Tampilkan postingan dengan label Jaringan Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil

Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil - Daun Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang membungkus batang, serta urat daunnya sejajar. Struktur daun Monokotil dapat Anda amati pada Gambar 1.
Struktur jaringan daun dan urat daun monokotil
Gambar 1. Struktur jaringan daun dan urat daun monokotil
Adapun macam, letak, fungsi, dan ciri-ciri jaringan penyusun daun Monokotil, dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jaringan Penyusun Daun Monocotyledoneae Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya


Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri-ciri
a)
Epidermis dan kutikula
Lapisan permukaan atas dan bawah daun.
Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan.
Mencegah penguapan air melalui permukaan daun.
Terdiri dari satu sel dengan penebal-an dari zat kutin.
b)
Berderet di antara urat daun.
Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara.
Mulut daun dengan dua sel penutup.
c)
Mesofil
Pada cekungan di antara urat daun.

Membuat zat makanan melalui fotosintesis.
Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya seragam kecuali mesofil berkas pengangkut lebih besar, kloroplasnya lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.
d)
Urat daun
Pada helai daun.
Sejajar.

Anda sekarang sudah mengetahui Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil

Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil - Bentuk daun Dikotil bermacam-macam, bertangkai daun, dan urat daunnya menyirip atau menjari. Struktur daun Dikotil dapat Anda amati pada Gambar 1.
Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan dikotil
Gambar 1. Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan dikotil
Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.


Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri-Ciri
a)
Menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun.
  • Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan.
  • Menjaga bentuk daun agar tetap.

Terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet).
b)
Kutikula
Melapisi permukaan atas dan bawah daun.
Zat kutin pada kutikula mencegah penguapan air melalui permukaan daun.
Penebalan dari zat kutin.
c)
Melapisi permukaan atas dan bawah daun.
  • Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara. 
  • Sel penjaga sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata.

Mulut daun pada epidermis dengan dua sel penutup.
d)
Rambut dan kelenjar
Permukaan atas dan bawah daun.
Alat pengeluaran.
Alat tambahan pada epidermis.
e)
Mesofil
Di antara lapisan epidermis atas dan bawah.
Tempat berlangsungnya fotosintesis.
  • Terdiri dari sel parenkim, banyak ruang antarsel.
  • Kebanyakan berdiferensiasi menjadi palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan bunga karang).
  • Sel-sel jaringan tiang berbentuk silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil.
  • Sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur, bercabang-cabang dan berisi kloroplas, susunannya renggang.

f)
Urat daun
Pada helai daun.
Menyirip atau menjari.

Anda sekarang sudah mengetahui Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil

Struktur Jaringan Penyusun Batang Monokotil - Perhatikan struktur batang Monocotyledoneae pada Gambar 1. berikut.

Batang Monokotil muda
Gambar 1. Batang Monokotil muda.
Batang Monokotil tua
Gambar 2. Batang Monokotil tua

Bandingkan struktur batang dikotil dengan monokotil. Apakah perbedaannya? Coba diskusikan dengan teman sebangku Anda.

Adapun letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Monocotyledoneae dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jaringan Penyusun Batang Monocotyledoneae Beserta Letak dan Fungsinya

No.
Jaringan
Letak
Fungsi
a.
Epidermis
Bagian terluar batang.
Perlindungan terhadap kehilangan air.
b.
Meristem dasar
Seluruh jaringan yang berada di bagian dalam epidermis.
Pada tumbuhan Monokotil belum begitu jelas.
c.
Berkas pembuluh
Tersebar pada meristem dasar dan dilindungi sarung berkas pengangkut.
Xilem dan floem berfungsi seperti pada tumbuhan Dikotil.

Secara morfologi terdapat perbedaan yang jelas antara batang tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Tumbuhan Dikotil pada umumnya mempunyai batang yang bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil serta dapat mempunyai percabangan atau tidak. Sebaliknya, batang tumbuhan Monokotil umumnya mempunyai ukuran yang relatif sama dari pangkal sampai ke ujung batang.

Anda sekarang sudah mengetahui Batang Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil

Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil - Jaringan penyusun batang Dikotil, yaitu epidermis, korteks, endodermis, empulur, kambium, floem, xilem, dan jari-jari empulur. Perhatikan potongan melintang batang Dikotil pada Gambar 1 dan 2. 
struktur Batang Dikotil muda
Gambar 1. Struktur Batang Dikotil muda

Struktur Batang Dikotil tua
Gambar 2. Struktur Batang Dikotil tua
Adapun letak dan fungsi tiap-tiap jaringan penyusun batang Dikotil dijelaskan dalam Tabel 1. berikut.

