Jangan anggap stroke hanya diderita oleh orang berusia lanjut. Anak muda kini juga menjadi incaran risiko stroke. Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Sekitar 85 persen stroke terjadi di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah.
Di Indonesia, 15,4 persen kematian disebabkan oleh stroke dan 16 juta penduduk Indonesia menjadi penderita stroke. Umumnya, penyebab stroke disebabkan oleh pola makan yang salah dan rokok. Indonesia sendiri menduduki posisi ketiga dengan populasi perokok terbanyak di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Jepang.
Stroke dapat dicegah dengan memahami bagaimana mengelola faktornya. Orang yang sudah terkena stroke juga harus menjaga kualitas hidupnya dengan menjalani pengobatan dan perawatan jangka panjang yang optimal.
Agar tak terjebak dalam kondisi fatal, maka jangan abaikan gejala stroke yang mungkin dianggap sepele. Dokter Eka Harmeiwaty, SpS dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan beberapa gejala dini stroke agar masyarakat sedini mungkin mencurigainya.
1. Mendadak. Gejala awal stroke bisa terlihat secara fisik. Misalnya, orang yang tadinya sehat mendadak menjadi tiba-tiba lumpuh, kelainan saraf, mulut mencong dan lidah cadel.
2. Kesemutan separuh tubuh. Gejala lainnya adalah sering mati rasa atau kesemutan pada wajah atau sebelah sisi badan.
3. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
4. Kesulitan berbicara atau berkomunikasi.
5. Perubahan perilaku atau gangguan mental.
6. Mendadak lemas bahkan pingsan.
sumber : http://id.she.yahoo.com/kenali-gejala-awal-stroke-143000656.html
Tampilkan postingan dengan label macam penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label macam penyakit. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Juli 2012
Jumat, 06 Januari 2012
Cara Tepat Mencegah Asam Urat
Banyak orang menderita penyakit asam urat. Disamping sangat menyiksa-karena menimbulkan rasa sakit persendian-juga bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
1. Hindari mengonsumsi makanan tinggi purin
Sebagian besar makanan memang mengandung purin, Apakah purin itu?, silahkan klik disini. Di bawah berikut ini adalah informasi tentang golongan tinggi rendahnya bahan makanan yg mengandung purin.
golongan yg tinggi purin :
usus, hati, paru, jantung, pankreas, otak, babat, melinjo, kerang, kepiting, cumi cumi, udang, kaldu, dan sarden.
golongan yg sedang purin :
kacang tanah, kacang hijau, kedelai, kacang polong, buncis, kacang panjang, toge, oncom, tempe, tahu, bir, tape, bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, nanas, durian, brokoli, daging ayam, daging sapi, dan ikan.
golongan yg rendah purin :
telur, susu, keju, buah buahan, padi padian, dan sayuran selain disebutkan di golongan sedang purin.
Disamping itu perlu juga menghindari makanan atau minuman yg menggunakkan ragi, misalnya roti, tapai, brem, apem, dan minuman beralkohol.
2. Banyak minum air putih
Asam urat yg tidak terpakai oleh tubuh akan dikeluarkan melalui air seni. Oleh karena itu perbanyak minum air putih. Dengan banyak minum, tentu akan sering buang air seni, sehingga kristal2 asam urat akan ikut terbuang. Dalam sehari usahakan minum minimal 2,5 liter air putih atausekitar 10 gelas.
3. Hindari terlalu lelah
Bagi orang yg pernah menderita asam urat tinggi hindari kondisi tubuh terlalu lelah. Sebab pada orang2 tertentu, kelelahan membuat metabolisme tubuh terganggu sehingga kadar asam urat darah meningkat.
4. Tidak sembarangan minum obat
Bila memiliki riwayat penyakit ginjal, jangan sembarangan minum obat. Sebab obat2an tertentu bisa mempengaruhi fungsi ginjal. Fungsi ginjal yg terganggu membuat metabolisme tubuh terganggu. Jika itu terjadi asam urat dalam tubuh kita bisa meningkat.
Source : http://forum.tabloidnova.com/showthread.php?t=4892
1. Hindari mengonsumsi makanan tinggi purin
Sebagian besar makanan memang mengandung purin, Apakah purin itu?, silahkan klik disini. Di bawah berikut ini adalah informasi tentang golongan tinggi rendahnya bahan makanan yg mengandung purin.
golongan yg tinggi purin :
usus, hati, paru, jantung, pankreas, otak, babat, melinjo, kerang, kepiting, cumi cumi, udang, kaldu, dan sarden.
golongan yg sedang purin :
kacang tanah, kacang hijau, kedelai, kacang polong, buncis, kacang panjang, toge, oncom, tempe, tahu, bir, tape, bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, nanas, durian, brokoli, daging ayam, daging sapi, dan ikan.
golongan yg rendah purin :
telur, susu, keju, buah buahan, padi padian, dan sayuran selain disebutkan di golongan sedang purin.
Disamping itu perlu juga menghindari makanan atau minuman yg menggunakkan ragi, misalnya roti, tapai, brem, apem, dan minuman beralkohol.
2. Banyak minum air putih
Asam urat yg tidak terpakai oleh tubuh akan dikeluarkan melalui air seni. Oleh karena itu perbanyak minum air putih. Dengan banyak minum, tentu akan sering buang air seni, sehingga kristal2 asam urat akan ikut terbuang. Dalam sehari usahakan minum minimal 2,5 liter air putih atausekitar 10 gelas.
3. Hindari terlalu lelah
Bagi orang yg pernah menderita asam urat tinggi hindari kondisi tubuh terlalu lelah. Sebab pada orang2 tertentu, kelelahan membuat metabolisme tubuh terganggu sehingga kadar asam urat darah meningkat.
4. Tidak sembarangan minum obat
Bila memiliki riwayat penyakit ginjal, jangan sembarangan minum obat. Sebab obat2an tertentu bisa mempengaruhi fungsi ginjal. Fungsi ginjal yg terganggu membuat metabolisme tubuh terganggu. Jika itu terjadi asam urat dalam tubuh kita bisa meningkat.
Source : http://forum.tabloidnova.com/showthread.php?t=4892
Selasa, 13 Desember 2011
Mengenal Penyakit Asma (Asthma)
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.
Penyebab Penyakit Asma
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.
Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.
Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.
Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.
Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
Cara Menghindari Serangan Asma
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.
Sumber : infopenyakit
Penyebab Penyakit Asma
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.
Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.
Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.
Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.
Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
Cara Menghindari Serangan Asma
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.
Sumber : infopenyakit
Kenali Apa Itu Asam Urat
Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.
Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.
Kesimpulan singkat tentang asam urat :
Gejala Asam Urat
Solusi Mengatasi Asam Urat
Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)
Sumber : kumpulan.info
Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.
Kesimpulan singkat tentang asam urat :
Gejala Asam Urat
- Kesemutan dan linu.
- Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
- Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
Solusi Mengatasi Asam Urat
- Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
- Kontrol makanan yang dikonsumsi.
- Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)
- Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
- Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
- Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
- Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
- Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
- Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
- Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
- Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.
Sumber : kumpulan.info
Selasa, 29 November 2011
11 Tips dan Cara Mencegah Penyakit Jantung
Dengan mengikuti 11 tips di bawah ini maka anda sudah mengurangi kemungkinan serangan jantung sampai dengan 90 persen. Mengapa?, karena tips-tips dibawah ini adalah murni rekomendasi dari para dokter dan memang sudah terbukti khasiatnya untuk mengurangi resiko penyakit jantung. 7 dari ke-11 tips saja sudah bagus, apalagi jika semua anda ikuti. Mari kita mulai dari yang pertama.
1. Stop Rokok!!, inilah yang pertama harus dilakukan dan tentunya sangat sulit untuk dilakukan., mengapa rokok??, inilah alasannya :
3. Kenali tekanan darah anda, dan lakukan apapun, supaya mencapai angka 115/75. Tenakan darah anda mungkin bahkan lebih penting daripada kolesterol anda. Dan, anda bisa menurunkan tekana ini sendiri. Cara terbaik? Olah raga teratur, dan kurangi lemak di perut. Kenapa? karena lemak ini menutupi organ2 penting, sehingga, supaya organ2 ini bisa bekerja lebih baik, dibutuhkan tekanan darah lebih. Jadi, ketika lemak perut berkurang, tekanan darah yang dibutuhkan akan menurun drastis.
4. Makan 250gr kacang2an setiap hari. Kacang2an akan meningkatkan kadar kolesterol baik, HDL, dan menurunkan radang. Kacang juga membantu menyehatkan jantung dengan alasan yang belum jelas. Kacang memiliki kadar asam lemak Omega 3 tinggi, memiliki protein dan serat tinggi.
5. Coba cari tahu kadar HDL anda dan coba tingkatkan sampai di nilai 50. Bagi wanita, nilai HDL tinggi jauh lebih baik daripada LDL rendah. Entah kenapa, tapi yang jelas, makin tinggi nilai HDL, makin bagus (50 sudah termasuk bagus). CAra termudah untuk meningkatkan nilainya adalah olahraga, kurangi minuman keras, makan makanan dengan lemak sehat, misalnya: zaitun, canola. Asam Pantotenat (vit. B5) juga bisa membantu.
6. Makan 10 sendok makan saus tomat dalam seminggu. Ini adalah tips favorit saya. Saus tomat penuh dengan kalium yang menurunkan tekanan darah. Yang saya maksud, bukan saus tomat yang asin, gurih dan berlemak, atau yang disajikan dengan pasta dalam jumlah raksasa. Saus biasa, sederhana, dan sehat.
7. Secara teratur, gunakan benang gigi. Menghindari penyakit mulut, mencegah radang arteri, yang membantu anda mengurangi kemungkinan sakit jantung. Jarang ada orang yang tahu bahwa kesehatan mulut anda mempengaruhi semua kesehatan arteri anda, yang mempengaruhi keadaan aliran darah ke jantung dan organ seksual anda, bahkan, mempengaruhi kerutan pada kulit.
8. Jangan makan minyak jenuh lebih dari 20 gram setuap hari, dan gunakan minyak trans sesedikit mungkin. Lemak jenuh dan lemak trans akan menyebabkan radang arteri. Cinnamon roll (roti kayu manis) memiliki 7 gram lemak jenuh. Minyak trans (misalnya dalam mentega atau margarin), sering ditemukan dalam makanan yang diproses atau dipanggang dalam oven.
9. Baca label, dan segera taruh kembali makanan yang label, dengan 5 bahan pertama menuliskan gula. Kenapa? urutan bahan diurutkan berdasarkan kandungan terbanyak. Memang boleh rendah lemak, tapi jika tinggi gula, sama aja boong. Kenapa? karena jika anda makan gula berlebihan, ujung2nya jadi lemak juga, yang ditumpuk di sekitar perut.
10. Minum alkohol? kurangi, sehari segelas aja. Kami sendiri masih belum jelas, tapi minuman beralkohol seperti bir dan anggur memiliki efek anti – radang. Tapi sering ditemukan bahwa mereka yang tidak minum alkohol sama sekali, malah memiliki kemungkinan serangan jantung lebih tinggi daripada mereka yang minum sedikit2. O yah! minum 7 gelas sehari nggak sama efeknya dengna minum 1 gelas tiap hari!
11. Makan 9 porsi sayuran dan buah setiap hari. Buah dan sayuran penuh dengan serat. Coba pelan2 tingkatkan jumlahnya dalam 2 – 6 minggu. karena jika jumlahnya meningkat drastis, malah kurang ok hasilnya, dan mempengaruhi pencernaan anda sendiri!.
Sebenarnya masih sangat banyak cara-cara dan tips untuk menjaga kesehatan jantung kita, dan ini lebih kepada pengaturan pola makan dan olahraga dari kita sendiri, untuk itu marilah budayakan hidup sehat dan berolahraga secara rutin dan teratur untuk kesehatan jantung kita.
1. Stop Rokok!!, inilah yang pertama harus dilakukan dan tentunya sangat sulit untuk dilakukan., mengapa rokok??, inilah alasannya :
- Sekitar 40% kematian akibat jantung disebabkan oleh rokok. Dibandingkan dengan bukan perokok, Anda mempunyai risiko dua kali lebih besar meninggal karena serangan jantung ,dan lima kali lebih besar kemungkinan meningggal karena kematian jantung mendadak.
- Bila Anda merokok, kemudian anda juga mempunyai faktor risiko lain seperti hipertensi, obesitas, hiperlipidemi, maka risiko Anda untuk meningal karena jantung akan meningkat jauh beberapa kali.
- Rokok dengan ratusan kandungan kimia di dalamnya dapat menyebakan kerusakan struktur otot jantung, dan pembuluh darah jantung. Tidak usah berbicara tentang ratusan zat kimia itu, nikotin dan karbon mono oksida saja sudah cukup untuk mengakibatkan kerusakan itu.
- Dampak Nikotin : Zat ini akan meningkatkan curah jantung dengan mempercepat denyut jantung 15-25 kali per menit, menaikkan tekanan darah 10 sampai 20 mmHg. Untuk mempertahankan kerja jantung yang meningkat ini, jantung akan memerlukan oksigen lebih banyak. Karena pada perokok darahnya banyak mengandung nikotin dan karbon monooksida, kebutuhan oksigen ini jadi tidak terpenuhi, bahkan otot jantung akan semakin mengalami kerusakan. Hal ini dapat memacu serangan jantung.
- Karbon monooksida dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kekentalan darah. Karbon monooksida yang bergerak bersama aliran darah menyebabkan iritasi, peradangan pada dinding pembuluh darah arteri, termasuk pembuluh darah koroner.
