Tampilkan postingan dengan label aktivitas fisik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktivitas fisik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Tingkat Aktivitas fisik


Aktivitas fisik adalah kegiatan yang dilakukan seseorang mulai dari bangun sampai tidur kembali. Aktivitas fisik berarti menggunakan otot untuk menggerakkan badan. Perbaikan tingkat hidup dan kemajuan teknologi telah memacu perubahan pola kebiasaan hidup atau gaya hidup. Dalam kehidupan masyarakat modern dengan dukungan teknologi dan sarana yang mutakhir, meyebabkan menurunnya aktivitas fisik.
Penggunaan elevator telah menggantikan fungsi tangga diberbagai sarana umum. Adanya remote kontrol juga menyebabkan remaja kurang bergerak dan tidak perlu beranjak dari tempat menonton televisi. Penggunaan alat transportasi bermotor juga telah menggeser peran sepeda (Nadesul, 1997).
Gaya hidup yang kurang menggunakan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Aktivitas fisik tersebut diperlukan untuk membakar energi dari dalam tubuh. Aktivitas (kegiatan) fisik biasanya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu (Khumaidi, 1994)
1>    Ringan: 75% waktu untuk duduk atau berdiri, 25% waktu untuk berdiri sambil bergerak.
2>    Sedang: 40% waktu untuk duduk atau berdiri, 60% waktu untuk melakukan
3>    Berat: pekerjaan khusus. 25% waktu untuk duduk dan berdiri, 75% waktu untuk melakukan pekerjaan khusus.
Menurut Leane (2007), saat berangkat sekolah remaja lebih menyukai menggunakan alat transportasi ketika berangkat sekolah, daripada menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Selain itu banyak diantaranya yang malas mengikuti kegiatan ekskul kalau tidak ada yang mengantar. Mereka merasa lebih nyaman dengan mendekam dikamar sambil main play station atau menonton televisi. Remaja lebih menyukai pergi ke mal sewaktu weekend, padahal di mal jarang ada resto yang menyediakan makanan sehat.
Remaja sering gagal membuat prioritas kebugaran dan kesehatan setelah meninggalkan rumah dan tinggal di kota lain untuk kuliah. Kehidupan sehari-hari seperti makan dengan diet seimbang dan olahraga yang cukup sering tidak dipenuhi.
Apalagi kebanyakan remaja ketika memasuki kehidupan mahasiswa seringkali meninggalkan rumah dan menjadi anak kos. Di mana kehidupan anak kos identik dengan gaya hidup yang kurang teratur dan kurang sehat. Anak kos seringkali tidak memenuhi kebutuhan asupan makanan sehat dan olahraga.
Seseorang yang aktif secara fisik cenderung tetap aktif selama hidupnya. Transisi dari remaja akhir hingga masa dewasa awal merupakan penurunan paling dramatis dalam aktivitas fisik pada hampir seluruh kehidupan seseorang. Peningkatan aktivitas pada orang dewasa cukup penting. Masa tersebut adalah periode kritis di mana kita benar-benar dapat mengintervensi," kata Dr. Matthew Kwan, seorang peneliti di McMaster University, Ontario, Kanada seperti dilansir dari HealthNews, Rabu (4/1/2012).

Jumat, 25 Mei 2012

Manfaat Aktivitas Fisik


 


       

          Masa transisi dari remaja menuju awal dewasa secara signifikan membentuk kebiasaan hingga usia tua. Maka remaja yang aktif secara fisik cenderung akan tetap aktif selama hidupnya. Sehingga menjaga kebiasaanaktivitas fisik rutin adalah sangat penting.
 
Dengan olahraga rutin juga dapat memiliki beberapa manfaat seperti dikutip dari MayoClinic, antara lain:

