Tampilkan postingan dengan label Info dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info dan Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

12 PERTANYAAN FAVORIT BUNDA

Google.com
Ayah dan bunda sekalian,
mungkin dibenak anda banyak sekali pertanyaan yang berlalu lalang dikepala. dari yang inilah atau yang itulah dan belum mendapat jawaban yang cukup atas pertanyaan itu. berikut ini ada beberapa jawaban dari beberapa pertanyaan yang mungkin sedang ada dipikiran ayah dan bunda sekalian. semoga dapat menjawab "kegelisahan" atas pertanyaan bunda sekalian.
Jawabannya diberikan secara gamblang oleh Dr. Jahja Zacharia, SpA dari RS Mitra Internasional, Jakarta. semoga bermanfaat.

1. Perlukah bayi disunat dan di usia berapa?

Sunat secara medis dianjurkan dengan alasan kebersihan. Bayi usia berapa pun boleh disunat. Sunat berarti membuang penutup kepala penis/preputium atau kulup. Bila tak dibuang dan lubang kulup itu sempit, sekitar kepala dan leher penis bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran yang mengendap dan menyebabkan bau tak sedap bahkan menjadi sarang kuman penyebab infeksi. Jika preputium penis sejak lahir sudah bisa terbuka, aliran urine bagus dan lancar, kepala dan leher penis mudah dibersihkan, sunat boleh ditunda sampai si anak siap atau kalau ada indikasi lain seperti tradisi-kewajiban agama. Sebaliknya kalau bayi baru lahir kulupnya menutup rapat, panjang dan sempit sehingga urine tak lancar keluar, bahkan ujung preputiumnya menggelembung, anak menangis/mengejan saat BAK, sunat tidak bisa ditunda. Sunat di usia berapa pun tak akan mempengaruhi fungsi dan ukuran alat vital.

2. Bagaimana dengan sunat pada bayi perempuan?

Klitoris pada perempuan sama dengan penis pada laki-laki. Pada bagian kepala klitoris juga terdapat kulit kulup penutup yang sebenarnya bisa lepas sendiri. Bila memang belum lepas, bisa dibantu untuk melepasnya. Nah, ini mungkin yang disebut dengan sunat wanita. Dengan begitu, sebenarnya kalau kulit tersebut sudah lepas, tak perlu diapa-apakan lagi. Sebagian masyarakat memberlakukan sunat pada bayi perempuan. Biasanya, ujung kulup klitoris sedikit dilukai sampai mengeluarkan darah. Mereka juga bilang secara agama harus sama antara sunat penis dan vagina. Karena banyaknya praktik sunat bayi perempuan yang salah kaprah sehingga merugikan, petugas medis sudah tidak melakukannya lagi. Kalau secara agama, ya, itu pilihan masing-masing.

3. Kok bayiku sering ngiler?

Yang jelas tidak ada kaitan dengan mitos ibu ngidam yang tak kesampaian kok. Air liur diproduksi secara teratur dan akan ditelan, lewat kerongkongan sampai akhirnya masuk ke lambung. Jika air liur sampai keluar ada beberapa penyebab :
  • Bayi tertidur dengan posisi miring atau tengkurap dengan mulut terbuka.
  • Bayi sedang tumbuh gigi. Karena gusinya teriritasi secara alamiah ia akan memproduksi air liur lebih banyak.
  • Perkembangan fase menggigit-gigit. Gerakan otot rahang saat menggigit-gigit otomatis akan memproduksi air liur berlebih.
  • Ada radang tenggorokan atau radang mulut yang menimbulkan banyak sariawan, sehingga bayi sakit menelan.
Ada juga penyebab yang lebih serius, antara lain:

  • Kelainan bawaan, seperti kerongkongan tidak terbentuk dengan sempurna atau ada sumbatan. Umumnya kondisi ini memerlukan tindakan operasi.
  • Gangguan saraf pusat yang menyebabkan refleks menelan pada bayi tidak bekerja dengan baik, begitu pun dengan koordinasi otot-otot mulutnya.

