Tampilkan postingan dengan label Info jenis2 Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info jenis2 Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Sakit Kepala Kronis(Headache,Chronic Daily)!

DEFINISI
Banyak orang memiliki sakit kepala dari waktu ke waktu. Tapi jika anda memiliki sakit kepala lebih dari biasanya, anda mungkin mengalami variasi dari sakit kepala, yaitu sakit kepala kronis harian. Sakit yang tidak henti-hentinya dari sakit kepala kronis harian membuatnya menjadi sakit kepala yang paling membuat tidak berdaya.




GEJALA
Didefinisikan bahwa sakit kepala harian pasti terjadi 15 hari atau lebih dari sebulan, paling tidak tiga bulan. Dan menjadi pemikiran utama dari sakit kepala kronis harian, bahwa penyakit itu juga tidak menghasilkan kondisi yang lain.
Sakit kepala kronis harian diklasifikasikan dengan seberapa lama mereka terasa terakhir kalinya – lebih dari empat jam atau lebih sedikit dari empat jam. Lamanya sakit kepala terakhir yang anda rasakan dapat menunjukkan tipe apa sakit kepala yang anda alami.

•    Migrain kronis
•    Sakit kepala kronis akibat tekanan darah
•    New daily persistent headache
•    Hemicrania continua

Migrain kronis
Sakit kepala ini berkembang dari migraine yang datang tiba-tiba. Untuk dapat terdiagnosis, anda harus memiliki sakit kepala – migraine, sakit kepala akibat tekanan darah atau keduanya – 15 hari atau lebih dalam sebulan, untuk tiga bulan terakhir. Sebagai tambahan, pada delapan hari atau lebih untuk tiga bulan terakhir, anda pasti mengalami gejala berikut.

Sakit kepala anda harus memiliki paling sedikit dua karakteristik berikut:
•    Menyerang hanya pada satu sisi kepala
•    Menyebabkan sakit yang berdenyut
•    Menyebabkan sakit dari yang sedang ke yang parah
•    Menjadi jengkel pada aktifitas fisik yang rutin

Dan gejala itu menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
•    Mual, muntah atau keduanya
•    Sensitif pada cahaya dan suara

Kalau tidak, jika sakit kepala anda merespon pengobatan triptan atau ergot ambil antisipasi gejala tersebut – pada delapan hari atau lebih dalam sebulan atau lebih dalam sebulan pada tiga bulan terakhir – itu juga merupakan migrain kronis.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan (tension headache)
Sakit kepala ini berkembang dari sakit kepala akibat ketegangan yang datang tiba-tiba. Sakit kepala ini mungkin terjadi pada jam-jam terakhir atau secara terus menerus.

Sakit kepala kronis akibat ketegangan memiliki paling sedikit dua dari karakteristik berikut:
•    Sakit di kedua sisi kepala
•    Menyebabkan sakit yang ringan sampai sedang
•    Menyebabkan sakit yang terasa ditekan atau mengetat akan tetapi tidak berdenyut
•    Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
•    Sensitif pada suara atau cahaya
•    Mual ringan

New daily persistent headache
Sakit kepala ini menjadi konstan dalam beberapa hari dari pertama kali anda mengalami sakit kepala.
New daily persistent headache paling tidak memiliki dua dari karakteristik berikut :

•    Sakit pada dua sisi kepala
•    Menyebabkan sakit yang terasa seperti ditekan atau mengetat, tapi tidak berdenyut
•    Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:
•    Sensitif pada suara atau cahaya
•    Mual ringan

Hemicrania continua
Hemicrania continua sakit kepala ini menyebabkan sakit pada satu sisi kepala yang tidak berpindah sisi. Mereka juga:
•    Harian dan berlanjut dengan periode tanpa rasa bebas dari sakit
•    Menyebabkan sakit yang sedang tapi terasa menusuk ketika parah
•    Merespon resep pereda rasa sakit indomethacin (Indocin)
•    Mungkin terkadang menjadi parah dengan berkembang dengan gejala seperti migrain

Sebagai tambahan, sakit kepala hemicrania continua menyebabkan paling tiba satu dari hal berikut:
•    Keluar air mata atau mata merah sebagai efek samping
•    Nafas sengau atau hidung berair
•    Kelopak mata layu atau penyempitan pupil

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Penyebab sebagian besar sakit kepala kronis harian tidak begitu dimengerti. Yang utama dari sakit kepala kronis harian tidak dapat diidentifikasi berdasarkan kasus. Sakit kepala kronis harian terjadi jika :

•    Anda memiliki respon yang memuncak pada tanda rasa sakit
•    Bagian dari otak anda yang menekan rasa sakit tidak bekerja secara baik

Frekuensi sakit kepala lain mungkin disebabkan berdasarkan penyakit atau kondisi yang berbeda-beda, termasuk:
•    Pembengkakan atau masalah lain pada pembuluh darah dan kisaran otak, termasuk stroke.
•    Infeksi, contohnya meningitis
•    Tekanan pada intracranial baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah
•    Tumor otak
•    Cedera trauma pada otak

Banyak orang yang memiliki frekuensi sakit kepala sebenarnya mengalami efek dari terlalu seringnya mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit. Jika anda mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit – bahkan analgesics tanpa resep – lebih dari tiga hari dalam seminggu, anda berisiko mengalami peningkatan sakit kepala.
   
 
Faktor risiko
       
 
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi sakit kepala adalah:
•    Gelisah
•    Depresi
•    Gangguan tidur
 
•    Obesitas
•    Mendengkur
•    Berlebihan dalam menggunakan kafein
•    Berlebihan dalam menggunakan obat pereda rasa sakit
•    Secara rutin memakai sesuatu yang membuat ketegangan pada kepala atu leher


Pencegahan

Melindungi diri anda secara baik dapat membantu mencegah sakit kepala kronis harian.

•    Hindari pemicu sakit kepala. Jika anda tidak yakin apa yang memicu sakit kepala, perhatikan sakit kepala harian anda. Termasuk detil dari setiap sakit kepala. Kapan sakit kepala dimulai? Apa yang anda lakukan saat itu? Apa yang anda makan pada hari itu? Berapa lama anda tidur pada malam sebelumnya? Bagaimana tingkat stress anda? Berapa lama sakit kepala yang terakhir? Apa, jika sesuatu, yang menyediakan bantuan? Pada akhirnya, anda dapat memulai untuk melihat polanya – dan ambil langkah yang dapat mencegah sakit kepala berikutnya.

