Tampilkan postingan dengan label Sistem Gerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Gerak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Cara Mengatasi Patah Tulang

Cara Mengatasi Patah Tulang - Untuk mengetahui/memastikan adanya patah tulang dan kondisi tulang yang cidera, kita dapat menggunakan peralatan medis modern. Perlakuan khusus yang dapat diberikan, misalnya dengan foto rontgen, CT Scan (Computed Tomography Scan), atau juga MRI (Magnetic Resonance Image).

Cara yang dilakukan saat terjadi patah tulang meliputi:
  1. Pembidaian, yaitu proses melekatkan papan kayu atau benda keras yang lain pada bagian sebelah kanan dan kiri tulang yang patah. Selanjutnya dilakukan pembalutan dengan perban.
  2. Pemasangan gips, yang dilakukan dengan cara pembalutan di daerah patah berbahan gips atau kapur.
  3. Pembedahan, dilakukan dengan cara membedah otot yang selanjutnya memasukkan dan memasangkan batang platina pada bagian tulang yang patah. Proses ini dinamakan fiksasi internal.
Tanaman Baladewo

Saat terjadi patah tulang, terlebih dahulu tulang dikembalikan pada posisi awalnya. Kemudian, dapat dibalut dengan kulit batang tanaman kapuk (Ceiba petandra). Oleh sebagian masyarakat, tanaman ini disebut tanaman bolodewo. Selain sebagai perban, tanaman ini juga ditaksir mengandung zat tertentu yang dapat mengobati patah tulang. (Sumber: Indonesian Heritage, Tetumbuhan, 2002, hlm. 68)

Anda sekarang sudah mengetahui Cara Mengatasi Patah Tulang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Fraktura Berganda

Artikel Pengertian Contoh Gambar Fraktura Berganda - Pada patah tulang jenis ini, tulang terbagi menjadi beberapa bagian, namun masih terlindungi oleh otot. Fraktura berganda disebut juga dengan comminuted.

Fraktura Berganda
Gambar 1. Fraktura Berganda


Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Fraktura Kompleks

Artikel Pengertian Contoh Gambar Fraktura Kompleks - Posisi tulang telah benar-benar terpisah saat terjadi gangguan ini. Otot di sekitar tulang yang patah terlukai. Pada kondisi yang berat, terkadang tulang dapat menembus otot di sekitarnya dan muncul di permukaan kulit. Hal ini terjadi jika ujung tulang yang patah bentuknya runcing. Gangguan ini disebut juga fraktura terbuka.

Fraktura Kompleks
Gambar 3. Fraktura Kompleks

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Fraktura Sebagian

Artikel Pengertian Contoh Gambar Fraktura Sebagian - Fraktura sebagian atau greenstick adalah retak tulang yang tidak terjadi pada keseluruhan tulang, hanya sebagian saja. Apabila keretakan terjadi pada tulang pipa, hanya sebagian diameternya saja yang mengalaminya dan tulang tidak terpisah.
Fraktura Sebagian
Gambar 2. Fraktura Sebagian

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Fraktura Sederhana

Ciri-ciri Contoh Gejala Gambar Pengertian Fraktura Sederhana - Pada gangguan jenis ini, tulang mengalami retak atau patah. Namun posisi patahan belum bergeser dari posisi awal dan tidak melukai otot yang ada di sekitarnya.
Fraktura Sederhana
Gambar 1. Fraktura Sederhana


Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Sistem Gerak Otot pada Manusia