4. Bolehkah tidur tengkurap?

Posisi tidur terbaik bagi bayi adalah dengan posisi perut di bawah/tengkurap, atau miring ke kanan ataupun ke kiri. Dengan begitu bila ia gumoh, cairan langsung mengalir ke luar dan tidak tertelan lagi atau tersedak masuk saluran napas bayi. Namun bayi yang ditengkurapkan haruslah cukup bulan. Artinya, dia harus sudah bisa memindahkan kepalanya. Bila kemampuan ini belum dimiliki, bisa-bisa mukanya tertelungkup tertutup kasur dan menyebabkannya sulit bernapas. Perhatikan juga tempat tidurnya. Taruh bayi di atas kasur yang padat dengan seprai rapi dan tidak mengerut. Lepaskan kain bedong dari tubuh bayi saat akan ditengkurapkan. Jangan lupa, bayi masih bernapas melalui perut, dibedong hanya akan mengganggu gerak pernapasan perutnya, apalagi bila sedang tidur tengkurap.

Posisi tidur tengkurap tidak disarankan bagi bayi yang lahir prematur (berkaitan dengan fungsi organ tubuhnya yang belum matang) dan bayi yang mengalami sindrom gangguan pernapasan (sering mengalami sesak kala bernapas).

5. Bayi baru lahir sering BAB, apakah diare?

Tinja cair yang dikeluarkan bayi baru lahir bisa wajar dan tak berbahaya. BAB bayi, sangat dipengaruhi oleh susu yang dikonsumsinya. Konsumsi susu formula biasanya dapat menyebabkan konsistensi tinja jadi lebih liat. Kalau dibiarkan berkepanjangan, bayi mengalami susah buang air besar, tinjanya bisa jadi keras, berbentuk bulat-bulat (merongkol-merongkol), dan berwarna cokelat tua.

Sebaliknya, "bayi ASI" akan mengeluarkan tinja lembek, dengan konsistensi pasta bahkan bisa lebih cair berwarna kuning dengan sedikit busa. Terkadang disertai kotoran berupa biji-bijian kecil. Tampilannya memang seperti mencret namun jangan buru-buru mengasumsikannya sebagai diare. Karena ini normal saja. Lain hal Jika ada masalah di saluran pencernaannya. Biasanya selain BAB cair, juga disertai gejala lain seperti demam, muntah, serta mencret dalam jumlah banyak dan mancur. Jika itu yang terjadi, bayi harus segera dibawa ke dokter.

6. Kenapa bayi pipis sambil bergidik-gidik?

Kondisi ini wajar asalkan pancaran air pipisnya normal (tidak tersendat). Waspadai jika urine keluar tersendat/sedikit-sedikit. Khususnya pada bayi laki-laki. Gejala ini merupakan indikasi "pintu keluar" pada ujung penisnya sempit. Pada keadaan fimosis (kulup yang sempit) bila ia BAK, air seninya tak bisa memancar keluar dengan baik, kulupnya akan mengelembung karena pancaran urine tertahan lubang kulup yang sangat kecil itu. Pertimbangkan untuk dilakukan sunat. Kalau ada gejala lain seperti demam, rewel, sulit tidur (dan kalau berkepanjangan, mengalami gangguan pertumbuhan), bisa jadi bayi tersebut mengalami masalah pada saluran kemihnya. Karena itu sebaiknya periksakan ke dokter.

7. Mengapa perlu mengukur lingkar kepala bayi?

Karena ukuran lingkar kepala bisa mencerminkan proses pertumbuhan otak bayi. Ukuran lingkar kepala bayi yang normal sekitar 34 cm pada saat lahir. Selanjutnya akan bertambah 2 cm pada 3 bulan pertama, 1 cm pada 3 bulan kedua, dan 0,5 cm pada 6 bulan selanjutnya. Disarankan agar orangtua memantau perkembangan ukuran lingkar kepala secara rutin setiap 1 atau 2 bulan sekali sampai anak 2 tahun.