Tabel 1. Jaringan-Jaringan Penyusun Batang Dikotil Beserta Letak dan Fungsinya

Jaringan
Letak
Fungsi
Epidermis
Bagian terluar batang.
Zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlampau banyak.
Korteks
Di antara lapisan endodermis.
Sel-sel kolenkim sebagai jaringan penunjang. Sel-sel parenkim sebagai jaringan dasar, pengisi, dan penyimpan zat.
Stele – Perisikel
Sebelah dalam lapisan endodermis. Menyelubungi berkas pembuluh batang.
Memberi kekuatan pada batang.
Berkas pembuluh
Bagian perisikel dalam
Pengangkutan zat.
(1) floem
Bagian luar ber-kas pembuluh atau di bagian luar kambium.
Mengangkut zat makanan yang dibuat di daun menuju ke seluruh tubuh.
(2) xilem
Bagian dalam berkas pembuluh atau di bagian dalam kambium.
Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun.
(3) kambium
Di antara berkas pembuluh xilem dan floem.
Ke dalam membentuk jaringan xilem dan ke luar membentuk jaringan floem.

Struktur batang Dikotil berbeda dengan batang Monokotil, karena terdapat jaringan kambium pada batang Dikotil. Berdasarkan letaknya, kambium ada dua tipe sebagai berikut.
  1. Kambium vaskular, kambium terletak di antara berkas pengangkut dan parenkim.
  2. Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.
Khusus pada batang Dikotil terjadi pertumbuhan batang sekunder. Pertumbuhan batang atau lingkaran sekunder adalah pertambahan besar batang yang disebabkan oleh pertambahan jaringan sekunder pada jaringan primer atau jaringan mula-mula. Pertumbuhan batang sekunder merupakan aktivitas kambium. Oleh karena itu, jaringan kambium sering disebut titik tumbuh sekunder.

Apabila cadangan makanan cukup banyak, misalnya pada musim penghujan, sel-sel kambium membelah membentuk sel-sel baru. Pada musim kemarau atau makanan cadangan berkurang, sel-sel kambium tidak membelah sehingga tidak ada penambahan xilem dan floem.

Aktivitas kambium menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun (annual ring), yaitu lingkaran atau lapisan yang menunjukkan kambium melakukan pembelahan dan pada saat kambium tidak melakukan kegiatan. Lingkaran tahun berbentuk lapisan melingkar berselang-seling berupa garis dan berguna untuk memperkirakan umur pohon. Perhatikan Gambar 3.

Lingkaran tahun batang
Gambar 3. Lingkaran tahun batang
Pembentukan sel-sel baru pada kambium menyebabkan sel-sel korteks terdesak ke arah epidermis sehingga lapisan epidermis menjadi sobek-sobek. Lapisan korteks yang terdesak membentuk lapisan sel meristematik atau sel yang selalu membelah dan disebut kambium gabus (felogen). Kambium gabus menghasilkan dua tipe sel, yaitu ke arah luar membentuk jaringan gabus (felem) dan ke arah dalam membentuk jaringan feloderm.

Jaringan gabus terdiri atas sel-sel mati yang dilapisi suberin (zat gabus) dan bersifat tidak tembus air maupun udara sehingga dapat berfungsi untuk melindungi lapisan yang ada di dalamnya. Lapisan feloderm adalah sel-sel hidup yang terdiri atas sel-sel parenkim. Adanya jaringan gabus menyebabkan udara tidak leluasa masuk ke dalam bagian sel hidup di bagian dalam. Namun, di antara jaringan gabus terdapat lentisel, yaitu celah sebagai jalan masuk dan keluarnya udara ke sel-sel hidup di sebelah dalam jaringan gabus. Perhatikan Gambar 4.