Artikel, Makalah, dan Contoh Sistem Gerak Otot pada Manusia - Menurut para ahli, mekanisme gerak otot polos dan otot jantung sama dengan mekanisme otot rangka. Sel otot rangka mengandung filamen halus yang tipis dan filamen kasar yang tebal. Filamen adalah suatu protein otot. Filamen halus terdiri atas dua aktin dan satu protein regulator (pengatur) yaitu berupa tropomiosin dan tropoponin kompleks. Protein regulator ini melilit aktin. Sementara, filamen kasar berupa miosin. Adanya filamen halus dan kasar, menyebabkan otot rangka terlihat gelap dan terang. Unit gelap terang pada otot rangka disebut sarkomer. Sarkomer yang satu dengan sarkomer yang lain dibatasi oleh garis Z (lihat Gambar 1). Garis Z melekat pada filamen halus/terang, sedangkan filamen kasar berada di bagian tengah sarkomer. Pada pita A, sebagian filamen kasar dan filamen halus saling tumpang tindih. Zona H adalah bagian dari pita A yang hanya mengandung pita kasar (miosin). Pita I berada pada ujung sarkomer dan dekat dengan garis Z. Pita I hanya terdiri atau filamen halus (aktin) saja. Agar kalian bisa memahaminya, coba kalian perhatikan kembali struktur otot rangka pada Gambar 1. berikut.

Mekanisme gerak otot pada lengan manusia
Gambar 1. Mekanisme gerak otot pada lengan manusia

Saat otot berkontraksi, sarkomer lebih pendek (mereduksi), sehingga jarak garis Z yang satu ke garis Z yang lain makin berdekatan. Kontraksi otot ini tidak membuat panjang pita A berubah, namun justru pita I yang menjadi pendek dan zona H menjadi hilang. Filamen aktin dan miosin tidak mengalami perubahan panjang, namun bergabung membentuk aktomiosin. Kejadian ini dinamakan teori pergeseran (luncuran) fi lamen kontraksi otot. Sementara itu, saat sel-sel otot beristirahat (relaksasi), tempat pengikatan miosin pada fi lamen halus dihambat, sehingga tidak bergabung membentuk aktomiosin. Protein penghambat pengikatan miosin ini disebut protein regulator tropomiosin.

Nah, supaya sel otot dapat berkontraksi, tentu dibutuhkan makanan khusus. Makanan itu berupa energi dan ion Ca2+. Energi kontraksi otot berupa ATP (adenin trifosfat), yang diperoleh secara aerob dan anaerob. Saat anaerob, dalam sel otot terjadi dua proses yaitu penguraian fosfat kreatin dan fermentasi. Sedangkan saat aerob, dalam sel otot terjadi proses respirasi seluler.

Saat otot berelaksasi/istirahat, kreatin mengikat fosfat sehingga terbentuklah fosfat kreatin yang banyak mengandung energi. Pelepasan fosfat disertai dengan pelepasan energi kerapkali terjadi pada pertengahan pergeseran filamen. Karena itu, proses ini merupakan cara tercepat dalam pemenuhan kebutuhan energi untuk kontraksi otot. Energi yang diperoleh ini tidak bisa digunakan secara langsung, namun harus diubah terlebih dahulu.

                        ADP ---------------------> ATP
Pospat kreatin -----------------------------------> Kreatin


Untuk proses fermentasi, energi dihasilkan dari glukosa yang diuraikan menjadi asam laktat. Prosesnya sebagai berikut.

                ADP ----------------------> ATP
Glukosa -------------------------------------> Asam laktat


Apabila asam laktat hasil fermentasi banyak tertimbun dalam serabut-serabut otot, maka fungsi enzim yang bekerja dalam sitoplasma kemungkinan terganggu. Ini terjadi karena sitoplasma bersifat asam. Kemudian, jika kejadian ini dibiarkan berlangsung terus menerus, otot kita dapat mengalami kejang/kram dan kelelahan.

Adapun untuk proses respirasi sel, energi yang dibentuk berlangsung di dalam mitokondria. Di dalam sel otot, tersimpan glikogen dan lemak yang merupakan sumber ATP terbesar saat otot berkontraksi. Bahasan ini akan lebih lengkap dibahas, saat kita mempelajari bab metabolisme sel. Sementara reaksi yang terjadi saat terjadi respirasi sel, secara singkat dapat digambarkan dengan persamaan berikut.

