Tampilkan postingan dengan label Menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menstruasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Agustus 2012

Menstruasi sebaiknya menghindari Makanan Berikut


PMS (Pre Menstrual Syndrome) seringkali memberikan rasa tidak nyaman pada wanita saat menstruasi. Saat sedang PMS, tubuh berada pada kondisi lelah dan kurang fit. Perut dan pinggul terasa tidak nyaman, badan sakit semua, sakit kepala tak jarang sering menyerang. Pokoknya semua jadi resah deh.

Untuk mengatasi PMS, biasanya kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Cokelat, misalnya. Namun, ternyata menurut Dr. Loveleena Nadir, seorang konsultan di Fortis La Femme, seperti dikutip dari indiatimes, tips ini justru kurang dianjurkan.

Ada beberapa makanan yang memang seharusnya dihindari saat PMS.

Makanan yang manis-manis

Justru saat sedang PMS, hindari makanan yang terlalu manis. Makanan manis justru akan membuat tubuh mudah lelah. Anda jadi mudah lapar terus menerus sehingga tak heran terkadang berat badan jadi bertambah saat sedang PMS.

Cokelat, teh dan kopi

Sebenarnya tak ada yang salah dengan mereka. Hanya saja kandungan kafein dalam cokelat, teh dan kopi membuat Anda jadi bersemangat dan kurang istirahat. Padahal saat sedang PMS, dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat agar tubuh tidak mudah lemas.

Junk food dan softdrink

Dua makanan ini sangat tidak dianjurkan dikonsumsi baik saat PMS maupun tidak. Tingginya kalori, kadar garam menyebabkan berbagai kerugian untuk tubuh. Selain menambah berat badan juga meningkatkan kadar LDL. Anda juga tak mau kan nantinya kolesterol jahat menguasai tubuh dan berat badan semakin meningkat?

Menghindari sarapan

Karena perut terasa kurang nyaman, akhirnya Anda memutuskan untuk menghindari sarapan. Padahal kenyataannya sarapan sangat penting untuk mengisi energi Anda. Umumnya saat PMS datang, kadar gula di dalam darah akan turun. Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah dan lemas. Untuk itu, jangan pernah melewatkan sarapan pagi saat sedang PMS











Kamis, 12 Juli 2012

Tanda-Tanda, Penyebab, Pencegahan Dismenorea

Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya. Dismenorea terbagi menjadi dua, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder.



Dismenorea primer terjadi dua hari sebelum menstruasi tiba dan biasanya hilang setelah memasuki masa menstruasi. Sekitar 10% penderita dismenorea primertidakdapatmengikuti kegiatan sehari-hari. Dismenorea sekunder hampir mirip dengan dismenorea primer, tetapi akibatnya lebih parah dan biasanya lebih lama daripada dismenorea primer.



Tanda-Tanda

  1. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.

  2. Biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis, seperti emosi yang labil.







Penyebab

  1. Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin, dan kerusakan saraf perifer.

  2. Memiliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopii, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease.

  3. Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.



Pencegahan

  1. Dismenorea mungkin sulit untuk dicegah, tetapi untuk gejala yang sangat parah dapat dikurangi dengan cara meminum obat pereda rasa sakit.

  2. Beristirahat, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengonsumsi sayur, dan buah-buahan.

  3. Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.

  4. Mengonsumsi jamu kunyit asem, terutama menjelang haid.

  5. Adapun obat herbal untuk mengurangi gejala dismenorea menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah 30 gram temu lawak (diiris-iris) +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.


Sabtu, 26 Mei 2012

Mekanisme siklus haid atau menstruasi


Selama haid, pada hari bermulanya diambil sebagai hari pertama dari siklus yang baru. Akan terjadi lagi peningkatan dari FSH sampai mencapai kadar 5 ng/ml (atau setara dengan 10 mUI/ml), dibawah pengaruh sinergis kedua gonadotropin, folikel yang berkembang ini menghasilkan estradiol dalam jumlah yang banyak. Peningkatan serum yang terus-menerus pada akhir fase folikuler akan menekan FSH dari hipofisis. Dua hari sebelum ovulasi, kadar estradiol mencapai 150-400 pg/ml. Kadar tersebut melebihi nilai ambang rangsang untuk pengeluaran gonadotropin pra-ovulasi. Akibatnya

