Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juni 2010

KISAH RAJA DENGAN 4 ISTRI


Dahulu kala… Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri ke empat dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri ke empat.

Dia juga sangat memuja isteri ke tiga dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ke tiganya ini akan meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri ke dua. Karena isterinya yang ke dua ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua ini karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isteri pertama itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.
Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, ?? Saat ini aku memiliki 4 isteri di sampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri??.

Lalu, bertanyalah ia pada isteri ke empat ??Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku??? “Tidak akan!” balas si isteri ke empat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.
Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ke tiganya,?Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku???
“Tidak!” sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!”

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.
Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri ke dua, Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus di sampingku??

“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!” jawab isteri ke duanya. “Yang bisa aku lakukan,hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.”

Lagi-lagi, jawaban si isteri ke dua bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata: “Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi. Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!”

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai 4 isteri/ suami dalam hidup kita….
Isteri ke empat kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk tubuh kita.

Kemudian Isteri ke tiga kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan isteri ke dua kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya isteri pertama kita adalah jiwa, roh, iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.

ditulis ulang dari cerita
sudharmono dr.
https://ekojuli.wordpress.com


Sabtu, 29 Mei 2010

PENJARA PIKIRAN


Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.


Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita

http://masandry.com/

Jumat, 07 Mei 2010

HIDUP SEPERTI WARUNG MAKAN

Carilah maka kau akan menemukan,
ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu…

Seorang Kakek dan Nenek turun dari sebuah bus antar kota di sebuah terminal. Mereka telah menempuh perjalanan dari perjalanan wisatanya di luar negeri. Setelah turun dari pesawat, Kakek dan Nenek tersebut lalu menumpang bus yang telah mereka naiki ini.

Mereka memang berencana untuk langsung menuju kota dimana anak dan cucunya tinggal. Kakek dan Nenek tersebut ingin membagikan oleh-oleh yang mereka dapat dari liburan panjang di masa tuanya.

Dengan membawa barang bawaannya, mereka lalu berjalan menuju sebuah warung makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

Kakek dan Nenek itu duduk bersandar di kursi kosong di warung. “Uuhh, sampai juga akhirnya..” Kakek itu menghela nafas. “Empat jam di dalam bus membuat kaki tuaku ini terasa kaku.”

Warung makan itu lumayan besar, dengan jumlah kursi sekitar 30-an buah. Terlihat para pelayannya hiruk pikuk membersihkan meja-meja. Warung itu memang cukup ramai, sekitar tiga per empat jumlah kursinya telah terisi oleh orang-orang yang menikmati makan siangnya. Kakek dan Nenek itu dengan sabar menunggu pelayan menghampiri untuk menanyakan apa pesanannya.

Setelah lebih dari 20 menit, ternyata tak ada satu pelayan pun yang menghampiri mereka. Para pelayan selalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Kakek itu lalu memberanikan diri untuk memanggil salah satu pelayan restoran itu.

“mBak, aku mau pesan makanan !” serunya. Dan seruannya itu terdengar oleh salah satu pelayan – yang kemudian datang menghampirinya. Mungkin karena kelelahan, pelayan itu langsung duduk di kursi sebelah depan si kakek itu.

Sambil menyeka keringatnya pelayan itu berkata,
“Wah pak, maaf, di sini warung prasmanan, jadi kalau bapak mau pesan, bapak harus menuju ke meja saji dekat kasir itu”

Pelayan itu lalu melanjutkan,
“Silahkan bapak ambil makanan dan minuman yang bapak suka, kemudian langsung saja bayar di kasir.”

“Oooo begitu..” kata sang kakek. Lalu mereka berdua langsung bergegas menuju meja saji dan melakukan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.

Setelah mengambil dan membayar makanannya kakek dan nenek itu langsung duduk di kursi yang mereka tempati tadi. Si pelayan juga masih berada di situ sambil mengipas-ngipas kepala dengan lap kecilnya.

Sambil mengunyah makanan, si kakek lalu bercerita.
“Tahu tidak, kalau warung makan ini mengingatkanku akan hidup.”

