak menyebabkan atau menyulitkan hipertensi.
D. Exercise / Latihan fisik
D. Exercise / Latihan fisik
Olahraga teratur dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 5-10 mmHg. Olahraga juga dapat meningkatkan cardiac output, dengan cara :
- Meningkatkan kontraktilitas dan otot-otot miokardium sehingga dapat dicapai stroke volume yang maksimal.
- Meningkatkan jumlah kapiler-kapiler di miokard.
- Menurunkan denyut jantung saat istirahat.
- Menurunkan resistensi perifer saat istirahat.
E. Hiperlipoproteinemia
Semakin banyak lipoprotein yang beredar dalam darah, akan semakin besar kemungkinan bagi mereka untuk memasuki dinding arteri. Bila dalam jumlah besar maka akan melampaui kemampuan sel otot polos untuk memetabolismenya sehingga lemak akan terakumulasi pada dinding arteri. Hiperlipidemia harus ditindak secara agresif, baik dengan obat-obatan maupun dengan perbaikan gaya hidup. Dengan menurunkan kadar Kolesterol total sebanyak 20-25% (atau menurunkan LDL-kolesterol sebanyak 30%) terbukti dapat menurunkan resiko PJK.
F. Hipertensi
F. Hipertensi
Hipertensi merupakan faktor resiko yang paling penting dalam penyakit kardiovaskular. Hipertensi mempercepat terjadinya aterosklerosis, yaitu dengan cara menyebabkan perlukaan secara mekanis pada sel endotel di tempat yang mengalami tekanan tinggi. Hipertensi diperkirakan merupakan penyebab 33% dari semua insiden penyakit jantung. Beri obat-obatan (ACE Inhibitor, beta-blockers, calcium antagonist atau diuretik) untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.
G. Obesitas
G. Obesitas
Obesitas dapat menyebabkan aterosklerosis, hipertensi, hiperlipidemia dan Diabetes tipe 2, dan berbagai kondisi lainnya. Jaga berat badan ideal dengan memperbaiki gaya hidup dan olahraga teratur.
H. Asupan garam yang berlebihan
H. Asupan garam yang berlebihan
Pembatasan asupan garam dapat menurunkan tekanan darah 1-10 mmHg. Asupan yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya retensi natrium dan air, sehingga menambah beban jantung. Pasien perlu diberi pengarahan mengenai perlunya hal ini.
I. Merokok
I. Merokok
Penelitian menunjukkan bahwa merokok meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular sebanyak 64%. Efek rokok pada sistem kardiovaskular yaitu :
- Nikotin mempunyai efek langsung terhadap arteri koronaria dan platelet darah.
- Inhalasi karbon monoksida mengurangi kapasitas eritrosit membawa oksigen. Selain itu juga meningkatkan kebutuhan oksigen miokardium, meningkatkan platelet adhesiveness dan katekolamin plasma.
Di sinilah pentingnya tindakan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit (intervensi pada gaya hidup) yang sebaiknya dimulai sedini mungkin. Selain itu juga kita lakukan tindakan prevensi, yaitu untuk mencegah agar proses menua ini tidak disertai dengan proses patolologik. Konsep ini sekarang sangat dikembangkan dan dikenal sebagai konsep Healthy Aging (menjadi tua dalam keadaan sehat).
Selain tindakan promosi dan preventif juga terdapat tindakan rehabilitasi, yaitu ditujukan kepada mereka yang sedang atau pernah mengalami masalah jantung. Tujuan dari tindakan rehabilitasi adalah:
- Untuk membantu mereka pulih, baik secara jasmani dan rohani.
- Untuk melatih mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan kembali aktif di masyarakat.
- Untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.
PINGSAN TIDAK SELALU JANTUNG LEMAH
Pernahkah saat Anda berdiri mengikuti upacara di lapangan atau sedang menghadiri resepsi resmi, mendadak terasa jantung berdebar-debar, degupnya jantung kencang, disusul kepala serasa ringan serta badan lemas, keringat dingin, pandangan berkunang-kunang dan akhirnya gelap lalu jatuh pingsan?
Penyebab kejadian seperti itu bisa saja karena jantung kita kurang beres, tapi bisa juga karena faktor luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun faktor risiko penyakit jantung dan usia relatif masih muda.
Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung (sinkop non-kardik) menurut para ahli, lebih disebabkan karena terkena hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak kesepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.
