Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Reproduksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Reproduksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

Kehamilan Tidak Diinginkan



kehamilan tidak diinginkanKehamilan  Yang Tidak Diinginkan - Kehamilan bagi sebagian orang merupakan anugerah dan sangat didambakan, karena mereka percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan. Dengan hamil mereka dapat meneruskan keturunannya. Disisi lain kehamilan merupakan malapetaka dan tidak diinginkan. Hal ini dikarenakan wanita belum siap atau tidak menginginkan kehamilan tersebut. Kebanyakan terjadi di kalangan remaja . Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya suatu kehamilan yang  tidak diinginkan.

Kehamilan tidak diinginkan  adalah suatu kondisi dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) tidak menginginkan terjadinya kelahiran sebagai akibat kehamilan. Terjadinya kehamilan disini dapat diakibatkan oleh perilaku atau hubungan seksual
yang disengaja maupun tidak disengaja seperti perkosaan. Banyak kejadian yang menunjukkan orang yang tidak bertanggung jawab atas kejadian ini.

WHO pada tahun 2000 memperkirakan 2/3 kehamlan didunia merupakan  Kehamilan tidak diinginkan yaitu sekitar 50 juta /tahun. Di Indonesia sendiri diperkirakan sekitar 1 juta perempuan mengalami  Kehamilan tidak diinginkan tiap tahunnya. Kejadian ini dapat menimpa pasangan yang belum menikah ataupun yang sudah menikah. Bagi yang belum menikah beberapa pasangan bertanggung jawab dengan melakukan pernikahan, sedangkan beberapa yang lain melakukan aborsi atau pengguguran kandungan. Aborsi sebagian besar adalah aborsi criminal. Kadang-kadang aborsi dilakukan tidak dengan cara aman sehingga dapat mengakibatkan dampak-dampak tertentu.


kehamilan tidak diinginkanKehamilan  tidak diinginkan bagi pasangan yang belum menikah dan keluarganya merupakan sebuah aib terutama bagi masyarakat peradaban timur seperti Indonesia.  Bagi mereka ini adalah sebuah dilemma. Disatu sisi kalau dipertahankan maka harus membuang rasa malu. Kalau diteruskan tentunya harus ada yang “bertanggung jawab” terhadap calon bayi tersebut agar mempunyai ayah. Disamping itu juga harus mempertimbangkan pendidikan si calon ibu dan bagaimana dengan risiko yang akan dihadapi saat bersalin. Disis lain kalau digugurkan maka akan melanggar Undang-undang serta norma dan ajaran agama. Kebanyakan mereka melakukan aborsi pada tenaga dukun, dikarenakan rasa malu dan pihak laki-laki tidak mau bertanggung jawab.

Penyebab Kehamilan tidak diinginkan

Banyak faktor yang menyebabkan  Kehamilan tidak diinginkan antara lain :

  1. Penundaan dan meningkatnya usia kawin serta semakin mudanya umur saat menarch (menstruasi pertama kali ). Hal ini menyebabkan semaki jauhnya jarak saat menstruasi sampai dengan menikah, “masa rawan”semakin meningkat. Terbukti adanya meningkatnya kehamilan diluar nikah.  
  2. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi serta perilaku seksual yang menyebabkan kehamilan.  
  3. Tidak menggunakan alat kontrasepsi terutama bagi wanita yang sudah menikah.  
  4. Kegagalan alat kontrasepsi  
  5. Kehamilan tersebut diakibatkan oleh pemerkosaan 
  6. Kondisi ibu yang tidak mengijinkan atau menderita penyakit-penyakit tertentu  
  7. Pertimbangan ekonomi, tidak memiliki biaya untuk melahirkan dan membesarkan anak.  
  8. Alasan karir atau sekolah karena kehamilan dianggap menghalangi karir atau pendidikan di sekolah.  
  9. Kehamilan karena incest atau masih ada pertalian darah  
  10. Kondisi bayi yang dikandung cacat atau jenis kelaminnya tidak sesuai keinginan.


Aborsi  dan Masalahnya


Sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akan menyelesaikannya dengan aborsi atau pengguguran kandungan. Sebagian besar mereka yang menggugurkan kehamilan tersebut dengan cara – cara tradisional yang tidak aman. Aborsi cara tradisional mempunyai resiko tinggi seperti infeksi rahim, kemandulan, infeksi dan perdarahan hingga kematian. Selain itu aborsi kriminal tersebut  bertentangan dengan Undang – Undang Kesehatan serta hukum-hukum yang berlaku di Indonesia dimana tidak ada satupun yang melegalkan aborsi tanpa indikasi medis.