•    Hindari berlebihan dalam menggunakan pengobatan medis. Mengambil pengobatan medis terhadap sakit kepal, termasuk obat tanpa resep, lebih dari dua kali seminggu dapat meningkatkan kehebatan dan frekuensi sakit kepala anda. Jika anda menggunakan pengobatan medis terlalu sering, penting untuk mengkonsultasikan pada dokter anda tentang bagaimana yang terbaik untuk membuat berhenti diri anda dari pengobatan medis tersebut karena dapat memiliki efek samping yang serius jika dilakukan dengan tidak tepat.

•    Tidur yang cukup. Rata-rata orang dewasa membutuhkan enam sampai delapan jam perhari setiap malam. Yang terbaik adalah tidur teratur setiap malam.

•    Jangan melewati waktu makan. Mulai hari anda dengan sarapan yang sehat. Makan siang dan makan malam pada waktu yang sama setiap hari. Hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein yang dapat memicu sakit kepala.

•    Rutin berolahraga. Aktifitas berolahraga yang rutin dapat memperbaiki fisik dan mental anda. Olahraga juga dapat menolong untuk meredakan stress, Dengan izin dokter, pilih aktifitas yang anda sukai – seperti berjalan, berenang atau bersepeda. Untuk menghindari cedera, mulai dengan perlahan.

•    Kurangi stres. Stres adalah pemicu yang umum dari sakit kepala kronis. Atur dan sederhanakan jadwal anda. Rencanakan. Tetap positif. Banyak sakit kepala disebabkan oleh akhir stress ketika periode stress berakhir.

•    Santai. Cobalah yoga, meditasi atau latihan relaksasi. Atur waktu untuk bersantai sejenak. Dengarkan musik, baca buku atau berendam di air hangat.

•    Kurangi kafein. Beberapa pengobatan medis terhadap sakit kepala menggunakan kafein karena dapat membantu mengurangi sakit kepala, kafein juga dapat memperburuk sakit kepala. Coba untuk mengurangi, atau yang lebih baik hilangkan kafein dari makanan anda.
 

Sumber:KOMPAS

Obesitas(Kegemukan)!


DEFINISI
Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dokter menggunakan BMI (body mass index) yang di dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk menentukan apakah anda mengidap obesitas.


Obesitas ekstrim  atau obesitas parah dikeal dengan istilah obesitas morbid.  Kondisi ini dimana seseorang memiliki BMI di atas 40 atau lebih.  Bila Anda masuk dalam kategori obesitas morbid, Anda terancam mengalami gangguan jantung yang serius.


BMI
Status berat badan
Dibawah 18,5
Kurang
18,5 – 24,9
Normal
25,5 – 29,5
Kelebihan
30,0 dan lebih tinggi
Obesitas


GEJALA
Gejala yang berhubungan dengan obesitas antara lain:

•    Sulit tidur
•    Mendengkur
•    Henti napas untuk sementara secara tiba-tiba saat tidur
•    Nyeri punggung atau sendi
•    Berkeringat secara berlebihan
•    Selalu merasa panas
•    Ruam atau infeksi pada lipatan kulit
•    Sulit bernapas
•    Sering ngantuk dan lelah
•    Depresi

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Ada pengaruh genetik dan hormon pada berat badan. Hal yang paling mendasar adalah obesitas terjadi ketika tubuh menerima lebih banyak kalori daripada membakarnya. Kalori tersebut kemudian menumpuk dan menjadi lemak.
 

Obesitas biasanya merupakan hasil dari kombinasi antara faktor-faktor berikut :

•    Tidak aktif secara fisik sehingga pembakaran lemak menjadi sedikit
•    Makan makanan tinggi kalori, terutama makanan cepat saji
•    Beberapa wanita sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan, hal ini memicu obesitas
•    Kurang tidur
•    Obat-obatan tertentu, seperti obat diabetes, anti kejang, antidepressants, antipsychotic, steroids dan beta blockers.
•    Masalah medis lain.


Faktor risiko

Faktor yang meningkatkan risiko obesitas antara lain :

•    Genetik
•    Faktor keturunan
•    Usia
•    Makan makanan yang tidak sehat
•    Kurang berolahraga


Pencegahan

Untuk mencegah obesitas dapat melakukan tindakan sebagai berikut :
•    Sering berolahraga
•    Makan makanan sehat rendah lemak
•    Jaga berat badan sehat anda
•    Selalu konsisten terhadap perencanaan mengenai gaya hidup sehat anda sehari-hari

Sumber:KOMPAS

Jerawat(Acne)!


DEFINISI
Jerawat, noda wajah, bintil, atau apapun anda menyebutnya, dapat menjadi sumber penderitaan dan mengganggu kepercayaan diri anda. Luka akibat jerawat dapat sembuh secara perlahan dan ketika salah satunya mulai teratasi jerawat lain akan timbul.

Hormon dapat menjadi penyebab tumbuhnya jerawat hal ini banyak terjadi pada masa remaja. Tetapi pada dasarnya semua orang di semua tingkatan usia dapat memiliki jerawat. Beberapa wanita dewasa memiliki jerawat karena hormon yang terjadi ketika masa kehamilan, siklus mentruasi, ataupun pada saat memulai atau berhenti mengkonsumsi pil KB.


GEJALA
Jerawat dapat tumbuh pada wajah, leher, dada, punggung dan bahu, tergantung pada daerah mana produksi minyak tinggi. Jerawat dapat berbentuk sebagai berikut :
•    Komedo (putih maupun hitam)
Terjadi jika pori-pori tertutup dan mengalami kebuntuan akibat minyak, sel kulit mati dan terkadang oleh bakteri.
 
•    Papula
Merupakan noda timbul pada permukaan kulit akibat peradangan dan infeksi pada pori-pori. Papula dapat berupa kemerahan yang halus pada kulit.
•    Postules
Merupakan noda merah yang timbul pada permukaan kulit dan terdapat nanah pada ujungnya.
•    Nodules
Merupakan noda yang besar, keras, benjolan yang perih dibawah permukaan kulit. Benjolan ini terbentuk akibat tumpukan keringat atau minyak yang tersumbat.
•    Kista
Kista terasa perih dan merupakan benjolan nanah dibawah permukaan kulit. Infeksi akan menjadikannya bisul yang dapat merusak kulit.




Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Ada tiga faktor yang menjadi penyebab timbulnya jerawat :
a.    Produksi minyak yang berlebih
b.    Sel kulit mati yang berlebihan akan menimbulkan iritasi pada pori-pori.
c.    Berkembangnya bakteri pada kulit

Jerawat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Sumbatan ini dapat menjadi penyebab tonjolan pada pori-pori dan menjadi komedo yang berwarna putih. Atau, sumbatan dapat terbuka di permukaan kulit dan menghitam dan menjadi komedo yang berwarna hitam.
 

Jerawat akan menimbulkan titik merah dengan pusat berwarna putih yang tumbuh ketika pori-pori tersumbat meradang dan terinfeksi. Penutupan dan peradangan ini terjadi di dalam pori-pori kulit yang menghasilkan benjolan dibawah permukaan kulit yang disebut dengan kista.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan meningkatnya produksi minyak yang menimbulkan jerawat. Tetapi beberapa hal – hormon, bakteri, perawatan medis tertentu dan keturunan – memainkan peran.

Jerawat bukan disebabkan oleh kotoran. Faktanya, menggosok kulit terlalu keras atau membersihkan wajah dengan sabun yang kasar atau zat kimia lain akan membuat iritasi pada kulit dan dapat menyebabkan jerawat bertambah parah. Pembersihan kulit secara sederhana untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati adalah hal yang diperlukan.

Faktor risiko

Perubahan hormon pada tubuh dapat memicu atau memperburuk jerawat. Perubahan ini biasa terjadi pada :
•    Remaja, baik laki-laki maupun perempuan
•    Wanita maupun anak gadis, pada dua sampai tujuh hari sebelum periode mentruasi
•    Wanita hamil
•    Orang-orang yang menggunakan pengobatan medis tertentu, termasuk adalah cortisone

Faktor risiko lain yang termasuk adalah :
•    Penggunaan secara langsung zat yang mengandung minyak pada kulit, atau penggunaan kosmetik tertentu secara langsung pada kulit.
 
•    Catatan dalam keluarga – jika orang tua anda memiliki jerawat, maka kemungkinan anda juga akan memiliki jerawat.
•    Gesekan atau tekanan pada wajah yang disebabkan oleh berbagai benda, seperti telepon ataupun telepon genggam, helm, kerah yang ketat dan tas punggung.

 
 Pencegahan

Saat jerawat yang anda alami membaik atau hilang, anda dapat melanjutkan pengobatan medis atau perawatan lainnya untuk mencegah timbulnya jerawat baru. Tanyakan pada dokter anda tentang bagaimana anda dapat mencegah timbulnya jerawat yang baru. Anda juga dapat mencegah timbulnya jerawat baru dengan tindakan perawatan diri sendiri seperti membersihkan kulit anda dengan pembersih yang lembut dan hindari menyentuh area yang bermasalah.
 
Tips lain untuk mencegah timbulnya jerawat adalah :
•    Bersihkan area kulit yang memiliki kencenderungan jerawat akan timbul dua kali sehari. Membersihkan kulit akan menghilangkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Akan tetapi jika terlalu banyak dapat membuat kulit iritasi. Bersihkan kulit dengan pembersih yang lembut dan gunakan yang bebas dari kandungan minyak. Gunakanlah produk perawatan kulit yang berbahan dasar air.
•    Gunakan krim atau jel penghilang jerawat untuk membantu kulit tetap kering dari minyak yang berlebih. Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid sebagai bahan aktif.
•    Hindari foundation  makeup yang berat. Gunakan kosmetik krim sebagai alas sebelum kosmetik bubuk dipakai.
 
•    Bersihkan makeup sebelum tidur. Tidur dengan kosmetik yang masih menempel pada kulit dapat menyumbat pori-pori kulit. Pastikan juga untuk tidak menggunakan kosmetik lama bersihkan peralatan kosmetik anda secara berkala dengan air sabun.
•    Hindari pakaian ketat. Pakaian yang ketat dapat menyimpan panas dan uap air dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Hindari juga tali / karet, tas punggung, helm atau peralatan olahraga yang ketat untuk mencegah tekanan pada kulit.
•    Mandilah setelah berolah raga atau setelah melakukan pekerjaan yang berat. Minyak dan keringat pada kulit dapat menahan kotoran dan bakteri.

Sumber:KOMPAS

Epilepsi!


DEFINISI
Epilepsi adalah penyakit saraf menahun yang menyebabkan kejang-kejang secara berkala. Penyakit ini disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak. Gejala kejang yang muncul bervariasi. Beberapa orang dengan epilepsi pada saat mengalami kejang-kejang memiliki pandangan yang kosong.


Kejang-kejang ringan membutuhkan pengobatan, karena itu bisa berbahaya bila terjadi ketika melakukan aktivitas seperti menyetir atau berenang. Pengobatan – termasuk perawatan medis dan terkadang operasi – biasanya berhasil menghilangkan atau mengurangi frekuensi dan intensitas dari kejang-kejang. Banyak anak-anak dengan epilepsi dapat mengatasi kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia.
GEJALA
Karena epilepsi disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak, kejang-kejang dapat berdampak pada proses kordinasi otak anda. Kejang-kejang dapat menghasilkan :

•    Kebingungan yang temporer
•    Gerakan menghentak yang tidak terkontrol pada tangan dan kaki
•    Hilang kesadaran secara total

Perbedaan gejala yang terjadi tergantung jenis kejang-kejang. Pada banyak kasus, orang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang-kejang yang sama setiap waktu, jadi gejala yang terjadi akan sama dari kejadian ke kejadian.

Dokter mengklasifikasikan kejang-kejang secara parsial atau general, berdasarkan bagaimana aktivitas otak yang tidak normal dimulai. Pada beberapa kasus, kejang-kejang dapat dimulai secara parsial dan kemudian menjadi general.

- Kejang-kejang parsial (sebagian)
Ketika kejang-kejang muncul sebagai hasil dari aktifitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tersebut, ilmuan menyebutnya kejang-kejang parsial atau sebagian. Kejang-kejang jenis ini terdiri dari dua kategori.