Sang Kakek melanjutkan.
“Kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan, asal kita mampu untuk membayarnya. Kita bisa jadi apa saja yang kita mau asal kita mau membelinya dengan harga yang sebanding, kerja keras dan pantang menyerah hanyalah sebagian harga yang harus kita bayar.”

Sambil mengiris daging di piring dengan sendoknya, Kakek itu berkata.
“Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi sukses, tapi sukses tidak akan datang jika kita hanya menunggu seseorang datang kepada kita. Untuk dapat menikmati kesuksesan – kita harus mau berdiri, berjalan, lalu mengambil kesuksesan itu – kemudian membayarnya … yaah.. tepat seperti di warung prasmanan ini.”

Pelayan itu lalu tersenyum dengan hormat kepada Kakek itu, lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.

(Diadaptasi dari “More Sower’s Seeds” oleh Brian Cavanaugh)

http://www.ceritainspirasi.net

Selasa, 20 April 2010

SOICHIRO HONDA (BERAWAL DARI KEGAGALAN)


Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.

5 Resep keberhasilan Honda:
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

http://www.kisahinspiratif.com

MAU JADI ORANG YANG BERUNTUNG ???


Pernah tidak, kamu melihat teman kamu yang selalu beruntung, sementara kamu selalu saja sial. Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial-bermasalah. Memang Ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Berdasarkan hasil penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial. Keempat faktor tersebut adalah:

1) Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Sebaliknya, kelompok Orang yang sial memiliki perasaan dan sikap yang lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

2) Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3) Selalu berharap kebaikan akan datang..
Orang yang beruntung ternyata selalu bersikap positif terhadap kehidupan. Berprasangka dengan optimis bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

4) Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

5). Selalu berfikir positif
Yang harus diingat pepatah "apa yang kau tanam itulah yang kau tuai...". Jadi kalau selalu berbuat kebaikan, keberuntungan akan selalu memnghampiri..

Jadi, menurut Profesor Richard Wiseman => rahasia orang yang berUntung adalah cukup sederhana. Dikatakannya, hampir semua orang normal juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Apakah sudah Siap mulai menjadi si Untung?
First, Open your Mind, and Enjoy your life……

inspired by...
http://www.kisahinspiratif.com/tips-rahasia-hidup-beruntung.html


Sabtu, 03 April 2010

HACHIKO ( ANJING YANG SETIA)


Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.
Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.


Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing itu ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun – dan sekali lagi – ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.
Beberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja – setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore – hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.

Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini – sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

Cerita ini merupakan cerita klasik di Jepang, yang merupakan kisah nyata. Bahkan film nya sedang di putar di bioskop-bioskop Indonesia. Seorang anjing saja bisa setia dengan tuannya. Bagaimana dengan kita..

inspired by:www.ceritainspirasi.net

Jumat, 19 Maret 2010

KISAH KELEDAI..

Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, “lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan”.

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”

Mereka menuruti nasihat gadis muda itu. Tak lama kemudian sekelompok orang lewat. “Binatang malang…, ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!”

Sampai disini, anak dan ayah itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, “Lihat, manusia keledai memanggul keledai!” sorak mereka.

Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun…
Terkadang apa yang kita lakukan tidak selalu mendapat pandangan positif dari semua orang. Judulnya komentator, setiap sisi kehidupan kita akan selalu dikupas habis layaknya bedah buku atau acara debat. Tapi kita membutuhkan ketegasan dalam menentukan kehidupan yang kita pilih. Karena hidup adalah hari ini, kemarin masa lalu dan besok masih misteri.

inspirasi by: inspirasi2.wordpress.com


Jumat, 26 Februari 2010

WANITA HEBAT


Lovina baru 1 tahun 9 bulan menjalani pernikahan. Tapi waktu yang sekian lama tersebut belum juga menghasilkan buah cinta yang dinanti-nantikan. Lovina kerap bosan mengunjungi klinik kesuburan, tempat yang paling rajin dikunjungi lovina akhir-akhir ini.