Lentisel
Gambar 4. Lentisel
Anda sekarang sudah mengetahui Batang Dikotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Struktur Jaringan Penyusun Akar Monokotil

Struktur Jaringan Penyusun Akar Monokotil - Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monokotil sebagai berikut.
  1. Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar tanaman Dikotil.
  2. Fungsi xilem dan floem sama seperti pada tanaman Dikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium.
  3. Empulur, terletak di bagian tengah serta dikelilingi xilem dan floem yang berselang-seling.
Perhatikan Gambar 1. agar Anda lebih mengenal struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monokotil.
Penampang melintang akar tanaman Monokotil
Gambar 1. Penampang melintang akar tanaman Monokotil
Anda sekarang sudah mengetahui Akar Monokotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dikotil

Struktur Jaringan Penyusun Akar Dikotil - Akar tumbuhan Dikotil tersusun oleh bermacam-macam jaringan dengan fungsi tertentu. Macam jaringan pada akar Dikotil  letak, dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 2.1 berikut.

Tabel 2.1. Jaringan Penyusun Akar Dikotil Beserta Letak dan Fungsinya


Jaringan
Letak
Fungsi
a.
Epidermis atau eksodermis
Bagian terluar akar.
Jalan masuk air dan garam mineral.
b.
Korteks
Daerah di sebelah dalam epidermis.
Cadangan makanan.
c.
Endodermis
Lapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel.
Mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh. Menyimpan zat makanan.
d.
Perisikel
Sebelah dalam lapisan endodermis.
Membentuk cabang akar dan kambium gabus.
e.
Xilem
Bagian tengah akar.
Mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
f.
Floem
Di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem.
Mengangkut zat makanan yang dibuat daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
g.
Empulur
Bagian tengah. Di antara bangunan bentuk bintang di dalam xilem.
Menyimpan cadangan. makanan

Adapun struktur akar tumbuhan Dikotil terlihat seperti gambar di bawah ini.
Penampang melintang akar tanaman dikotil
Gambar 1. Penampang melintang akar tanaman dikotil
Perhatikan Gambar 1. Xilem dan floem pada tumbuhan Dikotil tersusun radial atau membentuk jari-jari. Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah dalam membentuk unsur kayu.

Anda sekarang sudah mengetahui Struktur Akar Dikotil. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sabtu, 01 Desember 2012

Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan


Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan - Trikomata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, tonjolan, dan lain-lain. Trikomata terdapat hampir pada semua organ tumbuhan. Terkadang trikomata berbentuk pendek yang tampak berupa penonjolan-penonjolan (seperti bukit-bukit kecil) pada permukaan epidermis. Perhatikan Gambar 1. Trikomata seperti ini disebut papilla. Papilla merupakan alat sekresi yang mengeluarkan semacam lendir. Papilla yang tidak mengeluarkan sejenis lendir, tetapi hanya mengeluarkan air disebut papullae. Trikomata mempunyai fungsi sebagai berikut. (Baca : Jaringan Epidermis Tumbuhan)
Letak trikomata di lapisan epidermis
Gambar 1. Letak trikomata di lapisan epidermis.
  1. Memperbesar fungsi epidermis sebagai jaringan pelindung terutama mencegah penguapan yang berlebihan. Misalnya trikomata pada daun, tulang daun, dan batang.
  2. Sebagai alat pengisap air dan garam-garam tanah, misalnya bulu akar.
  3. Membantu penyebaran biji dan memungkinkan biji-biji itu tumbuh.
  4. Melindungi tumbuhan dari gangguan luar. Misalnya rambut-rambut penyengat (pneumatokist).
  5. Sebagai alat penerus rangsang yang datang dari luar. Misalnya trikomata pada daun tembikar.
  6. Sebagai alat sekresi.
Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekret, trikomata dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

1. Trikomata yang tidak menghasilkan sekret (trikomata nonglandular). Beberapa macam trikomata nonglandular sebagai berikut.

(a) Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, contohnya pada Lauraceae dan Moraceae.
(b) Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, contohnya pada daun durian (Durio zibetinus).
(c) Rambut bercabang dan bersel banyak, contohnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus).

2. Trikomata yang menghasilkan sekret (trikomata glandular). Trikomata pada daun tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan trikomata glandular yang sederhana, memiliki tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak. Pada tumbuhan sering dijumpai berbagai macam trikomata glandular, yaitu sebagai berikut.

(a) Trikomata hidatoda, terdiri dari sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan larutan. Misalnya pada keluarga keladi (Araceae).
(b) Kelenjar garam, terdiri dari sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek, misalnya pada tumbuhan bakau.
(c) Kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel, misalnya pada tanaman pisang.
(d) Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantung dan ujung runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal. Misalnya pada rambut sengat kemaduh (Laportea stimulans).

Anda sekarang sudah mengetahui Struktur dan Fungsi Trikomata pada Tumbuhan.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.