•    Simple partial seizures (kejang-kejang parsial sederhana). Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
•    Complex partial seizures (kejang-kejang parsial kompleks). Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.
 

- Kejang-kejang general
Kejang-kejang yang melibatkan seluruh bagian otak disebut kejang-kejang general. Empat tipe dari kejang-kejang general adalah:
•    Absence seizures (juga disebut petit mal).  Kejang-kejang ini memiliki dikarakteristikan oleh gerakan tubuh yang halus dan mencolok, dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.
•    Myoclonic seizures. Kejang-kejang ini biasanya menyebabkan hentakan atau kedutan secara tiba-tiba pada tangan dan kaki.
•    Atonic seizures. Juga dikenal dengan drop attack, kejang-kejang ini menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan tiba-tiba collapse dan terjatuh.
•    Tonic-clonic seizures (juga disebut grand mal). Kejang-kejang yang memiliki intensitas yang paling sering terjadi. Memiliki karakteristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

•    Pengaruh genetik. Beberapa tipe epilepsi menurun pada keluarga, membuatnya seperti ada keterkaitan dengan genetik.

•    Trauma pada kepala. Kecelakaan mobil atau cedera lain dapat menyebabkan epilepsi.

•    Penyakit medis. Stroke atau serangan jantung yang menghasilkan kerusakan pada otak dapat juga menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab yang paling utama pada kejadian epilepsi terhadap orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

•    Demensia. Menyebabkan epilepsi pada orang tua.

•    Cedera sebelum melahirkan. Janin rentan terhadap kerusakan otak karena infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi atau kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan otak pada anak. Dua puluh persen kejang-kejang pada anak berhubungan dengan kelumpuhan otak atau tidak normalnya neurological.

•    Perkembangan penyakit. Epilepsi dapat berhubungan dengan perkembangan penyakit lain, seperti autis dan down syndrome. 
 
   
 
Faktor risiko
       
 
Faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko epilepsi adalah :

•    Usia. Epilepsi biasanya terjadi pada masa awal usia anak-anak dan setelah usia 65 tahun, tapi kondisi yang sama dapat terjadi pada usia berapapun.

•    Jenis kelamin. Lelaki lebih berisiko terkena epilepsi daripada wanita.

•    Catatan keluarga. Jika anda memiliki catatan epilepsi dalam keluarga, anda mungkin memiliki peningkatan risiko mengalami kejang-kejang.

•    Cedera kepala. Cedera ini bertanggung jawab pada banyak kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risikonya dengan selalu menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil dan menggunakan helm ketika mengendarai motor, bermain ski, bersepeda atau melakukan aktifitas lain yang berisiko terkena cedera kepala.

•    Stroke dan penyakit vaskular lain. Ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi. Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut, termasuk adalah batasi untuk mengkonsumsi alkohol dan hindari rokok, makan makanan yang sehat dan selalu berolahraga.

•    Infeksi pada otak. Infeksi seperti meningitis, menyebabkan peradangan pada otak atau tulang belakang dan menyebabkan peningkatan risiko terkena epilepsi.

•    Kejang-kejang berkepanjangan pada saat anak-anak. Demam tinggi pada saat anak-anak dalam waktu yang lama terkadang dikaitkan dengan kejang-kejang untuk waktu yang lama dan epilepsi pada saat nanti. Khususnya untuk mereka dengan catatan sejarah keluarga dengan epilepsi

Sumber:KOMPAS

Diabetes!


DEFINISI
Istilah diabetes mellitus mengarah pada beberapa kondisi kesehatan yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula dalam darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan.


Jika anda memiliki diabetes tipe apapun, itu berarti anda memiliki terlalu banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dalam darah akan menyebabkan masalah yang serius. Diabetes kronis terdiri dari diabetes tipe 1 dan tipe 2.
 


GEJALA
Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain:
•    Sering haus
•    Sering buang air kecil
•    Sangat lapar
•    Hilang berat badan secara tiba-tiba
•    Kelelahan
•    Pandangan kabur
•    Apabila memiliki luka, luka tersebut sulit sembuh
•    Sering mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina atau kandung kemih

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.



Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Untuk dapat mengerti tentang diabetes anda harus mengetahui bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Bagaimana glukosa bekerja secara normal
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.

Dalam proses ini hati bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

 - Penyebab diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

- Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2
Pada kondisi prediabetes – yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 – dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

- Penyebab gestational diabetes
Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan.
Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.


Faktor risiko

Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

- Faktor risiko diabetes tipe 1
Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lainnya adalah terkena penyakit yang disebabkan virus.

- Faktor risiko diabetes tipe 2
•    Lemak. Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
•    Perilaku pasif. Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.
•    Faktor keturunan.
•    Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.
•    Gestational diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
•    Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:
•    Tekanan darah tinggi
•    Kolesterol


Pencegahan

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
•    Makan makanan sehat rendah kalori dan lemak
•    Lebih aktif secara fisik, khususnya dengan berolahraga
•    Jaga berat badan ideal

Banyak jenis kanker kulit dapat dicegah pembentukannya, antara lain dengan:
•    Menghindari sinar matahari diantara jam 10 siang sampai jam 4 sore
•    Menggunakan krim pelindung sinar matahari
•    Menggunakan perlengkapan pelindung sinar matahari
•    Waspada terhadap obat tertentu, antara lain antibiotik, kolesterol, pil KB, obat anti pembengkakan nonsteroidal dan obat jerawat isotretinoin.
•    Periksa kesehatan kulit secara teratur
•    Olahraga kulit untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas

Sumber:KOMPAS

Amnesia(Amnestic Syndrome)!


DEFINISI
Amnesia adalah hilang ingatan, seperti kenyataan, informasi dan pengalaman. Meskipun hilang ingatan sering digambarkan di film atau televisi bahwa anda tidak dapat mengingat siapa anda, dalam kehidupan nyata amnesia umumnya tidak menyebabkan anda lupa akan identitas diri anda.


Mereka dengan amnesia –juga disebut amnestic syndrome- biasanya ingat secara jelas siapa diri mereka, tetapi sulit untuk mempelajari informasi baru dan mengingat sesuatu yang baru.

Amnesia dapat disebabkan oleh kerusakan area di dalam otak yang vital untuk proses mengingat. Tidak seperti hilang ingatan sementara (transient global amnesia), amnestic syndrome dapat menjadi permanen.