Salah satu pencerminan hipersensitivitas vagus dikenal sebagai sinkop vasovagal (berkaitan dengan pembuluh darah dan nervus vagus) dan vasodepresif. Ini terjadi karena timbulnya ketidakseimbangan refleks saraf otonom dalam bereaksi terhadap posisi berdiri yang berkepanjangan. Berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi, hal ini menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah ke jantung serta tekanan darah sistoliknya menurun. Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks kompensasi normal, berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung, dengan tujuan mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.
Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi ini justru mengaktifkan reseptor mekanik yang ada pada dinding bilik jantung kiri sehingga timbul refleks yang dinamakan refleks Bezold-Jarisch (sesuai nama penemunya). Efeknya, frekuensi detak jantung berbalik menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan kemudian terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu. Di sinilah sinkop terjadi.
Namun untuk menentukan diagnosis, pada umumnya dokter menganjurkan pemeriksaan tilt test, di mana hasil tes dapat digunakan sebagai acuan pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan.
Mencegah pingsan
Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya baru terasa berdebar-debar, coba sedikit gerak-gerakkan tungkai atau kaki, sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Misalnya kalau sedang berada dalam suatu upacara perhatikanlah peserta lain di depan kita satu per satu, mengingat-ingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami, menggumamkan lagu kesayangan atau lagu mars pembangkit semangat Anda.
Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi malah mulai mengeluarkan keringat dingin ditambah kepala terasa melayang, apa boleh buat! Lebih baik Anda langsung jongkok, duduk, atau mundur mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali. Apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.
Sebaliknya, kalau kita harus menolong orang yang pingsan, menurut Panduan Kesehatan Keluarga, 1996 (Yayasan Essentia Medica) sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini. Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan. Bila penderita berada di kursi, dorong kepala ke bawah serendah mungkin di antara kedua lutut. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar. Panggil dokter terdekat atau ambulans bila tidak kunjung sadar.
Karena kerah baju ketat
Hipersensitivitas vagus dapat juga berupa sinkop sinus karotis, yakni jatuh pingsan bukan dicetuskan oleh sikap berdiri yang lama tetapi saat menoleh mendadak. Ini bisa terjadi bila penderita mengenakan baju berkerah tinggi terlalu ketat, sehingga gerakan kepala menyebabkan penekanan pada sinus karotis yang terletak pada leher samping agak ke depan. Hal ini bisa mengakibatkan detak jantung melambat dan menimbulkan sinkop.
Jika dilakukan pemeriksaan elektro-fisiologi (pemeriksaan aktivitas listrik jantung) pada penderita, umumnya terlihat fungsi listrik jantung bekerja dalam batas normal. Hanya saja adanya manipulasi ringan berupa penekanan leher di daerah sinus karotis tadi tampak berupa garis datar pada layar monitor. Artinya, terjadi gangguan aktivitas atau hantaran listrik saat dilakukan manipulasi tadi.
Untuk mencegah jangan sampai mengalami hal tersebut, hindari penggunaan kerah baju yang terlalu ketat dan jangan memijat daerah leher atau hal lain lagi yang menyebabkan tekanan pada sinus karotis.
Penampilan lain lagi yang langka dari hipersensitivitas vagus adalah paroxysmal sinus arrest. Di sini sumber listrik utama jantung adakalanya mengalami penghentian (pause) selama 6 - 23 detik tanpa adanya faktor pencetus yang jelas. Kejadian ini bisa saat tidur maupun saat aktif, siang atau malam, dengan akibat hampir pingsan atau pingsan (presinkop atau sinkop). Di sini hasil pemeriksaan dengan elektrofisiologi terhadap sumber listrik jantung pun menunjukkan normal, tapi pada umumnya pengobatan diarahkan pada penggunaan alat pacu jantung permanen yang ditanamkan di bawah kulit dada penderita.
Untuk mencegah terjadinya sinkop yang bukan karena kelainan jantung tadi, antara lain dengan berolahraga seperti joging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai.
Kalau sinkop jelas disebabkan oleh kelainan jantung tentu Anda diajurkan berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan lebih saksama dan pengobatan yang lebih tepat. (dr. Hary Utomo Muhammad, DSJP, Jakarta)
sumber: intisari
ANGGUR , SNACK BAGI JANTUNG SEHAT
Anggur disebut-sebut sebagai makanan fungsional yang banyak memberikan manfaat dari nutrisi yang dikandungnya karena dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.
