Tampilkan postingan dengan label Pra Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pra Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

15 Gejala Kehamilan

Google.com
Ayah dan bunda sekalian,
masa-masa setelah pernikahan adalah yang paling membahagiakan. terlebih lagi bagi yang pengen segera dikaruniai momongan. pasti ada perasaan gundah gulana menantikan apakah di tes pack garis satu atau garis dua, ya kan? mungkin sembari menunggu penantian, ada baiknya perlu dipahami mengenali gejala-gejala kehamilan. Coba simak gejala berikut ini, bila seluruhnya dirasakan oleh bunda saat ini, ada kemungkinan bunda memang sedang mengandung. Berikut gejalanya yang diambil dari beberapa sumber, semoga bermanfaat.

Gampang terengah-engah
Jika bunda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan bunda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, bunda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.

Payudara membesar
Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.

Mudah lelah
Jika bunda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.

Mual
Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.

Kerap buang air kecil
Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.

Sakit kepala
Tanda-tanda awal kehamilan termasuk juga sakit kepala adalah akibat dari perubahan hormon. Bila khawatir Bunda benar-benar hamil, hati-hati saat mengonsumsi obat pereda sakit. Carilah obat yang mengandung parasetamol dan berlingkar hijau.

Sakit punggung
Bila tidak pernah mengalami sakit punggung, ada kemungkinan Bunda hamil dan mengalami masalah di bagian ligamen. Harap maklum juga bila ini akan Bunda alami selama masa kehamilan. Seiring dengan kehamilan yang makin membesar, titik gravitasi tubuh Bunda pun akan berubah.

Kram
Ini gejala menstruasi atau kehamilan? Sulit dibedakan memang. Namun, bila benar kram di bagian bawah perut, mungkin saja kandungan Bunda sedang mempersiapkan diri menerima kedatangan bayi.

Nafsu makan meningkat atau menurun
Tiba-tiba Bunda selalu ingin makan rujak atau ikan membuat Bunda mual. Bila Bunda mulai bermasalah dengan makanan, mungkin saja tubuh Bunda sedang memberitahu bahwa Bunda hamil.

Konstipasi atau perut membesar
Celana panjang Bunda mulai tidak muat. Jika mulai merasakan tubuh sedikit membesar atau mengalami kesulitan buang air besar, mungkin saja ini ada urusannya dengan tambahan hormon progesteron. Hormon ini memang menurunkan sistem pencernaan.

Terlambat menstruasi
Inilah gejala kehamilan yang paling gampang dideteksi. karena darah menstruasi tidak akan terbentuk jika ovum yang ada sudah dibuahi oleh sperma. Bila jadwal menstruasi bunda yang biasanya teratur dan tiba-tiba terlambat Ada kemungkinan Bunda mengandung.

Peningkatan suhu tubuh
Bila Bunda berniat hamil, Bunda bisa mengukur suhu tubuh basal untuk menentukan kemungkinan ovulasi. Biasanya, suhu tubuh basal meningkat karena berovulasi sampai Bunda mendapatkan menstruasi dua pekan kemudian. Jika suhu tubuh terus meningkat lebih dari dua minggu, itu karena Bunda sedang hamil.

Hidung jadi sensitif
Bau yang menyengat seperti sampah, parfum, aroma roti tertentu bisa membuat Bunda sangat mual. Bila hidung jadi sangat sensitif, lagi-lagi, ada kemungkinan Bunda hamil.

Perubahan emosi
Emosi Bunda gampang berubah-ubah? Jika Bunda gampang marah, boleh jadi tubuh Bunda sedang menyesuaikan diri dengan adanya hormon-hormon baru. Pastikan suami Bunda memahami ini, fase moody seperti ini akan berlalu juga.

Bercak
Bila bercak yang muncul lebih ringan dari menstruasi, tenang saja. Bunda mungkin hanya mengalami pendarahan ketika sel telur menempel di dinding rahim. Proses ini memang memicu pendarahan ringan.