Bandingkan hasil ukuran yang didapat dengan grafik ukuran lingkar kepala dari Nelhaus yang selalu terdapat dalam buku catatan bayi. Bila kurva-nya masih dalam range yang ada, dan lebih kurang "sejajar" dengan kurva yang normal, berarti perkembangan kepalanya normal. Pengukuran ini bisa digunakan sebagai deteksi dini adanya kelainan. Namun demikian, ukuran lingkar kepala tak dapat diterapkan pada semua bayi, terlebih pada bayi prematur karena ukuran lingkar kepalanya memang kecil.

8. Bahayakah bila bayi terjatuh?


Parah tidaknya dipengaruhi oleh ketinggian, keras tidaknya ia terkena benturan, serta bagian tubuh mana yang terkena benturan. Yang jelas benturan keras yang mengenai bagian lunak kepala atau otak bisa berbahaya. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya penurunan kesadaran (gejalanya bisa bayi tampak seperti mengantuk), terjadi mual dan muntah, serta perubahan pola aktivitas. Gejala-gejala tersebut merupakan alarm bagi orangtua untuk segera membawa bayinya ke dokter.

9. Vitamin bisa untuk penambah nafsu makan?

Orangtua umumnya memang percaya vitamin bisa menambah nafsu makan sehingga dapat melesatkan berat badan bayi. Padahal, tak ada satu pun vitamin yang berkhasiat menambah nafsu makan secara langsung. Jadi kalau si kecil tak mau makan lantaran sakit dan dokter memberinya vitamin, itu bukan karena vitamin tersebut bisa menambah nafsu makan, melainkan agar asupan gizi si kecil selama sakit tidak kurang.

10. Apa benar bayi tak perlu lagi pakai gurita?

Sebenarnya tidak perlu. Kalau pun mau, gunakan gurita selama tali pusat bayi belum puput untuk menghindari gesekan pada proses penyembuhan bekas lukanya. Namun ikatannya jangan terlalu kencang. Ikatan gurita yang terlalu ketat akan mengganggu gerak pernapasan perut bayi yang masih lemah. Pertumbuhan organ-organ dalam rongga dada dan perutnya yang masih terus tumbuh dan berkembang, juga bisa terhambat.

11. Perlukah bayi dibedong?

Tidak. Bedong apalagi bila diikat sangat kuat malah bisa membuat peredaran darah bayi terganggu. Bisa juga menghambat perkembangan motorik si kecil karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak. Gunakan bedong dengan ikatan longgar setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin untuk menghangatkan tubuhnya. Pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok dan akan lurus sendiri seiring pertumbuhannya.

12. Mengapa pada badan bayi ada tanda biru seperti lebam?

Tanda tersebut bisa merupakan tanda lahir yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Ada yang seperti stroberi yang teksturnya lunak dengan bentuk menonjol. Biasanya karena pembuluh darah melebar. Ada yang kebiruan/merah kebiruan dan rata. Tanda itu bisa muncul di bokong, punggung, tungkai atau pundak. Tanda pada kulit ini juga bisa disebabkan karena proses kelahiran, seperti trauma lahir. Bahaya atau tidak, harus dilihat dulu dari perkembangan tanda lahir ini. Umumnya tanda lahir ini tak membahaya.