Risiko Kehamilan pada Remaja



Kehamilan pada usia remaja, apalagi disebabkan oleh hubungan seks pranikah dapat menjadi trauma kejiwaan terhadap remaja putrid, terutama bagi yang mengalami pertama kali. Hal ini dikarenakan perkembangan kejiwaannya belum stabil.

Risiko kehamilan pada remaja ditinjau dari aspek kesehatan antara lain dapat mengakibatkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan kematian perinatal. Sedangkan bagi ibu dapat menyebabkan terjadinya abortus, perdarahan, persalinan sulit dan lain-lain. Remaja yang hamil amat berisiko menderita keracunan kehamilan (preeklapsia dan eklampsia), disproporsi kepala bayi dengan tulang-tulang jalan lahir oleh karena tulang-tulang panggulnya belum tumbuh dengan sempurna. Remaja yang hamil juga kurang pengawasan selama kehamilan dan persalinan, akibatnya sering terjadi kekurangan nutrisi pada remaja tersebut maupun janin yang dikandungnya. Sedangkan dari aspek sosial Kehamilan tidak diinginkan  dapat mengakibatkan remaja tersebut menarik diri dari pergaulan sosial, dari sekolah, keluarga, lingkungan dan masyarakat serta terjadi kecemasan terhadap kehamilannya.

Pencegahan Kehamilan tidak diinginkan


Pencegahan Kehamilan yang Tidak Diinginkan antara lain melalui beberapa yaitu :
  1. Cara yang paling efektif adalah tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
  2. Mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga, seni dan kegiatan keagamaan
  3. Hindari perbuatan yang dapat menyebabkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangan maupun menonton video porno
  4. Memperoleh informasi tentang manfaat dan menggunakan alat kontrasepsi, cara menggunakannya serta kemungkinan kegagalannya
  5. Pada pasangan yang telah menikah sebaiknya memakai kontrasepsi yang aman seperti suntikan, sterilisasi, IUD dan implant.


Penanganan Kasus Kehamilan tidak diinginkan  


Diperlukan penanganan ekstra sabar dan bersahabat pada remaja. Alternatif yang biasanya digunakan menyelesaikan kehamilan tidak diinginkan antara lain dengan menyelesaikan secara kekeluargaan, pasangan tersebut segera menikah

 






Jumat, 19 Oktober 2012

Payudara sebagai Organ Seks Sekunder

PayudaraPayudara sebagai Organ Seks Sekunder - Setelah mengalami pubertas, maka akan terjadi perubahan besar pada Sistem Reproduksi kita. Perubahan tersebut ada yang dapat dilihat dari luar, misalnya payudara yang makin besar pada remaja perempuan. Remaja perempuan bisa merasa bangga dan berdebar-debar karena membesarnya payudara atau bahkan merasa minder. Kedua perasaan ini normal adanya. Pembesaran payudara ini beragam kecepatannya pada remaja perempuan, ada yang tumbuh dengan cepat ada yang lebih lambat.


Fungsi utama dari payudara adalah untuk menghasilkan susu bagi bayi. Payudara terdiri atas jaringan lemak dan kelenjar susu beserta salurannya. Saat wanit a hamil payudara membesar akibat
bertambahnya kelenjar susu sebagai persiapan untuk kelahiran bayi. Pada saat melahirkan kelenjar-kelenjar susu itu akan menghasilkan susu dan saluran susu menghantarkannya ke putting untuk dihisap oleh bayi. Paudara tidak dilengkapi dengan otot sehingga payudara tidak bisa diperbesar dengan latihan. Otot hanya terdapat di lapisan bawah pada dinding dada.

Ukuran dan Bentuk Payudara


Ukuran payudara sendiri bervariasi pada setiap perempuan, ini ditentukan oleh factor keturunan. Disamping itu payudara yang besar juga dimiliki oleh perempuan yang berbadan gemuk. Payudara tumbuh dalam lima (5) tahap. Tahap-Tahap tersebut antara lain :

Tahap 1 : Dada masih tampak rata, hanya putting susu yang menonjol

Tahap 2 : terjadi saat usia 8-12 tahun. Pada tahap ini mulai tumbuh kuncup payudara, tumpukan jaringan yang berkembang di putting susu. Ini adalah petanda pertama tumbuhnya payudara. Pertama kali rasanya memang tidak nyaman.

Tahap 3 : Payudara terus berkembang. Putting susu semakain besar dan gelap. Pada saat ini biasanya waktu mulai memakai BH

Tahap 4 : Pada saat ini putting susu membentuk tumpukan lain yang terpisah dari payudara. Pada tahap ini payudara juga menjadi semakin besar.