1.             Memperbaiki dan meningkatkan mood . 
Aktivitas fisik merangsang berbagai bahan kimia otak

yang dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia dan lebih santai dibanding kondisi sebelumnya. Penampilan seseorang juga akan tampak lebih baik, lebih bugar dan lebih bahagia ketika  berolahraga secara teratur. Hal itu akan segera  meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mendongkrak harga diri. Lebih jauh lagi aktivitas fisik yang teratur bahkan dapat membantu mencegah stress dan depresi.
Stres bukan hal yang remeh, sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, seseorang jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, khususnya bagi perempuan, siklus haid pun ikut terganggu.
2.                Memerangi penyakit kronis.  
 Di sisi lainnya aktivitas fisik yang teratur dapat membantu seseorang dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Aktivitas fisik menyebabkan pengaruh low density lipoprotein (LDL)  atau kolesterol jahat bisa diredam. Aktivitas fisik yang teratur berpotensi meningkatkan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik,  sekaligus mengurangi trigliserida. Dua manfaat diraih bersamaan, yaitu  darah Anda mengalir lancer, dan sekaligus menurunkan penumpukan plak di arteria. Aktivitas fisik yang teratur juga dapat membantu mencegah diabetes tipe 2, osteoporosis dan jenis kanker tertentu.
3.             Mengelola berat badan.
 Bila fisik selalu aktif dan bergerak, maka kalori akan terus terbakar. Semakin rajin bergerak atau berolahraga maka semakin banyak kalori yang terbakar - dan mudah untuk menjaga berat badan dalam kondisi normal.  Beberapa cara sederhana bisa dilakukan, misalnya saat berada di tempat kerja, mulailah dengan menghindari lift untuk naik ke lantai lebih atas, sering-seringlah naik tangga.
4.       Meningkatkan tingkat energi.
Aktivitas fisik yang teratur bisa membuat bernapas lebih mudah. Bernafas menjadi ringan, lancar dan segar. Aktivitas fisik memberikan oksigen dan nutrisi ke semua sel dan jaringan tubuh. Bahkan, aktivitas fisik secara teratur membantu seluruh sistem kardiovaskular, sehingga peredaran darah melalui jantung dan pembuluh darah  bekerja lebih efisien. Saat jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien, akan memiliki lebih banyak energi untuk melakukan hal-hal yang dinikmati.  Bagaimanapun, seluruh langkah demi langkah dalam kehidupan seseorang amat membutuhkan energy. Jika cadangan energi akan berlimpah, maka penampilan akan power full.
5.       Memperbaiki kualitas tidur.
Tidur sangat penting bagi pemulihan kondisi fisik, setelah sepanjang hari bergerak ke sana ke mari. Tidur nyenyak dapat meningkatkan konsentrasi, produktivitas dan suasana hati. Dalam hal ini  mudah diduga,  aktivitas fisik bisa menjadi kunci untuk tidur lebih baik. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan amat nyenyak. Namun jika seseorang berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, mungkin memiliki terlalu banyak energi untuk segera tertidur. Sebaiknya aktivitas fisik atau olah raga jangan terlalu dekat dengan waktu tidur.
6.       Meningkatkan  kualitas hubungan seks.
Bagi pasangan suami istri, aktivitas fisik bisa menyelamatkan gejala ketidakharmonisan Pasutri.  Aktivitas fisik yang teratur berdampak pada penampilan yang lebih berenergi dengan penampilan yang lebih hebat. Hal itu secara langsung menyebabkan efek positif pada kehidupan seks.  Ada yang lebih penting, aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan peningkatan gairah bagi wanita. Selain itu, ternyata pria yang berolahraga secara teratur cenderung tidak memiliki masalah dengan disfungsi ereksi, bahkan ketika umurnya makin menua.
Sebuah studi terbaru telah dilakukan yang melibatkan 683 remaja Kanada dengan usia 12-15 tahun. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa, terjadi penurunan 24 persen dalam aktivitas fisik dari remaja ke dewasa awal. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan penurunan signifikan antara remaja laki-laki yang memasuki universitas atau perguruan tinggi.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine. Penurunan aktivitas fisik juga biasanya bersamaan dengan perilaku berisiko lainnya, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Kamis, 24 Mei 2012

The effect of insomnia on daily activities


Many people especially teenager has a trouble on his/her sleep it’s because they have many activities on the day, normally we have to sleep at least 8 to 9 hour  a day, but not for the teenager in this era they only have four hour range of sleep a day and that’s not enough to refresh our body.
This sleep trouble also called insomnia. So, today I’d like to discuss about Insomnia on daily activities. I will give information to you about the caused of insomnia, the effect of insomnia, and how to solve the insomnia.
First, let’s begin with the caused of insomnia. Insomnia is a trouble in a sleep that following by listless or weak all day caused by lack of sleep. Generally the victim of insomnia will hard / difficult to sleep when his or her awake in the night, its caused by many factor such as:
1. Physically factor that caused by: influenza asthma sinus etc.
2. Environment factor which is unpleasant smell noise smoke, alcohol, medicine for strength, etc.
3. Life style factor such as smoking cigarette alcohol drugs etc.
4. Psychological Factor such as stress continuously depression and many other.
This trouble of sleep or insomnia has 3 kinds: Transient Insomnia which is temporarily, Short insomnia that is happen only one until two week, Chronic insomnia that is happen until 3 week.
Second, next let’s discuss about the effect of Insomnia.The effect of insomnia will decrease our blood pressure and disturb our physics and mental, the physics indication generally makes you feel angry sensitive depressed and lost our spirit some time for student will be lost their concentration in the class room and will be decrease our intelligent. Its also increase the risk of obesity depression and hyperactive.
An institute named “ SLEEP SCOTLAND” has make an experiment about “sleep” based on their experiment he explain that a good sleep will increase our academic value health body and mine into a good condition and sure that will bring you to be a spirit person and the strong one. So that, we must keep our condition if we won’t get insomnia.
A recent study published in Biological Psychiatry Elsevier Volume67 issue 2 (15January 2010) the results of this study indicate, chronicinsomnia may have a relationship with reduced cortical volume. Somechronic stress situations, such as depression and post traumatic stress disorder.
The National Sleep Foundation's 2002 Sleep in America poll showed that 58% of adults in the U.S. experienced symptoms of insomnia a few nights a week or more. Although insomnia was the most common sleep problem among about one half of older adults (48%), they were less likely to experience frequent symptoms of insomnia than their younger counterparts (45% vs. 62%), and their symptoms were more likely to be associated with medical conditions, according to the poll of adults between the ages of 55 and 84.
 So, now  I have any solution to making out insomnia. How to solve the trouble of sleep or Insomnia? Such as:
1. Make a good life style such as not smoking, not stay up and talk all night, stay away from alcohol and drugs
2. Make a normal sleep schedule
3. Chose a calm environment health and comfortable for sleep
4. Make a schedule of physical exercise
5. Eat on time and enough for sleep
6. Don’t drink too much caffeine such as coffee chocolate tea etc.
In conclusion, insomnia is a trouble in a sleep that following by listless or weak all day, it caused by bad lifestyle and the physically factor. That is can decrease our blood pressure and disturb our physics and mental, and its also increase the risk of obesity depression and hyperactive. But, don’t worry, because all of it preventable if we want to far away from insomnia. Insomnia can come anytime so that’s way we have to protect our health, do the good life style, always be planning life with schedule.

