Tampilkan postingan dengan label Tip mencegah berbagai penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip mencegah berbagai penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Cara sederhana mencegah Diabetes

Tips Diabetes 7 Cara Sederhana Mencegah Diabetes 150x150 Tips Diabetes: 7 Cara Sederhana Mencegah DiabetesSeperti kondisi medis lainnya, pengetahuan tentang cara mencegah diabetes lebih berharga dibandingkan mengobati.

Oleh karenanya, melakukan langkah-langkah pencegahan diabetes harus lebih diutamakan.

Hal ini terutama berlaku jika seseorang memiliki faktor risiko diabetes sehingga memperbesar peluang menderita penyakit ini.


Berikut adalah 7 cara sederhana untuk mencegah diabetes:


1. Pertahankan berat badan yang sehat.

Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.


2. Ketahui riwayat kesehatan keluarga.

Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.


3. Tetap aktif secara fisik.

Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.


4. Makanlah diet yang seimbang, rendah lemak dan gula.

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.


5. Lakukan pemeriksaan kesehatan.

Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.


6. Monitor tekanan darah secara teratur.

Sekitar 73 persen orang dewasa dengan diabetes ternyata juga menderita tekanan darah tinggi.


7. Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid, zat warna dalam buah-buahan dan tanaman, akan merangsang produksi insulin dan menghambat glikasi atau proses pemecahan ikatan molekul glukosa dengan protein sehingga merangsang pembentukan advenced glycation end products (AGE).


8. Berhenti merokok

Merokok tidak hanya berkontribusi pada penyakit jantung dan menyebabkan kanker paru-paru tetapi juga terkait dengan perkembangan diabetes. Merokok lebih dari 20 batang sehari dapat meningkatkan risiko diabetes lebih dari tiga kali lipat dari orang yang tidak merokok. Alasan tepatnya untuk hal ini belum diketahui dengan baik. Kemungkinan merokok secara langsung menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Selain itu, ada juga hubungan antara merokok dan distribusi lemak tubuh. Merokok cenderung mendorong bentuk tubuh “apel” yang merupakan faktor risiko untuk diabetes.



9. Turunkan berat badan

Sekitar 80% penderita diabetes kegemukan dan kelebihan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, pencegahan diabetes dapat bergantung pada penurunan berat badan. Setiap kg Anda kehilangan berat badan dapat meningkatkan kesehatan Anda. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kegemukan mengurangi risiko diabetes mereka sebesar 16 persen untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Juga, mereka yang kehilangan sejumlah berat setidaknya 5 sampai 10 persen berat badan awal dan berolahraga secara teratur mengurangi risiko diabetes hampir 60 persen dalam tiga tahun.


10. Dapatkan banyak serat dalam makanan

Makanan berserat tidak hanya mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah tetapi juga menurunkan resiko penyakit jantung dan menjaga berat badan ideal dengan membantu Anda merasa kenyang. Makanan tinggi serat antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Salah satu makanan tinggi serat yang terbukti dapat mengendalikan diabetes adalah dedak padi atau bekatul.


Sementara kebanyakan AGEs tidak berbahaya, sebagian yang lain dapat mengganggu fungsi molekuler dan memberikan kontribusi terhadap kerusakan organ dan saraf.



Sumber : oketips

Kopi-Teh Semakin Terbukti Mencegah Diabetes


Kopi, teh, atau decaf! Apapun pilihan Anda, mengonsumsi salah satu jenis minuman itu dapat menekan risiko mengidap diabetes, demikian hasil analisa terbaru 18 studi yang melibatkan ratusan ribu orang.


Kajian terhadap suatu riset pada 2005 lalu menyimpulkan, orang yang meminum kopi paling banyak menghadapi kemungkinan tiga kali lebih kecil mengidap diabetes dibanding mereka yang paling sedikit meminum kopi, kata Dr Rachel Huxley dari University of Sydney, Australia.


Beberapa tahun sejak itu, jumlah penelitian mengenai hubungan kopi dan risiko diabetes meningkat lebih dari dua kali lipat. Sementara studi lainnya menunjukkan bahwa teh dan kopi non-kafein mungkin juga bersifat mencegah.


Untuk memperbarui bukti tersebut, Huxley dan timnya menganalisis 18 riset yang mengaitkan kopi, decaf, dan teh, dengan resiko diabetes tipe 2 yang dipublikasikan antara 1966-2009 dan melibatkan 459.000 orang.