3. Kenali tekanan darah anda, dan lakukan apapun, supaya mencapai angka 115/75. Tenakan darah anda mungkin bahkan lebih penting daripada kolesterol anda. Dan, anda bisa menurunkan tekana ini sendiri. Cara terbaik? Olah raga teratur, dan kurangi lemak di perut. Kenapa? karena lemak ini menutupi organ2 penting, sehingga, supaya organ2 ini bisa bekerja lebih baik, dibutuhkan tekanan darah lebih. Jadi, ketika lemak perut berkurang, tekanan darah yang dibutuhkan akan menurun drastis.
4. Makan 250gr kacang2an setiap hari. Kacang2an akan meningkatkan kadar kolesterol baik, HDL, dan menurunkan radang. Kacang juga membantu menyehatkan jantung dengan alasan yang belum jelas. Kacang memiliki kadar asam lemak Omega 3 tinggi, memiliki protein dan serat tinggi.
5. Coba cari tahu kadar HDL anda dan coba tingkatkan sampai di nilai 50. Bagi wanita, nilai HDL tinggi jauh lebih baik daripada LDL rendah. Entah kenapa, tapi yang jelas, makin tinggi nilai HDL, makin bagus (50 sudah termasuk bagus). CAra termudah untuk meningkatkan nilainya adalah olahraga, kurangi minuman keras, makan makanan dengan lemak sehat, misalnya: zaitun, canola. Asam Pantotenat (vit. B5) juga bisa membantu.
6. Makan 10 sendok makan saus tomat dalam seminggu. Ini adalah tips favorit saya. Saus tomat penuh dengan kalium yang menurunkan tekanan darah. Yang saya maksud, bukan saus tomat yang asin, gurih dan berlemak, atau yang disajikan dengan pasta dalam jumlah raksasa. Saus biasa, sederhana, dan sehat.
7. Secara teratur, gunakan benang gigi. Menghindari penyakit mulut, mencegah radang arteri, yang membantu anda mengurangi kemungkinan sakit jantung. Jarang ada orang yang tahu bahwa kesehatan mulut anda mempengaruhi semua kesehatan arteri anda, yang mempengaruhi keadaan aliran darah ke jantung dan organ seksual anda, bahkan, mempengaruhi kerutan pada kulit.
8. Jangan makan minyak jenuh lebih dari 20 gram setuap hari, dan gunakan minyak trans sesedikit mungkin. Lemak jenuh dan lemak trans akan menyebabkan radang arteri. Cinnamon roll (roti kayu manis) memiliki 7 gram lemak jenuh. Minyak trans (misalnya dalam mentega atau margarin), sering ditemukan dalam makanan yang diproses atau dipanggang dalam oven.
9. Baca label, dan segera taruh kembali makanan yang label, dengan 5 bahan pertama menuliskan gula. Kenapa? urutan bahan diurutkan berdasarkan kandungan terbanyak. Memang boleh rendah lemak, tapi jika tinggi gula, sama aja boong. Kenapa? karena jika anda makan gula berlebihan, ujung2nya jadi lemak juga, yang ditumpuk di sekitar perut.
10. Minum alkohol? kurangi, sehari segelas aja. Kami sendiri masih belum jelas, tapi minuman beralkohol seperti bir dan anggur memiliki efek anti – radang. Tapi sering ditemukan bahwa mereka yang tidak minum alkohol sama sekali, malah memiliki kemungkinan serangan jantung lebih tinggi daripada mereka yang minum sedikit2. O yah! minum 7 gelas sehari nggak sama efeknya dengna minum 1 gelas tiap hari!
11. Makan 9 porsi sayuran dan buah setiap hari. Buah dan sayuran penuh dengan serat. Coba pelan2 tingkatkan jumlahnya dalam 2 – 6 minggu. karena jika jumlahnya meningkat drastis, malah kurang ok hasilnya, dan mempengaruhi pencernaan anda sendiri!.
Sebenarnya masih sangat banyak cara-cara dan tips untuk menjaga kesehatan jantung kita, dan ini lebih kepada pengaturan pola makan dan olahraga dari kita sendiri, untuk itu marilah budayakan hidup sehat dan berolahraga secara rutin dan teratur untuk kesehatan jantung kita.
Rabu, 02 November 2011
Ayo Kenali Gejala Serangan Jantung
Yang pertama-tama harus dilakukan adalah tanyai dokter Anda tentang risiko Anda terhadap serangan jantung yang menyebabkan terjadinya sakit jantung dan bagaimana mengurangi risiko ini.
Berbagilah informasi ini dengan para anggota keluarga dan pengurus Anda sehingga mereka belajar mengenali gejala serangan jantung dan kapan membantu Anda mencari pengobatan darurat.
Jika Anda mempunyai salah satu dari gejala yang diuraikan di bawah ini yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, CARILAH PENGOBATAN DARURAT TANPA DITUNDA. Gejala-gejala ini bisa merupakan tanda-tanda serangan jantung dan pengobatan.
Gejala serangan jantung mencakup :
The first symptoms start the clock
Pada tanda-tanda pertama serangan jantung, panggil pengobatan darurat.
Waktu terbaik untuk mengobati serangan jantung adalah di antara satu sampai dua jam pertama dari pertama kali timbulnya gejala. Studi memperlihatkan bahwa orang yang mempunyai gejala serangan jantung sering menunda, atau menunggu untuk mencari pengobatan, selama lebih dari tujuh jam.
Mereka yang menunda cenderung adalah orang tua, wanita, dan yang mempunyai sejarah angina, tekanan darah tinggi atau diabetes.
Jangan menunggu :
Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa - termasuk nyawa Anda sendiri
Alasan-alasan orang menunda :
Ketahuilah sebelumnya :
Pengobatan (obat-obatan, bedah jantung terbuka dan prosedur intervensi) tidak mengobati penyakit arteri koroner. Pernah mendapat serangan jantung atau pengobatan tidak berarti anda tidak akan pernah mendapat serangan jantung lagi; serangan jantung DAPAT terjadi lagi. Untuk itu mengetahui gejala-gejala serangan jantung serta tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi serangan jantung adalah suatu tindakan bijaksana untuk menyelamatkan jiwa kita.
Sumber
Berbagilah informasi ini dengan para anggota keluarga dan pengurus Anda sehingga mereka belajar mengenali gejala serangan jantung dan kapan membantu Anda mencari pengobatan darurat.
Jika Anda mempunyai salah satu dari gejala yang diuraikan di bawah ini yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, CARILAH PENGOBATAN DARURAT TANPA DITUNDA. Gejala-gejala ini bisa merupakan tanda-tanda serangan jantung dan pengobatan.
Gejala serangan jantung mencakup :
- Nyeri dada atau rasa tak enak di bagian tengah dada; perasaan "tertekan," "berat" atau "remuk" yang berlangsung selama tak lebih dari beberapa menit atau berlalu hilang dan kembali.
- Rasa sakit atau tak nyaman di bagian-bagian lain pada bagian tubuh atas, termasuk lengan, bahu, leher, rahang, atau perut.
- Sulit bernapas, sesak napas
- Berkeringat atau "keringat dingin"
- Rasa kembung, salah cerna, atau perasaan tersedak(mungkin terasa seperti “rasa panas dalam lambung”)
- Mual atau muntah
- Sangat lemah atau gelisah
- Detak jantung yang cepat atau tak teratur
The first symptoms start the clock
Pada tanda-tanda pertama serangan jantung, panggil pengobatan darurat.
Waktu terbaik untuk mengobati serangan jantung adalah di antara satu sampai dua jam pertama dari pertama kali timbulnya gejala. Studi memperlihatkan bahwa orang yang mempunyai gejala serangan jantung sering menunda, atau menunggu untuk mencari pengobatan, selama lebih dari tujuh jam.
Mereka yang menunda cenderung adalah orang tua, wanita, dan yang mempunyai sejarah angina, tekanan darah tinggi atau diabetes.
Jangan menunggu :
Tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa - termasuk nyawa Anda sendiri
Alasan-alasan orang menunda :
- Mereka adalah orang muda dan tidak dapat percaya ini terjadi pada mereka
- Gejala-gejala tidak seperti yang diharapkan
- Mereka mungkin menyangkal gejala-gejala ini serius dan menunggu sampai gejala hilang
- Mereka mungkin meminta nasehat dari orang lain, terutama anggota keluarga
- Mereka mungkin pertama kali mencoba mengobati gejala sendiri, dengan menggunakan aspirin atau antasida
- Mereka mungkin berpikir gejala-gejala ini berkaitan dengan masalah kesehatan lain (sakit perut, arthritis)
- Mereka mungkin mengutamakan mengurus orang lain (pertama-tama mengurus anak atau anggota keluarga lain) dan tidak ingin menguatirkan mereka.
Ketahuilah sebelumnya :
- Gejala-gejala serangan jantung.
- Siapa yang harus dipanggil untuk bantuan darurat. Jangan memanggil teman atau anggota keluarga. Panggil ambulans untuk membawa Anda ke UGD terdekat.
Pengobatan (obat-obatan, bedah jantung terbuka dan prosedur intervensi) tidak mengobati penyakit arteri koroner. Pernah mendapat serangan jantung atau pengobatan tidak berarti anda tidak akan pernah mendapat serangan jantung lagi; serangan jantung DAPAT terjadi lagi. Untuk itu mengetahui gejala-gejala serangan jantung serta tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi serangan jantung adalah suatu tindakan bijaksana untuk menyelamatkan jiwa kita.
Sumber
Senin, 31 Oktober 2011
Apakah Serangan Jantung itu, dan Bagaimana Terjadinya ?
Selama ini kita sering mendengar orang meninggal karena Penyakit Jantung. Dan kita pun tahu kalau penyakit jantung itu sangat berbahaya serta tidak pandang bulu dalam mencari sasaran. Tetapi apakah kita juga mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di jantung kita sehingga penyakit mematikan itu bisa muncul dan manghantui kita ?, untuk itu marilah kita bahas apa sebenarnya yang terjadi sewaktu serangan jantung.
Seperti kita ketahui bahwa Otot jantung membutuhkan pasokan tetap darah beroksigen. Arteri koroner memberi darah kepada jantung. Jika Anda mempunyai penyakit jantung koroner, bagian dalam arteri koroner Anda dapat terlihat seperti ini:
Plak (yang terbuat dari bahan berlemak, kalsium, dan sel berkeliaran)dengan ukuran berbeda-beda melekat pada dinding arteri. Banyak dari plak tersebut keras di sebelah luar serta lunak dan seperti bubur di sebelah dalam. Plak semakin bertambah dan menyempitkan arteri.
Bila plak keras, kulit luar pecah (retak atau robek), platelet (partikel berbentuk-cakram dalam darah yang membantu penggumpalan darah) datang ke daerah tersebut, dan gumpalan darah terbentuk sekitar plak tersebut.
Jika gumpalan darah menyumbat arteri sama sekali, otot jantung menjadi "kelaparan" akan oksigen dan zat nutrisi (disebut iskemia) di daerah di bawah penyumbatan. Dalam waktu pendek, terjadi kematian sel-sel otot jantung, yang menyebabkan kerusakan permanen. Ini disebut myocardial infarction (MI) atau serangan jantung.
Serangan jantung bisa juga terjadi lebih jarang karena kejang arteri koroner. Selama kejang koroner, arteri koroner mengerut atau terjadi kejang sekali-sekali, yang menyebabkan kekurangan pasokan darah ke otot jantung (iskemia). Ini bisa terjadi saat beristirahat dan bisa terjadi bahkan pada orang tanpa penyakit arteri koroner yang signifikan. Jika kejang arteri koroner terjadi selama jangka waktu lama, serangan jantung bisa terjadi.
Itulah beberapa penjelasan tentang apakah yang dimaksud serangan jantung itu serta bagaimana proses terjadinya. Kondisi seperti yang digambarkan diatas bisa kita cegah atau minimal mengurangi resiko terjadinya terhadap jantung kita. Untuk itu faktor yang paling penting yang perlu kita perhatikan adalah pola makan dan tentunya olah raga teratur. Karena menurut penelitian kedua faktor itulah yang bisa menyelamatkan jantung kita. Semoga bermanfaat.
Seperti kita ketahui bahwa Otot jantung membutuhkan pasokan tetap darah beroksigen. Arteri koroner memberi darah kepada jantung. Jika Anda mempunyai penyakit jantung koroner, bagian dalam arteri koroner Anda dapat terlihat seperti ini:
Plak (yang terbuat dari bahan berlemak, kalsium, dan sel berkeliaran)dengan ukuran berbeda-beda melekat pada dinding arteri. Banyak dari plak tersebut keras di sebelah luar serta lunak dan seperti bubur di sebelah dalam. Plak semakin bertambah dan menyempitkan arteri.
Bila plak keras, kulit luar pecah (retak atau robek), platelet (partikel berbentuk-cakram dalam darah yang membantu penggumpalan darah) datang ke daerah tersebut, dan gumpalan darah terbentuk sekitar plak tersebut.
Jika gumpalan darah menyumbat arteri sama sekali, otot jantung menjadi "kelaparan" akan oksigen dan zat nutrisi (disebut iskemia) di daerah di bawah penyumbatan. Dalam waktu pendek, terjadi kematian sel-sel otot jantung, yang menyebabkan kerusakan permanen. Ini disebut myocardial infarction (MI) atau serangan jantung.
Serangan jantung bisa juga terjadi lebih jarang karena kejang arteri koroner. Selama kejang koroner, arteri koroner mengerut atau terjadi kejang sekali-sekali, yang menyebabkan kekurangan pasokan darah ke otot jantung (iskemia). Ini bisa terjadi saat beristirahat dan bisa terjadi bahkan pada orang tanpa penyakit arteri koroner yang signifikan. Jika kejang arteri koroner terjadi selama jangka waktu lama, serangan jantung bisa terjadi.