Selasa, 15 Mei 2012

Bersihkan Pikiran Agar Lekas Hamil

Google.com
ayah dan bunda sekalian,
didalam sebuah perkawinan, memperoleh buah hati merupakan yang didambakan. dan dikalangan masyarakat banyak itu menjadi sebuah ukuran keberhasilan pernikahan. Tetapi dalam perjalannya pasti ga semudah yang diinginkan dan diskenariokan. kadang ada pasangan yang dengan "gampang" hamil dan "menghasilkan, ada juga yang lama sekali diberikan momongan, sampai-sampai ada yang sama sekali tidak dikarunia momongan. itulah "misteri" kehidupan. karena jodoh, rizki dan kematian itu hanya ada pada Alloh SWT, kita hanya bisa berencana. Alloh SWT sebaik-baiknya perencana. bagi yang belum dapat diberikan momongan Jangan bosan berusaha. Agar tak bosan, berikut ada tips yang bisa bunda sekalian lalukan. semoga bermanfaat.

  • Belajar pasrah. Dalam kasus-kasus infertilitas, pasangan yang terlalu menggebu menginginkan kehamilan justru malah sering menemui kegagalan. Ketika diteliti, mereka ini dilanda stres, tubuh istri menghasilkan hormon-hormon stres yang justru menghambat ovulasi. Komposisi hormon LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle stimulating hormon) menjadi tidak seimbang sehingga mengacaukan jadwal menstruasi. Akibatnya, sel telur pun luput terbuahi. Menghadapi kondisi seperti ini, sikap pasrah justru adalah sikap terbaik. Pasrah di sini bukan sikap putus asa lalu stop berusaha. “Dikasih syukur, tidak dikasih juga tidak apa-apa,” adalah kalimat negatif yang bermakna tidak mengijinkan diri untuk punya anak. Yang terbaik adalah tetap melakukan hubungan intim pada masa subur, menjalani hidup sehat dengan tidak merokok serta tidak minum minuman keras, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat serta rajin olahraga.
  • Tenangkan diri. Meditasi atau zikir adalah bentuk latihan mengendalikan diri serta menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Sikap tenang membantu Anda dan pasangan untuk bisa pasrah. Anda akan lebih bisa menerima keadaan meski kehamilan tidak kunjung terjadi.
  • Tidak saling menyalahkan. Daripada saling menyalahkan, cobalah mencari sisi positif dari masalah ini. Cari solusi dengan berkonsultasi pada ahlinya, apa yang menyebabkan ketidaksuburan ini?
  • Bulan madu lagi. Sangat dianjurkan. Asalkan, benar-benar bulan madu. Hindari memikirkan pekerjaan atau masalah keluarga lainnya, bahkan jangan didorong keinginan kuat untuk hamil. Singkat kata, jalani saja sambil bernostalgia saat-saat indah menjadi pengantin baru.
  • Coba posisi baru. Bila selama ini Anda berdua merasa nyaman dengan posisi hubungan intim yang itu-itu melulu, cobalah posisi baru. Atau cari lokasi lain untuk bercinta, di kamar mandi misalnya.
  • Pelarian yang benar. Hindari pelarian yang salah: istri tak kunjung hamil, suami sibuk clubbing sambil minum minuman yang malah merendahkan mutu sperma. Sementara istri melarikan diri dengan sibuk belanja, larut dalam pekerjaan yang melelahkan dan sibuk wisata kuliner dengan makan sembarangan. Cari pelarian yang positif seperti: lebih menyayangi pasangan, banyak melakukan outing berdua pergi ke tempat-tempat pacaran dulu, belajar merajut atau menyulam, buat topi atau kaus kaki bayi.
  • Adopsi. Tanpa anak bukan berarti cinta pasangan berkurang. Anak adalah pelengkap, tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bila Anda sudah berusaha tapi tetap tidak “diijinkan” hamil, tidak ada salahnya memberikan kasih sayang kepada anak adopsi. dan bisa saja dengan melakukan adobsi anak itu, bunda "terpancing" untuk mendapatkan anak.
Usaha Secara Medis
  • Kenali masa subur, dan berhubungan intim pada masa ini. Masa subur istri dengan siklus haid 28 hari, rata-rata terjadi di hari ke 11 -17 dihitung dari haid hari pertama.
  • Pelajari posisi. Meski perlu variasi dalam berhubungan intim, posisi misionaris paling juara untuk mempermudah terjadinya kehamilan. Pria di atas memudahkan terjadinya kehamilan pada wanita yang posisi rahimnya menghadap ke depan, karena setelah terjadi ejakulasi, sperma lebih mudah merendam mulut rahim. Posisi ini memungkinkan terjadinya kehamilan sekitar 65% pada wanita dengan rahim menghadap ke depan dan 35% wanita dengan rahim menghadap ke belakang (retro). Untuk wanita yang memiliki rahim menghadap ke belakang, dianjurkan segera bersujud (nungging) selah berhubungan intim.
  • Orgasme penting karena pada beberapa penelitan menunjukkan, saat orgasme, terutama pada masa subur, sel telur cepat matang dan cepat keluar.
  • Dua hari sekali sperma diproduksi. Berhubungan intim amat baik dilakukan setiap 2 hari sekali karena di hari kedua itu kualitas sperma sedang bagus-bagusnya. Jadi kalau dihitung sesuai masa subur, saat berhubungan intim baik dilakukan di hari ke-11, hari ke-13, hari ke 15, hari ke-17.