Tidak ada pengobatan spesifik untuk amnesia, tetapi teknik meningkatkan ingatan dan dukungan psikologis dapat membantu mereka dengan amnesia.


GEJALA
Ada dua bentuk umum amnesia:
•    Lemahnya kemampuan untuk mempelajari informasi baru (anterograde amnesia)
•    Lemahnya kemampuan untuk mengingat kembali kejadian yang lalu dan informasi sebelumnya (retrograde amnesia)

Kebanyakan dari mereka dengan amnestic syndrome memiliki masalah dengan ingatan jangka pendek –mereka tidak dapat menerima informasi baru. Banyak juga yang memiliki beberapa tingat lemahnya daya ingat. Ingatan yang telah lampau seperti hilang, padahal masih ada dan tersimpan secara tidak disadari. Beberapa dari mereka dapat mengingat pengalaman masa kecil atau mengetahui nama presiden sebelumnya, tetapi tidak dapat mengingat nama presiden pada saat ini atau contoh lain adalah apakah mereka sudah sarapan.

Hilang ingatan tidak berpengaruh pada kecerdasan seseorang, pengetahuan umum, kesadaran, perhatian, penilaian, kepribadian atau identitas. Mereka dengan amnestic syndrome biasanyaa dapat mengerti cara menulis atau berbicara dan dapat belajar kemampuan seperti bersepeda atau bermain piano. Mereka juga dapat mengerti bahwa mereka mengalami gangguan ingatan.

Amnesia tidak sama dengan dementia. Dementia sering terkait dengan hilang ingatan, tetapi juga masalah kognitif lain yang signifikan yang menyebabkan kemunduran kemampuan dalam aktifitas harian. Pola ini juga biasanya adalah gejala umum dari mild cognitive impairment (MCI), tetapi ingatan dan masalah kognitif lainnya pada MCI tidak separah seperti pada dementia.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Fungsi ingatan secara normal melibatkan banyak bagian di dalam otak, dan penyakit atau cedera apapun yang berefek pada otak dapat mempengaruhinya. Amnesia dapat dihasilkan dari kerusakan struktur otak yang berbentuk sistem limbic, yang mengontrol emosi dan ingatan anda. Struktur ini terdiri dari thalamus, yang terdapat di dalam bagian tengah otak, dan hippocampal formation yang terletak di cuping pada otak anda.

Amnestic syndrome dikarenakan cedera otak atau kerusakan diketahui sebagai neurological atau organic amnesia. Penyebab yang mungkin neurological amnesia antara lain:
•    Stroke
•    Pembengkakan otak (encephalitis) dihasilkan dari infeksi virus seperti herpes simplex virus (HSV) atau sebagai reaksi otoimun terhadap kanker dibagian manapun di dalam tubuh (paraneoplastic limbic encephalitis, atau PLE)
•    Tidak cukup oksigen di dalam otak (sebagai contoh adalah serangan jantung, racun karbon monoksida atau sulit bernapas)
•    Penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang yang menyebabkan kekurangan thiamin (vitamin B-1)
•    Tumor pada area otak yang mengontrol ingatan
•    Penyakit penurunan kemampuan otak, seperti Alzheimer’s dan bentuk lain dari dementia

Cedera kepala dapat menyebabkan masalah dalam mengingat informasi baru, khususnya pada tahap awal penyembuhan –tetapi biasanya tidak menyebabkan amnesia yang parah.

Jenis amnesia langka lainnya adalah psychogenic atau dissociative amnesia, yang terbentuk dari trauma, seperti korban dari tindak kejahatan. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang lupa kepribadian atau identitas diri, biasanya hanya dalam waktu singkat.


Faktor risiko

Risiko mengalami amnesia akan meningkat jika anda:
•    Operasi pada otak, cedera kepala atau trauma
•    Stroke
•    Penyalahgunaan alkohol
•    Kejang


Pencegahan

Karena kerusakan otak dapat menjadi akar dari masalah amnesia, maka sangat penting untuk mengambil langkah dalam memperkecil peluang ada terkena cedera otak. Sebagai contoh:
•    Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan
•    Memakai helm ketika bersepeda atau menggunakan sabuk pengaman ketika menyetir
•    Obati infeksi dengan cepat sehingga tidak menyebar ke otak
•    Cari pertolongan medis darurat jika anda memiliki gejala apapun yang menunjukkan stroke atau aneurysm pada otak, seperti sakit kepala parah atau mati rasa pada satu sisi.

Sumber:KOMPAS

Kamis, 30 Juni 2011

Katarak !


DEFINISI
Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.


Banyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan.



GEJALA
Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

Tanda dan gejala katarak antara lain:

•    Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.

•    Sulit melihat pada malam hari

•    Sensitif pada cahaya

•    Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar

•    Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas

•    Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut

•    Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat

•    Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata

Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit kepala.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.

Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :

a.    Nuclear. Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

b.    Cortical. Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.

c.    Subcapsular. Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.

Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.

Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Faktor risiko
Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :
•    Usia
•    Diabetes
•    Sejarah keluarga dengan katarak
•    Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
•    Pernah mengalami operasi mata
•    Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
•    Terkena sinar matahari secara berlebihan
•    Terkena radiasi ion
•    Merokok


Pencegahan

Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :

•    Jangan merokok
•    Makan makanan dengan gizi seimbang
•    Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
•    Menjaga kesehatan tubuh secara umum

Sumber:KOMPAS

Influenza !


Definisi
Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, cabang tenggorokan dan paru-paru.


Jika anda terkena flu, anda akan merasa tidak enak badan untuk beberapa hari, tapi anda mungkin tidak akan mengalami komplikasi dengan penyakit lain atau anda bisa saja membutuhkan perawatan rumah sakit. Jika anda memiliki sistem imun yang lemah atau penyakit kronis, flu dapat menjadi fatal. Untuk mereka dengan risiko tinggi flu, maka pertahanan pertama adalah dengan suntikan/vaksin flu tahunan.
Gejala
Sebenarnya, flu seperti pilek biasa dengan hidung yang berair, bersin dan pembengkakan tenggorokan. Tapi pilek biasanya berkembang secara lambat, dan flu datang secara tiba-tiba. Meskipun pilek dapat menjadi gangguan, anda biasanya lebih khawatir terhadap flu.