Itulah beberapa penjelasan tentang apakah yang dimaksud serangan jantung itu serta bagaimana proses terjadinya. Kondisi seperti yang digambarkan diatas bisa kita cegah atau minimal mengurangi resiko terjadinya terhadap jantung kita. Untuk itu faktor yang paling penting yang perlu kita perhatikan adalah pola makan dan tentunya olah raga teratur. Karena menurut penelitian kedua faktor itulah yang bisa menyelamatkan jantung kita. Semoga bermanfaat.
Kamis, 27 Oktober 2011
Kenali Penyakit Jantung Sejak Dini
Saat Ini Penyakit Jantung adalah pembunuh manusia nomor satu di dunia, Penyakit ini sangat berbahaya dan seiring perkembangan jaman penyakit ini mengalami perubahan di dalam gejala-gejala yang ditimbulkan, yaitu gejala-gejala yang semakin tidak tampak dan tidak mencolok, hal ini yang membuat kita menjadi kurang sadar dan bahkan menyepelekan penyakit ini.
Pada artikel kali ini yang saya kumpulkan dari berbagai sumber, saya mencoba untuk menjelaskan apa itu penyakit jantung, penyebabnya serta faktor utama yang berperan di dalam resiko terkena penyakit jantung tersebut. Marilah kita mulai dengan definisi apakah organ jantung kita itu.
Apakah Fungsi Jantung itu ?
Jantung adalah salah satu organ tubuh terpenting yang fungsi utamanya memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh lainnya, jantung juga dapat diserang oleh berbagai penyakit.
Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Ada berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian manapun dari jantung.
Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.
Penyebab penyakit jantung koroner yaitu kondisi dimana terjadi adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan darah. Sebagai akibatnya aliran darah ke jantung terhambat sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah yang selanjutnya akan memicu terjadinya serangan jantung.
Selain penyakit jantung koroner, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.
Faktor-Faktor Utama Terkena Resiko Penyakit Jantung
Untuk menghindari peluang terkena penyakit jantung, ada baiknya kita mengenali faktor resikonya. Berikut adalah beberapa faktor resiko yang patut diwaspadai :
1. Usia dan Jenis kelamin.
Priadi bawah usia 50 tahun memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita pada kelompok usia yang sama. Setelah menopause, resiko seorang wanita bertambah karena penurunan yang tajam dari hormon estrogen yang bersifat melindungi.
2. Keturunan dari keluarga.
Penelitian menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa.
3. Diabetes (kencing manis).
Penderita diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi dari penyakit tersebut.
4. Merokok (terkena asap rokok).
Merokok secara langsung bertanggung jawab atas kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Merokok meningkatkan tekanan darah dan memasukkan zat-zat kimia beracun, seperti nikotin dan karbon monoksida, ke dalam aliran darah. Zat-zat kimia ini, selanjutnya akan merusak arteri. Para perokok juga membuat mereka yang ikut menghirup asapnya beresiko mengalami masalah pada jantung. Penelitian menyingkapkan bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko serangan jantung. Oleh karena itu, dengan berhenti merokok seseorang dapat mengurangi resikonya sendiri dan bahkan dapat menyelamatkan kehidupan orang-orang tercinta yang tidak merokok.
5. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Seraya timbunan plak meningkat, terjadi lebih banyak penghalang terhadap aliran darah dan dengan demikian terjadilah peningkatan tekanan darah yang meningkatkan resiko serangan jantung.
6. Kegemukan (obesitas).
Kelebihan berat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
7. Gaya hidup kurang gerak.
Orang-orang yang tidak banyak bergerak memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Mereka menghabiskan sebagian besar dari hari mereka tanpa aktif secara fisik dan tidak berolahraga dengan teratur. Serangan jantung sering kali terjadi pada orang-orang ini setelah kegiatan-kegiatan yang berat seperti bekerja keras di kebun, joging, mengangkat beban berat, atau menyekop salju. Tetapi resikonya menurun di antara mereka yang berolahraga dengan teratur. Jalan-jalan santai selama 20 hingga 30 menit sebanyak tiga atau empat kali seminggu dapat menurunkan resiko serangan. Olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah.
8. Stres (tekanan emosi).
Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan ini menurunkan aliran darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti bahkan dapat terlihat pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.
Sekadar mengetahui faktor resiko penyakit tersebut tidaklah cukup. Perlu tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Selain itu, penting untuk mengetahui gejala adanya penyakit jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak buruk yang diakibatkannya. Untuk itu silahkan kunjungi halaman Gejala Penyakit Jantung untuk mengetahui beberapa tanda dan gejala umum penyakit jantung.
sumber
Pada artikel kali ini yang saya kumpulkan dari berbagai sumber, saya mencoba untuk menjelaskan apa itu penyakit jantung, penyebabnya serta faktor utama yang berperan di dalam resiko terkena penyakit jantung tersebut. Marilah kita mulai dengan definisi apakah organ jantung kita itu.
Apakah Fungsi Jantung itu ?
Jantung adalah salah satu organ tubuh terpenting yang fungsi utamanya memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh lainnya, jantung juga dapat diserang oleh berbagai penyakit.
Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Ada berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian manapun dari jantung.
Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.
Penyebab penyakit jantung koroner yaitu kondisi dimana terjadi adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan darah. Sebagai akibatnya aliran darah ke jantung terhambat sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah yang selanjutnya akan memicu terjadinya serangan jantung.
Selain penyakit jantung koroner, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.
Faktor-Faktor Utama Terkena Resiko Penyakit Jantung
Untuk menghindari peluang terkena penyakit jantung, ada baiknya kita mengenali faktor resikonya. Berikut adalah beberapa faktor resiko yang patut diwaspadai :
1. Usia dan Jenis kelamin.
Priadi bawah usia 50 tahun memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita pada kelompok usia yang sama. Setelah menopause, resiko seorang wanita bertambah karena penurunan yang tajam dari hormon estrogen yang bersifat melindungi.
2. Keturunan dari keluarga.
Penelitian menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa.
3. Diabetes (kencing manis).
Penderita diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi dari penyakit tersebut.
4. Merokok (terkena asap rokok).
Merokok secara langsung bertanggung jawab atas kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Merokok meningkatkan tekanan darah dan memasukkan zat-zat kimia beracun, seperti nikotin dan karbon monoksida, ke dalam aliran darah. Zat-zat kimia ini, selanjutnya akan merusak arteri. Para perokok juga membuat mereka yang ikut menghirup asapnya beresiko mengalami masalah pada jantung. Penelitian menyingkapkan bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko serangan jantung. Oleh karena itu, dengan berhenti merokok seseorang dapat mengurangi resikonya sendiri dan bahkan dapat menyelamatkan kehidupan orang-orang tercinta yang tidak merokok.
5. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Seraya timbunan plak meningkat, terjadi lebih banyak penghalang terhadap aliran darah dan dengan demikian terjadilah peningkatan tekanan darah yang meningkatkan resiko serangan jantung.
6. Kegemukan (obesitas).
Kelebihan berat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan jumlah lemak. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
7. Gaya hidup kurang gerak.
Orang-orang yang tidak banyak bergerak memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Mereka menghabiskan sebagian besar dari hari mereka tanpa aktif secara fisik dan tidak berolahraga dengan teratur. Serangan jantung sering kali terjadi pada orang-orang ini setelah kegiatan-kegiatan yang berat seperti bekerja keras di kebun, joging, mengangkat beban berat, atau menyekop salju. Tetapi resikonya menurun di antara mereka yang berolahraga dengan teratur. Jalan-jalan santai selama 20 hingga 30 menit sebanyak tiga atau empat kali seminggu dapat menurunkan resiko serangan. Olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah.
8. Stres (tekanan emosi).
Berdasarkan penelitian, stres dapat menyebabkan penyempitan arteri dan ini menurunkan aliran darah hingga 27 persen. Penyempitan yang berarti bahkan dapat terlihat pada arteri yang terkena penyakit ringan. Penelitian lain mengesankan bahwa stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung.
Sekadar mengetahui faktor resiko penyakit tersebut tidaklah cukup. Perlu tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Selain itu, penting untuk mengetahui gejala adanya penyakit jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak buruk yang diakibatkannya. Untuk itu silahkan kunjungi halaman Gejala Penyakit Jantung untuk mengetahui beberapa tanda dan gejala umum penyakit jantung.
sumber
Macam - macam Tipe Diabetes
Istilah''diabetes'', tanpa kualifikasi, biasanya mengacu pada diabetes melitus, yang secara kasar diterjemahkan menjadi kencing manis berlebihan (dikenal sebagai "glikosuria") tapi ada beberapa kondisi langka juga bernama diabetes. Yang paling umum dari diabetes insipidus ini adalah di mana sejumlah besar urin diproduksi (poliuria), yang tidak manis (berarti insipidus "tanpa rasa" dalam bahasa Latin), bisa disebabkan baik oleh ginjal (nephrogenic DI) atau kelenjar pituitari (pusat DI) kerusakan. Ini adalah penyakit tidak menular.
Di antara sistem tubuh yang dipengaruhi oleh Diabetes mellitus adalah, saraf pencernaan, peredaran darah, sistem endokrin dan urin, tetapi semua sistem tubuh dalam beberapa cara terpengaruh.
Istilah "diabetes tipe 1" telah menggantikan istilah universal beberapa nama, termasuk onset diabetes, diabetes anak-anak, dan insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM). Demikian juga, istilah "diabetes tipe 2" telah menggantikan istilah beberapa nama, termasuk diabetes onset dewasa, terkait obesitas diabetes, dan non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM). Di luar dua jenis, tidak ada yang telah disepakati tata-nama standar. Berbagai sumber telah menetapkan "tipe 3 diabetes", antara lain, gestational diabetes, insulin resisten diabetes tipe 1 (atau "diabetes ganda"), diabetes tipe 2 yang telah berkembang membutuhkan insulin disuntikkan, dan diabetes laten autoimun orang dewasa (atau LADA atau "tipe 1,5" diabetes.)
Diabetes tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 ditandai dengan hilangnya sel yang memproduksi insulin. Beta Langerhans di pankreas menyebabkan kekurangan insulin. Diabetes tipe ini dapat lebih diklasifikasikan sebagai kekebalan yang dimediasi atau idiopatik. Mayoritas diabetes tipe 1 adalah sifat kekebalan-mediated, di mana hilangnya sel beta adalah serangan T-sel autoimun dimediasi. Tidak ada tindakan pencegahan yang diketahui yang dapat diambil terhadap diabetes tipe 1, yang mengandung sekitar 10% dari kasus diabetes mellitus di Amerika Utara dan Eropa (meskipun angka ini bervariasi berdasarkan lokasi geografis). Kebanyakan orang yang terkena dampak sehat dan berat badan yang sehat ketika awal terjadi. Kepekaan dan tanggap terhadap insulin biasanya normal, terutama pada tahap awal. Tipe 1 diabetes dapat mempengaruhi anak-anak atau orang dewasa, tetapi secara tradisional disebut "diabetes anak-anak" karena itu merupakan sebagian besar kasus diabetes pada anak-anak.
Pengobatan utama diabetes tipe 1, bahkan pada tahap awal, adalah pengiriman insulin buatan melalui injeksi dikombinasikan dengan pemantauan yang cermat kadar glukosa darah menggunakan monitor pengujian darah. Tanpa insulin, ketoasidosis diabetes sering berkembang yang dapat mengakibatkan koma atau kematian. Pengobatan penekanan sekarang juga ditempatkan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga) meskipun ini tidak dapat membalikkan kemajuan penyakit. Terlepas dari suntikan subkutan umum, juga memungkinkan untuk memberikan insulin oleh pompa, yang memungkinkan infus kontinyu insulin 24 jam sehari pada tingkat preset, dan kemampuan untuk Program dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Suatu bentuk inhalasi insulin telah disetujui oleh FDA pada bulan Januari 2006, meskipun dihentikan untuk alasan bisnis pada bulan Oktober 2007. Non-insulin pengobatan, seperti antibodi monoklonal dan terapi sel induk berbasis, efektif dilakukan percobaan pada hewan tetapi belum selesai uji klinis pada manusia.
Diabetes tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 ditandai berbeda dan disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, dikombinasikan dengan sekresi insulin relatif berkurang yang dalam beberapa kasus menjadi mutlak. Respon yang rusak dari jaringan tubuh terhadap insulin hampir pasti melibatkan reseptor insulin di membran sel. Namun, cacat spesifik tidak diketahui. Diabetes mellitus akibat cacat tertentu yang dikenal diklasifikasikan secara terpisah. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum.
Pada tahap awal diabetes tipe 2, kelainan dominan sensitivitas insulin berkurang, ditandai dengan peningkatan kadar insulin dalam darah. Pada tahap ini hiperglikemia dapat dibalik oleh berbagai tindakan dan obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas insulin atau mengurangi produksi glukosa oleh hati. Sebagai penyakit berlangsung, penurunan sekresi insulin memburuk, dan penggantian terapi insulin sering menjadi perlu.
