Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 April 2011
Kerja Lembur Bisa Ganggu Kejiwaan
Jakarta - Apakah Anda termasuk orang yang gila kerja? Atau bobot pekerjaan membuat Anda harus bekerja hingga larut? Tahukah Anda, waktu kerja yang panjang bisa mengganggu kejiwaan.
Sebuah penelitian dilakukan di New York dengan mensurvei 2.200 pekerja pria dan wanita. Mereka diteliti mengenai pekerjaan dan efeknya terhadap kestabilan kejiwaan.
Rata-rata jam kerja dalam seminggu adalah 40 jam. Penelitian tersebut membuktikan, para pekerja yang memiliki jam kerja lebih lama dari standar biasanya mengalami masalah dalam kejiwaannya.
Tak hanya berpengaruh pada menurunnya kinerja, mental para pekerja pun bisa menjadi taruhannya. Seperti yang dikutip dari reuters, Dr. Marianna Virtanen, sang peneliti, mengungkap bahwa waktu kerja yang panjang berpengaruh pada fungsi kognitif seseorang.
Saat hal itu berlangsung lama, maka akan berpengaruh pada kesehatan jiwa para pekerja tersebut. Para pekerja yang memiliki jam kerja 55 jam mengalami penurunan kestabilan yang parah dalam lima tahun.
Untuk itu disarankan kepada para pekerja untuk mengatur pola hidup agar seimbang. Mengejar karir memang sah-sah saja, namun kesehatan dan kebahagiaan juga tak boleh luput dari perhatian.
Kerja Lembur Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
Jakarta - Banyak anggapan yang mengatakan bahwa kerja lembur atau overtime seringkali memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Nampaknya hal tesebut benar adanya, kerja berlebihan bisa merusak kesehatan Anda dalam jangka panjang.
Seperti yang dikutip dari Health, orang yang bekerja rata-rata 11 jam atau lebih dalam sehari memeiliki risiko 67 persen lebih tinggi menderita serangan jantung atau bahkan kematian dibandingkan orang yang bekerja standar, tujuh hingga delapan jam sehari. Menurut sebuah studi terbaru dari Annals of Internal Medicine, mereka yang bekerja antara 10 hingga 11 jam memiliki risiko 45 pesen lebih tinggi.
"Jadwal kerja mungkin seringkali diabaikan dan kurang dimanfaatkan sebagai tanda atau peringatan dini untuk penyakit jantung," ujar Mika Kivimaki, seorang profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University College London.
Lamanya waktu bekerja mungkin tidak secara langsung memberikan dampak negatif pada kesehatan. Menurut para ahli, serangan jantung bisa saja terjadi karena gaya hidup yang salah. Orang yang lembur biasanya cenderung untuk memakan makanan yang tak sehat, tidak aktif akibat duduk terlalu lama untuk mengerjakan pekerjaannya, kurang tidur dan lebih sering stres.
"Seseorang yang bekerja terlalu keras mungkin akan lebih sering memakan makanan cepat saji, camilan yang tidak sehat dan juga tidak aktif. Beberapa hal tersebut bukanlah faktor yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan serangan jantung, "jelas Stephen Kopecky, MD, seorang ahli jantung dan profesor kedokteran di Mayo Clinic.
Namun meningkatnya risiko penyakit jantung pada pekerja lembur juga dipengaruhi jenis pekerjaan mereka. Menurut Kopecky, petani dan pekerja outdoor lainnya bekerja antara 12 jam hingga 14 jam lebih lama, namun mereka cenderung memiliki hidup yang lebih lama atau panjang umur.
Baca juga artikel lain mengenai dampak negatif kerja lembur bagi kesehatan mental seseorang :
Kerja Lembur Bisa Ganggu Kejiwaan
Langganan:
Postingan (Atom)