Bidan tempat lovina biasa konsultasi kewanitaan menyarankannya untuk mengunjungi dokter ahli infertilitas yang pastinya lebih kompeten di bidangnya. Dalam penantian yang tidak pasti di ruang tunggu, lovina sering mendapati cerita-cerita unik yang pastinya menguras emosi yang tinggi.

Salah satunya widya yang menceritakan perjuangannya mendapatkan buah hati selama 6 tahun perkawinannya.

“ Kami sudah 3 kali proses inseminasi buatan lov, tapi gagal” cerita widya suatu hari.
“Dan dilanjutkan dengan proses bayi tabung, biayanya 70 jt..dan saya hamil!” mata widya berbinar cerah, tampak senyum ceria di wajahnya.

Lovina pun tersenyum antusias, merasa bahagia karena perjuangan panjang ternyata menghasilkan sesuatu.

“selamat widya...” pekik lovina tak tertahan.

“ Tapi gugur di kehamilan 4 minggu, sekarang kami coba bayi tabung ke dua lov..., dan aku yakin kali ini pasti berhasil!, ” kata widya semangat. Senyumnya mengembang dengan mata bernyala-nyala..

Lovina tercekat, ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak tahu apa. Ada perasaan kagum dan kesedihan yang bercampur-aduk di kepala lovina. Lovina menyentuh tangan widya spontan berharap dapat memberi kekuatan. Bagaimana dia bisa bertahan secara mental dan material menghadapi situasi seperti ini.

Ada lagi kisah riska, usianya tidak lagi muda, 2 tahun lagi mendekati 40 tahun. Suatu keadaan yang sangat berisiko untuk hamil dan melahirkan. Riska ingin hanya dipanggi nama, walaupun menurut etika saya harus memanggilnya mbak atau kakak atau ibu bahkan. Maklum usia lovina terpaut 10 tahun lebih muda. Agak susah memang mendapatkan sekelumit pengalamannya untuk mendapatkan buah hati selama 18 tahun perkawinannya. Lovina sering mencari perhatian para pasien di klinik kesuburan tersebut berharap mereka mau berbagi cerita.

“3 bulan lalu saya melahirkan seorang bayi, setelah 17 tahun menanti lov. Saya sudah tidak teringat bahkan tidak menginginkan mendapatkan anak lagi. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, saya hamil..” putus riska. Mata riska tiba-tiba menatap lovina sendu, cepat-cepat riska beralih pandangan.

“ Tapi anak yang saya lahirkan prematur, saya melahirkan di usia kehamilan 28 minggu...” riska tidak sanggup menguraikan apa yang terjadi karena isakan tangisnya tiba-tiba pecah. Lovina memeluk bahu riska lagi-lagi mencoba memberi kekuatan.

Anak yang dilahirkan secara prematur itu lahir ke dunia dengan nafas satu-satu, tapi kelahiran prematur membuat bayi tersebut mengalami ketidaksempurnaan beberapa organ, di tambah lagi bayi mengalami kedinginan yang luar biasa atau istilahnya hipotermi berat. Tanpa menyentuh dan memandang bayi mungilnya, riska merelakan bayi tersebut di rujuk ke rumah sakit yang jaraknya memakan waktu 1 jam. Tetapi bayi menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan sebelum sampai ke rumah sakit. Lovina menyayangkan keterlambatan dalam melakukan rujukan tersebut, seharusnya bidan yang memberikan pertolongan persalinan sudah dapat memprediksi apa yang akan terjadi dengan bayi. Sehingga tidak memaksakan persalinan di rumah. Meski mungkin dengan berbagai alasan. Lovina tidak bisa menggambarkan perasaan sedih dan terlukanya jiwa riska.

Kisah hanni tidak kalah menyayat hati..
“ Sudah 7 tahun kami menikah, saya sudah tiga kali hamil. Hamil yang pertama kata dokter di luar kandungan sehingga harus di operasi. Hamil yang ke dua...usia dua bulan gugur. Hamil yang ke tiga juga gugur...” papar hanni. Tapi wajahnya datar seakan tanpa kesedihan.