Beberapa tanda dan gejala yang biasa terjadi pada flu :
•    Demam lebih dari 38 Celsius pada orang dewasa, dan sering sampai 39,5 Celsius sampai 40,5 Celsius pada anak.
•    Panas dingin dan berkeringat.
•    Batuk kering.
•    Nyeri otot, khususnya pada punggung, lengan dan kaki
•    Kelelahan dan lemah
•    Hidung tersumbat
•    Hilang nafsu makan
•    Diare dan muntah pada anak
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Virus flu menyebar lewat udara ketika seseorang terinfeksi batuk, bersin atau bicara. Anda dapat menghirup virus tersebut secara langsung, atau melalui suatu benda seperti telepon atau keyboard komputer, dan kemudian menghantarkannya ke mata, hidung atau mulut anda.

Flu disebabkan oleh tiga tipe virus – influenza A, B, dan C. Tipe A menyebabkan pandemi flu yang mematikan (epidemi pada belahan bumi) yang menyerang setiap 10 sampai 40 tahun. Tipe B menyebabkan pandemi dengan skala yang lebih kecil. Tipe A atau B dapat menyebabkan sirkulasi flu setiap musim dingin. Tipe C tidak pernah berkaitan dengan epidemi yang besar.

Tipe C cukup stabil, tapi tipe A dan B secara konstan berubah dan memunculkan kekhawatiran baru bagi masyarakat secara reguler. Sekali anda terkena flu, antibodi yang terbentuk akan menekan penyebabnya, tetapi tidak akan melindungi anda dari virus yang telah bermutasi. Itulah mengapa dokter merekomendasikan suntikan flu setiap tahun.  
   
Faktor risiko
       
Risiko flu meningkat atau dapat berkomplikasi jika anda :

•    Bayi atau anak-anak
•    Berusia lebih dari 50 tahun
•    Memiliki penyakit yang kronis, seperti diabetes atau penyakit janung, penyakit ginjal atau paru-paru.
•    Memiliki sistem imun yang lemah, seperti HIV AIDS.
•    Hamil ketika akan musim flu
•    Penduduk yang ada di care center.
•    Bekerja di care center.
•    Secara reguler melakukan kontak secara dekat dengan bayi atau anak-anak.

Anak yang menggunakan aspirin dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko dengan lebih besar. Vaksin flu aman bagi anak-anak usia 6 bulan atau lebih. Jika anak anda tidak berisiko akan tetapi tinggal dengan orang yang memiliki risiko tersebut, anda tetap harus memberikan vaksin pada anak anda. Cara tersebut akan mengurangi risiko anak anda terinfeksi. Lebih banyak orang yang terimunisasi, lebih sedikit flu akan menyebar pada sebuah komunitas.

Pencegahan

•    Gunakan vaksinasi flu secara rutin tiap tahun. Waktu yang tepat untuk vaksinasi adalah saat sebelum masa puncak dari musim flu. Perlu dua minggu bagi tubuh untuk membangun sistem imun tubuh mulai dari pemberian vaksin. Tanyakan pada dokter anda waktu yang tepat.

Tetap ingat bahwa vaksin flu tidak akan menghilangkan risiko terkena flu, khususnya pada orang dewasa. Tapi vaksin ini dapat mengurangi risiko terkena flu. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bila saat pemberian vaksin flu dan sirkulasi wabah flu dekat, vaksin flu akan efektif antara 70% sampai 90% untuk melindungi.

Hal ini lebih sedikit efektivitasnya pada orang dewasa. Para ahli kesehatan merekomendasikan vaksinasi pada orang di atas 50 tahun karena vaksin akan mengurangi risiko komplikasi flu, perawatan di RS dan kematian.

•    Cusi tangan. Mencuci tangan adalah cara terbaik dalam mencegah infeksi flu biasa. Gosok telapak tangan anda sedikitnya 15 detik, sabuni dengan benar dan tutup keran menggunakan tisu. Atau gunakan jel pembersih tangan berbahan dasar alkohol paling sedikit berkadar alkohol 60 persen.

•    Makan secara benar dan tidur secara teratur. Diet yang salah dan kurang tidur melemahkan imunitas anda dan menyebabkan anda lebih rentan terinfeksi. Diet seimbang dengan buah segar dan sayuran, gandum atau nasi, dan makanan yang mengandung protein adalah yang terbaik untuk banyak orang. Tidur yang cukup dan teratur juga perlu untuk kesehatan sistem imun. Secara umum, orang dewasa sangat baik tidur malam selama 7 sampai 8 jam. Anak-anak dan remaja membutuhkan tidur malam 9 sampai 10 jam.

•    Berolahraga secara teratur. Melatih kardiovaskuler secara teratur – berjalan, bersepeda, aerobik – meningkatkan sistem imun anda. Olahraga tidak dapat mencegah infeksi, tetapi jika anda terkena flu, anda akan lebih sedikit kemungkinannya terkena dampak yang parah dan sembuh lebih cepat daripada orang yang tidak fit.

•    Hindari kerumunan orang saat musim flu. Flu menyebar dengan mudah dimanapun orang-orang banyak berkumpul – pada care center, sekolah, kantor, auditorium dan alat transportasi publik. Menghindari kerumunan orang pada saat musim flu akan mengurangi kesempatan anda terinfeksi flu.
 
Sumber:KOMPAS

Hepatitis B


Definisi
Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Pada beberapa orang infeksi hepatitis B dapat menjadi kronis dan menyebabkan kegagalan hati, kanker hati atau kerusakan pada jaringan hati.

Banyak orang yang mengalami hepatitis B dapat sembuh bahkan jika tanda dan gejalanya parah. Meskipun tidak ada obatnya, vaksin dapat mencegah penyakit ini menginfeksi anda. 


Gejala
Tanda dan gejala hepatitis B biasanya muncul setelah dua sampai tiga bulan setelah anda terinfeksi dan gejalanya dapat bervariasi dari yang ringan sampai parah. Tanda dan gejala hepatitis B antara lain:

•    Nyeri pada area perut
•    Urin yang berwarna gelap
•    Nyeri sendi
•    Hilang nafsu makan
•    Mual dan muntah
•    Lemah dan kelelahan
•    Kulit dan area putih pada mata menjadi kuning
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular secara langsung melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain. Ketika virus hepatitis B masuk kedalam hati, virus ini akan menyerang sel hati dan melipat gandakan dirinya. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada hati dan memicu tanda dan gejala infeksi hepatitis B.