Cortesy : Tambah Asi tambah Cinta Forum

Senin, 14 Mei 2012

Kontra Imunisasi dan Vaksinasi

Google.com
Ayah bunda sekalian,
mungkin ada dibenak kalian kegundahan-kegundahan mengenai Imunisasi dan Vaksinasi karena banyak beredarnya informasi yang saling pro dan kontra. setelah beberapa waktu yang lalu kami mensarikan informasi yang pro pada imunisasi dan vaksinasi tentang  Bahaya Menolak Imunisasi dan Tanya Jawab Kehalalan dan Keamanan Vaksin. untuk kali ini, akan kami informasikan sebagai pembanding dari elemen yang Kontra dengan imunisasi dan Vaksinasi. hal ini kami dasari akan informasi yang berimbang antara yang pro dan kontra.

tetapi disini kami hanya akan menampilkan LINK dari info tersebut, karena disana dijabarkan dengan menggunakan slide show sehingga akan dengan enak dan nyaman jika dibaca pada link aslinya.



selayang pandang tentang Penulis


Hj.Ummu Salamah, SH, Hajjam 


Pendidikan :

  • 1990 Sarjana Hukum Universitas Tarumanagara 
  • 2005 Kedokteran Rasulullah SAW, Ath-Thibb An-Nabawy As-Sabil Holy Holistic, Jakarta 
  • 2009 Kedokteran Rasulullah SAW, Ath –Thibb An- Nabawy Sijil Herbalis, Malaysia 

Aktivitas : 

  • Ketua Pondok Sehat An Nabawiyah 
  • Ketua Majelis Taklim An-Nabawiyah 
  • Konsultan keluarga dan kesehatan An-Nabawiyah 
  • Konsultan Politik,Hukum,Ekonomi, Sosial, Budaya dalam konsep Islam 
  • Narasumber kajian Islam di Radio Parben, Tangerang 
  • Aktif berdakwah di Radio, TV dan masyarakat 
  • Aktif menulis buku dan makalah, tulisannya pernah di muat di majalah Jurnal Halal MUI, dan beberapa majalah lainnya. 

Telphone : 

  • 021-92678315 
  • 021- 7412151

Berikut Link yan dapat dituju...semoga bermanfaat

Kamis, 10 Mei 2012

Panduan Makanan Pendampin ASI (MPASI)

Ayah dan bunda sekalian,
selain diberikan ASI eksklusif, saat buah hati sudah menginjak umur lebih dari 6 Bulan (informasi bahwa sebelum 6 bulan belum diperbolehkan selain ASI) perlu diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). ini dilakukan untuk dapat melatih dan memperkenalkan buah hati anda untuk dapat memakan makanan selain ASI. tentu saja harus dilakukan secara perlahan dan telaten sehingga anak nyaman dan senang dalam memakannya

ada banyak kiat-kiat dan panduan yang beredar diluaran sana tentang penyajian MPASI ini, namun untuk kali ini kami akan mengambil panduan MPASI dari Bapak Wied Harry Apriadji di dalam bukunya 
VARIASI MAKANAN SEHAT BAYI yang diterbitkan tahun 2006 oleh Puspa Swara :


Buah segar sebagai makanan pertama bayi
Buah segar menjadi pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.

Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna. Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu bayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gr setiap kali makan) dan diencerkan.

Pada tahap awal pemberian makanan pendamping ASI, anda bisa mengencerkan pure buah lebih cair dari resep. Tambahan cairan bisa lebih banyak dari jumlah jus buah, kemudian secara bertahap kurangi jumlah cairan hingga sesuai resep. Biasanya,bayi perlu menyesuaikan diri selama 4-5 hari * Namun dalam milis Gizi Bayi Balita, Pak Wied pun menjelaskan bahwa pengamatan 4-5 hari itu pengamatan maksimum untuk pemberian/pengenalan 1 jenis makanan baru, sebenarnya cukup 2-3 hari untuk tiap 1 jenis makanan baru. Selain untuk menghindari bosan, pengamatan ada tidaknya reaksi alergi (ruam kulit, muntah, diare) terhadap bahan makanan tertentu pada umumnya muncul dalam 24 jam * Walaupun demikian, patokan ini tidak mutlak karena keterampilan makan setiap bayi tidak sama. Ada bayi yang bisa langsung menyantap pure buah dengan kepekatan seperti resep.