Ada pula selli
“ Kami sudah menikah selama 8 tahun, dan sampai sekarang belum juga mempunyai anak...Kami sudah check up masing-masing, tapi memang masalah ada pada saya. Tuba saya keduanya tersumbat dan terus terang kami tidak mempunyai biaya untuk proses selanjutnya...” terang selli.

“ Dan sekarang...apa yang akan selli lakukan?” tanya lovina kemudian.

“ Ntahlah, lagipula kami sudah berpisah....” tuntas selli.

Lovina tercekat. Perkawinan yang harus terpisahkan karena tidak mendapatkan buah hati. Dan selalu pihak wanita yang dipersalahkan. Sebuah keegoisan!!!

Sekian banyak pasangan yang mencari anak, tapi di depan mata sendiri banyak anak yang sudah terlahir ternyata ditelantarkan, disiksa, bahkan dianiaya fisik dan mentalnya.

Lovina tersenyum menatap masa depannya. Kelak pasti Tuhan punya alasan pada masing-masing umatnya.

Jumat, 19 Februari 2010

PENGALAMAN BERHARGA


bid. foka
Pengalaman yang berharga dari salah seorang sahabat...
Saya heran bercampur bingung kenapa sms saya tidak lagi pernah dibalas. Padahal komunikasi melalui sms adalah yang paling efektif untuk merencanakan suatu pertemuan agar tesis yang saya kerjakan dapat segera diperiksa oleh pembimbing saya yang bergelar prof.

Untung saya bertemu dengan mahasiswa S3 suatu hari dalam rangka bersama-sama akan bimbingan, dan beliau yang kita tunggu ternyata tidak datang dan mempunyai satu kesibukan penting yang tentunya tidak bisa ditinggalkan. Saya menyampaikan keluhan saya, dan si S3 tanya dan ingin diperlihatkan isi sms yang saya tujukan buat prof. Rupanya masalahnya terpecahkan..........

Kebiasaan saya kalau sms pakai Assalamualaikum, selalu hanya saya singkat dengan Ass..., atau Askum... Ternyata prof pernah mendiskusikan ini pada si S3, beliau mengatakan "Kenapa ya...kita suka menyingkat bacaan yang semestinya tidak boleh disingkat, kalau disingkat Assalamualaikum menjadi Ass...atau Askum....apakah ada artinya.

itu masalah prinsip "Katanya", kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, bagaimana kita mau menyebarkan kebaikan pada orang lain". Jikalau kita sendiripun tidak menghargai diri kita, orang lain juga pasti tidak akan menghargai kita. Saya bingung dan malu, padahal masalah ini saya anggap biasa saja, bahkan saya cenderung meremehkan ini, ternyata beliau yang pasti sudah banyak makan asam garam kehidupan menganggap ini masalah yang sangat penting.

Saya langsung teringat teman sesama facebooker saya, Hannah namanya..dia tinggal di Boston USA, setiap dia menyapa saya pasti dengan salam yang amat sangat lengkap. Awalnya saya tersenyum..kesannya aneh dan kerajinan. Tapi sekarang saya paham artinya.

Pembelajaran yang berharga buat saya...


Sabtu, 13 Februari 2010

KEKUATAN HARAPAN


Dahulu kala, ada seorang pengusaha yang sangat terkenal di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu-persatu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus berpindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana.

Sang suamipun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itupun harus berganti rupa menjadi sebuah warung makan kecil disebelah pasar. Setelah lama tak terdengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat melayani para pembeli.

Wahai ibu, bagaimana engkau sedemikian kuat? “Harapan, nak. Jangan pernah kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu tak akan sempat memetiknya buahnya yang ranum setelah bertahun-tahun kemudian.”