Tahap 5 : Payudara telah mencapi ukuran final.
Wanita akan melalui kelima tahapan tersebut. Ada juga yang melompati satu tahapan dan itu tetap tergolong normal.

Seringkali perempuan mengeluh payudaranya tidak sempurna atupun bentuknya tidak bagus. Anggapan itu tidaklah benar. Tidak ada payudara yang sempurna. Setiap payudara wanita itu unik. Sebaiknya harus diterima apa adanya dan harus disyukuri walaupu merasakan payudara kalian lebih kecil atau lebih besar dari yang seharusnya ataupun bentuknya yang menurut kalian tidak bagus. Sadarilah bahwa fungsi utama payudara itu adalah untuk memproduksi air susu. Besar kecilnya, bagus tidaknya bentuknya tidak mengurangikemampuan menyusui. Tidak ada krim ataupun obat untuk memperbesar ukuran payudara.
Perlu dipahami juga disini bahwa ukuran payudara kanan dan kiri kadang-kadang tidaklah sama dan ini juga sering membuat remaja perempuan khawatir. Hal itu adalah wajar karena sebagian perempuan salah satu payudaranya berkembang cepat, kemudian payudara yang satu menyusuk belakangan. Tetapi ada juga yang tidak demikian sehingga ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama. Biasanya hal itu tidak nampak, tetapi ada juga yang mencolok. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, belum tentu orang lain menyadarinya. Atau agar tidak khawatir gunakanlah busa BH pada bagiabn yang lebih kecil sehingga kelihatan seimbang.
Kadang-kadang pada payudara kita lihat seperti garis putih atau ungu di kulit, biasanya kelihatan pada payudara perempuan yang tumbuhnya lebih cepat. Garis-garis ini adalah garis peregangan kulit yang muncul akibat kulit meregang karena pertumbuhan payudara yang cepat. Garis-garis ini akan menghilang seiring waktu.

Putting Susu


Putting susu saat pubertas warnanya akan bertambah gelap dan membesar. Putting susu akan terlihat dua bagian yaitu putting susu yang sesungguhnya berupa tonjolan di tengah dan lingkaran kulit berwarna gelap yang mengelilingi putting susu yang disebut aerola

Ukuran dan warna putting susu juga bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang merah muda, cokelat bahkan cokelat kehitaman. Warna putting susu tergantung kulit. Putting susu ada yang menonjol dan ada juga yang terbalik. Putting susu terbalik artinya putting susu tidak muncul tetapi masuk ke dalam. Biasanya akan normal saat pubertas. Ada juga yang terus terbalik, dan ini normal adanya hanya saja proses menyusui jadi lebih susah.

Kadang-kadang putting susu juga ditumbuhi rambut, dan ini normal. Tidak usah dicabut karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

Menjaga Kesehatan Payudara


Sebagai remaja sebelum berusia 18 tahun payudara tidak perlu diapa-apakan. Saat berumur 18 tahun mulai melakukan SADARI, Periksa Payudara Mandiri. Mengenai artikel ini akan dibahas lebih lanjut. Kadang-kadang dijumpai adanya benjolan di payudara ataupun keluar nanah dari putting, ini harus disadari secepatnya dan segera periksakan ke dokter.

Minggu, 07 Oktober 2012

Usia Terbaik untuk Hamil



usia terbaik mulai hamil
Usia Terbaik untuk Hamil – Hamil adalah proses dimana seorang wanita mengandung janin  selama kurang lebih sembilan bulan di dalam rahimnya sampai janin tersebut siap untuk dilahirkan. Dalam rahim selama proses mengandung tersebut janin tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sempurna. Untuk lebih jelasnya baca artikel Kehamilan dan Proses Terjadinya.  Kehamilan merupakan kodrat seorang wanita. Wanitalah yang akan melahirkan keturunan, keturunan yang akan meneruskan keberlangsungan keluarga kita. Oleh karenanya menjadi penting untuk menentukan waktu terbaik untuk hamil, agar keturunan yang akan dihasilkan sehat serta ibu yang melahirkan juga sehat dan tidak mengalami risiko kesehatan yang terlalu berat.


