Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Hepatitis A, B, C, D, E, Apa Bedanya?

Hepatitis merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi salah satu momok bagi kehidupan manusia. Hepatitis adalah peradangan hati, penyakit ini sangat berbahaya dan merupakan salah satu pembunuh paling sadis di dunia. Untuk itu marilah kita mengetahui apa saja dan perbedaan dari jenis-jenis hepatitis yang terdiri dari A - E.

Ada lima virus penyebab hepatitis, yang diberi nama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Walaupun kelima virus tersebut dapat menghasilkan gejala yang mirip dan memiliki efek yang sama, masing-masing memiliki keunikan dalam cara penularan dan dampaknya terhadap kesehatan.

Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai dari yang pertama.

1. Hepatitis A
Adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.

Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan jaundis (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.

Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.

2. Hepatitis B
Adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan.

Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.

Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan jaundis.

Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.

Berikut ini adalah tahap pemberian vaksin hepatitis B :

Pada bayi:
- Vaksinasi I: baru lahir s.d. 2 bulan
- Vaksinasi II: usia 1 s.d. 4 bulan
- Vaksinasi III: usia 6 s.d. 18 bulan

Pada orang dewasa:
Pada usia 18 tahun atau lebih, terutama untuk pengguna narkoba suntik, tenaga kesehatan, pasien HIV, pasien liver kronis, dll. Vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan, yaitu pada bulan ke-0, 1 dan 6, atau pada bulan ke-0, 2, dan 4.

3. Hepatitis C
Penyakit ini menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.

Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.

Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.

Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis.

Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C. Untuk lebih mengenal hepatitis C silahkan klik disini.

4. Hepatitis D
Penyakit ini juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.

Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).

Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.

Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.

5. Hepatitis E
Penyakit mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.

Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya.

Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.

Itulah sekelumit penjelasan dari jenis-jenis penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis, semoga bermanfaat.

Sumber : majalahkesehatan.com

Senin, 26 September 2011

Hepatitis, Penyakit Apakah Itu?

Untuk memulai apa yang dimaksud dengan judul diatas, maka kita harus terlebih dahulu mengenal salah satu organ di dalam tubuh kita yang bernama hati. Ini adalah salah satu organ utama di dalam tubuh kita. Ini sangat penting, karena tanpa hati di dalam tubuh kita, maka kita tidak akan bertahan hidup lebih dari 3 jam.

Hati melakukan lebih dari 500 tugas penting. Beberapa tugas-tugas ini adalah fungsi empedu dan produksi urea, serta metabolisme steroid. Hal ini juga membantu dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Protein yang dimodifikasi untuk digunakan sebagai energi dalam hati. Obat-obatan dan alkohol juga mengalamin detoksifikasi atau proses pembuangan racun dari dalam tubuh, inipun diproses di hati. Bakteri dan limbah-limbah yang disaring dari darah juga terjadi di hati. Oleh karena itu, dari penjelasan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa hati adalah organ yang sangat penting untuk kelangsungan hidup kita.

Lalu apakah Hepatitis itu?, Hepatitis berarti radang hati. Ini biasanya disebabkan oleh virus. Ada berbagai bentuk virus Hepatitis, antara lain Hepatitis A, B, C, D dan E.

Hepatitis A ditularkan melalui kontaminasi. Biasanya kotoran masuk ke dalam makanan. Ini adalah kondisi serius dan membutuhkan waktu pemulihan jangka panjang yang baik dan cukup. Untuk lebih mengenal lebih jauh apa itu Hepatitis A, bagaimana gejala dan tanda-tandanya, silahkan klik disini.

Hepatitis B dan Hepatitis C yang ditularkan melalui darah, air mani dan air liur. Ini lebih berbahaya dan dapat menyebabkan kegagalan hati.

Ada jenis lain dari hepatitis, termasuk hepatitis alkoholik, dan hepatitis D dan E.

Jika kita berpikir kita atau seseorang di dalam keluarga kita yang kita cintai mungkin memiliki beberapa bentuk hepatitis, hal yang sangat terbaik untuk dilakukan adalah berbicara dengan dokter. Seorang praktisi medis yang berkualitas dapat membantu kita dalam membuat pilihan yang tepat untuk pemulihan dari hepatitis.