Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Jangan Gengsi Meminta Maaf pada Anak


Meminta Maaf pada Anak sebaiknya segera dilakukan apabila kita melakukan kesalahan.Karena selain untuk mendidik anak menjadi orang yang pemaaf,hal ini juga membiasakan pada anak untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan.Berikut ini tips yang bisa dilakukan agar tetap terlihat berwibawa di depan anak meskipun sedang melakukan kesalahan.
 
Mengaku bersalah

Sadari bahwa anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.

Tulus

Ketika meminta maaf, anda harus tulusAnak-anak mudah sekali mendeteksi perasaan kita.Dan sekali mereka dibohongi,akan susah sekali mengambil hatinya kembali.

Tenang

Meminta maaf dalam keadaan emosi akan percuma. Kalau anda belum bisa bersikap tenang, katakan padanya bahwa anda butuh waktu untuk sendiri, sebelum melanjutkan pembicaraan dengannya. Kemudian, pikirkan apa yang terjadi dan apa penyebabnya agar pikiran jadi tenang.

Tepat sasaran

Katakan permintaan maaf anda secara langsung dan dalam kalimat yang tidak berbelit-belit. Ingat, yang dimintakan maaf adalah sikap anda yang baru saja terjadi, bukan kepribadian anda. Misalnya, mintalah maaf atas kemarahan dan ucapan anda yang kasar, bukan atas kepribadian yang emosional.

Jangan menyalahkan

Jangan balik menyalahkan anak hanya untuk membenarkan sikap anda. Misalnya, dengan mengatakan bahwa seandainya ia tidak malas, anda tidak akan marah terus padanya. Ini sama saja dengan tidak meminta maaf, melainkan justru menyalahkannya.

Meminta maaf

Mengatakan bahwa anda bersalah dan bertanya apakah ia mau memaafkannya akan mempermudah untuk mengungkapkan penyesalan, sekaligus membuat anak belajar memahami cara memperbaiki hubungan.

Evaluasi

Bersama anak, lihat kembali bagaimana anda bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik, dan sepakati cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama terjadi lagi nanti.

Lupakan

Bagaimanapun juga, anda hanya seorang manusia, yang tentu tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Namun, jangan terus berkutat pada rasa bersalah. Setelah meminta maaf pada anak, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya lagi, sama seperti ketika memintanya tidak mengulang kesalahan.

Jangan berlebihan

Berlebihan dan selalu meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele, justru akan membuat anda kehilangan wibawa. Mintalah maaf karena anda memang bersalah, bukan karena ingin berusaha menerapkan disiplin atau hukuman yang terbilang wajar, atas kesalahannya.
Tapi sering juga Reaksi dan cara menghadapi suatu masalah berbeda-beda pada setiap anak. Ada yang mudah memaafkan , tapi ada pula yang tidak, sehingga menimbulkan dampak dalam jangka waktu lama, misalnya:
1. Anak kehilangan kepercayaan pada orang tua maupun orang lain
2. Anak kurang memiliki kepercayaan diri
3. Anak tidak dapat mengendalikan diri atau emosi.
4. Anak merasa sedih, tersisih, tersinggung dan lainnya.
5. Anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai perasaannya.
Jadi,ketika kita bersalah,langsung minta maaflah.Kepada anak sekalipun.Jangan Gengsi ya..:)

Selasa, 04 Oktober 2011

Tips mendidik anak cerdas sejak dalam kandungan

Memiliki anak yang pintar dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua,sehingga tentu saja cara mendidik anak atau sistem pendidikan yang memadai,tepat dan benar sejak dini bahkan ketika masih di dalam kandungan pun ketika si ibu sedang hamil mendidik anak sudah bisa kita lakukan.
Mendidik anak sejak dini atau di dalam kandungan,bukan berarti mengajarkan atau mendidik calon anak yang masih dalam kadungan tersebut dengan baca tulis dan berhitung atau bahasa kerennya CALISTUNG,udah pasti kagak nyambung lah,tul ngak....ada ada aja...he..he
Mempersiapkan pendidikan anak atau mendidik anak dalam kandungan lebik di terfokus atau di utamakan dalam dua hal yaitu psikologis dan juga materi atau pemberian gizi yang baik artinya baik adalah yang halal dan toyibah,sehingga di harapkan akan tumbuh calon bayi atau anak yang sudak terdidik secara fisik maupun ruhani atau psikologisnya.
Mari sedikit kita kupas tentang dua hal tersebut di atas

Pertama secara fisik
Tentu saja kita tidak boleh main main dengan nutrisi untuk ibu yang sedang hamil tapi walaupun begitu satu hal terpenting adalah kehalalan makanan yang anda berikan kepada istri anda yang sedang hamil,karena dari harta yang haram tidak akan mungkin tumbuh pribadi yang baik jadi untuk para istri atau ibu yang sedang hamil berikan nutrisi atau asupan gizi yang baik untuk ibu dan janinnya,tapi jangan lupa harus dari harta yang halal bukan yang haram,misal dari hasil mencuri atau korupsi...wah..wah kayak ustad aja,tapi bener lho saya ngak bohong.he..he

Yang kedua secara psikologis
Banyak trik dan tips supaya kita bisa berkomunikasi dengan calon bayi anda misalnya dengan memperdengarkan ayat ayat alqur'an dan di dekatkan dengan perut ibu yang sedang hamil,akan lebiah bagus lagi yang membacakan adalah bapak atau ibu kandung atau ayahnya sehingg(.....)an terasa nyaman.
Sepertinya ngak nyambung yach.....terus .....inilah rahasinya,di sini saya menekankan bagaimana membentuk pondasi kepribadian anak sekaligus ibunya yang sedang hamil,jadi ketika sang bayi udah lahir,sudah terbentuk pondasi yang kuat secara fisik maupun ruhnya. Dan setelah lahir nanti tinggal anda mendidik anak dengan pendidikan yang dia butuhkan atau sesuai bakatnya.
Semoga sekelumit catatan ini bisa menginspirasi kita khususnya para ibu yang saat ini sedang hamil muda,jadi bisa anda mulai dari sekarang,saya berdoa semoga anak anak anda menjadi anak yang sholeh dan sholehah dengan melakukan pendidikan sejak dini semenjak di dalam kandungan.....Aminnnnn.....
Wassalamm