“Nak, sekali engkau kehilangan harapan, kau akan kehilangan seluruh kekuatanmu menghadapi dunia.”

sumber
inspirasi2.wordpress.com


Sabtu, 06 Februari 2010

KEJUJURAN SELALU BERBUAH MANIS

Menjadi orang yang jujur, apalagi pada zaman sekarang ini pastilah sangat sulit. Tetapi kejujuran selalu berbuah manis, meski pada awalnya dan di dalam prosesnya mendapat banyak rintangan. Banyak orang di sekitar kita, baik teman maupun lawan suka berbohong demi menutupi kekurangan diri, mungkin pada saat itu, kebohongan tersebut terlihat indah tapi pasti waktunya tidak akan lama. Maka jujurlah terhadap diri sendiri, jujurlah terhadap teman, dan yang paling penting jujurlah pada Tuhan. Hidup dengan kejujuran akan membuat langkah kita menjadi lebih mudah..

Cerita inspirasi "Calon Raja"
Pada suatu hari di jaman dulu, hidup seorang raja yang sudah tua. Umurnya kira-kira 75 tahun. Raja itu memang memiliki banyak isteri, namun tidak ada satupun dari istri-istrinya mampu memberinya keturunan untuk meneruskan dinasti kerajaan.

Padahal saat itu raja sudah lelah, ia ingin segera beristirahat dari tahtanya. Akhirnya sang raja memutuskan untuk memilih salah satu dari anak muda di kerajaan untuk meneruskan tahtanya.
Raja segera mengeluarkan pengumuman kepada seluruh pemuda di kerajaannya untuk berkumpul di halaman istana untuk dipilih menjadi raja. Sekonyong-konyong ratusan anak muda langsung berkumpul di halaman istana tersebut. Tak terkecuali Ali, pemuda itu juga turut berdiri berdesak-desakan diantara pemuda lain untuk mengikuti kompetisi itu.

“Aku akan memilih salah satu dari kalian untuk menjadi penggantiku !”. Raja berseru.
“Tetapi sebelumnya, aku akan menilai kalian semua, aku akan membagi kepada kalian satu buah biji per orang.”
“Aku ingin kalian menanam dan merawat biji itu selama satu tahun, dan bawalah kembali padaku, aku ingin tahu apa yang dapat kalian tumbuhkan dari biji itu.” Raja melanjutkan.
“Hanya mereka yang mampu menumbuhkan tanaman terbaiklah yang akan aku pilih sebagai raja.”

Setelah berkata demikian, para punggawa kerajaan segera membagi-bagikan biji itu kesemua pemuda yang hadir. Ali juga mendapat satu buah biji, dan segera pulang untuk menanam biji itu.
Ali berkata dengan bangga pada ibunya bahwa ia telah turut serta dalam kompetisi itu, dan ibunya pun juga terlihat sangat menyetujui keputusan anaknya itu. Ali lalu mengambil sebuah pot yang tidak terpakai di belakang rumah, memberinya tanah tersubur, lalu membenamkan biji itu ke dalamnya.

Tiap hari, Ali dan ibunya menyirami pot itu. beberapa minggu kemudian Ali pergi ke rumah teman-temannya untuk melihat biji yang ditanam oleh mereka. Ali melihat biji milik teman-temannya mulai tumbuh, bahkan ada yang sudah mengeluarkan beberapa lembar daun. Berbeda dengan biji milik Ali, biji itu belum tumbuh sama sekali, walaupun sudah ditanam selama 2 minggu.

Dua bulan telah berlalu, dan keadaan di pot milik Ali tidak berubah. Biji itu belum tumbuh sama sekali. Tetapi Ali tidak menyerah, ia tetap merawat pot itu dengan menyiraminya tiap hari. Teman-teman Ali pun mulai mengetahui hal tersebut, dan mereka mulai mentertawakan Ali.
Akhirnya satu tahun pun berlalu. Seluruh pemuda yang mengikuti kompetisi itu pun datang beramai-ramai ke halaman istana. Mereka masing-masing membawa tanaman di dalam pot. Sangat indah dan subur tanaman-tanaman mereka, bahkan beberapa diantaranya telah berbunga.

Tetapi berbeda dengan milik Ali, potnya tidak berubah. Tidak ada apapun yang tumbuh di pot itu. Ali pun mulai putus asa, dan mengambil keputusan untuk tidak kembali menghadap raja.
“Jangan begitu nak.” Kata ibunya, “Kamu sudah berniat mengikuti kompetisi itu, sudah selayaknya kamu juga menyelesaikannya, tidak masalah jika pot itu masih kosong, toh raja juga tidak akan menghukum kamu kok.”