Remaja kadang terjerumus perilaku negatif yaitu seks pranikah, akibatnya sering terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan atau kehamilan diluar nikah. Ini tentu menjadi masalah serius, dimana remaja karena usia yang masih muda belum memiliki kesiapan untuk berkeluarga baik dari segi ekonomi dimana remaja belum berpenghasilan, masih tergantung kepada orang tua dan belum mampu menghidupi keluarganya. Kemudian dari segi mental, remaja belumlah siap secara psikologis untuk menjadi orang tua bagi anaknya dimana mereka masih labil dan belum memiliki rasa tanggung jawab. Akibatnya sering terjadi aborsi kriminal yang sangat berbahaya bagi remaja perempuan yang melakukannya seperti dapat menyebabkan pendarahan, infeksi sampai kematian bila aborsi dilakukan tidak secara medis.

Kehamilan pada usia dini juga dapat menyebabkan risiko saat hamil dan persalinan, misalnya janin yang dikandung mengalami pertumbuhan kurang optimal, kekurangan zat gizi dan saat persalinan sering terjadi persalinan macet, pendarahan dan komplikasi persalinan yang lainnya.  

Oleh karenanya menjadi penting untuk menentukan waktu yang baik untuk hamil. Secara fisik dan emosional wanita paling siap untuk hamil adalah pada rentang usia 20 tahun sampai 35 tahun,  paling baik dalam rentang usia 25 tahun sampai 30 tahun. Pada saat ini alat-alat reproduksi sudah berkembang secara optimal dan sudah siap untuk hamil dan melahirkan. Disamping itu secara psikologis wanita sudah dewasa dan sudah matang secara mental. Pada rentang usia ini komplikasi kehamilan dan persalinan juga lebih minimal. Sedangkan kalau kehamilan itu pada usia di atas 35 tahun juga sangat berisiko terjadi komplikasi yang berat.

Penting bagi remaja untuk menghindari seks pranikah yang kadang –kadang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan dan pernikahan usia dini disamping juga untuk mengindari penularan infeksi menular seksual. Pernikahan pada usia dini oleh karena kehamilan yang tidak diinginkan tidak didukung kesiapan remaja secara ekonomi, sosial dan psikologis untuk berperan sebagai orang tua bagi anak-anak mereka, akibatnya keturunan yang dihasilkan juga kurang berkualitas. Perencanaan waktu yang tepat untuk hamil yang tentunya didahului oleh pernikahan terencana dengan kesiapan dari berbagai aspek sangat penting untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas. Sedangkan waktu yang tepat untuk hamil bagi perempuan adalah pada usia 20-35 tahun, tentunya harus didahului oleh pernikahan sah dengan seorang pria.

Cara Menentukan Masa Subur



menentukan usia suburCara Menentukan masa subur – Pada setiap wanita yang sudah matang secara seksual yaitu wanita yang sudah mengalami pubertas ditandai dengan perkembangan organ kelamin sekunder serta berkembangnya alat reproduksi dan siap menghasilkan keturunan, maka setiap bulan akan mengalami ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi menuju ke tuba faloppi. Ovulasi ini terjadi pada hari ke- 14 + 1 setelah menstruasi terakhir. Inilah yang dipakai patokan untuk menentukan masa subur.


Masa subur adalah periode bulanan diantara dua periode menstruasi , masa dimana terjadi ovulasi dan apabila pada masa ini melakukan hubungan seksual maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan. Dasar perhitungan masa subur memakai patokan bahwa ovulasi terjadi pada hari ke 13 – 15 sejak hari pertama menstruasi terakhir serta asumsi bahwa sel telur dapat bertahan hidup di selama 2-3 hari serta sperma yang dapat bertahan selama 24 jam.

Cara menghitung masa subur adalah : Pertama catatlah berapa lama siklus haid yang terpendek dan terpanjang (misalnya yang terpendek 25 hari dan terpanjang 31 hari ) Kemudian tentukan periode hari subur pertama dengan cara mengurangi siklus haid terpendek dengan 18. Jadi 25-18 = 7, maka hari ke-7 setelah awal haid adalah masa subur. Untuk menentukan masa subur terakhir adalah siklus haid terpanjang dikurangi 11. Jadi 31-11=20, mulai hari ke-7 sampai hari ke-20 dihitung dari hari pertama haid adalah masa subur.

Dengan mengetahui Cara Menghitung Masa Subur, remaja diharapkan memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang dapat dipakai pegangan saat memasuki kehidupan perkawinan untuk perencanaan keturunan.