Ada banyak teori mengenai penyebab pasti dan mekanisme pada diabetes tipe 2. Central obesitas (lemak terkonsentrasi di sekitar pinggang dalam hubungannya dengan organ perut, tetapi tidak lemak subkutan) diketahui mempengaruhi individu untuk resistensi insulin. Lemak perut terutama aktif hormon, mensekresi kelompok hormon yang disebut adipokines yang mungkin dapat merusak toleransi glukosa. Obesitas ditemukan pada sekitar 55% dari pasien yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Faktor-faktor lain termasuk penuaan (sekitar 20% dari pasien usia lanjut di Amerika Utara mengidap diabetes) dan sejarah keluarga (tipe 2 adalah jauh lebih umum pada mereka dengan kerabat dekat yang memiliki itu). Dalam dekade terakhir, diabetes tipe 2 telah semakin mulai mempengaruhi anak-anak dan remaja, mungkin sehubungan dengan peningkatan prevalensi obesitas terlihat dalam beberapa dekade terakhir di beberapa tempat. Paparan lingkungan dapat berkontribusi untuk meningkatkan terbaru dalam tingkat diabetes tipe 2. Sebuah korelasi positif telah ditemukan antara konsentrasi dalam urin bisphenol A, merupakan konstituen dari plastik polikarbonat dari beberapa produsen, dan kejadian diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 boleh pergi tak ketahuan selama bertahun-tahun karena gejala yang terlihat biasanya ringan, tidak ada atau sporadis, dan biasanya tidak ada episode ketoacidotic. Namun, yang parah komplikasi jangka panjang dapat hasil dari diabetes tipe 2 tanpa disadari, termasuk gagal ginjal akibat diabetes nefropati, penyakit vaskular (termasuk penyakit arteri koroner), kerusakan penglihatan akibat retinopati diabetes, hilangnya sensasi atau nyeri akibat neuropati diabetes, kerusakan hati dari steatohepatitis non-alkohol dan gagal jantung dari kardiomiopati diabetes.
Studi telah menyarankan menunjukkan bahwa hormon seperti kortisol dan mungkin testosteron memainkan peran penting dalam penyerapan gula dan dalam resistensi insulin. Ia telah mengemukakan bahwa sindrom Cushing subklinis ini (kelebihan kortisol) dikaitkan dengan diabetes mellitus tipe 2. Persentase sindrom Cushing subklinis pada populasi diabetes tampaknya menjadi sekitar 9%, tetapi juga tampaknya bahwa persentase sebenarnya adalah lebih tinggi dari sebelumnya diyakini. Pasien diabetes dengan microadenoma pituitari secara signifikan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa dengan operasi transsphenoidal, karena remotion dari mikroadenoma dapat menurunkan kadar ACTH dan kortisol.
Hipogonadisme sering dikaitkan dengan kelebihan kortisol, dan defisiensi testosteron juga terkait dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2, bahkan jika mekanisme yang tepat di mana testosteron meningkatkan resistensi insulin masih belum diketahui.
Gestational diabetes
Gestational diabetes mellitus (GDM) mirip diabetes tipe 2 dalam beberapa hal, yang melibatkan kombinasi dari sekresi insulin relatif memadai dan responsif. Ini terjadi pada sekitar 2% -5% dari seluruh kehamilan dan dapat meningkatkan atau menghilang setelah melahirkan. Gestational diabetes sepenuhnya dapat disembuhkan tetapi membutuhkan pengawasan medis berhati-hati selama kehamilan. Sekitar 20% -50% dari wanita yang terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Bahkan meskipun mungkin bersifat sementara, gestational diabetes yang tidak diobati bisa merusak kesehatan janin atau ibu. Risiko untuk bayi makrosomia termasuk (berat lahir tinggi), kongenital jantung dan sistem saraf pusat anomali, dan malformasi otot rangka. Peningkatan insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan. Hiperbilirubinemia mungkin hasil dari penghancuran sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian perinatal dapat terjadi, paling umum sebagai hasil dari perfusi plasenta yang buruk akibat gangguan pembuluh darah. Induksi dapat diindikasikan dengan fungsi plasenta menurun. Sebuah operasi caesar dapat dilakukan jika ada gawat janin atau ditandai peningkatan risiko cedera yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.
Sebuah penelitian di tahun 2008 diselesaikan di AS menemukan bahwa lebih banyak perempuan Amerika memasuki kehamilan dengan diabetes yang sudah ada sebelumnya. Bahkan tingkat diabetes pada ibu hamil memiliki lebih dari dua kali lipat dalam 6 tahun terakhir. Hal ini terutama bermasalah seperti diabetes meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, serta meningkatkan potensi bahwa anak-anak dari ibu diabetes juga akan menjadi diabetes di masa depan.
Jenis lainnya
Sebagian besar kasus diabetes melitus jatuh ke dalam dua kategori etiologi luas tipe 1 atau diabetes tipe 2. Namun, banyak jenis diabetes mellitus memiliki penyebab yang diketahui lebih spesifik, dan dengan demikian jatuh ke dalam kategori yang lebih spesifik. Sebagai penelitian lebih banyak dilakukan dalam diabetes, banyak pasien yang sebelumnya didiagnosis sebagai tipe 1 atau tipe 2 diabetes akan memiliki kondisi mereka direklasifikasi.
Beberapa kasus diabetes yang disebabkan oleh reseptor jaringan tubuh tidak menanggapi insulin (bahkan ketika kadar insulin normal, yang adalah apa yang memisahkannya dari diabetes tipe 2), formulir ini sangat jarang. Mutasi genetik (autosomal atau mitokondria) dapat menyebabkan cacat pada fungsi sel beta. Aksi insulin abnormal juga mungkin telah ditentukan secara genetis dalam beberapa kasus. Setiap penyakit yang menyebabkan kerusakan yang luas untuk pankreas dapat menyebabkan diabetes (misalnya, pankreatitis kronis dan cystic fibrosis). Penyakit yang berhubungan dengan sekresi berlebihan hormon antagonis insulin dapat menyebabkan diabetes (yang biasanya diselesaikan setelah kelebihan hormon dihapus). Banyak obat mengganggu sekresi insulin dan beberapa sel pankreas racun merusak beta. Entitas ICD-10 (1992) diagnostik,''malnutrisi terkait diabetes mellitus''(MRDM atau MMDM, ICD-10 kode E12), adalah usang oleh Organisasi Kesehatan Dunia ketika taksonomi saat ini diperkenalkan pada tahun 1999.
Di antara sistem tubuh yang dipengaruhi oleh Diabetes mellitus adalah, saraf pencernaan, peredaran darah, sistem endokrin dan urin, tetapi semua sistem tubuh dalam beberapa cara terpengaruh.
Istilah "diabetes tipe 1" telah menggantikan istilah universal beberapa nama, termasuk onset diabetes, diabetes anak-anak, dan insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM). Demikian juga, istilah "diabetes tipe 2" telah menggantikan istilah beberapa nama, termasuk diabetes onset dewasa, terkait obesitas diabetes, dan non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM). Di luar dua jenis, tidak ada yang telah disepakati tata-nama standar. Berbagai sumber telah menetapkan "tipe 3 diabetes", antara lain, gestational diabetes, insulin resisten diabetes tipe 1 (atau "diabetes ganda"), diabetes tipe 2 yang telah berkembang membutuhkan insulin disuntikkan, dan diabetes laten autoimun orang dewasa (atau LADA atau "tipe 1,5" diabetes.)
Diabetes tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 ditandai dengan hilangnya sel yang memproduksi insulin. Beta Langerhans di pankreas menyebabkan kekurangan insulin. Diabetes tipe ini dapat lebih diklasifikasikan sebagai kekebalan yang dimediasi atau idiopatik. Mayoritas diabetes tipe 1 adalah sifat kekebalan-mediated, di mana hilangnya sel beta adalah serangan T-sel autoimun dimediasi. Tidak ada tindakan pencegahan yang diketahui yang dapat diambil terhadap diabetes tipe 1, yang mengandung sekitar 10% dari kasus diabetes mellitus di Amerika Utara dan Eropa (meskipun angka ini bervariasi berdasarkan lokasi geografis). Kebanyakan orang yang terkena dampak sehat dan berat badan yang sehat ketika awal terjadi. Kepekaan dan tanggap terhadap insulin biasanya normal, terutama pada tahap awal. Tipe 1 diabetes dapat mempengaruhi anak-anak atau orang dewasa, tetapi secara tradisional disebut "diabetes anak-anak" karena itu merupakan sebagian besar kasus diabetes pada anak-anak.
Pengobatan utama diabetes tipe 1, bahkan pada tahap awal, adalah pengiriman insulin buatan melalui injeksi dikombinasikan dengan pemantauan yang cermat kadar glukosa darah menggunakan monitor pengujian darah. Tanpa insulin, ketoasidosis diabetes sering berkembang yang dapat mengakibatkan koma atau kematian. Pengobatan penekanan sekarang juga ditempatkan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga) meskipun ini tidak dapat membalikkan kemajuan penyakit. Terlepas dari suntikan subkutan umum, juga memungkinkan untuk memberikan insulin oleh pompa, yang memungkinkan infus kontinyu insulin 24 jam sehari pada tingkat preset, dan kemampuan untuk Program dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Suatu bentuk inhalasi insulin telah disetujui oleh FDA pada bulan Januari 2006, meskipun dihentikan untuk alasan bisnis pada bulan Oktober 2007. Non-insulin pengobatan, seperti antibodi monoklonal dan terapi sel induk berbasis, efektif dilakukan percobaan pada hewan tetapi belum selesai uji klinis pada manusia.
Diabetes tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 ditandai berbeda dan disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, dikombinasikan dengan sekresi insulin relatif berkurang yang dalam beberapa kasus menjadi mutlak. Respon yang rusak dari jaringan tubuh terhadap insulin hampir pasti melibatkan reseptor insulin di membran sel. Namun, cacat spesifik tidak diketahui. Diabetes mellitus akibat cacat tertentu yang dikenal diklasifikasikan secara terpisah. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum.
Pada tahap awal diabetes tipe 2, kelainan dominan sensitivitas insulin berkurang, ditandai dengan peningkatan kadar insulin dalam darah. Pada tahap ini hiperglikemia dapat dibalik oleh berbagai tindakan dan obat-obatan yang meningkatkan sensitivitas insulin atau mengurangi produksi glukosa oleh hati. Sebagai penyakit berlangsung, penurunan sekresi insulin memburuk, dan penggantian terapi insulin sering menjadi perlu.
Ada banyak teori mengenai penyebab pasti dan mekanisme pada diabetes tipe 2. Central obesitas (lemak terkonsentrasi di sekitar pinggang dalam hubungannya dengan organ perut, tetapi tidak lemak subkutan) diketahui mempengaruhi individu untuk resistensi insulin. Lemak perut terutama aktif hormon, mensekresi kelompok hormon yang disebut adipokines yang mungkin dapat merusak toleransi glukosa. Obesitas ditemukan pada sekitar 55% dari pasien yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Faktor-faktor lain termasuk penuaan (sekitar 20% dari pasien usia lanjut di Amerika Utara mengidap diabetes) dan sejarah keluarga (tipe 2 adalah jauh lebih umum pada mereka dengan kerabat dekat yang memiliki itu). Dalam dekade terakhir, diabetes tipe 2 telah semakin mulai mempengaruhi anak-anak dan remaja, mungkin sehubungan dengan peningkatan prevalensi obesitas terlihat dalam beberapa dekade terakhir di beberapa tempat. Paparan lingkungan dapat berkontribusi untuk meningkatkan terbaru dalam tingkat diabetes tipe 2. Sebuah korelasi positif telah ditemukan antara konsentrasi dalam urin bisphenol A, merupakan konstituen dari plastik polikarbonat dari beberapa produsen, dan kejadian diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 boleh pergi tak ketahuan selama bertahun-tahun karena gejala yang terlihat biasanya ringan, tidak ada atau sporadis, dan biasanya tidak ada episode ketoacidotic. Namun, yang parah komplikasi jangka panjang dapat hasil dari diabetes tipe 2 tanpa disadari, termasuk gagal ginjal akibat diabetes nefropati, penyakit vaskular (termasuk penyakit arteri koroner), kerusakan penglihatan akibat retinopati diabetes, hilangnya sensasi atau nyeri akibat neuropati diabetes, kerusakan hati dari steatohepatitis non-alkohol dan gagal jantung dari kardiomiopati diabetes.
Studi telah menyarankan menunjukkan bahwa hormon seperti kortisol dan mungkin testosteron memainkan peran penting dalam penyerapan gula dan dalam resistensi insulin. Ia telah mengemukakan bahwa sindrom Cushing subklinis ini (kelebihan kortisol) dikaitkan dengan diabetes mellitus tipe 2. Persentase sindrom Cushing subklinis pada populasi diabetes tampaknya menjadi sekitar 9%, tetapi juga tampaknya bahwa persentase sebenarnya adalah lebih tinggi dari sebelumnya diyakini. Pasien diabetes dengan microadenoma pituitari secara signifikan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa dengan operasi transsphenoidal, karena remotion dari mikroadenoma dapat menurunkan kadar ACTH dan kortisol.
Hipogonadisme sering dikaitkan dengan kelebihan kortisol, dan defisiensi testosteron juga terkait dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2, bahkan jika mekanisme yang tepat di mana testosteron meningkatkan resistensi insulin masih belum diketahui.
Gestational diabetes
Gestational diabetes mellitus (GDM) mirip diabetes tipe 2 dalam beberapa hal, yang melibatkan kombinasi dari sekresi insulin relatif memadai dan responsif. Ini terjadi pada sekitar 2% -5% dari seluruh kehamilan dan dapat meningkatkan atau menghilang setelah melahirkan. Gestational diabetes sepenuhnya dapat disembuhkan tetapi membutuhkan pengawasan medis berhati-hati selama kehamilan. Sekitar 20% -50% dari wanita yang terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Bahkan meskipun mungkin bersifat sementara, gestational diabetes yang tidak diobati bisa merusak kesehatan janin atau ibu. Risiko untuk bayi makrosomia termasuk (berat lahir tinggi), kongenital jantung dan sistem saraf pusat anomali, dan malformasi otot rangka. Peningkatan insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan. Hiperbilirubinemia mungkin hasil dari penghancuran sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian perinatal dapat terjadi, paling umum sebagai hasil dari perfusi plasenta yang buruk akibat gangguan pembuluh darah. Induksi dapat diindikasikan dengan fungsi plasenta menurun. Sebuah operasi caesar dapat dilakukan jika ada gawat janin atau ditandai peningkatan risiko cedera yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.