                       ADP ----------------------------> ATP
Glukosa + O2 ------------------------------------------> CO2 + H2O

Anda sekarang sudah mengetahui Sistem Gerak Otot pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.



Mekanisme Gerak Otot dan Sumber Energi

Mekanisme Gerak Otot dan Sumber Energi Kontraksi Otot - Coba perhatikan Gambar 1. Secara makroskopis gumpalan otot memiliki ujung-ujung otot yang disebut tendon. Di antara dua tendon terdapat bagian pusat otot yang yang disebut belli. Bagian ini memiliki kemampuan berkontraksi. Ujung-ujung otot melekat pada tulang dengan dua tipe perlekatan, yaitu origo dan insersio.
  1. Ujung otot (tendon) yang melekat pada tulang-tulang yang posisinya tetap atau sedikit bergerak saat otot berkontraksi disebut origo.
  2. Ujung otot (tendon) yang melekat pada tulang-tulang yang mengalami perubahan posisi saat otot berkontraksi disebut insersio.

otot berkontraksi origo belli insersio
Gambar 1. Otot-otot yang bekerja saat kontraksi otot

Secara mikroskopis otot lurik tampak tersusun atas garis-garis gelap dan terang seperti terlihat pada Gambar 2. 

Perbedaan posisi aktin dan miosin saat relaksasi dan kontraksi
Gambar 2. Perbedaan posisi aktin dan miosin saat relaksasi dan kontraksi
Penampakan tersebut disebabkan adanya miofibril. Setiap miofibril tersusun atas satuan kontraktil yang disebut sarkomer. Sarkomer dibatasi dua garis Z (perhatikan gambar). Sarkomer mengandung dua jenis filamen protein tebal disebut miosin dan filamen protein tipis disebut aktin. Kedua jenis filamen ini letaknya saling bertumpang tindih sehingga sarkomer tampak sebagai gambaran garis gelap dan terang. Daerah gelap pada sarkomer yang mengandung aktin dan miosin dinamakan pita A, sedangkan daerah terang hanya mengandung aktin dinamakan zona H. Sementara itu, di antara dua sarkomer terdapat daerah terang yang dinamakan pita I.

Apa yang terjadi ketika otot berkontraksi?

Ketika otot berkontraksi, aktin dan miosin bertautan dan saling menggelincir satu sama lain. Akibatnya zona H dan pita I memendek, sehingga sarkomer pun juga memendek. Dalam otot terdapat zat yang sangat peka terhadap rangsang disebut asetilkolin. Otot yang terangsang menyebabkan asetilkolin terurai membentuk miogen yang merangsang pembentukan aktomiosin. Hal ini menyebabkan otot berkontraksi sehingga otot yang melekat pada tulang bergerak.


Jika otot dirangsang berulang-ulang secara teratur dengan interval waktu yang cukup, otot akan berelaksasi sempurna di antara 2 kontraksi. Namun jika jarak rangsang singkat, otot tidak berelaksasi melainkan akan berkontraksi maksimum atau disebut tonus. Jika otot terus-menerus berkontraksi, disebut tetanus. Saat berkontraksi, otot membutuhkan energi dan oksigen. Oksigen diberikan oleh darah, sedangkan energi diperoleh dari penguraian ATP (adenosin trifosfat) dan kreatinfosfat. ATP terurai menjadi ADP (adenosin difosfat) + Energi. Selanjutnya, ADP terurai menjadi AMP (adenosin monofosfat) + Energi. Kreatinfosfat terurai menjadi kreatin + fosfat + energi. Energienergi ini semua digunakan untuk kontraksi otot. Pemecahan zat-zat akan menghasilkan energi untuk kontraksi otot berlangsung dalam keadaan anaerob sehingga fase kontraksi disebut juga fase anaerob.