Virus Hepatitis B menular dengan cara:
•    Hubungan seksual
•    Berbagi jarum suntik
•    Kontak langsung dengan darah
•    Menurun dari ibu kepada anak

Faktor risiko

Risiko hepatitis B akan meningkat jika anda:
•    Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda tanpa menggunakan alat pengaman
•    Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman
•    Memiliki penyakit seksual menular seperti gonorrhea atau Chlamydia
•    Berbagi jarum suntik
•    Satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B
•    Memiliki pekerjaan yang mendekatkan anda dengan kemungkinan menyentuh darah manusia
•    Menjalani hemodialysis (cuci darah)


Pencegahan

Pertimbangkan untuk menggunakan vaksin hepatitis B
Semua orang dapat menggunakan vaksin hepatitis B, termasuk adalah bayi, orang dewasa dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. Efek sampingnya antara lain pembengkakan pada daerah suntikan.
Vaksin hepatitis B disarankan pada:

•    Semua bayi
•    Semua anak-anak dan remaja yang belum divaksinasi
•    Orang yang memiliki penyakit seksual menular
•    Petugas kesehatan dan orang lain yang sering melakukan kontak dengan darah
•    Orang yang positif mengidap HIV
•    Pasangan sejenis
•    Orang yang berhubungan seksual dengan banyak pasangan
•    Orang yang memiliki penyakit hati kronis
•    Orang yang memakai obat-obatan terlarang dengan cara disuntik
•    Orang yang tinggal dengan seseorang yang memiliki hepatitis B
•    Orang dengan penyakit ginjal
•    Berhubungan seksual dengan orang yang memiliki hepatitis B
•    Orang yang melakukan perjalanan ke wilayah rawan hepatitis B

Ambil tindakan pencegahan untuk menghindari virus hepatitis B
Langkah lain untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B adalah:
•    Jangan lakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman kecuali jika anda yakin pasangan anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit kelamin menular lainnya.

•    Selalu gunakan kondom yang baru setiap anda berhubungan seksual

•    Berhenti menggunakan obat-obatan terlarang

•    Hati-hati terhadap tindik dan tato tubuh

•    Mintalah vaksin hepatitis B kepada dokter anda sebelum berpergian jauh
 
Sumber:KOMPAS

Osteosarcoma(Tumor pada Tulang)!

Deskripsi
Kanker tulang sangat jarang terjadi. Bagian tulang yang paling sering terkena adalah tulang besar di ujung bawah (tulang paha dan tibia) dan tulang lengan atas (humerus), meski demikian osteosarcoma dapat terjadi di setiap tulang. 


Meskipun kebanyakan osteosarcomas dimulai pada tulang, persentasenya sangat kecil yang dimulai di daerah non-tulang. Tumor jenis tersebut disebut extraskeletal osteosarcomas. Jika tumor ditemukan di satu lokasi dan tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh, tingkat penyembuhan adalah 65 sampai 75 persen. Osteosarcoma yang paling lazim diderita orang antara usia 10 dan 30 tahun, meski begitu ostereosarcoma dapat terjadi pada usia berapa pun.

Gejala
* Rentan patah tulang 
* Nyeri tulang
* Pembatasan gerak
* Pincang (jika tumor di kaki)
* Sakit ketika mengangkat (jika tumor di lengan)
* Bengkak, atau kemerahan di lokasi tumor 

Pengobatan
Sebelum operasi besar untuk menghilangkan tumor dilakukan, biasanya pasien dirawat dengan kemoterapi. Caranya adalah dengan menyuntikan obat kuat ke dalam pembuluh darah suapaya tumor menyusut. Kemoterapi juga berfungsi untuk membunuh setiap sel-sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Pembedahan ini kemudian digunakan untuk menghilangkan tumor yang tersisa.
Pada sebagian besar kasus, pembedahan dapat mengendalikan (untuk sementara) penyebaran tumor ganas. Amputasi jarang dilakukan jika memang tidak diperlukan untuk kesembuhan permanen. 

Sumber: medlineplus, mayoclinic, dan UMM.


Kanker Leher Rahim(Serviks)!

Deskripsi
Bagi wanita berumur 35-55 tahun harus waspada pada kanker jenis ini. Sebab kanker ini meyerang wanita dengan batas usia tersebut. Kanker leher rahim atau lebih dikenal kanker serviks merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam leher ramih (serviks) yang menempel pada puncak vagina.


Hingga kini belum diketemukan penyebab pasti dari kanker ini. Namun ada beberapa pra-kondisi yang memungkinkan perempuan mengidap penyakit ini. Di antara faktor resiko itu antara lain; HPV (human papillomavirus) yang menular melalui hubungan seksual. Apalagi jika hubungan seksual tersebut dilakukan dengan berganti-ganti pasangan faktor resikonya semakin besar. Demikian pula merokok juga menjadi faktor yang menimbulkan kanker serviks. Faktor lain yakni DES (dietilstillbestrol) yang dipakai wanita hamil untuk menghindari keguguran.

Gejala
Apabila wanita menemukan beberapa gejala berikut pada dirinya, seperti; pendarahan vagina abnormal, saat menstruasi lebih lama dan mengeluarkan banyak darah, keputihan yang menetap, kemungkinan wanita tersebut mengidap kanker serviks. Pada stadium yang lebih lanjut bahkan ditemukan beberapa gejala, antara lain; nafsu makan berkurang drastis, dari vagina kelaur air kemih atau bahkan tinja, nyeri panggul, dan patah tulang. 

Pengobatan
Meski sangat berbahaya, kanker serviks bisa disembuhkan dengan pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi, dan terapi biologis. Selain bisa disembihkan,kanker ini bisa dicegah dengan tidak melakukan hubungan seksual jika belum mencapai usia 18 tahun, tidak berganti berganti-ganti pasangan.


sumber:Detik.com

Rabu, 22 Juni 2011

Kanker Kulit, Teror dari sinar Ultraviolet!

