Migrain bukan penyakit yang boleh dianggap enteng. Penyakit ini menyerang syaraf di kepala yang menyebabkan sakit kepala parah yang membuat orang jadi lemah. penderita sakit kepala sebelah tak boleh sekadar mengonsumsi penghilang rasa sakit untuk mengatasi migrain. Tetapi, mereka sebaiknya meminum obat yang bisa mencegah kambuhnya migrain.
Gejala migrain ini seringkali diawali oleh 'aura', yaitu serangkaian gangguan pandangan berupa kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam. Penyakit ini juga berkaitan erat dengan penyakit-penyakit lainnya. Orang yang menderita sakit kepala sebelah lebih mungkin untuk terserang sakit jantung. Selain itu, penderita migrain dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang tidak menderita sakit kepala sebelah.
Untuk mengatasi rasa nyeri pada kepala ini, obat-obatan yang dikonsumsi sering kali tidak memiliki dampak berarti bagi penderita migrain. Namun, mengonkumsi beberapa jenis obat yang disebut triptans atau yang juga dikenal sebagai serotonin agonists dan obat ergotamine dapat digunakan untuk mencegah dampak terburuk. Khususnya, jika pasien menderita gejala sakit kepala sebelah untuk pertama kalinya.
Mengenai permanen atau tidaknya penyakit ini, para peneliti belum bisa memastikan. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dampak yang muncul karena sakit kepala sebelah itu bersifat permanen. Kesimpulan lainnya, tidak terlihat adanya perbedaan atau pengaruh dalam hal ingatan dan dampak kognitif lain pada pasien migrain. Semoga bermanfaat, salam Info Kesehatan Kita.
sumber
Tampilkan postingan dengan label stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stroke. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Agustus 2012
Senin, 09 Juli 2012
Pahami dan Kenali Gejala Awal Stroke
Jangan anggap stroke hanya diderita oleh orang berusia lanjut. Anak muda kini juga menjadi incaran risiko stroke. Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Sekitar 85 persen stroke terjadi di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah.
Di Indonesia, 15,4 persen kematian disebabkan oleh stroke dan 16 juta penduduk Indonesia menjadi penderita stroke. Umumnya, penyebab stroke disebabkan oleh pola makan yang salah dan rokok. Indonesia sendiri menduduki posisi ketiga dengan populasi perokok terbanyak di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Jepang.
Stroke dapat dicegah dengan memahami bagaimana mengelola faktornya. Orang yang sudah terkena stroke juga harus menjaga kualitas hidupnya dengan menjalani pengobatan dan perawatan jangka panjang yang optimal.
Agar tak terjebak dalam kondisi fatal, maka jangan abaikan gejala stroke yang mungkin dianggap sepele. Dokter Eka Harmeiwaty, SpS dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan beberapa gejala dini stroke agar masyarakat sedini mungkin mencurigainya.
1. Mendadak. Gejala awal stroke bisa terlihat secara fisik. Misalnya, orang yang tadinya sehat mendadak menjadi tiba-tiba lumpuh, kelainan saraf, mulut mencong dan lidah cadel.
2. Kesemutan separuh tubuh. Gejala lainnya adalah sering mati rasa atau kesemutan pada wajah atau sebelah sisi badan.
3. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
4. Kesulitan berbicara atau berkomunikasi.
5. Perubahan perilaku atau gangguan mental.
6. Mendadak lemas bahkan pingsan.
sumber : http://id.she.yahoo.com/kenali-gejala-awal-stroke-143000656.html
Di Indonesia, 15,4 persen kematian disebabkan oleh stroke dan 16 juta penduduk Indonesia menjadi penderita stroke. Umumnya, penyebab stroke disebabkan oleh pola makan yang salah dan rokok. Indonesia sendiri menduduki posisi ketiga dengan populasi perokok terbanyak di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Jepang.
Stroke dapat dicegah dengan memahami bagaimana mengelola faktornya. Orang yang sudah terkena stroke juga harus menjaga kualitas hidupnya dengan menjalani pengobatan dan perawatan jangka panjang yang optimal.
Agar tak terjebak dalam kondisi fatal, maka jangan abaikan gejala stroke yang mungkin dianggap sepele. Dokter Eka Harmeiwaty, SpS dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan beberapa gejala dini stroke agar masyarakat sedini mungkin mencurigainya.
1. Mendadak. Gejala awal stroke bisa terlihat secara fisik. Misalnya, orang yang tadinya sehat mendadak menjadi tiba-tiba lumpuh, kelainan saraf, mulut mencong dan lidah cadel.
2. Kesemutan separuh tubuh. Gejala lainnya adalah sering mati rasa atau kesemutan pada wajah atau sebelah sisi badan.
3. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
4. Kesulitan berbicara atau berkomunikasi.
5. Perubahan perilaku atau gangguan mental.
6. Mendadak lemas bahkan pingsan.
sumber : http://id.she.yahoo.com/kenali-gejala-awal-stroke-143000656.html
Minggu, 10 April 2011
Konsumsi 3 Buah Pisang /hari untuk mencegah Stroke
Buah Pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Selain mampu menurunkan tekanan darah dan memulihkan stamina, kalium yang terkandung dalam pisang juga dapat mengurangi risiko stroke.Menurut para ilmuwan dari University of Warwick, Inggris dan Universitas Naples, Italia, pisang efektif dalam mengurangi risiko stroke jika dikonsumsi secara teratur tiga kali sehari. Anda dapat mengkonsumsi pisang saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Jumlah tersebut (3 buah Pisang) cukup untuk menurunkan resiko terbentuknya bekuan darah yang menjadi penyebab stroke sekitar 21 persen.
Khasiat Pisang dalam mengurangi resiko terkena stroke karena kandungan kalium nya yang tinggi. Berdasarkan temuan para ilmuwan Inggris dan Italia, mengkonsumsi sejumlah kalium dapat mengurangi kemungkinan stroke. Beberapa sumber pangan yang mengandung kalium cukup tinggi selain pisang adalah bayam, kacang, susu, dan ikan.
Berapa jumlah konsumsi kalium yang diperlukan untuk mencegah stroke ?
Untuk pencegahan stroke peneliti di Inggris menyarankan untuk mengkonsumsi 3.500 miligram kalium per hari, sedangkan menurut penelitian terbaru yang dilakukan di American College of Cardiology, mendapatkan bahwa konsumsi kalium harian yang diperlukan untuk mencegah stroke hanya 1.600 miligram.
Tiga buah pisang perhari untuk memenuhi asupan kalium
Kandungan rata-rata kalium dalam pisang sekitar 500 miligram, sehingga dengan mengkonsumsi tiga buah pisang per hari sudah dapat mencukupi asupan kalium harian. Tentunya mengkonsumsi pisang saja tidak cukup untuk mencegah stroke, beberapa hal yang juga harus diperhatikan misalnya mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, mengurangi makanan berkolesterol, olah raga teratur, dsb.
sumber : Dailymail
Langganan:
Postingan (Atom)