Rabu, 26 September 2012

Kehamilan dan Proses terjadinya


kehamilanKehamilan dan Proses terjadinya - Salah satu tujuan mahluk hidup dalam hal ini manusia untuk bereproduksi adalah menghasilkan keturunan dan menjaga kelestarianya. Cara perkembangbiakan mahluk hidup pun beragam. Manusia sendiri termasuk salah satu mamalia yaitu mahluk hidup yang berkembang biak dengan beranak dan menyusui. Sedangkan kehamilan merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum beranak. Hamil atau kehamilan pada manusia berlangsung selama 40 minggu atau sekitar sembilan bulan lebih sedikit. Kehamilan adalah proses berkembangnya janin di dalam rahim agar bisa hidup di lingkungan luar setelah lahir.

Saat manusia memasuki masa remaja yang ditandai dengan pubertas, maka akan terjadi proses pematangan seksual yang dicirikan oleh berkembangnya organ reproduksi serta  berkembangnya organ kelamin sekunder. Untuk lebih jelasnya baca artikel Pubertas. Dengan telah matangnya organ reproduksi maka tubuh sudah siap melakukan reproduksi, laki-laki sudah siap membuahi sedangkan perempuan juga sudah siap untuk hamil dan melahirkan.


Kehamilan adalah proses dikandungnya janin dalam rahim perempuan, diawali oleh proses pembuahan sampai dengan melahirkan, yang biasanya berlangsung selama 40 minggu. Dalam rahim atau kandungan janin tumbuh dan berkembang agar siap hidup di lingkungan luar rahim. Remaja khususnya remaja perempuan perlu mengetahui  proses kehamilan agar menambah wawasan tentang proses-proses yang akan mereka lalui khususnya yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Dalam artikel ini akan kita bicarakan mengenai proses kehamilan itu sendiri sejak masa pembuahan sampai proses kelahiran.

Pembuahan

Pada perempuan setiap bulan terjadi pelepasan sel telur yang telah matang  dan siap dibuahi dari indung telur (ovarium) ke saluran tuba faloppi  yang dikenal dengan proses ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi pada hari ke- 14 + 1 hari dari hari pertama menstruasi terakhir.  Sel telur atau ovum yang telah matang itu kemudian disalurkan menuju tuba faloppi untuk persiapan pembuahan. Masa dimana terjadi proses ovulasi dikenal dengan istilah masa subur. Baca artikel Mengenal Sistem dan Alat Reproduksi Manusia serta Cara Menentukan Masa Subur.
Pada saat masa subur, bila melakukan hubungan seksual maka sel sperma akan masuk ke rahim dan bertemu sel telur di tuba faloppi dan melakukan pembuahan. Walaupun jumlah sel sperma yang dikeluarkan saat berhubungan seksual berjuta-juta, namun yang membuahi sel telur hanya satu. Pembuahan akan menghasilkan zygot atau bakal janin yang selanjutnya akan menuju rahim atau uterus untuk melakukan implantasi di rahim. 

Implantasi

Zygot atau sel telur yang telah dibuahi kemudian menuju ke rahim untuk selanjutnya menempel di puncak rahim ( fundus uteri ) yang dikenal dengan proses implantasi.  Zygot kemudian mengalami serangkaian pembelahan sel  berkembang menjadi embrio. Selanjutnya embrio akan berkembang sehingga terbentuk organ-organ yang sempurna.

Pekembangan Embrio

Embrio selanjutnya berkembang.  Pada usia kehamilan 16 – 17 minggu terbentuk jantung dan pembuluh darah, pada umur kehamilan 20 minggu terbentuk plasenta atau ari-ari yang berfungsi untuk member nutrisi bagi janin. Pada trimester pertama atau 12 minggu pertama terjadi pembentukan organ-organ, saat ini janin sangat sensitif  dengan pengaruh bahan kimia dan obat-obatan yang kadang-kadang  menyebabkan kecacatan. Janin berkembang dalam rahim atau uterus dibungkus selaput ketuban dan cairan ketuban. Pada umur 36 minggu janin sudah matang dan siap lahir, namun yang paling optimal adalah umur 38 – 40 minggu.

Proses Kelahiran

Pada saat janin sudah matur  dan sudah siap hidup diluar yaitu umur kehamilan 38-40 minggu , tubuh sudah mempersiapkan diri untuk proses kelahiran tersebut. Tanda – tanda awal dari proses persalinan adalah adanya kontraksi rahim secara teratur dan bertambah kuat yang ditandai dengan nyeri perut hilang timbul, disertai keluarnya lendir campur darah dari vagina.  Penolong persalinan yaitu dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan kemajuan proses persalinan seperti memeriksa pembukaan mulut rahim, dan penurunan kepala janin.
Pada pembukaan mulut rahim kira-kira 10 cm disebut pembukaan lengkap dan kepala bayi sudah terlihat, maka janin sudah siap lahir dan penolong persalinan mulai memimpin persalinan.