FSH dan LH dalam serum akan meningkat dan mencapai puncaknya satu hari sebelum ovulasi. Saat yang sama pula, kadar estradiol akan kembali menurun. Kadar maksimal LH berkisar antara 8 dan 35 ng/ml atau setara dengan 30-40 mUI/ml, dan FSH antara 4-10 ng/ ml atau setara dengan 15-45 mUI/ml.
Terjadinya puncak LH dan FSH pada hari ke-14, maka pada saat ini folikel akan mulai pecah dan satu hari kemudian akan timbul ovulasi. Bersamaan dengan ini dimulailah pembentukan dan pematangan korpus luteum yang disertai dengan meningkatnya kadar progesteron, sedangkan gonadotropin mulai turun kembali. Peningkatan progesteron tersebut tidak selalu memberi arti, bahwa ovulasi telah terjadi dengan baik, karena pada beberapa wanita yang tidak terjadi ovulasi tetap dijumpai suhu basal badan dan endometrium sesuai dengan fase luteal.
Awal fase luteal, seiring dengan pematangan korpus luteum. Sekresi progesteron terus menerus meningkat dan mencapai kadar antara 6 dan 20 ng/ml. Estradiol yang dikeluarkan terutama dari folikel yang besar yang tidak mengalami atresia, juga tampak pada fase luteal dengan konsentrasi yang lebih tinggi daripada selama permulaan atau pertengahan fase folikuler. Produksi estradiol dan progesteron maksimal dijumpai antara hari ke-20 dan 23 (Jacoeb, 1994).


Baiq Ida Rizqia

Kamis, 24 Mei 2012

Penyebab Gangguan dan Gangguan Pada masa Menopause

GANGGUAN PADA MASA KLIMAKTERIUM

1)      Gangguan neurovegetatif (vasomotorik-hipersimpatikotoni) yang mencakup: · gejolak panas (hot flushes)
· keringat malam yang banyak
· rasa kedinginan
· sakit kepala
· desing dalam telinga
· tekanan darah yang goyah
· berdebar-debar
· susah bernafas
· jari-jari atrofi
· gangguan usus (meteorismus)
2)      Gangguan psikis · mudah tersinggung
· depresi
· lekas lelah
· kurang bersemangat
· insomania atau sulit tidur
3)      Gangguan organik · infark miokard (gangguan sirkulasi)
· atero-sklerosis (hiperkolesterolemia)
· osteoporosis
· gangguan kemih (disuria)
· nyeri senggama (dispareunia)
· kulit menipis
· gangguan kardiovaskuler

PERUBAHAN-PERUBAHAN ORGANIK PADA MASA KLIMAKTERIK

ORGAN SASARAN

BENTUK PERUBAHAN

AKIBATNYA

1.      UROGENITAL

Atrofi vulva, vagina, uterus, vesika
urinaria

Elastisitas menurun, mengecil, kering,mudah cedera, mudah infeksi

2.      HEMODINAMIK

Gangguan pembuluh darah tepi

Infark miokard

3.      METABOLISME

Hiperkolesterolemia,kekurangan kalsium,gangguan metabolisme karbohidrat

Aterosklerosis, osteoporosis,adipositas

4.      ENDOKRIN

Hiperfungsi hipofisis,disfungsi tiroid, peningkatan androgen

Hipertiroid, defeminisasi,virilisasi

5.      VEGETATIF

Hipersimpatikotonik,ataksi

Labil, gangguan somatik

B.     PENYEBAB GANGGUAN
1.      Penurunan aktivitas ovarium yang mengurangi jumlah hormon steroid seks ovarium. Keadaan ini menimbulkan gejala-gejala klimakterik dini (gejolak panas, keringat banyak, dan vaginitis atrofikans) dan gejala-gejala lanjut akibat perubahan metabolik yang berpengaruh pada organ sasaran (osteoporosis).
2.      Sosio-budaya menentukan dan memberikan penampilan yang berbeda dari keluhan klimakterik
3.      Psikologik yang mendasari kepribadian wanita klimakterik itu, juga akan membe-rikan penampilan yang berbeda dalam keluhan klimakterik.

Faktor yang mempengaruhi gejala perimenopause adalah :
  1. Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.
  2. Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat , vitamin ).
  3. Kadar hormon estrogen.
  4. Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi, minum alkohol, perokok ).
  5. Tingkat pendidikan dan status ekonomi.
  6. Pengangkatan kedua ovarium.