Sebuah penelitian di tahun 2008 diselesaikan di AS menemukan bahwa lebih banyak perempuan Amerika memasuki kehamilan dengan diabetes yang sudah ada sebelumnya. Bahkan tingkat diabetes pada ibu hamil memiliki lebih dari dua kali lipat dalam 6 tahun terakhir. Hal ini terutama bermasalah seperti diabetes meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, serta meningkatkan potensi bahwa anak-anak dari ibu diabetes juga akan menjadi diabetes di masa depan.
Jenis lainnya
Sebagian besar kasus diabetes melitus jatuh ke dalam dua kategori etiologi luas tipe 1 atau diabetes tipe 2. Namun, banyak jenis diabetes mellitus memiliki penyebab yang diketahui lebih spesifik, dan dengan demikian jatuh ke dalam kategori yang lebih spesifik. Sebagai penelitian lebih banyak dilakukan dalam diabetes, banyak pasien yang sebelumnya didiagnosis sebagai tipe 1 atau tipe 2 diabetes akan memiliki kondisi mereka direklasifikasi.
Beberapa kasus diabetes yang disebabkan oleh reseptor jaringan tubuh tidak menanggapi insulin (bahkan ketika kadar insulin normal, yang adalah apa yang memisahkannya dari diabetes tipe 2), formulir ini sangat jarang. Mutasi genetik (autosomal atau mitokondria) dapat menyebabkan cacat pada fungsi sel beta. Aksi insulin abnormal juga mungkin telah ditentukan secara genetis dalam beberapa kasus. Setiap penyakit yang menyebabkan kerusakan yang luas untuk pankreas dapat menyebabkan diabetes (misalnya, pankreatitis kronis dan cystic fibrosis). Penyakit yang berhubungan dengan sekresi berlebihan hormon antagonis insulin dapat menyebabkan diabetes (yang biasanya diselesaikan setelah kelebihan hormon dihapus). Banyak obat mengganggu sekresi insulin dan beberapa sel pankreas racun merusak beta. Entitas ICD-10 (1992) diagnostik,''malnutrisi terkait diabetes mellitus''(MRDM atau MMDM, ICD-10 kode E12), adalah usang oleh Organisasi Kesehatan Dunia ketika taksonomi saat ini diperkenalkan pada tahun 1999.
Rabu, 26 Oktober 2011
Mari Kenali Penyakit Asam Urat dan Rematik
Asam urat dan rematik adalah dua jenis penyakit yang sering terjadi pada manusia, terutama lansia. Keduanya penyakit ini menyerang pada bagian persendian sehingga sulit sekali untuk dibedakan. Penyakit asam urat sendiri merupakan salah satu jenis dari rematik. Sebenarnya apa sih perbedaan dari penyakit asam urat dan rematik?
Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit yang telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Ada pula yang menyebutkan kalau penyakit asam urat merupakan penyakit tertua yang dikenal oleh manusia. Asam urat juga sering disebut sebagai “penyakit para raja” karena berkaitan dengan makanan yang enak-enak dan sering dikonsumsi oleh para raja.
Penyakit asam urat terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat pada bagian sendi karena kadar asam urat di dalam darah sudah terlalu tinggi dan ginjal tidak bisa lagi mengatur kestabilannya. Penumpukan asam urat pada persendian ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang cukup hebat, terutama pada bagian persendian.
Pada umumnya, penyakit asam urat terjadi pada pria. Pada pria, kadar asam urat dalam tubuh akan meningkat seiring bertambahnya usia, sedangkan pada wanita, kadar asam urat ini akan meningkat sejak ia mengalami menopause.
Beberapa gejala yang terasa jika tubuh mengalami penyakit asam urat antara lain tubuh terasa kesemutan dan linu, rasa nyeri di bagian sendiri mulai terasa, terutama pada malam hari dan pagi hari setelah bangun tidur, dan bagian sendi yang mengalami penumpukan asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, terasa panas, dan sakit yang hebat.
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit asam urat atau tidak, sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui berapa kadar asam urat yang kita miliki. Normalnya, kadar asam urat pada pria berkisar antara 3,5-7 mg/dl sedangkan pada wanita berkisar antara 2,6-6 mg/dl.
Untuk mengurangi derita karena penyakit asam urat, jenis-jenis makanan yang tinggi kandungan purinnya harus dihindari. Selain itu, sebaiknya tidak mengonsumsi obat jenis aspirin. Konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung banyak kalium, seperti sayuran, buah-buahan, kentang, alpukat, susu, yoghurt, dan pisang, serta buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk dan stroberi.
Seorang penderita penyakit asam urat juga harus banyak-banyak minum air putih agar kristal asam urat lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.
Lalu, Apakah Rematik itu ?
Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian atau jaringan penunjang sekitar sendi. Salah satu penyebab rematik adalah kekebalan tubuh yang balik menyerang jaringan persendian. Akibatnya, tulang rawan di sekitar sendi menjadi menipis dan membentuk tulang baru.
Tulang-tulang di persendian ini kemudian bersinggungan pada saat tubuh digerakkan sehingga muncullah rasa nyeri. Rematik juga bisa merupakan gejala dari penyakit osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Penderita rematik biasanya mengalami rasa sakit dan pegal linu di wilayah persendian seperti lutut, sikut, pergelangan tangan dan kaki, serta bagian sendi lainnya, terutama setelah beraktivitas. Tak jarang sendi-sendinya mengalami pembengkakan karena radang.
Selain itu, sendi juga berwarna kemerahan dan terasa panas, terasa kaku pada pagi hari, dan geraknya terbatas. Rasa nyeri pada sendi akan lebih terasa jika ada perubahan cuaca dari panas ke dingin.
Penyakit rematik sebaiknya tidak dianggap sepele karena jika dibiarkan, akan menyebabkan anggota tubuh bekerja secara abnormal, misalnya muncul benjol-benjol pada tubuh, persendian kaku, sulit berjalan, dan bahkan cacat seumur hidup.
Rematik ini bisa menyerang anggota tubuh dari mulai kepala hingga kaki sehingga benar-benar harus diwaspadai. Hingga saat ini, penyebab pasti dari rematik belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, gejala rematik pun akan semakin terasa, terutama jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk mengatasi penyakit rematik sebenarnya belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkannya sampai tuntas. Obat-obatan yang banyak beredar pada umumnya hanya berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang muncul saat rematik ini kambuh.
Untuk mengurangi rasa nyeri, bisa juga dikompres dengan botol air panas atau kain flannel hangat. Selain itu, gejala rematik juga bisa dikurangi dengan mengonsumsi jus seledri, kubis, atau wortel.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya asam urat dan rematik ini. Misalnya dengan melakukan olahraga secara teratur, namun jangan sampai berlebihan karena bisa menyebabkan cedera pada otot dan sendi.
Jalan kaki juga sangat bermanfaat untuk mencegah rematik dan asam urat. Selain itu, jaga berat badan agar tetap ideal. Berat badan yang berlebihan juga dapat memicu munculnya rematik.
Jaga makanan yang dikonsumsi karena gizi yang seimbang dapat mencegah datangnya berbagai macam penyakit, termasuk asam urat dan rematik. Makanan yang mengandung omega 3 dapat menjaga kelenturan persendian.
sumber : anneahira.com
Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit yang telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Ada pula yang menyebutkan kalau penyakit asam urat merupakan penyakit tertua yang dikenal oleh manusia. Asam urat juga sering disebut sebagai “penyakit para raja” karena berkaitan dengan makanan yang enak-enak dan sering dikonsumsi oleh para raja.
Penyakit asam urat terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat pada bagian sendi karena kadar asam urat di dalam darah sudah terlalu tinggi dan ginjal tidak bisa lagi mengatur kestabilannya. Penumpukan asam urat pada persendian ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang cukup hebat, terutama pada bagian persendian.
Pada umumnya, penyakit asam urat terjadi pada pria. Pada pria, kadar asam urat dalam tubuh akan meningkat seiring bertambahnya usia, sedangkan pada wanita, kadar asam urat ini akan meningkat sejak ia mengalami menopause.
Beberapa gejala yang terasa jika tubuh mengalami penyakit asam urat antara lain tubuh terasa kesemutan dan linu, rasa nyeri di bagian sendiri mulai terasa, terutama pada malam hari dan pagi hari setelah bangun tidur, dan bagian sendi yang mengalami penumpukan asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, terasa panas, dan sakit yang hebat.
Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit asam urat atau tidak, sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui berapa kadar asam urat yang kita miliki. Normalnya, kadar asam urat pada pria berkisar antara 3,5-7 mg/dl sedangkan pada wanita berkisar antara 2,6-6 mg/dl.
Untuk mengurangi derita karena penyakit asam urat, jenis-jenis makanan yang tinggi kandungan purinnya harus dihindari. Selain itu, sebaiknya tidak mengonsumsi obat jenis aspirin. Konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung banyak kalium, seperti sayuran, buah-buahan, kentang, alpukat, susu, yoghurt, dan pisang, serta buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk dan stroberi.
Seorang penderita penyakit asam urat juga harus banyak-banyak minum air putih agar kristal asam urat lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.
Lalu, Apakah Rematik itu ?
Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian atau jaringan penunjang sekitar sendi. Salah satu penyebab rematik adalah kekebalan tubuh yang balik menyerang jaringan persendian. Akibatnya, tulang rawan di sekitar sendi menjadi menipis dan membentuk tulang baru.
Tulang-tulang di persendian ini kemudian bersinggungan pada saat tubuh digerakkan sehingga muncullah rasa nyeri. Rematik juga bisa merupakan gejala dari penyakit osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Penderita rematik biasanya mengalami rasa sakit dan pegal linu di wilayah persendian seperti lutut, sikut, pergelangan tangan dan kaki, serta bagian sendi lainnya, terutama setelah beraktivitas. Tak jarang sendi-sendinya mengalami pembengkakan karena radang.
Selain itu, sendi juga berwarna kemerahan dan terasa panas, terasa kaku pada pagi hari, dan geraknya terbatas. Rasa nyeri pada sendi akan lebih terasa jika ada perubahan cuaca dari panas ke dingin.
Penyakit rematik sebaiknya tidak dianggap sepele karena jika dibiarkan, akan menyebabkan anggota tubuh bekerja secara abnormal, misalnya muncul benjol-benjol pada tubuh, persendian kaku, sulit berjalan, dan bahkan cacat seumur hidup.
Rematik ini bisa menyerang anggota tubuh dari mulai kepala hingga kaki sehingga benar-benar harus diwaspadai. Hingga saat ini, penyebab pasti dari rematik belum diketahui secara pasti. Seiring bertambahnya usia, gejala rematik pun akan semakin terasa, terutama jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk mengatasi penyakit rematik sebenarnya belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkannya sampai tuntas. Obat-obatan yang banyak beredar pada umumnya hanya berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang muncul saat rematik ini kambuh.
Untuk mengurangi rasa nyeri, bisa juga dikompres dengan botol air panas atau kain flannel hangat. Selain itu, gejala rematik juga bisa dikurangi dengan mengonsumsi jus seledri, kubis, atau wortel.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya asam urat dan rematik ini. Misalnya dengan melakukan olahraga secara teratur, namun jangan sampai berlebihan karena bisa menyebabkan cedera pada otot dan sendi.
Jalan kaki juga sangat bermanfaat untuk mencegah rematik dan asam urat. Selain itu, jaga berat badan agar tetap ideal. Berat badan yang berlebihan juga dapat memicu munculnya rematik.
Jaga makanan yang dikonsumsi karena gizi yang seimbang dapat mencegah datangnya berbagai macam penyakit, termasuk asam urat dan rematik. Makanan yang mengandung omega 3 dapat menjaga kelenturan persendian.
sumber : anneahira.com
Selasa, 18 Oktober 2011
Ayo Kenali Gejala Diabetes
Gejala klasik dari diabetes adalah poliuria dan polidipsia, sering kencing dan rasa haus yang meningkat serta asupan cairan konsekuen meningkat. Gejala dapat berkembang cukup cepat (beberapa minggu atau bulan) itu terjadi pada diabetes tipe 1, terutama pada anak. Namun, dalam gejala diabetes tipe 2 biasanya perkembangannya jauh lebih lambat dan mungkin benar-benar tidak ada.
Tipe 1 diabetes juga dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat dan cukup signifikan (meskipun makan normal atau bahkan meningkat) dan kelelahan mental tereduksi. Semua gejala ini kecuali penurunan berat badan juga dapat terwujud dalam diabetes tipe 2 pada pasien yang diabetesnya tidak terkontrol, meskipun penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mungkin dialami pada awal penyakit. Diagnosis akhir dibuat dengan mengukur konsentrasi glukosa darah.
Ketika konsentrasi glukosa dalam darah dinaikkan melebihi ambang ginjal (sekitar 10 mmol / L, meskipun hal ini dapat diubah dalam kondisi tertentu, seperti kehamilan), reabsorpsi glukosa dalam tubuli proksimal ginjal tidak lengkap, dan bagian dari glukosa tetap dalam urin (glikosuria). Hal ini meningkatkan tekanan osmotik urin dan menghambat reabsorpsi air oleh ginjal, sehingga produksi urin meningkat (poliuria) dan peningkatan kehilangan cairan. Volume darah yang hilang akan diganti osmotik dari air yang diadakan di sel-sel tubuh dan kompartemen tubuh lainnya, menyebabkan dehidrasi dan haus yang meningkat.
Tingkat tinggi dari glukosa darah yang berkepanjangan akan menyebabkan penyerapan glukosa, yang mengarah ke perubahan bentuk lensa mata, sehingga perubahan visi, kontrol glukosa berkelanjutan yang masuk biasanya mengembalikan lensa ke bentuk aslinya. Penglihatan kabur adalah keluhan umum yang mengarah ke diagnosis diabetes, tipe 1 harus selalu dicurigai dalam kasus-kasus perubahan visi cepat, sedangkan dengan tipe 2 perubahan umumnya lebih bertahap, namun tetap harus diperhatikan.