Selasa, 30 Agustus 2011

Posisi ML agar Cepat Hamil Anak Cewek



Hingga saat ini posisi-posisi hubungan seksual tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi yang didambakan oleh pasangan suami-isteri. Sel jantan (spermatozoa) mengandung kromosom (cikal bakal jenis kelamin) X dan Y sedangkan sel betina (ovum) mengandung kromosom X saja.

Bila sperma bersatu dengan ovum akan terjadi 2 kemungkinan: ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom Y akan terbentuk bayi cowok. Bila ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom X akan terbentuk bayi cewek. Jelasnya, kemungkinan terjadi bayi cowok atau cewek adalah 50/50.

Kemajuan ilmu kedokteran biomolekuler akan menentukan teknologi penentuan jenis kelamin bayi yang diinginkan oleh pasangan suami isteri di masa depan.

Tapi memang ada beberapa penelitian yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Jika ingin mendapatkan anak cewek dikatakan melakukan senggama 2-3 hari sebelum masa subur dan memilih posisi misionaris (posisi konservatif cewek di bawah, pria di atas). Posisi ini diyakini menciptakan penetrasi dangkal yang membuat kromosom Y tidak bisa mencapai sel telur.

Sedangkan senggama mendekati masa subur dipercaya bisa mendapatkan anak cowok. Pilihan posisi penetrasi dari belakang diyakini sebagai cara penetrasi yang dalam yang membuat kromosom Y bisa cepat menuju sel telur dibanding kromosom X. Tapi cara-cara seperti ini belum terbukti secara ilmiah.