Diabetes tipe 2, yang seringkali dikaitkan dengan obesitas, diderita hampir 8 persen penduduk AS, menurut “US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases”.


Dari tiap secangkir kopi yang dikonsumsi setiap hari, para ahli mencatat risiko seseorang terserang diabetes berkurang sebanyak tujuh persen. Pada keenam studi itu, yang meneliti kopi non-kafein, para peneliti mendapati, orang yang mengkonsumsi lebih dari tiga atau empat gelas kopi per hari memiliki risiko diabetes 36 persen lebih rendah.


Dalam tujuh studi yang meneliti kebiasaan minum teh dan risiko diabetes, orang yang minum lebih dari tiga atau empat gelas per hari menghadapi risiko 18 persen lebih rendah untuk terserang diabetes.


Menurut catatan Huxley dan timnya, analisis saat ini mungkin terlalu memperbesar estimasi dampak minuman itu terhadap risiko diabetes karena faktor statistik dengan skala studi yang lebih kecil. Juga tak mungkin untuk mengatakan dari bukti saat ini bahwa pecandu berat kopi dan teh serta minuman non-kafein tak memiliki karakteristik lain yang mungkin melindungi mereka dari diabetes, semisal diet yang lebih sehat.


Fakta bahwa dampak yang terlihat dari decaf, kopi dan teh seperti nyata, semua itu bukan hanya pada kafein semata, tapi mungkin juga berkaitan dengan bahan lain yang ditemukan pada minuman itu. Sebagai contoh magnesium, lignan –bahan kimia mirip estrogen yang ditemukan pada tanaman– atau asam klorogenik –yang merupakan antioksidan yang memperlambat terlepasnya gula ke dalam darah setelah makan.


Riset klinis dibutuhkan guna menyelidiki apakah memang minuman itu membantu mencegah diabetes. Jika manfaat itu terbukti benar, para dokter mungkin dapat mulai menasehati pasien yang berisiko diabetes bahwa bukan hanya harus olahraga dan mengurangi berat badan, tapi juga minum teh dan kopi.



Sumber : antara

Tips Mengatasi Vertigo

Terserang vertigo bisa menjadi masalah berat bagi siapa saja. Pasalnya, selain mengganggu secara fisik seperti kehilangan keseimbangan, vertigo juga kerap mengganggu psikologis. Penderita vertigo biasanya kerap cemas karena penyakit ini sering datang tanpa pemisi. Penderita sering harus berhenti beraktivitas dan menunggu sampai serangan tersebut berlalu.


Penanganan untuk vertigo tergantung penyebabnya. Mulai dengan pemberian obat-obatan, terapi hingga operasi. Untuk pemberiaan obat bisa bisa menggunakan antara lain, obat pelebar diameter pembuluh darah (vasodilator), anti histamine, anti muntah, anti cemas, anti depresi dan obat obatan lain sesuai penyakit yang ditemukan bersama vertigo.


Selain itu, gangguan vertigo bisa dikurangi dengan mengkonsumsi enzim Bromelain, Magnesium, Vitamin B12 yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan sistem syaraf. Jahe dan Ginko juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi ke dan dalam otak. Untuk kasus vertigo yang masih ringan, aromaterapi sangat membantu untuk menstabilkan sistem syaraf, baik secara inhalasi (dihirup) ataupun pemijatan.


Pemberian terapi juga bisa dilakukan dengan vestibular rehabilitation therapy (VRT). Ini merupakan terapi fisik untuk menyembuhkan vertigo yang bertujuaan untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular. Pada VRT, penderita melakukan latihan agar otak dapat menyesuaikan dan menggantikan penyebab vertigo. Penderita akan menjalani beberapa latihan yang akan melatih keseimbangan dalam tingkat yang lebih tinggi, meliputi gerakan kepala, gerakan mata, dan berjalan.


Supaya tidak terganggu dengan kedatangan vertigo, penderita bisa menghindari dengan beberapa cara tertentu. Misalnya, cobalah tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi. Lalu ketika bangun dari tempat tidur, janganlah membuat gerakan yang mengejutkan. Ada baiknya, bangun tidur secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum berdiri. Penderita juga harus hati-hati saat menggerakkan leher dalam posisi mendongak. Jika mengambil suatu barang atau benda dari ketinggian, hindarilah posisi mendongakkan kepala.