Selasa, 22 Mei 2012

Informasi Aktivitas Fisik pada Remaja yang Sehat


Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup remaja  
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang tidak ada (kurangnya aktivitas fisik) merupakan faktor risiko independen untuk penyakit kronis, dan secara keseluruhan diperkirakan menyebabkan kematian secara global ( WHO, 2010; Physical Activity. In Guide to Community Preventive Services Web site, 2008).
Aktivitas fisik adalah kegiatan yang dilakukan seseorang mulai dari bangun sampai tidur kembali. Aktivitas fisik berarti menggunakan otot untuk menggerakkan badan. Perbaikan tingkat hidup dan kemajuan teknologi telah memacu perubahan pola kebiasaan hidup atau gaya hidup. Dalam kehidupan masyarakat modern dengan dukungan teknologi dan sarana yang mutakhir, meyebabkan menurunnya aktivitas fisik. Penggunaan elevator telah menggantikan fungsi tangga diberbagai sarana umum. Adanya remote kontrol juga menyebabkan remaja kurang bergerak dan tidak perlu beranjak dari tempat menonton televisi. Penggunaan alat transportasi bermotor juga telah menggeser peran sepeda (Nadesul, 1997).
Gaya hidup yang kurang menggunakan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang. Aktivitas fisik tersebut diperlukan untuk membakar energi dari dalam tubuh. Aktivitas (kegiatan) fisik biasanya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu (Khumaidi, 1994)
1.      Ringan: 75% waktu untuk duduk atau berdiri, 25% waktu untuk berdiri sambil bergerak.
2.      Sedang: 40% waktu untuk duduk atau berdiri, 60% waktu untuk melakukan
3.      Berat: pekerjaan khusus. 25% waktu untuk duduk dan berdiri, 75% waktu untuk melakukan pekerjaan khusus.
Menurut Leane (2007), saat berangkat sekolah remaja lebih menyukai menggunakan alat transportasi ketika berangkat sekolah, daripada menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Selain itu banyak diantaranya yang malas mengikuti kegiatan ekskul kalau tidak ada yang mengantar. Mereka merasa lebih nyaman dengan mendekam dikamar sambil main play station atau menonton televisi. Remaja lebih menyukai pergi ke mal sewaktu weekend, padahal di mal jarang ada resto yang menyediakan makanan sehat.
Remaja sering gagal membuat prioritas kebugaran dan kesehatan setelah meninggalkan rumah dan tinggal di kota lain untuk kuliah. Kehidupan sehari-hari seperti makan dengan diet seimbang dan olahraga yang cukup sering tidak dipenuhi.
Apalagi kebanyakan remaja ketika memasuki kehidupan mahasiswa seringkali meninggalkan rumah dan menjadi anak kos. Di mana kehidupan anak kos identik dengan gaya hidup yang kurang teratur dan kurang sehat. Anak kos seringkali tidak memenuhi kebutuhan asupan makanan sehat dan olahraga.
Seseorang yang aktif secara fisik cenderung tetap aktif selama hidupnya. Transisi dari remaja akhir hingga masa dewasa awal merupakan penurunan paling dramatis dalam aktivitas fisik pada hampir seluruh kehidupan seseorang. Peningkatan aktivitas pada orang dewasa cukup penting. Masa tersebut adalah periode kritis di mana kita benar-benar dapat mengintervensi," kata Dr. Matthew Kwan, seorang peneliti di McMaster University, Ontario, Kanada seperti dilansir dari HealthNews, Rabu (4/1/2012).