Sebagai salah satu buah-buahan yang paling menyehatkan, anggur mengandung 70 kalori per setengah cangkir dan merupakan sumber potassium, vitamin C dan pectin- sejenis serat yang dapat membantu mengurangi kolesterol darah. Ketika dikeringkan menjadi kismis, anggur memiliki konsentrasi gula dan zat besi yang lebih tinggi.
Anggur juga mengandung beberapa phytochemical termasuk resveratrol yang terdapat dalam kulitnya, quercitins, anthocyanin dan catechin. Dengan perannya bagi kesehatan jantung, pencegah stroke dan pelindung kanker membuat anggur hampir dikategorikan dalam status makanan super.
Dalam beberapa penelitian resveratrol yang terdapat dalam kulit semua jenis anggur baik untuk mengurangi resiko kanker payudara, liver, usus dan penyakit jantung. Anggur sebagai komponen utama minuman anggur merah merupakan minuman yang baik bagi kesehatan jantung dimana dapat mengatur pengaruh negatif dari pola makan kaya lemak jenuh yang tinggi.
Untuk mendapatkan anggur yang baik, pilihlah anggur yang segar dengan warna terang dan tidak mengkerut atau lecet. Hindari pematangan dalam batang karena ini menjadi tanda bahwa anggur tersebut tua. Simpan anggur di lemari es tanpa cuci dalam kantong yang dibolongi selama satu minggu.
Berikut adalah beberapa khasiat lain jantung bagi kesehatan anda:
1. Asma
Anggur memiliki kekuatan assimilatory yang dapat meningkatkan kadar air dalam paru-paru. Hal ini sangat baik bagi penderita asma karena dapat mengurangi masalah sesak nafas.
2. Antibakteri
2. Antibakteri
Anggur merah memiliki kandungan antibakterial dan antivirus yang kuat, sehingga dapat melindungi tubuh dari infeksi.
3. Alzheimer
3. Alzheimer
Penelitian menunjukan bahwa anggur dapat meningkatkan kesehatan otak dan menghindari dari penyakit Alzheimer. Hal ini dikarenakan anggur mengandung resveratol, yakni sebuah polifenol yang mengurangi tingkat amyloidal beta peptides pada penderita Alzheimer.
4. Kanker payudara
4. Kanker payudara
Penelitian juga menunjukkan bahwa jus anggur yang berwarna ungu membantu dalam mencegah kanker payudara yang secara signifikan mengurangi massa tumor pada payudara.
5. Sembelit
5. Sembelit
Anggur mengandung asam organik, gula, selulosa yang dikenal sebagai pencahar. Manfaat ini sangat baik untuk mengatasi keluhan sembelit atau susah buang air besar.
6. Kelelahan
6. Kelelahan
Jus anggur mengandung energi instan. Jus anggur yang kaya akan zat besi dapat mengurangi kelelahan diimbangi dengan istirahat yang cukup.
7. Pencernaan
7. Pencernaan
Bila Anda menderita gangguan pencernaan, ada baiknya Anda mengonsumsi anggur. Anggur juga baik untuk mengatasi masalah perut lainnya.
8. Migrain
8. Migrain
Minum jus anggur murni tanpa campuran air di setiap pagi dapat menyembuhkan penyakit migrain atau sakit kepala sebelah.
9. Gangguan ginjal
9. Gangguan ginjal
Anggur dapat membantu menyingkirkan asam pada ginjal. Hal ini berarti mengurangi gangguan pada tekanan ginjal.
MAKAN IKAN BISA MENANGKAL PENYAKIT JANTUNG KORONER
Dalam kurun 10 - 20 tahun terakhir, PJK telah menjadi pembunuh nomor satu di dunia, khususnya terhadap masyarakat di kota-kota besar. Di Jakarta, misalnya, banyak kalangan muda dan dewasa lebih menyukai makanan cepat saji seperti pizza, kue-kue berkalori tinggi, serta ayam goreng. Makanan tinggi lemak jenuh umumnya memang mengundang selera. Tanpa disadari lewat makanan macam itu asam lemak jenuh masuk ke dalam tubuh mereka. Akan semakin celaka, kalau pada saat yang sama, mereka kurang menyantap makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat, serta kurang berolahraga.