Senin, 28 Februari 2011

Tips agar Cepat Hamil

Proses kehamilan melibatkan sejumlah faktor: usia, keturunan, anatomi organ tubuh, kondisi kesehatan fisik dan mental, serta waktu yang tepat. Sejumlah kiat berikut diharapkan membantu mewujudkan keinginan Anda dan pasangan untuk cepat-cepat punya momongan. Selamat mencoba!
  1. Pola makan harus sehat.
    Dari lahan yang baik akan dihasilkan hasil panen yang baik pula. Tingkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan air putih untuk kelancaran proses metabolisma tubuh Anda. Bila perlu, konsumsi suplemen, misalnya 0,4 mg setiap hari selama 3-4 bulan sebelum hamil, akan menurunkan risiko janin menderita gangguan tabung saraf, misalnya spina bifida sebesar 70%. Pola makan sehat dan bergizi seimbang juga membantu Anda menjaga berat badan tetap dalam kisaran normal.
  2. Tinggalkan  kebiasaan buruk.
    Tubuh Anda juga harus bebas dari berbagai senyawa kimia yang dapat mengganggu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma, dan proses tumbuh kembang janin kelak. Tinggalkan rokok dan minuman beralkohol. Kebiasaan merokok, misalnya, terbukti meningkatkan risiko keguguran.
  3. Kompak!
    Selain calon bunda, calon ayah pun harus prima kesehatannya. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sel-sel sperma, calon ayah sebaiknya menghindari pakai celana dalam yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis, mengurangi konsumsi minuman berkafein seperti kopi, dan berhenti merokok.
  4. Bergerak. 
    Olahraga maupun aktivitas fisik lainnya yang dilakukan rutin, selain membuat tubuh jadi bugar, juga menjaga kestabilan berat badan. Sebab, kelebihan berat badan pada wanita akan menyebabkan produksi hormon estrogennya berlebihan sehingga mempersulit kehamilan. Sementara pada pria akan menurunkan jumlah dan kualitas sel sperma.
  5. Berjemur. 
    Kecukupan vitamin D di dalam tubuh mempengaruhi tingkat kesuburan pria maupun wanita. Para pria dengan kadar vitamin D di bawah normal, terbukti meningkatkan kadar sejenis asam amino di dalam darah, yakni homosistein, yang bisa mengganggu proses pembentukan sel-sel baru, termasuk sel sperma. Hal serupa terjadi pada wanita. Selain mengonsumsi makanan atau minuman sumber viatamin D, kebutuhan vitamin ini juga bisa dengan berjemur di pagi hari selama kurang lebih 20 menit.  
  6. Bebas Infeksi.
    Penyakit infeksi, seperti tosksoplasma dan penyakit menular seksual, yang tidak diobati dapat menghambat terjadinya kehamilan. Untuk memastikan Anda bebas dari berbagai penyakit infeksi yang mungkin tidak Anda sadari, periksalah kondisi kesehatan organ reproduksi Anda ke dokter kandungan. Apalagi, bagi Anda yang belum juga dikaruniai momongan setelah setahun menikah. Anda juga dapat meminta saran jenis-jenis vitamin apa saja yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
  7. Cek masa subur.
    Hubungan intim sebaiknya dilakukan pada saat Anda dalam masa subur atau masa dimana sel-sel telur di dalam indung telur (ovarium) sudah matang dan siap dibuahi.
  8. “Intim” sebelum masa subur.
    Begitu masuk ke dalam tubuh Anda, sel-sel sperma sebaiknya langsung bertemu dengan sel-sel telur yang sudah matang. Karena itu, hubungan intim sebaiknya dilakukan tepat sebelum masa subur tiba, atau menjelang masa subur, sehingga sel-sel telur matang memiliki kemungkinan besar untuk dibuahi. Ini mengingat sel-sel telur hanya bertahan 24 jam, dan bila tidak dibuahi akan keluar sebagai haid.   
  9. Posisi tepat.
    Pilihlah posisi hubungan intim yang memungkinkan Anda berfungsi sebagai “mangkuk” yang menampung sel-sel sperma. Posisi Anda di bawah dan pasangan di atas adalah pilihan tepat. Bila perlu, letakkan bantal di bawah panggul untuk memudahkan Anda bertahan pada posisi tersebut, paling tidak selama 20-30 menit. Jangan langsung bangun dan berdiri begitu selesai berhubungan intim.
  10. Cukup 3 kali seminggu.
    Pria kadangkala membutuhkan jeda sekitar 3 hari sebelum tubuhnya mampu menghasilkan sel-sel sperma dalam jumlah yang optimal untuk melakukan pembuahan. Untuk itu, hubungan intim tidak perlu dilakukan setiap hari karena justru akan melemahkan sel-sel sperma yang dihasilkan. Jadi, hubungan intim sebanyak 3 kali dalam seminggu sudah cukup. Nikmati saja dan bersikaplah santai.