Energi yang membentuk ATP berasal dari penguraian gula otot atau glikogen yang tidak larut. Glikogen dilarutkan menjadi laktasidogen (pembentuk asam laktat) dan diubah menjadi glukosa (gula darah) + asam laktat. Glukosa akan dioksidasi menghasilkan energi dan melepaskan CO2 dan H2O. Perhatikan skema di dibawah.

proses penguraian glikogen
Gambar 3. proses penguraian glikogen
Secara singkat proses penguraian glikogen sebagai berikut.

Proses penguraian glikogen terjadi pada saat otot dalam keadaan relaksasi. Pada saat relaksasi diperlukan oksigen sehingga disebut fase aerob. Asam laktat atau asam susu merupakan hasil samping penguraian laktasidogen. Penimbunan asam laktat di dalam otot dapat mengakibatkan pegal dan linu atau menyebabkan
kelelahan otot. Penguraian asam laktat memerlukan banyak oksigen.

Anda sekarang sudah mengetahui Mekanisme Gerak Otot dan Sumber Energi Kontraksi Otot. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.


Sabtu, 08 Desember 2012

Gerakan Inversi dan Eversi

Pengertian dan Contoh Gerakan Inversi dan Gerakan Eversi - Inversi yaitu gerak memiringkan atau membuka telapak kaki ke arah dalam tubuh. Sedangkan eversi ialah gerak memiringkan atau membuka telapak kaki ke arah luar tubuh. Simak Gambar 1.

Gerakan inversi eversi
Gambar 1. Gerakan (a) inversi dan (b) eversi
Anda sekarang sudah mengetahui Gerakan Inversi dan Gerakan Eversi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Gerakan Supinasi dan Pronasi

Pengertian dan Contoh Gerakan Supinasi dan Gerakan Pronasi - Supinasi adalah gerak menengadahkan atau mem bu ka telapak tangan. Sebaliknya, pronasi merupakan gerak menelungkupkan atau membalik telapak tangan. Otot yang berperan pada gerak ini adalah supinator dan pronator. Cermati Gambar1.

Gerakan pronasi supinasi
Gambar 1. Gerakan (a) supinasi dan (b) pronasi
Anda sekarang sudah mengetahui Gerakan Supinasi dan Gerakan Pronasi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Gerakan Elevasi dan Depresi

Pengertian dan Contoh Gerakan Elevasi dan Gerakan Depresi - Elevasi merupakan gerakan mengangkat, sebaliknya depresi merupakan gerak menurunkan. Contohnya, gerak membuka dan menutup mulut. Otot yang berperan pada gerak ini adalah elevator dan depressor. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 1.

Gerakan elevasi depresi
Gambar 1. Gerakan (a) Elevasi dan (b) depresi
Anda sekarang sudah mengetahui Gerakan Elevasi dan Gerakan Depresi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Gerakan Adduksi dan Abduksi

Pengertian dan Contoh Gerakan Adduksi dan Gerakan Abduksi - Adduksi adalah gerak mendekati tubuh. Abduksi merupakan lawan dari adduksi yaitu menjauhi tubuh. Otot yang berperan adalah otot abduktor dan adduktor.

Gerakan abduksi adduksi lengan
Gambar 1. Gerakan (a) adduksi dan (b) abduksi pada gerak lengan
Anda sekarang sudah mengetahui Gerakan Adduksi dan Gerakan Abduksi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.


Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Gerakan Fleksi dan Ekstensi

Pengertian, Defisini, dan Contoh Gerakan Fleksi dan Gerakan Ekstensi - Fleksi adalah gerak anggota tubuh yang menekuk atau membengkok. Sebaliknya, ekstensi adalah gerak meluruskan anggota tubuh. Contoh gerak ini terjadi pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari. Gerak ekstensi yang melebihi anatomi tubuh disebut hiperekstensi.