Yang ngendon dan yang mengusir
Tetapi tidak perlu cemas. Ada banyak cara menangkal penyakit yang bisa menimbulkan kematian mendadak ini asal mau dan konsisten mengikuti pola makan yang disarankan para ahli.
Lalu bagaimana ceritanya hubungan PJK dengan konsumsi zat lemak? Selama proses pencernaan dalam usus, zat lemak yang masuk ke tubuh lewat makanan mengalami pemecahan menjadi asam lemak bebas trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol.
Asam lemak bebas terdiri atas asam lemak jenuh (saturated fatty acid, disingkat SAFA), asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid, MUFA), dan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid, PUFA). Sementara asam lemak bebas yang berlebihan akan tersimpan dalam bentuk trigliserida.
Kolesterol yang berasal dari bahan makanan hewani merupakan unsur terpenting dari lemak. Selain berasal langsung dari makanan, ia juga bisa dibentuk dalam hati, berasal dari asam lemak jenuh hasil pemecahan trigliserida. Memang dalam metabolisme di hati, hanya asam lemak jenuh yang bisa dibentuk menjadi kolesterol.
Tahukah Anda, tubuh kita memproduksi kolesterol 1,5 - 2 g per hari? Jauh lebih besar daripada yang didapat lewat makanan. Ini karena kolesterol yang merupakan substansi lemak memang terdapat dalam setiap sel tubuh. Fungsinya juga penting. Selain sebagai sumber energi, juga berperan dalam pembentukan hormon dan membran sel. Belum lagi menjadi bahan pembentuk asam empedu dalam cairan empedu.
Di dalam tubuh, kolesterol membentuk ikatan kompleks lemak-protein - yang lebih dikenal dengan lipoprotein - seperti chylomicron, very low density lipoprotein (VLDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL). Kadar LDL dan HDL erat hubungannya dengan terjadinya endapan dalam pembuluh darah.
Apabila rombongan kolesterol lebih ramai daripada proteinnya, maka akan terbentuk senyawa lipoprotein berkepadatan rendah - disebut LDL - dan dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Sebaliknya, kalau kolesterolnya lebih sedikit sedangkan pasukan proteinnya lebih banyak, ikatannya disebut lipoprotein berkepadatan tinggi atau HDL, dan dikenal sebagai kolesterol “baik”.
Dicap sebagai “jahat” karena LDL memudahkan endapan lemak ngendon pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Semakin tebal endapan, pembuluh darah jantung akan makin tersumbat atau mengalami penebalan atau pengerasan (aterosklerosis). HDL dikasih cap “baik” karena ia membantu “mengusir” kolesterol LDL dari jaringan tubuh. Kata lainnya, kalau pembuluh darah lebih banyak diisi pasukan HDL, otomatis gerombolan LDL-nya tak akan kebagian tempat dalam pembuluh sehingga endapan dapat dicegah.
Karena itu, kadar LDL yang wajar disarankan tidak lebih dari 130 mg%, sementara kadar HDL paling sedikit 35 mg%. Total kadar kolesterol yang dikatakan baik tidak lebih dari 200 mg%. Tidak kalah penting disimak ialah kadar lemak trigliserida yang berfungsi sebagai sumber energi terbanyak dalam tubuh. Pasalnya, trigliserida yang tinggi kadarnya dapat ikut menunjang terjadinya PJK. Kadar trigliserida yang wajar tidak lebih dari 200 mg%.
Perbanyak konsumsi asam lemak tak jenuh
Betulkah mereka yang berkolesterol tinggi otomatis juga berisiko besar mendapat serangan PJK? Tidak juga, sebab masih harus dilihat dulu rasio kolesterol total terhadap HDL. Kalau HDL Anda misalnya 60 mg%, sementara orang lain 40 mg%, lalu perbandingan antara kolesterol total dan HDL masing-masing 3,5 dan 5, berarti risiko Anda terserang PJK lebih kecil dari orang itu. Makin tinggi nilai rasio, makin tinggi risikonya.
Selain karena faktor bawaan, tingginya kadar kolesterol dan trigliserida tidak jarang karena pola makan yang kurang seimbang. Sebagai orang Indonesia yang mengenal aneka ragam makanan dari berbagai daerah, patut diketahui bahan makanan apa saja yang mengandung asam lemak jenuh.