Deskripsi 
Kanker kulit adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di jaringan kulit, umumnya karena banyak tersengat terik matahari atau dampak radiasi ultraviolet (UV). Namun dalam banyak kasus, kanker kulit juga muncul di bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
 


Ada 3 jenis kanker kulit yakni karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa dan melanoma. Karsinoma baik sel basal maupun skuamosa lebih sering ditemukan, sementara melanoma merupakan kanker ganas yang mampu menyebar dengan sangat cepat ke bagian tubuh lainnya.
 

Gejala 
Kanker kulit muncul dengan gejala yang bermacam-macam tergantung jenisnya.
 

Karsinoma sel basal
 
1.       Benjolan bening dan mengkilat
2.       Luka berwarna coklat atau seperti daging yang bentuknya rata

Karsinoma sel skuamosa
 
1.       Bercak kemerahan yang terasa lembut jika diraba
2.       Luka kering yang bersisik atau berkerak dan bentuknya rata

Melanoma
 
1.       Bercak melebar dengan warna lebih gelap dari sekitarnya
2.       Tahi lalat yang berdarah atau berubah warna dan ukurannya
3.       Bercak seperti bekas luka dengan pinggiran tidak rata, warnanya merah, putih, biru atau kehitaman
4.       Bercak di telapak dan punggung tangan, jari tangan atau kaki, atau membran mukosa di sekitar mulut, hidung, vagina dan anus.

Penyebab 
Sebagian besar kerusakan
 Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang memicu kanker kulit merupakan dampak radiasi ultraviolet (UV), baik dari matahari maupun alat-alat untuk membuat kulit tampak coklat. Namun berbagai sebab lain yang belum diketahui juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena kanker kulit. 

Pengobatan 
Jenis, ukuran dan kedalaman tempat tumbuh kanker kulit menentukan cara pengobatannya. Kanker masih stadium awal yang hanya di permukaan bisa diangkat lewat biopsi, namun jika lebih parah harus diatasi dengan terapi yang lain.
 

Beberapa jenis terapi untuk kanker kulit antara lain sebagai berikut.
 

Pembekuan
 
Teknik ini disebut
 cryosurgery, yakni membekukan sel kanker dengan nitrogen cair sehingga sel-sel tersebut mati dan tidak menyebar lagi. 

Bedah kecil
 
Excisional surgery adalah operasi penyayatan untuk membuang sel kanker kulit yang berwujud seperti kerak. Kadang, kulit yang disayat lebih lebar dari ukuran kankernya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal. 

Laser
 
Keuntungan laser adalah tidak memicu perdarahan, luka atau bengkak. Namun biayanya sangat mahal.
 

Kemotrapi
 
Jenis kemotrapi masih dibagi lagi berdasarkan tempat tumbuhnya kanker. Jika sel kanker masih di permukaan, obat kemoterapi diberikan dalam bentuk salep sedangkan jika sudah menyebar maka harus dengan obat yang diminum.
 

Sumber:Detik.com

Selasa, 21 Juni 2011

Pengumpulan Darah di Kaki !

Pengumpulan darah di kaki terjadi ketika gumpalan darah menghalangi vena di tungkai. Penggumpalan menghambat darah ke jantung. Cairan darah yang menggumpal menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di kaki.


Beberapa penyebabnya antara lain, tidur terlalu lama, berdiri terlalu lama, kaki terdiam dalam jangka waktu tertentu (seperti di mobil atau di pesawat). Faktor resiko yang dapat memicu antara lain  penggunaan Pil KB atau kanker.

Gejala:

- kaki atau betis sakit

- kaki bengkak

- kaki merah

Perawatan:

Penggumpalan dapat disembuhkan dengan injeksi Lovenox atau pemberian Coumadin oral.

Tindakan pencegahan dapat berupa olahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi aliran darah atau menghindari duduk dalam waktu yang lama. Jika kondisi memaksa untuk duduk terlalu lama, luangkan waktu beberapa saat untuk merilekskan kaki.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.

Perbedaan Tumor Ganas dan tidak!

Deskripsi
Tumor atau neoplasma adalah pertumbuhan yang tidak normal dari jaringan tubuh. Tumor terjadi ketika sel membelah berlebihan dalam tubuh. Tubuh selalu melakukan pembelahan sel untuk menggantikan sel-sel yang lama dan sudah mati dengan sel-sel baru. Jika keseimbangan pembelahan sel terganggu atau berjalan tidak normal maka disitulah tumor bisa terbentuk.



Tumor dikatakan jinak ukurannya di bawah 1-2 cm dan cenderung tidak mengalami perkembangan dan lokasinya menetap dan tidak menyebar atau merusak jaringan lainnya.

Tapi bila dalam pengamatan ada kecenderungan membesar apalagi bila ukurannya sudah melebihi 2 cm maka tumor bisa menjadi ganas (tumor ganas) karena bersifat menyebar, merusak jaringan sekitarnya yang sering disebut kanker.

Penyebab
Tumor biasanya disebabkan oleh adanya mutasi DNA di dalam sel, akumulasi dari mutasi-mutasi ini menyebabkan timbulnya tumor. Tumor ini bisa dipicu oleh paparan bahan kimia, paparan alkohol yang terlalu banyak, racun dari makanan atau lingkungan, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, faktor genetika virus atau radiasi.

Gejala
Gejala tumor tergantung dari lokasinya. Misalkan tumor pada paru-paru memiliki gejala batuk, sesak napas, nyeri dada. Tumor di usus menyebabkan penurunan berat badan, diare, sembelit, anemia dan ada darah dalam tinja.



Tapi kebanyakan tumor juga tidak menimbulkan gejala dan gejalanya baru muncul setelah penyakitnya masuk stadium lanjut. Tapi gejala tumor yang paling umum adalah sering merasa panas dingin (demam), mudah lelah, kehilangan nafsu makan, rasa tidak enak di badan, sering berkeringat saat tidur malam hari, dan berat badan menyusut. 

Pengobatan
Jika tumor tidak membahayakan (tumor jinak) maka biasanya tidak diperlukan operasi dan dokter tidak melakukan perawatan apa-apa. Tapi jika sudah ada kecenderungan tumbuh membesar, pengangkatan atau operasi adalah jalan terbaik yang setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi atau raditerapi untuk mematikan jaringan agar tidak menyebar dan aktif lagi.

Sumber:
 Detik.com