Pasien (biasanya dengan tipe 1 diabetes) dapat juga awalnya hadir dengan diabetic ketoacidosis (DKA), sebuah negara ekstrim disregulasi metabolik ditandai oleh bau aseton pada nafas pasien, ini dikenal sebagai bernapas Kussmaul, poliuria, mual; muntah dan nyeri perut, dan setiap negara banyak mengalami perubahan kesadaran atau hasrat/gairah (seperti permusuhan atau kebingungan dan kelesuan). Dalam DKA parah, dapat diikuti dengan koma, terus berkembang sampai meninggal. Diabetic ketoacidosis adalah keadaan darurat medis dan memerlukan penanganan rawat inap segera.
Selain diatas inilah yang sebenarnya jarang tetapi juga parah yaitu kemungkinan nonketotic hiperosmolar, yang lebih umum pada diabetes tipe 2 dan terutama hasil dari dehidrasi karena kehilangan air di tubuh. Seringkali, pasien telah banyak minum dalam jumlah besar tetapi minuman yang mengandung gula, Justru itulah yang akan memicu terjadinya diabetes tipe 2.
Tipe 1 diabetes juga dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat dan cukup signifikan (meskipun makan normal atau bahkan meningkat) dan kelelahan mental tereduksi. Semua gejala ini kecuali penurunan berat badan juga dapat terwujud dalam diabetes tipe 2 pada pasien yang diabetesnya tidak terkontrol, meskipun penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mungkin dialami pada awal penyakit. Diagnosis akhir dibuat dengan mengukur konsentrasi glukosa darah.
Ketika konsentrasi glukosa dalam darah dinaikkan melebihi ambang ginjal (sekitar 10 mmol / L, meskipun hal ini dapat diubah dalam kondisi tertentu, seperti kehamilan), reabsorpsi glukosa dalam tubuli proksimal ginjal tidak lengkap, dan bagian dari glukosa tetap dalam urin (glikosuria). Hal ini meningkatkan tekanan osmotik urin dan menghambat reabsorpsi air oleh ginjal, sehingga produksi urin meningkat (poliuria) dan peningkatan kehilangan cairan. Volume darah yang hilang akan diganti osmotik dari air yang diadakan di sel-sel tubuh dan kompartemen tubuh lainnya, menyebabkan dehidrasi dan haus yang meningkat.
Tingkat tinggi dari glukosa darah yang berkepanjangan akan menyebabkan penyerapan glukosa, yang mengarah ke perubahan bentuk lensa mata, sehingga perubahan visi, kontrol glukosa berkelanjutan yang masuk biasanya mengembalikan lensa ke bentuk aslinya. Penglihatan kabur adalah keluhan umum yang mengarah ke diagnosis diabetes, tipe 1 harus selalu dicurigai dalam kasus-kasus perubahan visi cepat, sedangkan dengan tipe 2 perubahan umumnya lebih bertahap, namun tetap harus diperhatikan.
Pasien (biasanya dengan tipe 1 diabetes) dapat juga awalnya hadir dengan diabetic ketoacidosis (DKA), sebuah negara ekstrim disregulasi metabolik ditandai oleh bau aseton pada nafas pasien, ini dikenal sebagai bernapas Kussmaul, poliuria, mual; muntah dan nyeri perut, dan setiap negara banyak mengalami perubahan kesadaran atau hasrat/gairah (seperti permusuhan atau kebingungan dan kelesuan). Dalam DKA parah, dapat diikuti dengan koma, terus berkembang sampai meninggal. Diabetic ketoacidosis adalah keadaan darurat medis dan memerlukan penanganan rawat inap segera.
Selain diatas inilah yang sebenarnya jarang tetapi juga parah yaitu kemungkinan nonketotic hiperosmolar, yang lebih umum pada diabetes tipe 2 dan terutama hasil dari dehidrasi karena kehilangan air di tubuh. Seringkali, pasien telah banyak minum dalam jumlah besar tetapi minuman yang mengandung gula, Justru itulah yang akan memicu terjadinya diabetes tipe 2.
Minggu, 16 Oktober 2011
Apa Itu Penyakit Diabetes ?
Dari sekian banyak penyakit di dunia ini, Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling banyak di derita oleh manusia, selain karena kurangnya kesadaran terhadap penyakit tersebut, diabetes juga tidak memiliki tanda-tanda yang terlihat dalam jangka waktu yang dekat, itulah sebabnya banyak dari kita yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu untuk lebih jelasnya marilah kita simak penjelasan tentang diabetes dibawah ini :
1. Apakah sebenarnya Diabetes Melitus atau kencing manis itu ?
Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.
Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:
Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.
Diabetes tipe 2
Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.
2. Bagaimana mengetahui apakah kita menderita Diabetes atau tidak ?
Mereka yang menderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :
· Haus dan banyak minum
· Lapar dan banyak makan
· Sering kencing
· Berat badan menurun
· Mata kabur
· Luka lama susah sembuh
· Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
· Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
· Badan terasa lemah
· Mudah mengantuk
Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.
3. Siapa saja yang dapat menderita Diabetes ?
Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.
4. Bagaimana memastikan menderita Diabetes atau tidak ?
Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
· Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
· Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
· Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes.
Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.
5. Apakah yang dimaksud dengan Pre Diabetes itu ?
Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.
Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.
Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl
6. Bagaimana mengatasi Diabetes ?
Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.
Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.
Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.
Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).
7. Apa saja komplikasi Diabetes yang dapat terjadi ?
Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat terjadi gangguan ereksi.
Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% lebih.
8. Berapakah target gula darah yang harus dicapai oleh penyandang Diabetes ?
Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :
· Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl
· Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl
· Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl
· Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7%
9. Apakah Diabetes dapat disembuhkan ?
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.
Itulah beberapa penjelasan tentang penyakit diabetes atau kencing manis, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa kita diharapkan untuk dapat mengatur dan selalu mengkontrol kadar gula di dalam darah kita seperti yang sudah dijelaskan di point 9 agar kita dapat terhindar dari diabetes, karena belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan diabetes selain dari pola hidup kita sendiri., semoga bermanfaat.
Gambar : sumber
1. Apakah sebenarnya Diabetes Melitus atau kencing manis itu ?
Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.
Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:
Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.
Diabetes tipe 2
Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.
2. Bagaimana mengetahui apakah kita menderita Diabetes atau tidak ?
Mereka yang menderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :
· Haus dan banyak minum
· Lapar dan banyak makan
· Sering kencing
· Berat badan menurun
· Mata kabur
· Luka lama susah sembuh
· Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
· Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
· Badan terasa lemah
· Mudah mengantuk
Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.
3. Siapa saja yang dapat menderita Diabetes ?
Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.
4. Bagaimana memastikan menderita Diabetes atau tidak ?
Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
· Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
· Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
· Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes.
Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.
5. Apakah yang dimaksud dengan Pre Diabetes itu ?
Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.
Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.
Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl
6. Bagaimana mengatasi Diabetes ?
Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.
Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.
Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.
Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).
7. Apa saja komplikasi Diabetes yang dapat terjadi ?
Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat terjadi gangguan ereksi.
Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% lebih.
8. Berapakah target gula darah yang harus dicapai oleh penyandang Diabetes ?
Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :
· Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl
· Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl
· Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl
· Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7%
9. Apakah Diabetes dapat disembuhkan ?
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.
Itulah beberapa penjelasan tentang penyakit diabetes atau kencing manis, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa kita diharapkan untuk dapat mengatur dan selalu mengkontrol kadar gula di dalam darah kita seperti yang sudah dijelaskan di point 9 agar kita dapat terhindar dari diabetes, karena belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan diabetes selain dari pola hidup kita sendiri., semoga bermanfaat.
Gambar : sumber
Selasa, 11 Oktober 2011
Hepatitis A, B, C, D, E, Apa Bedanya?
Hepatitis merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi salah satu momok bagi kehidupan manusia. Hepatitis adalah peradangan hati, penyakit ini sangat berbahaya dan merupakan salah satu pembunuh paling sadis di dunia. Untuk itu marilah kita mengetahui apa saja dan perbedaan dari jenis-jenis hepatitis yang terdiri dari A - E.
Ada lima virus penyebab hepatitis, yang diberi nama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Walaupun kelima virus tersebut dapat menghasilkan gejala yang mirip dan memiliki efek yang sama, masing-masing memiliki keunikan dalam cara penularan dan dampaknya terhadap kesehatan.
Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai dari yang pertama.
1. Hepatitis A
Adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.
Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan jaundis (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.
Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.
2. Hepatitis B
Adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan.
Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.
Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan jaundis.
Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.
Berikut ini adalah tahap pemberian vaksin hepatitis B :
Pada bayi:
- Vaksinasi I: baru lahir s.d. 2 bulan
- Vaksinasi II: usia 1 s.d. 4 bulan
- Vaksinasi III: usia 6 s.d. 18 bulan
Pada orang dewasa:
Pada usia 18 tahun atau lebih, terutama untuk pengguna narkoba suntik, tenaga kesehatan, pasien HIV, pasien liver kronis, dll. Vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan, yaitu pada bulan ke-0, 1 dan 6, atau pada bulan ke-0, 2, dan 4.
3. Hepatitis C
Penyakit ini menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.
Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.
Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis.
Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C. Untuk lebih mengenal hepatitis C silahkan klik disini.
4. Hepatitis D
Penyakit ini juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.
Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).
Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.
5. Hepatitis E
Penyakit mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.
Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya.
Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.
Itulah sekelumit penjelasan dari jenis-jenis penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis, semoga bermanfaat.
Sumber : majalahkesehatan.com
Ada lima virus penyebab hepatitis, yang diberi nama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Walaupun kelima virus tersebut dapat menghasilkan gejala yang mirip dan memiliki efek yang sama, masing-masing memiliki keunikan dalam cara penularan dan dampaknya terhadap kesehatan.
Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai dari yang pertama.
1. Hepatitis A
Adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah.
Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan jaundis (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.
Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.
2. Hepatitis B
Adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan.
Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.
Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan jaundis.
Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.
Berikut ini adalah tahap pemberian vaksin hepatitis B :
Pada bayi:
- Vaksinasi I: baru lahir s.d. 2 bulan
- Vaksinasi II: usia 1 s.d. 4 bulan
- Vaksinasi III: usia 6 s.d. 18 bulan
Pada orang dewasa:
Pada usia 18 tahun atau lebih, terutama untuk pengguna narkoba suntik, tenaga kesehatan, pasien HIV, pasien liver kronis, dll. Vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan, yaitu pada bulan ke-0, 1 dan 6, atau pada bulan ke-0, 2, dan 4.
3. Hepatitis C
Penyakit ini menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.
Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.
Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis.
Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C. Untuk lebih mengenal hepatitis C silahkan klik disini.
4. Hepatitis D
Penyakit ini juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.
Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).
Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.
5. Hepatitis E
Penyakit mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.
Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya.
Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.
Itulah sekelumit penjelasan dari jenis-jenis penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis, semoga bermanfaat.
Sumber : majalahkesehatan.com
Selasa, 04 Oktober 2011
Virus Hepatitis C : Bahaya, Penyebab dan Gejalanya
Hepatitis C disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi. Pencegahan melalui penggunaan jarum dan alat suntik steril paling Hepatitis C penting, dan penderita hepatitis C harus memastikan bahwa orang lain tidak terekspos pada darahnya.
1. Apa itu Hepatitis C?
Hepatitis C merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Ada beberapa genotipe (atau jenis) virus hepatitis C yang berlainan.
Infeksi mengakibatkan peradangan hati (dikenal sebagai “hepatitis”). Kira-kira seperempat orang yang terinfeksi akan menghapuskan virus ini dalam waktu beberapa bulan. Tiga perempat lain akan menderita infeksi berkelanjutan (kronis) dan banyak penderita akan membawa virus ini seumur hidup. Sebagian penderita ini akhirnya akan menderita sirosis atau kanker bertahun-tahun setelah infeksi.
2. Apa gejalanya?
Kira-kira 10% sampai 20% dari penderita yang terinfeksi virus hepatitis C menderita gejala dari 2 minggu sampai 6 bulan (biasanya 6 sampai 9 minggu) setelah infeksi. Gejala-gejala ini termasuk lelah, hilang nafsu makan, perut kurang enak, mual, muntah, penyakit kuning (mata dan kulit menjadi kuning) dan air seni berwarna pekat.
3. Bagaimana penyakit ini ditularkan?
Seorang dengan hepatitis C dapat menularkan penyakit kecuali jika infeksi tersebut telah terhapus. Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, dengan :
4. Siapa saja yang menghadapi risiko?
- Pengguna narkoba suntik.
- Bayi yang dilahirkan oleh wanita yang menderita hepatitis C.
- Pasien hemodialisis.
- Petugas kesehatan.
- Orang yang lahir di negara yang mempunyai angka tinggi infeksi hepatitis C (misalnya bagian Afrika dan Mesir).
- Orang yang membuat tatu atau menindik tubuh di rumah dengan peralatan yang tidak steril.
- Tahanan LP.
5. Bagaimana penyakit ini dicegah?
Untuk mencegah infeksi:
- Jangan bersama-sama menggunakan alat suntik.
- Jangan bersama-sama menggunakan alat pribadi yang mungkin terkena darah.
- Jika sedang membuat tato atau menindik tubuh, pastikan bahwa hanya peralatan steril saja yang digunakan.
- Lakukan seks aman.
Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HCV. Imunoglobulin tidak efektif. Sejak tahun 1990, tabung darah Australia telah memeriksa darah yang disumbangkan untuk hepatitis C.
Apa yang harus dilakukan jika anda menderita hepatitis C :
- Jangan sumbangkan darah. (Organ dari orang yang menderita infeksi hepatitis C adakalanya dapat disumbangkan kepada orang lain yang telahpun terinfeksi hepatitis C).