Melesat tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah sebenarnya bisa direm dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh ini. Di antaranya daging ternak (sapi, babi, kambing), kulit ayam broiler, serta kelapa, termasuk produk olahannya (santan, kelapa parut, serundeng, minyak kelapa). Menghindari makanan berbahan kelapa memang tidak mudah, tapi setidaknya perlu disadari sampai batas mana yang patut dikonsumsi.
Jeroan seperti hati dan ginjal sapi, otak, lidah sapi, lalu kuning telur, susu full cream serta olahannya, dan keju juga jangan terlalu sering dilirik, apalagi dimakan. Bagi para penyuka makanan manis, batasi konsumsi gula karena gula akan ikut mendongkrak naik kadar trigliserida. Makanan laut seperti udang dan kepiting yang mengandung lemak tak jenuh tunggal masih boleh dikonsumsi, meski dalam jumlah terbatas.
Sejatinya, semua bahan makanan sumber minyak atau lemak (nabati maupun hewani) mengandung semua asam lemak, baik jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda. Hanya kadarnya berbeda-beda. Kandungan asam lemak terbanyak dalam bahan makanan mengindikasikan bahwa bahan makanan itu merupakan sumber asam lemak bersangkutan.
Contohnya, karena minyak kelapa lebih banyak kandungan asam lemak jenuhnya ketimbang asam lemak tak jenuh tunggal dan gandanya, maka disebutlah ia minyak jenuh. Lantaran minyak jagung lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan gandanya daripada asam lemak jenuhnya, lalu disebut minyak tak jenuh.
Kalau mau tetap aman mengonsumi asam lemak jenuh, para ahli gizi menganjurkan agar konsumsinya diimbangi dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Perbandingannya kira-kira 1 : 1 : 1. Namun, praktiknya tidak mudah, apalagi kalau di depan mata sudah tersaji makanan yang menerbitkan selera!
Cara terbaik lainnya ialah menggoreng atau menumis makanan dengan minyak tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda seperti minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kedelai serta minyak ikan. Namun, jangan digunakan lagi jika sudah jadi jelantah (digunakan berulang kali) sebab sudah berubah jadi minyak jenuh.
Sayangnya, minyak jenis ini relatif lebih mahal harganya ketimbang minyak goreng kelapa atau sawit. Kejenuhan minyak goreng bisa dilihat sewaktu dipanaskan. Makin rendah titik asapnya, makin tinggi lemak jenuhnya (yang bagus umumnya sampai suhu 180 - 200oC baru keluar asap).
Sebuah penelitian oleh Grundy dari Fakultas Kedokteran Kalifornia, AS, membuktikan, kadar kolesterol tubuh bisa turun apabila diet mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda daripada asam lemak jenuh. Diet asam lemak jenuh selama sebulan terbukti menaikkan kadar kolesterol. Sedangkan dengan diet asam lemak tak jenuh tunggal, kadar kolesterol menurun tajam termasuk LDL dan HDL-nya. Pada diet asam lemak tak jenuh ganda, kolesterol total dan LDL menurun, sementara HDL relatif tidak berubah.
Grundy berpendapat, diet ideal hendaknya mengandung komposisi 10% asam lemak jenuh, 5 - 10% asam lemak tak jenuh ganda, dan 10 - 15% asam lemak tak jenuh tunggal. Misalnya, bila Anda hari ini ingin makan soto jeroan untuk santap siang, saat makan malam hindari makanan lain yang juga mengandung asam lemak jenuh macam steak daging sapi, udang goreng tepung dicampur telur. Sebagai gantinya, makanlah oseng-oseng tempe, tahu bacem, atau pepes ikan ditambah sayur.
Kalau malam ini Anda harus pergi ke suatu pesta, saat makan pagi dan siang usahakan tidak makan makanan yang mengandung lemak jenuh. Dengan begitu diharapkan kadar kolesterol dapat terkendali.
Pengaruh omega-3
Anda yang memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi juga dianjurkan banyak mengonsumsi ikan laut seperti tengiri, sarden, tuna, kembung, kakap, dll. Memasaknya dengan cara ditumis, dikukus, dibakar, atau dipepes. Dalam seminggu usahakan paling tidak makan 1 - 2 ekor ikan.