Buah merupakan sumber vitamin C, salah satu jenis vitamin yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh bayi. Betakaroten (provitamin A) juga banyak tersimpan dalam buah, terutama buah berwarna merah atau jingga seperti semangka merah, jambu biji merah, dan pepaya. Vitamin C dan betakaroten termasuk antioksidan kuat yang mempercepat pemulihan gangguan kesehatan pada bayi. Avokad berlimpah asam lemak omega 3, salah satu jenis lemak sehat yang baik untuk perkembangan otak bayi dan kecerdasannya. Buah yang aman dikonsumsi bayi sebagai pendamping ASI sbb :
  1. Jeruk : Jeruk baby, Jeruk orange, jeruk keprok manis
  2. Jambu biji: Sebaiknya pilih jambu biji merah karena lebih kaya betakaroten
  3. Pepaya
  4. Avokad
  5. Melon: Melon hijau, melon jingga
  6. Semangka : Semangka merah, semangka kuning
  7. Apel manis contohnya apel merah Red Delicious
  8. Pir Manis contohnya pir Yangli
  9. Pisang: Pisang ambon
  10. Mangga Manis: Mangga madu,mangga arumanis,mangga manalagi

Gula dan garam
Hindari menambahkan gula ke dalam jus atau pure buah. Biarkan bayi mengenali keragaman cita rasa manis asli buah. Gula mematikan cita rasa dasar buah sehingga bayi tidak memiliki kekayaan perbendaharaan citarasa makanan. Tidak menambahkan gula juga penting untuk melatih kepekaan saraf perasa bayi agar kelak tidak menjadi ketagihan gula dan makanan manis. Selain tidak berguna (karena rasa jus/pure buah sudah manis), gula hanya akan membebani kerja pankreas dan hati (liver) bayi anda.

Nasi & Sayuran, sumber karbohidrat kompleks
Setelah buah-buahan segar, secara bertahap pencernaan bayi diperkenalkan dengan bahan makanan lain, yaitu pati (nasi,kentang,dan makanan pokok lainnya) serta serat (beragam sayur-sayuran). Jika buah mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna,beras dan makanan pokok lainnya mengandung karbohidrat kompleks yang proses pencernaaannya lebih rumit. Sayuran juga mengandung serat, salah satu jenis karbohidrat yang tidak tercerna.

Pada tahap awal pengenalan nasi dan sayuran, sebaiknya tidak ditambah protein hewani. Sama seperti makanan pokok, proses pencernaan sumber protein hewani terutama daging sapi dan daging ayam cukup rumit. Oleh karena itu, biarlah bayi mengenai citarasa makanan secara bertahap. Selain itu, agar organ pencernaannya tidak bekerja berat mencerna pati dan protein hewani sekaligus.

Jika pada tahap ini Anda menginginkan tambahan protein dalam makanan bayi, Anda bisa menambahkan sumber protein mudah cerna, yaitu tempe yang dihaluskan. Protein tempe telah diuraikan oleh kapang (jamur) tempe menjadi asam amino sederhana yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh bayi. Kelebihan lain tempe mengandung zat antidiare.

Selain menjadi sumber serat, sayuran merupakan pemasok beragam mineral dan vitamin. Sayuran berlimpah zat besi, kalsium dan betakaroten yang merupakan zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Manfaat utama serat adalah membantu membuang kotoran kaya zat-zat sampah yang bisa membahayakan kesehatan. Asupan sayuran juga menyumbang kecukupan serat yang penting untuk pertumbuhan bakteri-bakteri baik dalam usus bayi. Walaupun serat sayuran penting untuk bayi, sebaiknya sayuran dipilih yang tidak mengandung serat berlebihan.