Gerakan hiperekstensi ekstensi fleksi
Gambar 1. Gerakan (a) hiperekstensi, (b) ekstensi dan, (c) fleksi
Anda sekarang sudah mengetahui Gerakan Fleksi dan Gerakan Ekstensi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Macam-Macam Gerak pada Manusia

Macam-Macam Gerak pada Manusia - Otot bekerja secara berpasangan untuk menghasilkan gerak. Ada dua macam pasangan yang terjadi yaitu antagonis dan sinergis. Pasangan otot yang melakukan gerak berlawanan terhadap otot yang sedang melakukan kontraksi disebut otot antagonis. Sebaliknya pasangan otot yang kerjanya saling menunjang disebut otot sinergis. Contoh otot sinergis yaitu otot pronator teres dan pronator kuadratus. Bila keduanya berkontraksi, telapak tangan akan menelungkup.


Otot antagonis memiliki beberapa jenis berikut.

a. Ekstensi – Fleksi

Ekstensi adalah gerak meluruskan, sedangkan fleksi adalah gerak membengkokkan. Misalnya saat kita berdiri kaki dalam posisi lurus disebut ekstensi, sedangkan saat jongkok kaki dalam posisi menekuk disebut fleksi. Perhatikan Gambar 1.

fleksi ekstensi
Gambar 1. Gerakan otot antagonis fleksi – ekstensi
b. Abduksi – Adduksi

Abduksi adalah gerakan menjauhi badan, sedangkan adduksi adalah gerakan mendekati badan. Contoh: gerak tangan sejajar bahu disebut abduksi, sedangkan gerak (sikap sempurna) disebut adduksi. Perhatikan Gambar 2.

Abduksi dan Adduksi
Gambar 2. Abduksi dan Adduksi
c. Depresi – Elevasi

Depresi adalah gerak menurunkan, sedangkan elevasi adalah gerak mengangkat, misalnya gerakan menunduk dan menengadah. Perhatikan Gambar 3.

Elevasi dan Depresi
Gambar 3. Elevasi dan Depresi
d. Supinasi – Pronasi

Supinasi adalah gerak menengadahkan tangan, sedangkan pronasi adalah gerak menelungkupkan tangan. Kedua macam gerakan ini seperti gerakan melingkar satu sumbu sentral sehingga disebut juga rotasi. Perhatikan Gambar 4.

Pronasi dan supinasi
Gambar 4. Pronasi dan supinasi
Anda sekarang sudah mengetahui Macam-Macam Gerak pada Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Jumat, 07 Desember 2012

Macam-macam Jenis Tulang Manusia

Macam-macam Jenis Tulang Manusia - Menurut zat penyusunnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Secara fisik, kedua tulang ini memiliki ciri yang berbeda. Tulang rawan bersifat lentur dan warnanya terang, sementara tulang keras atau tulang sejati tidak lentur dan warnanya lebih keruh.

1. Tulang Rawan (Kartilago)

Tanpa tulang rawan, tentu tubuh kita akan terasa sakit bila melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Saat kita sedang tidur miring misalnya, bila tulang telinga kaku, kemungkinan besar bisa patah dan kenyamanan saat tidur tidak bisa kita rasakan. Selain pada telinga, tulang rawan juga terdapat pada daerah antartulang belakang dan ujung hidung. Tulang rawan ini merupakan kumpulan jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel-sel tulang. Sel tulang yang dimaksud yakni kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh sel-sel tulang rawan yang masih muda dan disebut dengan kondroblas. Kemudian, tulang tersebut dibungkus oleh sebuah lapisan yang dinamakan perikondrium. Sel kondrosit penyusun tulang rawan berbentuk bulat besar dengan inti satu buah atau dua buah. Sel kondrosit ini berada dalam ruang-ruang yang disebut lakuna. Di dalam satu lakuna biasanya terdapat dua sel kondrosit. Khusus pada anak, tulang rawan mengandung banyak sel tulang yang berasal dari mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa, tulang rawan berasal dari perikondrium.