- Jangan bersama-sama menggunakan alat suntik dengan orang lain.
- Sangat hati-hati untuk memastikan bahwa orang lain tidak terekspos pada darah Anda.
- Bersihkan segala tumpahan darah dengan serbet kertas dan bersihkan dengan baik dengan detergen dan air sampai tidak ada kotoran yang jelas lagi. Tumpahan besar pada karpet mungkin harus disampo atau dibersihkan dengan uap.
- Tutup semua luka dengan pembalut yang tahan air.
- Gunakan kondom apabila mungkin ada eksposur pada darah sewaktu hubungan kelamin.
6. Bagaimana penyakit ini didiagnosis?
Tes darah. Antibodi terhadap virus C (menunjukkan bahwa orang tersebut telah terekspos pada virus ini sebelumnya, tetapi tidak menunjukkan apakah virus ini masih ada di dalam darah – bayi yang dilahirkan oleh wanita yang pernah menderita hepatitis C dapat mempunyai antibodi dari ibunya pada kurang lebih tahun pertama hidupnya, tetapi ini tidak berarti bahwa bayi tersebut terinfeksi).
Tes Asam Nukleik, misalnya PCR (menunjukkan bahwa virus ini ada di dalam darah).
Tes jumlah virus, (menunjukkan berapa banyak virus ada di dalam darah).
Tes genotipe, (menujukkan jenis mana virus ada di dalam darah – yang dapat membantu dalam merencanakan perawatan).
Tes fungsi hati, yang mungkin menunjukkan kerusakan hati pada saat ini.
Biopsi hati (di mana sedikit hati diambil dan diperiksa dengan mikroskop) menunjukkan jenis dan parahnya kerusakan hati dan mungkin membantu dalam merencanakan perawatan.
7. Bagaimana penyakit ini dirawat?
Telah ada peningkatan besar dalam perawatan hepatitis C pada tahun-tahun belakangan. Obat Interferon dan Ribavirin dapat berhasil merawat hepatitis C bagi penderita tertentu. Berhasilnya perawatan bergantung pada genotipe dan jumlah virus di dalam darah. Perawatan dapat menghapuskan virus ini dalam sampai 80% penderita genotipe 2 & 3 dan sampai 50% penderita genotipe 1. Obat-obat ini biasanya digunakan selama 6 sampai 12 bulan dan adakalanya mendatangkan efek sampingan yang serius.
Untuk mengurangi risiko kerusakan hati lebih lanjut, penderita hepatitis C harus :
- Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B.
- Mengurangi minuman alkohol.
- Bertanya kepada dokter sebelum menggunakan obat resep atau obat tanpa resep.
8. Apa tanggapan kesehatan umum?
Hepatitis C wajib dilaporkan oleh dokter dan laboratorium. Staf Unit Kesehatan
Umum menyelidiki kasus infeksi baru untuk menentukan faktor risiko. Memantau faktor risiko membantu dalam pengembangan program pencegahan yang ditingkatkan.
9. Untuk Informasi tentang Hepatitis C
- Telepon Bantuan Hep C NSW Helpline pada nomor 9332 1599 atau 1800 803 990.
- ADIS (Pelayanan Informasi Alkohol & Narkoba) 9361 2111 atau 1800 422 599.
- NUAA (Ikatan Pengguna Narkoba dan AIDS NSW) 9369 3455 atau 1800 644 413.
Sumber : www.health.nsw.gov.au
Gambar : www.hepcni.net
1. Apa itu Hepatitis C?
Hepatitis C merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Ada beberapa genotipe (atau jenis) virus hepatitis C yang berlainan.
Infeksi mengakibatkan peradangan hati (dikenal sebagai “hepatitis”). Kira-kira seperempat orang yang terinfeksi akan menghapuskan virus ini dalam waktu beberapa bulan. Tiga perempat lain akan menderita infeksi berkelanjutan (kronis) dan banyak penderita akan membawa virus ini seumur hidup. Sebagian penderita ini akhirnya akan menderita sirosis atau kanker bertahun-tahun setelah infeksi.
2. Apa gejalanya?
Kira-kira 10% sampai 20% dari penderita yang terinfeksi virus hepatitis C menderita gejala dari 2 minggu sampai 6 bulan (biasanya 6 sampai 9 minggu) setelah infeksi. Gejala-gejala ini termasuk lelah, hilang nafsu makan, perut kurang enak, mual, muntah, penyakit kuning (mata dan kulit menjadi kuning) dan air seni berwarna pekat.
3. Bagaimana penyakit ini ditularkan?
Seorang dengan hepatitis C dapat menularkan penyakit kecuali jika infeksi tersebut telah terhapus. Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, dengan :
- Menggunakan jarum tercemar atau bersama-sama menggunakan alat suntik sewaktu menyuntik narkoba, membuat tatu atau menindik kulit.
- Transfusi (ini mungkin terjadi di Australia sebelum tahun 1990).
- Luka jarum suntik.
- Prosedur medis yang melibatkan peralatan yang tercemar.
- Bersama-sama menggunakan alat pribadi yang mungkin terkena darah (mis. pisau cukur, sikat gigi, gunting kuku).
4. Siapa saja yang menghadapi risiko?
- Pengguna narkoba suntik.
- Bayi yang dilahirkan oleh wanita yang menderita hepatitis C.
- Pasien hemodialisis.
- Petugas kesehatan.
- Orang yang lahir di negara yang mempunyai angka tinggi infeksi hepatitis C (misalnya bagian Afrika dan Mesir).
- Orang yang membuat tatu atau menindik tubuh di rumah dengan peralatan yang tidak steril.
- Tahanan LP.
5. Bagaimana penyakit ini dicegah?
Untuk mencegah infeksi:
- Jangan bersama-sama menggunakan alat suntik.
- Jangan bersama-sama menggunakan alat pribadi yang mungkin terkena darah.
- Jika sedang membuat tato atau menindik tubuh, pastikan bahwa hanya peralatan steril saja yang digunakan.
- Lakukan seks aman.
Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HCV. Imunoglobulin tidak efektif. Sejak tahun 1990, tabung darah Australia telah memeriksa darah yang disumbangkan untuk hepatitis C.
Apa yang harus dilakukan jika anda menderita hepatitis C :
- Jangan sumbangkan darah. (Organ dari orang yang menderita infeksi hepatitis C adakalanya dapat disumbangkan kepada orang lain yang telahpun terinfeksi hepatitis C).
- Jangan bersama-sama menggunakan alat suntik dengan orang lain.
- Sangat hati-hati untuk memastikan bahwa orang lain tidak terekspos pada darah Anda.
- Bersihkan segala tumpahan darah dengan serbet kertas dan bersihkan dengan baik dengan detergen dan air sampai tidak ada kotoran yang jelas lagi. Tumpahan besar pada karpet mungkin harus disampo atau dibersihkan dengan uap.
- Tutup semua luka dengan pembalut yang tahan air.
- Gunakan kondom apabila mungkin ada eksposur pada darah sewaktu hubungan kelamin.
6. Bagaimana penyakit ini didiagnosis?
Tes darah. Antibodi terhadap virus C (menunjukkan bahwa orang tersebut telah terekspos pada virus ini sebelumnya, tetapi tidak menunjukkan apakah virus ini masih ada di dalam darah – bayi yang dilahirkan oleh wanita yang pernah menderita hepatitis C dapat mempunyai antibodi dari ibunya pada kurang lebih tahun pertama hidupnya, tetapi ini tidak berarti bahwa bayi tersebut terinfeksi).
Tes Asam Nukleik, misalnya PCR (menunjukkan bahwa virus ini ada di dalam darah).
Tes jumlah virus, (menunjukkan berapa banyak virus ada di dalam darah).
Tes genotipe, (menujukkan jenis mana virus ada di dalam darah – yang dapat membantu dalam merencanakan perawatan).
Tes fungsi hati, yang mungkin menunjukkan kerusakan hati pada saat ini.
Biopsi hati (di mana sedikit hati diambil dan diperiksa dengan mikroskop) menunjukkan jenis dan parahnya kerusakan hati dan mungkin membantu dalam merencanakan perawatan.
7. Bagaimana penyakit ini dirawat?
Telah ada peningkatan besar dalam perawatan hepatitis C pada tahun-tahun belakangan. Obat Interferon dan Ribavirin dapat berhasil merawat hepatitis C bagi penderita tertentu. Berhasilnya perawatan bergantung pada genotipe dan jumlah virus di dalam darah. Perawatan dapat menghapuskan virus ini dalam sampai 80% penderita genotipe 2 & 3 dan sampai 50% penderita genotipe 1. Obat-obat ini biasanya digunakan selama 6 sampai 12 bulan dan adakalanya mendatangkan efek sampingan yang serius.
Untuk mengurangi risiko kerusakan hati lebih lanjut, penderita hepatitis C harus :
- Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B.
- Mengurangi minuman alkohol.
- Bertanya kepada dokter sebelum menggunakan obat resep atau obat tanpa resep.
8. Apa tanggapan kesehatan umum?
Hepatitis C wajib dilaporkan oleh dokter dan laboratorium. Staf Unit Kesehatan
Umum menyelidiki kasus infeksi baru untuk menentukan faktor risiko. Memantau faktor risiko membantu dalam pengembangan program pencegahan yang ditingkatkan.
9. Untuk Informasi tentang Hepatitis C
- Telepon Bantuan Hep C NSW Helpline pada nomor 9332 1599 atau 1800 803 990.
- ADIS (Pelayanan Informasi Alkohol & Narkoba) 9361 2111 atau 1800 422 599.
- NUAA (Ikatan Pengguna Narkoba dan AIDS NSW) 9369 3455 atau 1800 644 413.
Sumber : www.health.nsw.gov.au
Gambar : www.hepcni.net
Apa itu Hepatitis B ?
Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menginfeksi hati hominoidae, termasuk manusia, dan menyebabkan peradangan yang disebut hepatitis. Awalnya dikenal sebagai "serum hepatitis", penyakit tersebut telah menyebabkan epidemi di Asia dan Afrika, dan itu adalah endemik di Cina. Sekitar sepertiga dari populasi dunia, lebih dari 2 miliar orang, telah terinfeksi dengan virus hepatitis B. Penularan virus hepatitis B hasil dari paparan infeksi darah atau cairan tubuh yang mengandung darah.
Pada 2004, ada 350 juta orang yang terinfeksi HBV di seluruh dunia. Nasional dan regional prevalensi berkisar dari lebih dari 10% di Asia untuk di bawah 0,5% di Amerika Serikat dan Eropa Utara. Rute infeksi termasuk transmisi vertikal (seperti melalui melahirkan), transmisi kehidupan awal horisontal (gigitan, lesi, dan kebiasaan sanitasi), dan transmisi horisontal dewasa (kontak seksual, penggunaan obat intravena).
Metode utama transmisi mencerminkan prevalensi infeksi HBV kronis di daerah tertentu. Di daerah prevalensi rendah seperti benua Amerika Serikat dan Eropa Barat, injeksi penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks tanpa kondom adalah metode utama, meskipun faktor-faktor lain juga mungkin penting.
Di daerah prevalensi yang moderat, yang meliputi Eropa Timur, Rusia, dan Jepang, di mana 2-7% dari populasi terinfeksi secara kronis, penyakit ini terutama tersebar di antara anak-anak. Di daerah prevalensi tinggi seperti China dan Asia Tenggara, transmisi selama melahirkan yang paling umum, walaupun di daerah lain endemisitas tinggi, seperti Afrika, transmisi selama masa kanak-kanak merupakan faktor yang signifikan. Prevalensi infeksi HBV kronis di daerah endemisitas tinggi minimal 8%.
Penyakit akut menyebabkan peradangan hati, muntah, penyakit kuning dan tidak jarang menyebabkan kematian. Hepatitis B kronis pada akhirnya dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati-penyakit yang fatal dengan respon yang sangat miskin untuk kemoterapi saat ini. Infeksi ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Virus hepatitis B adalah Hepadnavirus-''hepa''dari''hepatotrophic''dan''''dna karena itu adalah virus DNA partikel virus, (virion) terdiri dari sebuah amplop lipid luar dan inti nukleokapsid icosahedral terdiri dari protein. Nukleokapsid yang membungkus DNA virus dan DNA polimerase yang memiliki aktivitas reverse transcriptase. Pada amplop luar mengandung protein tertanam yang terlibat dalam mengikat virus, dan masuk ke dalam, sel-sel rentan. Virus ini salah satu virus yang terbungkus hewan terkecil dengan diameter virion dari 42 nm, tetapi bentuk-bentuk pleomorfik ada, termasuk badan-badan berserabut dan bola kurang inti. Partikel-partikel ini tidak menular dan terdiri dari lipid dan protein yang merupakan bagian dari permukaan virion, yang disebut antigen permukaan (HBsAg), dan diproduksi secara berlebih selama siklus hidup virus.
Ini mikrograf transmisi elektron (TEM) mengungkapkan adanya hepatitis B virion. Para virion bulat besar dikenal sebagai partikel Dane. Gambar : CDC / Dr Erskine Palmer
Catatan paling awal dari epidemi yang disebabkan oleh virus hepatitis B dibuat oleh Lurman pada 1885. Wabah cacar terjadi di Bremen pada 1883 dan 1.289 karyawan galangan kapal yang divaksinasi dengan limfe dari orang lain. Setelah beberapa minggu, dan sampai delapan bulan kemudian, 191 pekerja divaksinasi menjadi sakit dengan penyakit kuning dan didiagnosis menderita hepatitis serum. Karyawan lain yang telah diinokulasi dengan batch yang berbeda dari getah bening tetap sehat.