Selain menjaga gerak, pola hidup sehat tentu jadi syarat utama biar terhindar dari vertigo. Jika vertigo merupakan gejala penyakit serius, maka menghindari biang penyebab penyakit itu menjadi kunci mencegah vertigo. Hindari kelelahan fisik dan stress, makanlah dengan porsi cukup. Hindari makanan yang tinggi karbohidrat, makanan yang bisa merangsang alergi (misalnya seafood, pedas, asam yang berlebihan), makanan yang mengandung minyak dan lemak berlebih, serta batasi konsumsi garam sampai 1500 mg/hari. Kurangi juga alkohol, kafein dan lakukanlah aktivitas fisik atau olahraga yang teratur serta tidur yang cukup.


Pada dasarnya vertigo merupakan keluhan, bukan penyakit. Namun, keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Maka tidak mengherankan jika pola sehat menjadi kunci menghindari vertigo, karena banyak penyakit serius yang muncul akibat pola hidup tidak sehat tersebut



Sumber : alleyhardhiani.wordpress.com

Tips Mencegah Stroke Sejak Dini

Kalau ngomongin soal stroke, bagi sebagian orang mungkin ada yang beranggapan bahwa penyakit ini hanya menyerang para manula, tapi ternyata itu salah loh! Stroke kini telah menjadi satu masalah kesehatan paling serius dalam kehidupan modern saat ini. Stroke adalah pembunuh yang dapat mengintai siapapun saat lengah. Bahkan jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya, bukan hanya menyerang mereka yang berusia tua, tetapi juga orang-orang muda pada usia produktif. Jadi waspadalah….waspadalah…*serius loh ini!*

Dan biar bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Jadi, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan yaitu dengan menghindari faktor risiko penyebab stroke. Adapun caranya dengan membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke. Cekidoott :

  • Pertama, periksa tekanan darah secara rutin. Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur. Riset menunjukkan, rajin kontrol mengurangi 40% risiko stroke.
  • Kedua, yaitu olahraga teratur. Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah. Riset menunjukan bahwa mereka yang mulai latihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang stroke berkurang 57%. Sedangkan yang mulai latihan olahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatanya hanya 37%. Nah, ngomongin olahraga, pasanganku lagi getol banget neh ngajakin fitnes. Maklum, untuk urusan yang satu ini dah lama banget nggak dilakukan semenjak mulai nyekripsi :P . Jadi, mari kita mulai olahraga hehehe :D
  • Kemudian jagalah pola makan sehat. Sangat banyak makanan enak yang tidak begitu sehat. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Makanlah lemak tidak lebih dari 25% kebutuhan kalori dan banyaklah mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran untuk mengendalikan lemak dalam darah. Dengan mengurangi makanan berlemak dapat menjaga kadar kolesterol dalam batas normal, sehingga dapat mempertahankan keelastisitasan pembuluh darah dan mencegah stroke.
  • Selain itu, gunakanlah garam secukupnya. Mungkin makanan akan terasa hambar tanpa garam. Namun perlu diketahui bahwa garam akan menyebabkan tubuh menahan cairan serta meningkatkan tekanan garam. Biasakan menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi, seperti makanan kaleng dan kecap atau makanan asin-asin. Kendalikan selera makan dengan memilih makanan sehat walau tidak menimbulkan selera akan jauh lebih baik. Tetap pertahankan gizi sehat walau kurang menggugah selera. Membiasakan pola makan sehat juga akan mengurangi risiko obesitas yang dapat meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes yang semuanya memicu terjadinya stroke.
  • Hentikan juga kebiasaan merokok dan alkohol. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah menggumpal. Sedangkan alkohol dapat menaikkan tensi darah, sehingga menguranginya berarti menghindarkan diri dari tekanan darah tinggi. Alhamdulilah, sang pujaan hati bukan perokok dan alkoholic. Para penghuni studio Papillon pun tak ada satupun yang merokok, senang deh :)
  • Dan tidak kalah penting juga adalah mengatasi dan mengendalikan stres dan depresi. Dijaman modern dan tuntutan pekerjaan yang tinggi, stres dan depresi semakin meningkat. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang. Untuk menjalani hidup sehat sebenarnya tidak sulit.

Jika kita tidak mau hidup kita berakhir dengan tragis, mulailah hidup sehat dari sekarang. Yuk mariii… ;)



Sumber:alleyhardhiani.wordpress.com