Perbedaan tulang rawan pada anak dan pada orang dewasa
Gambar 1. Perbedaan tulang rawan pada anak dan pada orang dewasa
2. Tulang Sejati (Tulang Keras atau Osteon)

Tidak seperti tulang rawan, tulang sejati (selanjutnya disebut tulang saja) memiliki sifat lebih keras, kuat, dan kaku, walaupun mampu sedikit tertekuk bila ada tekanan. Ini terjadi, sebab strukturnya tersusun dari jaringan tulang yang mengan dung sel tulang (osteosit) dan matriks. Osteosit dibentuk oleh osteoblas (sel pembentuk tulang). Selain osteoblas, pada jaringan tulang terdapat osteoklas yaitu sel-sel tulang yang berukuran besar dan intinya banyak. Fungsi osteoklas adalah memindahkan matriks dari tulang lama, dan selanjutnya menyediakan ruang untuk tulang baru. Matriks yang menyusun tulang tersusun atas beberapa zat, seperti semen, kolagen dan mineral. Semen merupakan zat penyusun tulang yang mengandung karbohidrat. Sementara serabut kolagen merupakan zat yang menjadikan tulang tidak mudah rapuh. Adapun kerasnya tulang karena berisi mineral keras seperti kalsium fosfat (Ca(PO4)2) dan kalsium karbonat (CaCo3). Apabila matriks tulang tersusun padat dan rapat, maka terbentuklah tulang kompak. Namun, apabila susunan matriks membentuk rongga, maka terbentuklah tulang spons. Karena itu, tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons (tulang berongga). Perhatikan Gambar 2.

Tulang spons dan tulang kompak
Gambar 2. Tulang spons dan tulang kompak
Saat masih anak-anak, tulang yang kita miliki banyak mengandung zat perekat. Sedangkan beranjak dewasa, tulang tersebut memiliki kandungan zat kapur yang sangat tinggi. Sehingga sangat wajar bila patah tulang yang dialami anak-anak lebih cepat pulih dibandingkan patang tulang yang dialami orang dewasa.

Anda sekarang sudah mengetahui Macam-macam Tulang Manusia. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Tak Beraturan pada Manusia

Pengertian Contoh Tulang Tak Beraturan - Dari namanya saja kita tentu tahu, bila tulang ini memiliki bentuk tidak beraturan. Contohnya dapat kita temukan pada tulang rahang dan ruas tulang belakang.

Tulang tidak beraturan
Gambar 1. Tulang tidak beraturan


Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Pipih pada Manusia

Pengertian Gambar Fungsi Contoh Tulang Pipih Manusia - Tulang pipih adalah tulang yang berbentuk gepeng dan berupa lempenganlempengan lebar. Tulang pipih ini tersusun atas dua lapisan tulang kompak yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Di antara dua lapisan ini terdapat lapisan spongiosa yang dinamakan diploe. Fungsi tulang pipih adalah melindungi struktur tubuh yang berada di bawahnya. Contoh tulang pipih adalah tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Tulang pipih
Gambar. Tulang pipih
Anda sekarang sudah mengetahui Contoh Tulang Pipih. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Pendek Manusia

Pengertian Contoh Fungsi Tulang Pendek pada Manusia - Tulang pendek memiliki bentuk mirip kubus, pendek tak beraturan, atau bulat. Adanya tulang ini dimungkinkan goncangan yang keras dapat diredam dan gerakan tulang yang bebas dapat dilakukan. Sebagai contoh, tulang telapak kaki dan telapak tangan.


Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Pipa pada Manusia

Bagian Contoh Gambar Pengertian Fungsi Tulang Pipa pada Manusia - Disebut tulang pipa karena tulang tersebut berbentuk seperti pipa dengan kedua ujungnya yang bulat. Ujung tulangnya yang berbentuk bulat dan tersusun atas tulang rawan disebut epifise. Sedangkan bagian tengah tulang pipa yang berbentuk silindris dan berongga disebut diafise. Di antara epifise dan diafise terdapat bagian yang disebut metafise. Metafise tersusun atas tulang rawan. Bagian metafise ini terdapat cakra epifise, yang memiliki kemampuan memanjang. Di dalam rongga tulang pipa, terdapat bagian yang disebut sumsum tulang. Sumsum tulang tersusun dari pembuluh darah dan pembuluh saraf. Tulang pipa memiliki dua sumsum tulang yakni sumsum tulang merah dan kuning. Tempat sel-sel darah dibentuk berada di dalam sumsum tulang merah. Adapun tempat pembentukan sel-sel lemak terdapat pada sumsum tulang kuning. Saat kita masih bayi, hampir seluruh tulang mengan dung sumsum merah. Namun, saat mulai tumbuh, beberapa di antaranya berubah menjadi sumsum tulang kuning. Selain sumsum, pada tulang pipa juga terdapat bagian lainnya, misalnya bagian luar yang keras disebut cangkang. Kemudian tulang pipa juga memiliki lapisan periostum yang menyelimuti seluruh tulang. Bagian tubuh yang memiliki tulang pipa meliputi tulang paha, tulang hasta, tulang lengan atas, tulang pengumpil, tulang betis, dan tulang kering.

tulang pipa epifise metafise diafise
Gambar 1. Tulang Pipa
Struktur tulang pipa
Gambar 2. Struktur tulang pipa
Anda sekarang sudah mengetahui Contoh Tulang Pipa. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia

Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia - Setelah kalian memahami uraian tentang rangka, kemungkinan kalian bisa menghitung jumlah tulang penyusun rangka tersebut. Dari kepala sampai jari kaki, orang dewasa mempunyai 206 tulang. Namun, rangka bayi justru memiliki jumlah lebih dari 340 tulang. Penyebabnya adalah saat tubuh bagi tumbuh, beberapa tulang yang terpisah menyatu membentuk satu tulang. Tulang-tulang tersebut merupakan jaringan ikat yang tersusun dari matriks tulang. Matriks ini mengandung garam-garam organik yang mengalami mineralisasi. Menurut para ahli, komponen tulang terdiri atas air sebanyak 25%, zat organik berupa serabut sebanyak 30%, dan 45% meliputi zat mineral kalsium fosfat dan garam magnesium. Saat terjadi infeksi atau cidera, tulang akan segera mengalami pemulihan. Ini terjadi karena tulang memiliki daya regenerasi (pemulihan diri) yang sangat besar.

Anda sekarang telah mengetahui Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Tulang Anggota Gerak Bawah

Jumlah, Macam-macam, Fungsi, Penyusun dan Jumlah Tulang Anggota Gerak Bawah - Pada manusia, tulang anggota gerak bawah meliputi tulang pinggul yang terdiri atas tulang duduk (iscium), tulang usus (ilium), dan tulang kemaluan (pubis). Penyusun tulang pinggul ini, masing-masing berada pada bagian kanan dan kiri tubuh. Pada tulang pinggul terdapat lekukan sebagai tempat melekatnya tulang paha. Lekukan itu dinamakan asetabulum. Perhatikan Gambar 1.
Tulang pinggul pria dan tulang pinggul wanita
Gambar 2. Tulang pinggul pria dan tulang pinggul wanita
Dengan adanya asetabulum, tulang paha atau tulang anggota gerak bawah dapat melekat pada tulang pinggul. Tulang paha akan tersambung dengan dua jenis tulang yakni tulang betis (fibula) dan tulang kering (tibia). Persambungan antar tulang ini dilakukan oleh suatu tulang yang disebut tulang tempurung lutut (patela). Kemudian, tulang betis dan tulang kering berhubungan dengan tujuh tulang pergelangan kaki (tarsal), lima tulang telapak kaki (metatarsal), dan empat belas tulang jari-jari kaki (falanges).

Tulang anggota gerak bawah kanan
Gambar 2. Tulang anggota gerak bawah kanan
Anda sekarang sudah mengetahui Tulang Penyusun Anggota Gerak Bawah. Terima kasih sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.