Dengan berbagai bujuk rayu dari ibunya, akhirnya Ali bersedia membawa pot yang cuma berisi tanah itu menghadap raja.

Di sepanjang jalan, para pemuda mentertawainya. Tetapi Ali mencoba tidak perduli dan jalan terus.
Akhirnya, ratusan pemuda itu semua telah berkumpul di halaman istana. Raja segera turun dari singgasananya dan mencoba memeriksa pot-pot yang dibawa pemuda itu satu per satu. Raja itu berjalan hilir mudik di antara pot-pot yang dipegang oleh para pemuda itu beberapa kali, seolah-olah sedang mencari sesuatu.

Akhirnya raja berdiri tepat di hadapan Ali. Ali gemetaran, karena dia memang belum pernah berhadapan dengan raja sebelumnya.
“Siapa namamu? dan ada apa dengan potmu, kenapa tidak ada tanamannya sama sekali?” Tanya sang raja.
“Maaf baginda.” Ali menjawab, “Nama saya Ali. Hamba sudah berusaha, tetapi kenyataannya memang begini, bibit ini tidak mau tumbuh sama sekali, padahal saya sudah menyiraminya tiap hari.” Para pemuda di sekitarnya saling tertawa cekikikan mendengar jawaban Ali.

“Kalo begitu, kamu maju ke depan dengan saya!” Perintah sang raja. Sambil ketakutan karena khawatir dihukum, Ali maju ke depan beriringan dengan sang raja. Para pemuda sekitarnya masih tertawa cekikikan melihat wajah Ali yang pucat bagai mayat.

“Aku umumkan kepada kalian semua..” Raja berseru di depan ratusan pemuda itu. “Aku umumkan bahwa mulai besok pagi, seorang pemuda – yang bernama Ali – yang saat ini berdiri disampingku – akan menggantikan kedudukanku menjadi Raja!”
Semua pemuda itu heran, terutama Ali sendiri, ia kaget setengah mati mendengar keputusan sang raja.

“Kalian tahu kenapa?” Raja melanjutkan, “Satu tahun yang lalu aku sebenarnya hanya memberi sebuah biji mandul kepada masing-masing kalian. Semua biji itu sudah dipotong bakal tunasnya oleh seorang pengawalku, sehingga tidak mungkin dapat tumbuh menjadi sebatang pohon. Sehingga saya menarik kesimpulan, bahwa apa yang kalian bawa ke hadapanku itu bukanlah tanaman yang tumbuh dari biji yang aku berikan. Kalian semua telah menukarnya dengan biji lain agar bisa tumbuh.”

“Kecuali dengan anak muda ini.” Raja berkata dengan tersenyum bangga. “Ali telah berani jujur padaku, ia berani mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi, sekalipun ia tahu betul bahwa itu akan sangat memalukan.”

“Orang jujur seperti inilah yang aku butuhkan untuk melanjutkan cita-citaku untuk membangun kerajaan ini …”

(Sumber: sebuah cerita dari timur jauh yang termuat di buku “About Leadership” oleh Kyoto M, author unknown)
http://www.ceritainspirasi.net/
www.freespirit.com/ Gambar


Selasa, 19 Januari 2010

CATATAN SEMANGAT BUAT CALON BIDAN


by: bid. f.oka
Profesional itu sering kita lekatkan pada sesuatu yang ahli dan melebihi standar. Jadi simpelnya nih, kalau kita berbuat sesuatu dengan standar lebih tinggi maka kita bisa mengarah ke perilaku yang lebih profesional. Siapapun bisa punya perilaku profesional.

Mahasiswa yang rajin belajar, dan akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu merupakan perilaku profesional dari seorang mahasiswa. Bidan yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan serta etika yang melebihi standar, bisa dikatakan profesional. Tapi semua itu berawal dari diri kita sendiri....