Lurman kertas, yang sekarang dianggap sebagai contoh klasik dari studi epidemiologi, membuktikan bahwa getah bening terkontaminasi adalah sumber wabah. Kemudian, wabah serupa banyak dilaporkan setelah pengenalan, pada 1909, jarum suntik yang digunakan, dan yang lebih penting digunakan kembali, untuk mengelola Salvarsan untuk pengobatan sifilis. Virus itu tidak ditemukan sampai tahun 1965 ketika Baruch Blumberg, kemudian bekerja di Institut Kesehatan Nasional (NIH), menemukan antigen Australia (kemudian dikenal sebagai hepatitis B antigen permukaan, atau HBsAg) dalam darah orang-orang asli Australia. Meskipun virus telah dicurigai sejak penelitian yang dipublikasikan oleh MacCallum pada tahun 1947, DS Dane dan orang lain menemukan partikel virus pada tahun 1970 oleh mikroskop elektron. Pada awal 1980-an genom virus telah diurutkan, dan vaksin pertama sedang diuji.
Genom
Genom HBV adalah terbuat dari DNA melingkar, tetapi tidak biasa karena DNA tidak sepenuhnya beruntai ganda. Salah satu ujung untai panjang penuh ini terkait dengan polimerase DNA virus. Genom 3020-3320 nukleotida panjang (untuk untai panjang penuh) dan 1700-2800 nukleotida panjang (untuk jangka pendek-untai panjang). Arti negatif-, (non-coding), adalah melengkapi mRNA virus. DNA virus ditemukan dalam inti segera setelah infeksi sel. Sebagian DNA beruntai ganda yang diberikan penuh beruntai ganda dengan selesainya untai sense (+) dan penghapusan sebuah molekul protein dari (-) akal dan urutan untai pendek RNA dari untai sense (+). Basis non-coding dihapus dari ujung (-) untai sense dan ujung-ujungnya bergabung. Ada empat gen yang dikode oleh genom dikenal, yang disebut C, X, P, dan S. protein inti adalah dikodekan oleh gen C (HBcAg), dan kodon start adalah didahului dengan hulu di-frame Agustus kodon mulai dari mana protein pra-inti diproduksi. HBeAg dihasilkan oleh proses proteolitik dari protein pra-inti. Polimerase DNA dikodekan oleh gen P. Gene S adalah gen yang mengkode antigen permukaan (HBsAg). Gen HBsAg satu frame membaca long terbuka tetapi berisi tiga dalam bingkai "mulai" (ATG) kodon gen yang membagi menjadi tiga bagian, pra-S1, pra-S2, dan S. Karena kodon mulai beberapa, polipeptida dari tiga ukuran yang berbeda yang disebut besar, menengah, dan kecil (pra-S1-S2 + pra + S, pra-S2 + S, atau S) yang dihasilkan. Fungsi dari protein dikodekan oleh gen X adalah tidak sepenuhnya dipahami.
Replikasi
Siklus hidup dari virus hepatitis B adalah kompleks. Hepatitis B adalah salah satu dari beberapa yang dikenal non-retroviral virus yang menggunakan reverse transkripsi sebagai bagian dari proses replikasi. Virus keuntungan masuk ke sel dengan mengikat ke reseptor yang tidak diketahui pada permukaan sel dan masuk dengan endositosis. Karena virus mengalikan melalui RNA dibuat oleh enzim inang, DNA genom virus harus ditransfer ke inti sel dengan protein inang yang disebut pendamping. DNA beruntai virus sebagian ganda ini kemudian dibuat sepenuhnya double stranded dan diubah menjadi DNA sirkular kovalen tertutup (cccDNA) yang berfungsi sebagai template untuk transkripsi mRNA virus empat. MRNA terbesar, (yang lebih panjang dari genom virus), digunakan untuk membuat salinan baru dari genom dan untuk membuat protein inti kapsid dan DNA polimerase virus. Keempat transkrip virus mengalami pengolahan tambahan dan pergi untuk membentuk virion progeni yang dilepaskan dari sel atau kembali ke inti dan didaur ulang untuk menghasilkan salinan bahkan lebih. MRNA panjang kemudian diangkut kembali ke sitoplasma mana protein virion P mensintesis DNA melalui aktivitas reverse transcriptase nya.
Serotipe
Virus ini dibagi menjadi empat serotipe utama (adr, adw, ayr, ayw) epitop antigenik berdasarkan disajikan pada protein amplop, dan menjadi delapan genotipe (AH) menurut variasi urutan nukleotida keseluruhan genom. Genotipe memiliki distribusi geografis yang berbeda dan digunakan dalam melacak evolusi dan penularan virus. Perbedaan antara genotipe mempengaruhi keparahan penyakit, kursus dan kemungkinan komplikasi, dan respon terhadap pengobatan dan kemungkinan vaksinasi.
Itulah tadi sedikit penjelasan tentang bahaya hepatitis khususnya hepatitis B, dan masih ada lagi beberapa jenis penyakit hepatitis yang juga sangat berbahaya yaitu hepatitis A dan hepatitis C, selain itu Hepatitis D dan E juga penting untuk diperhatikan. Semoga dengan adanya artikel diatas maka pengetahuan kita tentang penyakit hepatitis dapat bertambah dan kita akan lebih bisa menjaga kesehatan.
Sumber : www.news-medical.net
Pada 2004, ada 350 juta orang yang terinfeksi HBV di seluruh dunia. Nasional dan regional prevalensi berkisar dari lebih dari 10% di Asia untuk di bawah 0,5% di Amerika Serikat dan Eropa Utara. Rute infeksi termasuk transmisi vertikal (seperti melalui melahirkan), transmisi kehidupan awal horisontal (gigitan, lesi, dan kebiasaan sanitasi), dan transmisi horisontal dewasa (kontak seksual, penggunaan obat intravena).
Metode utama transmisi mencerminkan prevalensi infeksi HBV kronis di daerah tertentu. Di daerah prevalensi rendah seperti benua Amerika Serikat dan Eropa Barat, injeksi penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks tanpa kondom adalah metode utama, meskipun faktor-faktor lain juga mungkin penting.
Di daerah prevalensi yang moderat, yang meliputi Eropa Timur, Rusia, dan Jepang, di mana 2-7% dari populasi terinfeksi secara kronis, penyakit ini terutama tersebar di antara anak-anak. Di daerah prevalensi tinggi seperti China dan Asia Tenggara, transmisi selama melahirkan yang paling umum, walaupun di daerah lain endemisitas tinggi, seperti Afrika, transmisi selama masa kanak-kanak merupakan faktor yang signifikan. Prevalensi infeksi HBV kronis di daerah endemisitas tinggi minimal 8%.
Penyakit akut menyebabkan peradangan hati, muntah, penyakit kuning dan tidak jarang menyebabkan kematian. Hepatitis B kronis pada akhirnya dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati-penyakit yang fatal dengan respon yang sangat miskin untuk kemoterapi saat ini. Infeksi ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Virus hepatitis B adalah Hepadnavirus-''hepa''dari''hepatotrophic''dan''''dna karena itu adalah virus DNA partikel virus, (virion) terdiri dari sebuah amplop lipid luar dan inti nukleokapsid icosahedral terdiri dari protein. Nukleokapsid yang membungkus DNA virus dan DNA polimerase yang memiliki aktivitas reverse transcriptase. Pada amplop luar mengandung protein tertanam yang terlibat dalam mengikat virus, dan masuk ke dalam, sel-sel rentan. Virus ini salah satu virus yang terbungkus hewan terkecil dengan diameter virion dari 42 nm, tetapi bentuk-bentuk pleomorfik ada, termasuk badan-badan berserabut dan bola kurang inti. Partikel-partikel ini tidak menular dan terdiri dari lipid dan protein yang merupakan bagian dari permukaan virion, yang disebut antigen permukaan (HBsAg), dan diproduksi secara berlebih selama siklus hidup virus.
Ini mikrograf transmisi elektron (TEM) mengungkapkan adanya hepatitis B virion. Para virion bulat besar dikenal sebagai partikel Dane. Gambar : CDC / Dr Erskine Palmer
Catatan paling awal dari epidemi yang disebabkan oleh virus hepatitis B dibuat oleh Lurman pada 1885. Wabah cacar terjadi di Bremen pada 1883 dan 1.289 karyawan galangan kapal yang divaksinasi dengan limfe dari orang lain. Setelah beberapa minggu, dan sampai delapan bulan kemudian, 191 pekerja divaksinasi menjadi sakit dengan penyakit kuning dan didiagnosis menderita hepatitis serum. Karyawan lain yang telah diinokulasi dengan batch yang berbeda dari getah bening tetap sehat.
Lurman kertas, yang sekarang dianggap sebagai contoh klasik dari studi epidemiologi, membuktikan bahwa getah bening terkontaminasi adalah sumber wabah. Kemudian, wabah serupa banyak dilaporkan setelah pengenalan, pada 1909, jarum suntik yang digunakan, dan yang lebih penting digunakan kembali, untuk mengelola Salvarsan untuk pengobatan sifilis. Virus itu tidak ditemukan sampai tahun 1965 ketika Baruch Blumberg, kemudian bekerja di Institut Kesehatan Nasional (NIH), menemukan antigen Australia (kemudian dikenal sebagai hepatitis B antigen permukaan, atau HBsAg) dalam darah orang-orang asli Australia. Meskipun virus telah dicurigai sejak penelitian yang dipublikasikan oleh MacCallum pada tahun 1947, DS Dane dan orang lain menemukan partikel virus pada tahun 1970 oleh mikroskop elektron. Pada awal 1980-an genom virus telah diurutkan, dan vaksin pertama sedang diuji.
Genom
Genom HBV adalah terbuat dari DNA melingkar, tetapi tidak biasa karena DNA tidak sepenuhnya beruntai ganda. Salah satu ujung untai panjang penuh ini terkait dengan polimerase DNA virus. Genom 3020-3320 nukleotida panjang (untuk untai panjang penuh) dan 1700-2800 nukleotida panjang (untuk jangka pendek-untai panjang). Arti negatif-, (non-coding), adalah melengkapi mRNA virus. DNA virus ditemukan dalam inti segera setelah infeksi sel. Sebagian DNA beruntai ganda yang diberikan penuh beruntai ganda dengan selesainya untai sense (+) dan penghapusan sebuah molekul protein dari (-) akal dan urutan untai pendek RNA dari untai sense (+). Basis non-coding dihapus dari ujung (-) untai sense dan ujung-ujungnya bergabung. Ada empat gen yang dikode oleh genom dikenal, yang disebut C, X, P, dan S. protein inti adalah dikodekan oleh gen C (HBcAg), dan kodon start adalah didahului dengan hulu di-frame Agustus kodon mulai dari mana protein pra-inti diproduksi. HBeAg dihasilkan oleh proses proteolitik dari protein pra-inti. Polimerase DNA dikodekan oleh gen P. Gene S adalah gen yang mengkode antigen permukaan (HBsAg). Gen HBsAg satu frame membaca long terbuka tetapi berisi tiga dalam bingkai "mulai" (ATG) kodon gen yang membagi menjadi tiga bagian, pra-S1, pra-S2, dan S. Karena kodon mulai beberapa, polipeptida dari tiga ukuran yang berbeda yang disebut besar, menengah, dan kecil (pra-S1-S2 + pra + S, pra-S2 + S, atau S) yang dihasilkan. Fungsi dari protein dikodekan oleh gen X adalah tidak sepenuhnya dipahami.
Replikasi
Siklus hidup dari virus hepatitis B adalah kompleks. Hepatitis B adalah salah satu dari beberapa yang dikenal non-retroviral virus yang menggunakan reverse transkripsi sebagai bagian dari proses replikasi. Virus keuntungan masuk ke sel dengan mengikat ke reseptor yang tidak diketahui pada permukaan sel dan masuk dengan endositosis. Karena virus mengalikan melalui RNA dibuat oleh enzim inang, DNA genom virus harus ditransfer ke inti sel dengan protein inang yang disebut pendamping. DNA beruntai virus sebagian ganda ini kemudian dibuat sepenuhnya double stranded dan diubah menjadi DNA sirkular kovalen tertutup (cccDNA) yang berfungsi sebagai template untuk transkripsi mRNA virus empat. MRNA terbesar, (yang lebih panjang dari genom virus), digunakan untuk membuat salinan baru dari genom dan untuk membuat protein inti kapsid dan DNA polimerase virus. Keempat transkrip virus mengalami pengolahan tambahan dan pergi untuk membentuk virion progeni yang dilepaskan dari sel atau kembali ke inti dan didaur ulang untuk menghasilkan salinan bahkan lebih. MRNA panjang kemudian diangkut kembali ke sitoplasma mana protein virion P mensintesis DNA melalui aktivitas reverse transcriptase nya.
Serotipe
Virus ini dibagi menjadi empat serotipe utama (adr, adw, ayr, ayw) epitop antigenik berdasarkan disajikan pada protein amplop, dan menjadi delapan genotipe (AH) menurut variasi urutan nukleotida keseluruhan genom. Genotipe memiliki distribusi geografis yang berbeda dan digunakan dalam melacak evolusi dan penularan virus. Perbedaan antara genotipe mempengaruhi keparahan penyakit, kursus dan kemungkinan komplikasi, dan respon terhadap pengobatan dan kemungkinan vaksinasi.
Itulah tadi sedikit penjelasan tentang bahaya hepatitis khususnya hepatitis B, dan masih ada lagi beberapa jenis penyakit hepatitis yang juga sangat berbahaya yaitu hepatitis A dan hepatitis C, selain itu Hepatitis D dan E juga penting untuk diperhatikan. Semoga dengan adanya artikel diatas maka pengetahuan kita tentang penyakit hepatitis dapat bertambah dan kita akan lebih bisa menjaga kesehatan.
Sumber : www.news-medical.net
Langganan:
Postingan (Atom)


