Rabu, 23 Mei 2012

Penyebab Siklus Menstruasi menjadi tidak Teratur


      Banyak penyebab mengapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya, pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh dokter berdasarkan penyebabnya.

a)      Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.


b)      Kelainan Sistemik
Ada seseorang yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Atau menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme  sehingga siklus haidnya pun tak teratur.
c)      Stres
Stres bukan hal yang remeh, sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, seseorang jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
d)     Kelenjar Gondok
Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
e)      Hormon Prolaktin Berlebihan
Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di dalam kepala.
Kondisi tubuh dan psikologis berperan penting dalam produksi dan kerja hormon estrogen, dan efeknya terhadap jadi lebih cepat atau lambatnya siklus haid bisa berbeda-beda untuk tiap individunya. Maka dari itu, tidak heran kalau siklus haid seorang wanita bisa berubah-ubah. Kelelahan fisik dan mental bisa mempengaruhi siklus haid.
f)       Pola Aktivitas Fisik
Bagi yang masih belum menikah, penyebabnya bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat. Sebaliknya bisa juga terjadi pada mereka yang biasa berolahraga dan menghentikan kebiasaannya secara tiba-tiba. Pola makan pun bisa mempengaruhi siklus haid. Misalnya, mereka yang biasa makan banyak dan mendadak diet. Ini akan membuat tubuh stres.
Pola hidup sehat, cukupkan kebutuhan istirahat untuk tubuh dan pikiran, kurangi keletihan yang bisa mengundang rasa stres, dan perbanyak makan makanan yang mengandung vitamin E (seperti kecambah) bisa membantu keseimbangan sistem tubuh, dan juga membantu kelancaran siklus haid untuk kaum wanita. Jangan sekali-kali melakukan terapi hormon estrogen langsung, karena lama kelamaan bisa menyebabkan kanker (seperti pada payudara). Menyelesaikan satu masalah dengan mendatangkan masalah baru itu sama saja tidak benar.
g)      Pola Makan/ Diet
Diet berlebihan dan obesitas juga kerap mengacaukan periode haid. Karena itulah perlu dilakukan pemeriksaan cermat, bisa jadi berat badan yang naik turun bisa mempengaruhi siklus haid pada perempuan.


- Bila berat badan naik > 5 kg secara drastis
Dampak: Kemungkinan masa haid lebih lama dan darah yang keluar lebih banyak, karena ketidakseimbangan hormon  akibat perubahan metabolism.
Solusi: Lakukan aerobik selama 20 menit, tiga kali seminggu, agar siklus haid Anda kembali teratur


Rabu, 19 Oktober 2011

Tips Menghadapi Wanita Yang Mengalami PMS (Pre-menstrual syndrome)


Para pria/suami terkadang seperti mengalami mimpi buruk setiap bulan ketika harus menghadapi istri/pasangannya yang sedang mengalami PMS atau Pre-menstrual. Saat wanita mengalami PMS tingkahnya kadang sangat aneh misalnya marah-marah, emosional, sensitif, dan menangis tanpa alasan.

Agar tidak mengalami mimpi buruk setiap bulan (ketika pasangan menjelang haid) sebaiknya para pria belajar bagaimana menghadapi istri/pasangan yang sedang mengalami PMS. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diketahui pria :

- Pertama, pahamilah bahwa tingkah /perilaku aneh pasangan Anda disebabkan karena pengaruh hormon jadi bukan keinginan pasangan Anda untuk bersikap "aneh". Sebagai pria Anda harus mencoba untuk memahami masalahnya yang sedang dihadapi pasangan Anda dan pintar-pintarlah membaca tanda akan munculnya rasa marah dsb. dan cepat tangani sebelum menjadi pertengkaran.

- Bersikap seperti anak baik. Jangan memancing emosi pasangan Anda dengan berusaha bersikap baik, seperti menepati janji yang telah Anda buat atau Anda jangan memberikan komentar yang bisa membuat si dia marah.

- Kurangi beban kerjanya. Anda bisa membuat pasangan Anda merasa nyaman dengan membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, misalnya membantu memasak , membersihkan rumah, mencuci dsb.

- Berikan perhatian spesial. Pada saat mengalami PMS wanita sangat ingin diperhatikan lebih oleh pasangannya. Anda bisa mengatakan beberapa pujian misalnya katakan betapa cantiknya pasangan Anda. Perhatian dari Anda akan membuatnya merasa nyaman.

-Makanan manis. Pada saat akan haid wanita juga cenderung menyukai makanan manis seperti cokelat. Jika Anda memberikan hadiah sepotong cokelat manis dan Anda bergabung dengan si Dia menikmati manisnya cokelat maka dijamin si dia akan merasa sangat nyaman dan semakin mencintai Anda. Jadi lupakan sementara program diet pasangan Anda...

-Pijatan. Sempatkan untuk memberikan pijatan pada pasangan Anda untuk membuat nya semakin rileks.

sumber : dokter-sugiri.blogspot.com