Jangan remehkan hal-hal kecil
Kadang-kadang kita menganggap remeh hal-hal yang kecil, padahal yang membuat kita terjatuh biasanya adalah hal-hal kecil itu. Coba deh inget-inget lagi, kalau jalan kaki dan tersandung batu trus jatuh, biasanya batu besar atau batu kecil???...Nah dari situ kita belajar buat menghormati diri dan mencintai diri kita dari hal-hal yang kecil dulu. Dari hal yang kecil kita sudah profesional, tunggu aja saatnya kita juga akan profesional di bidang yang lebih besar. Tentunya yang menentukan adalah seberapa keras usaha kita buat merubahnya...

Love yourself and be yourself
Misalnya nih, masih inget nggak..satu hari berapa kali jadwalnya mandi. 2 kali masih normal, kalau cuma sekali kebangetan...pantas aja badan kamu jadi sarang kuman dan akhirnya timbul gatal-gatal, itu artinya we aren’t love our self. Trus sikat gigi berapa kali sehari, sebaiknya sih minimal 3 kali, selain menjaga kualitas gigi, nafas kamu juga terjaga keharumannya. Kecuali kamu makan patay n jengki everyday...mau di gosok pake abu gosok juga nafas masih bau. Penting banget kualitas gigi di perhatiin, kalau kamu jadi pembicara atau sedang presentase seminar..trus disela-sela gigi kamu ada cabai tumisan yang baru dimakan, wah.....kebayang dong, performance kamu yang prima pun jadi ketutup karena accident cabay nempel di gigi. Jadi gak profesional kelihatannya. Badan, baju, rambut, plus assesoris juga harus di jaga kebersihannya. Supaya terhindar dari bau-bau yang tidak diinginkan.

Kalau mulai sekarang kita tidak menyayangi diri kita, maka penyakitlah yang akan datang, sakit adalah tamu yang kita undang sendiri dan mempersilahkannya masuk, kita beri makan dan kita beri tumpangan tidur gratiss...padahal tamu itu akan merusak barang-barang berharga kita.
Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik, tapi kita perlu juga mengimitasi orang lain agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kita tidak ditakdirkan untuk menjadi lemah, kita semua manusia hebat dan tidak ada yang diciptakan untuk menjadi bodoh...hanya saja, kehebatan kita dan kualitas diri kita tergantung dari seberapa keras usaha kita.

Punya fisik yang kuat dan mental yang baik
Posture tubuh kamu yang sudah baik jangan di buat jelek dengan cara berdiri kamu yang tidak baik, misalnya punggung bungkuk atau perut dan bagian tubuh bawah perut kamu yang lebih kamu tonjolin ke depan. Berdiri tegak lebih baik. Duduk juga jangan dibiasain selonjor di kursi (terutama kalau lagi ada kuliah, rapat atau situasi yang melibatkan orang banyak) kecuali judulnya memang lagi istirahat. Cara berjalan juga penting kamu perhatikan. Repot ya...tapi itu semua penting, bukan karena kita pengen tampak profesional tapi karena kita cinta dengan diri kita dan pastinya baik untuk kesehatan kita.

Fisik yang baik tanpa mental yang baik sepertinya tidak seimbang. Mental yang baik menunjang fisik yang baik pula. Hati yang tidak baik pasti tercermin dari perilaku dan sikap yang tidak baik pula. Jadi hati yang baik dengan berpositive thingking, feeling good, excited, baik hati, bahagia, simpati, empati, bersemangat merupakan energi yang harus kita pupuk dan kita tanamkan di diri kita masing-masing. Pernah lihat gak temen kamu yang sifatnya jelek banget, suka menjelek-jelekkan orang lain...senengnya buat orang lain susah (sms= senang melihat orang susah), tidak bisa melihat orang lain lebih baik, bahkan dalam berbicara juga sering menyakitkan hati dan telinga. Itu ciri-ciri yang nyata tidak ketidak-profesionalan. Ntar kalau lama-lama bersemayam dalam diri kita maka sifat itu akan menjadi ular berbisa yang akan memakan organ tubuh kita, akhirnya datang penyakit yang aneh-aneh. Padahal dikala kita tidak mampu memberi materi dan apapun lagi, hanya kata-kata baik dan senyumlah yang bisa menjadi pahala sedekah kita, apa coba yang menjadi bekal kita di masa setelah dunia...