Ikan laut memang banyak mengandung omega-3, suatu asam lemak tak jenuh ganda yang mengandung asam eikosapentaenoik (EPA) dan doko saheksaenoik (DHA). Asam lemak omega-3 ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, bahkan bisa menaikkan HDL. Omega-3 juga sekaligus dapat menekan proses penggumpalan darah sehingga proses pengapuran pembuluh koroner dapat dihambat.
Peranan minyak ikan juga tidak kalah baiknya karena mampu menurunkan kadar kolesterol 27 - 45% dan trigliserida 64 - 79%. Sudah diteliti, orang Eskimo dan para nelayan Jepang yang banyak mengonsumsi ikan laut jarang mengalami serangan jantung. Jangan-jangan nelayan kita juga demikian.
Makan makanan berserat tinggi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan hasil olahannya seperti tahu, tempe, oncom, kacang hijau, beras tumbuk berkulit ari, dll. juga sangat dianjurkan. Mereka bermanfaat menetralisasi lemak. Serat makanan akan meningkatkan massa tinja sehingga mempercepat perjalanan makanan di dalam usus. Dengan demikian kesempatan usus menyerap lemak serta gula akan berkurang.
Kaum wanita dalam usia reproduksi dianjurkan pula memberikan air susu ibu (ASI) pada bayinya karena ternyata mempunyai rantai panjang terhadap pencegahan PJK. Soalnya, ASI juga mengandung asam lemak omega-3. Wanita di bawah usia 50 tahun (sebelum masa menopause) sedikit yang terkena PJK karena adanya peranan hormon estrogen yang menunjang kekuatan pembuluh darah. Kendati demikian hendaknya tetap menjaga pola makan yang seimbang sedari muda.
Bila usaha Anda dengan diet makanan serta olahraga tidak juga melorotkan kadar kolesterol ataupun trigliserida, barulah minta nasihat dokter. Orang berpembawaan kolesterol tinggi mau tidak mau harus menelan obat penurun kolesterol yang umumnya mengandung niasin, dengan tetap menjalankan diet dan olahraga.
Selain mempertinggi konsumsi serat dan lemak tak jenuh, sebaiknya tingkatkan juga konsumsi zat gizi antioksidan seperti vitamin E dan C serta karotin (provitamin A) karena zat gizi ini dapat ikut mencegah terjadinya oksidasi lemak. Beberapa bahan makanan yang banyak mengandung ketiga vitamin itu misalnya buah-buahan merah seperti papaya, wortel, dan tomat.
Alpukat dan durian yang sering kontroversial, menurut penelitian, mengandung asam lemak tak jenuh tunggal sehingga aman dikonsumsi, dengan catatan tidak berlebihan.
Biar makin mantap, genjot juga konsumsi antioksidan nongizi, khususnya isoflavonoid yang sifatnya akan meningkatkan kesehatan. Isoflavonoid banyak terdapat dalam tempe, bawang merah, kunyit, buah-buahan dan sayuran, serta teh. Adakalanya disarankan untuk minum tablet aspirin dosis rendah sesuai petunjuk dokter untuk mengurangi kekentalan darah.
Mau coba puasa, boleh juga, karena bisa memulihkan kesehatan kita yang terganggu, termasuk akibat kadar kolesterol tinggi. Contohnya, melakukan puasa nonlemak dan nondaging atau hanya minum jus buah, air putih, serta makan sayuran selama beberapa hari atau secara berkala, misalnya tiga hari dalam seminggu. Puasa itu memberi kesempatan tubuh membuang bahan-bahan beracun yang bisa mengganggu sel, jaringan, serta organ dalam tubuh. Tapi dengan syarat, di luar masa puasa jangan langsung dihantam dengan makanan tinggi kalori.
Untuk menghindarkan anak-anak dari PJK bila kelak dewasa, lakukan pencegahan sejak dini dengan membiasakan mereka mengonsumsi makanan seimbang. Jelas sekali bahwa pola makan masa kecil akan berpengaruh pada kondisi kesehatan saat dewasa nanti. Makanan berlemak tinggi dibatasi dan diimbangi dengan sayuran dan buah-buahan.
Idealnya, konsumsi makanan kita mengandung lemak di bawah 30%, karbohidrat 50 - 60%, dan protein 20%. Jangan mengonsumsi makanan berkolesterol di atas 300 mg per hari.