Lazimnya, nasi dan makanan pokok lain serta sayuran diberikan pada bayi setelah berusia 7 bulan. Berikut ini makanan pokok yang dapat diberikan pada bayi :

Makanan sumber pati

  • Nasi: beras merah,beras putih (utk beras merah harus direndam 4jam sebelum dimasak)
  • Kentang
  • Ubi jalar: Ubi jalar merah, ubi jalar ungu
  • Singkong: Singkong mentega/kuning
  • Jagung segar: Jagung manis, jagung biasa
  • Makaroni: Makaroni elbow / bengkok mini
  • Mi kering: Pilih kualitas bagus tanpa pewarna (sebaiknya dari produsen terpercaya)
  • Havermut : quick cooking oats
  • Roti :Sebaiknya pilih roti wholewheat (roti gandum)
  • Labu kuning : Labu kuning biasa, labu kuning jepang (kabocha)
Sayuran yang aman diberikan pada bayi

  • Bayam (merah ataupun hijau)
  • Kangkung: Kangkung akar/kangkung cabut muda
  • Wortel
  • Tomat : Tomat merah
  • Brokoli
  • Kembang kol
  • Buncis: Buncis muda atau buncis baby
  • Kacang polong segar/beku

 Makanan hewani & polong-polongan, sumber protein
Bahan makanan sumber protein baik yang hewani maupun nabati diperkenalkan paling akhir (setelah bayi benar-benar terampil makan). Biasanya, makanan ini diberikan setelah bayi berusia 8 bulan. Awalnya berupa bubur saring. Selanjutnya, bayi diberi nasi tim setelah berusia 9 bulan dan sudah tumbuh gigi. Jika setelah 9 bulan bayi Anda belum tumbuh gigi, lanjutkan pemberian bubur saringnya.

Menginjak usia 8 bulan, organ pencernaan bayi sudah bisa dilatih mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, seperti protein hewani. Dalam kelompok sumber protein hewani hanya yoghurt khusus bayi, yoghurt tawar (plain yoghurt) ---- dalam milis mpasirumahan direkomendasikan merk Yummy ---- , keju alami (natural cheese) dan tempe yang mudah cerna karena kandungan proteinnya sudah dicerna oleh bakteri dan kapang (jamur).

Berikut ini sumber protein yg aman utk bayi
  • Telur : Terutama kuning telur
  • Hati : Hati ayam, hati sapi
  • Daging ikan : Ikan kakap, ikan salmon, ikan gindara,
  • Ikan marlin, ikan tenggiri
  • Daging ayam: Pilih bagian dada, buang kulit dan lemaknya
  • Daging sapi : Pilih yang tidak berlemak dan empuk, yaitu bagian has dalam (sirloin) dan has luar (tenderloin)
  • Keju:Pilih keju alami (natural Cheese) yang muda. Kalau susah mencari keju muda, pilih keju yang rendah kadar garamnya, mis merk Prochiz atau Diamond. Itupun tidak diberikan sering, hanya sesekali dalam jumlah sangat sedikit.
  • Kacang merah: kacang merah segar, kacang merah kering
  • Kacang hijau : Kacang hijau berkulit, kacang hijau kupas (sebaiknya direndam hingga mengembang 4-6 jam)
  • Kacang tolo
  • Tempe : Pilih tempe segar, hindari yang sudah berbau amoniak (diparut pelan2 menggunakan parutan kelapa, diserut hati-hati sambil ditekan menggunakan serutan keju atau dicincang halus, dimasak hingga empuk)
  • Tahu: Pilih tahu putih tanpa pewarna, tanpa bahan pengenyal dan masih baru (bayi sangat sensitif terhadap kerusakan tahu yang mengakibatkan diare)

Jadwal pemberian makanan pendamping ASI
Umur bayi vs Jenis makanan vs Frekuensi pemberian pendamping ASI
  • 6-7 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1-2 kali (dikonsumsi ketika perut kosong agar penyerapan nutrisi optimal, yaitu setelah bangun tidur)
  • 7-8 bln ASI Sesuka bayi , Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1-2 kali
  • 8-9 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur lembut 1 kali, Bubur saring 2 kali
  • 9-10 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Bubur Saring 1 kali, Makanan Tim 2 kali
  • 10-12 bln ASI Sesuka bayi, Pure buah 1 kali, Makanan tim 3 kali, Makanan selingan 1-2 kali