Bahkan sifat jelek itu bisa menular ke profesi kita kelak nantinya. Ngerasa nggak, kalau ternyata sesama bidan masih kurang kerjasamanya, masih suka menjelek-jelekkan sesama profesi. Contoh gampangnya nih...kalau ada pasien A mengadu ke Bidan A mengenai perilaku jelek bidan B, biasanya kita ikut-ikutan memojokkan teman kita itu. Tidak semua bidan pastinya. Tapi masih banyak kita temui. Coba kita intip profesi Dokter, mereka kuat dalam menjaga ikatan profesinya...

Kehidupan adalah milik kita
Kita sering tergantung pada orang lain, bahkan membiarkan hidup kita diatur oleh orang lain. Kehidupan merupakan hak otonomi masing-masing pribadi, alangkah indahnya bila kita bisa menjalani kehidupan tapi juga menikmati kehidupan yang indah ini. Kehidupan kita adalah kita yang menentukan, seperti menyetir mobil, kalau kita mengarahkan mobil itu ke jurang, maka masuk juranglah kita. Kalau kita membawanya kepada kebaikan maka baiklah kita. Yang menguatkan diri kita juga kita sendiri, maka kuatkanlah diri dengan berbicara hanya yang baik, terutama tentang diri kita.

Contohnya kita sering bilang ke diri sendiri dan orang lain, “aku jelek, aku nggak pinter, aku bego”, dan memang itulah yang terjadi, karena perkataan adalah Doa yang akan dikabulkan Tuhan bila kita sering memintanya. Maka jeleklah kita selamanya, bego lah kita seterusnya. Dan kita menyalahkan Tuhan juga kehidupan. Padahal kita sendiri yang memintanya, aneh kan..???
Coba kita ganti kata-katanya “aku cantik pastinya, liat saja nanti atau aku akan pintar..tunggu saja waktunya”, nah lebih menarik kan?? Karena usaha yang kita lakukan pasti tercermin dari kata-kata yang selalu kita ucapkan..

Hidup adalah hari ini
Kadang bahkan sering kita menyepelekan hari ini, padahal kehidupan kita adalah hari ini, bukan masa lalu dan hanya 50% untuk besok. Belum tentu kita akan hidup sampai sepanjang waktu yang kita pikirkan, bisa saja hari ini kita dipanggil Tuhan, atau besok, lusa atau mungkin 100 tahun lagi. Nah, kalau hidup sedemikian singkat dan tak terduga, bijak rasanya kalau kita mncermati kembali tentang apa yang sudah kita perbuat untuk diri kita, keluarga kita, masyarakat bahkan bangsa dan negara kita yang tercinta ini.......

Lakukan yang terbaik
Sering kita melakukan sesuatu bukan kemampuan terbaik kita, apakah kita pernah terpikir bahwa kesempatan itu jarang datang 2 kali. Selalu kita baru melakukan yang terbaik dari kita di kesempatan yang kedua. Gunakan energi kita untuk melakukan yang terbaik setiap saat. Hasilnya pasti akan tak terduga.....

Memang susah ya..... Tapi kita semua sama-sama belajar. Sekarang ini orang membutuhkan idola yang bisa menjadi contoh tauladan, karena memang kita sekarang sudah kekurangan tokoh idola yang baik. Nah, kebetulan profesi kita (midwife) merupakan profesi yang sangat bersentuhan dengan orang banyak, maka wajar bila setiap gerak-gerik kita layaknya selebriti lokal selalu akan diikuti perkembangannya oleh orang lain. Maka, inilah kesempatan kita untuk bisa menjadi contoh yang baik dan menularkan virus-virus sikap dan perilaku yang baik bagi orang disekitar. Sebuah kepercayaan yang luar biasa diberikan Tuhan buat kita bila kita bermanfaat bagi orang lain...