TIDUR SIANG BISA MENGURANGI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
Para ahli mengungkapkan tidur siang membantu orang untuk rileks dan mengurangi tingkat stres mereka. Bahkan gangguan jantung lebih kecil ditemukan di negara yang rutin tidur siang, meski sejumlah studi menunjukkan hasil yang berbeda.
Riset yang dilakukan di Yunani ini dilakukan pada 23.681 pria dan wanita dalam rentang usia 20 sampai 86 tahun. Para partisipan memiliki catatan kesehatan yang baik, tanpa sejarah menderita penyakit jantung dan penyakit akut lainnya.
Dalam studi selama enam tahun tersebut, partisipan diminta keterangan tentang jam tidur siang mereka, pola makan mereka dan aktivitas fisik yang rutin mereka lakukan. Hasilnya, para peneliti menyatakan mereka yang tidur siang memiliki resiko lebih rendah menderita gangguan jantung sebanyak 34 persen dibanding mereka yang tak tidur siang. Sementara mereka yang tidur siang lebih dari 30 menit selama tiga atau lebih dalam setiap minggunya memiliki catatan 37 persen lebih rendah terkena gangguan jantung.
Tidur Siang Pada Pekerja
Tidur siang juga menurunkan resiko gangguan jantung pada para pekerja, di mana sekitar 64 persen mengalami penurunan resiko jantung yang beresiko pada kematian. Sementara pada pria pengangguran, tercatat hanya sekitar 36 persen. Dalam studi ini tidak begitu banyak dijumpai perbandingan tingkat kematian pada wanita.
"Tidur siang dan gangguan pembuluh darah memiliki hubungan yang cukup berarti. Fenomana ini dijumpai pada negara yang mayoritas populasinya menjalani rutinitas tidur siang secara berkala, dan hasilnya tingkat kematian karena gangguan pembuluh darah sangat rendah," papar pemimpin penelitian Dr. Dimitrios Trichopoulos, dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir dari BBC, Senin (12/02/07).
Trichopoulos juga menambahkan meskipun berbagai studi tentang tidur siang kerap dilakukan dengan hasil yang berbeda. Namun, ada poin penting yang bisa ditarik dari studi ini, yakni: kita jadi mengetahui batas kesehatan dan kemampuan seseorang untuk mengontrol aktivitas fisiknya.
Hal senada juga dikatakan June Davison, perawat kesehatan dari British Heart Foundation, yang menyatakan tidur siang membantu mengurangi resiko penyaki jantung, terutama pada pria pekerja.
"Tidur siang di tengah-tengah jam istirahat membantu kita untuk rileks dan lepas dari beban sejenak, dan itu sangat berrarti bagi kesehatan kita. Yang harus kita ingat adalah menyeimbangkan istirahat dan aktivitas," kata Davison.
Davison juga menambahkan mereka yang mudah stres karena pekerjaan cenderung sembrono dengan perilaku kesehatan mereka, seperti: merokok berlebihan, mengkonsumsi makanan tak sehat, minum-minuman beralkohol dan bahkan lupa berolahraga. Hal inilah yang semakin meningkatkan resiko gangguan jantung.
Program tidur siang ini sudah dilirik Yarde Metals, perusahaan industri aluminium dan besi ini memiliki sebuah ruang khusus tidur siang untuk pekerjanya di kantor mereka, di Southington, Connecticut. Ruang tidur siang ini dilengkapi dua sofa kulit, bantal lembut, penerangan remang-remang dan sebuah jam weker.
"Meski hanya tidur sejenak, namun saya bisa kembali mengumpulkan energi dan membuat tubuh bugar. Saya rasa tidur siang harus mulai dibiasakan dalam rutinitas pekerjaan kita," jelas Mark Ekenbarger, insinyur Perusahaan Yarde Metals, yang menderita pembesaraan arteri dan harus rutin menjalani tidur siang atas nasihat dokter jantungnya.
"Tidur siang sendiri bukan sebuah kebiasaan di Amerika, karena tidur siang sama dengan kemalasan di dunia bisnis yang bermobilitas tinggi. Namun saat ini beberapa kantor di Amerika mulai memberikan waktu untuk tidur sejenak selama 30-40 menit saat istirahat siang. Hasilnya, mereka yang memanfaatkan tidur siang menjadi lebih produktif," jelas Bill Anthony, psikologis Universitas Boston dan pengarang "The Art of Napping at Work."
Langganan:
Postingan (Atom)
