Minggu, 09 Desember 2012

Komponen dan Fungsi Plasma Darah


Ciri Komposisi dan Fungsi Plasma Darah - Plasma darah adalah bagian darah yang cair. Komponen utamanya adalah air. Di dalam plasma darah terlarut molekul-molekul berbagai ion, yang meliputi glukosa sebagai sumber energi utama untuk sel-sel tubuh dan asam-asam amino. Ionion ini terdapat banyak dalam plasma darah, misalnya natrium (Na+) dan klor (Cl-). Berbagai ion dan molekul tersebut diedarkan ke seluruh tubuh sehingga ion yang lain juga ikut tersebar. Sekitar 7% plasma darah berupa berbagai molekul protein. Molekul protein yang dimaksud misalnya 4% serum albumin, 2,7% serum glubolin, dan 0,3% fi brinogen (lihat Tabel 1). Setelah darah membeku oleh fibrinogen, yakni komponen untuk proses pembekuan darah, bekuan tersebut akan mengkerut secara lambat. Sehingga keluarlah suatu cairan bening yang disebut serum. Serum merupakan cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen. (Baca juga : Komposis Darah)

Tabel 1. Komposisi Plasma Darah

Plasma 55%
Komponen
Fungsi
Air
Pelarut untuk mengangkut zat-zat lain
Ion
Keseimbangan osmotik, penyanggaan pH,
dan pengaturan permeabilitas membran
Natrium
Kalium
Kalsium
Magnesium
Klorida
Bikarbonat
Protein plasma
Albumin
Keseimbangan osmotik, penyangga pH dan Penggumpalan
Fibrinogen
Pertahanan
Imunoglobin (antibodi)

Zat-zat yang diangkut oleh darah
Nutrien (misalnya glukosa, asam lemak, vitamin)
Produk buangan metabolisme
Gas-gas respirasi (O2 dan CO2)
Hormon
Sumber: Campbell, Reece, Mitchell, Biologi 2, 2003, hlm. 54

Selain berperan dalam pembekuan darah, protein plasma juga berperan sebagai antibodi. Adanya antibodi ini menjadikan antigen yang masuk dapat dikenali dan diikat. Antibodi merupakan zat yang berasal dari glubolin di dalam sel-sel plasma. Untuk mempertahankan tubuh terhadap penyakit, antibodi dapat bekerja melalui dua cara, yaitu secara langsung menyerang penyebab penyakit dan dengan mengaktifkan sistem komplemen terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan merusak penyebab penyakit tersebut.

Sementara itu, antibodi dapat menggunakan berbagai cara untuk melemahkan atau menyerang penyebab penyakit, seperti aglutinasi, presipitasi, netralisasi, dan lisis. Aglutinasi merupakan proses peng gumpalan antigen. Proses terjadinya aglutinasi ditandai dengan terbentuknya gumpalan-gumpalan berstruktur besar berupa antigen pada permukaan bakteri-bakteri atau sel-sel darah merah. Sementara presipitasi, yakni proses pengendapan antigen. Presipitasi dicirikan dengan terbentuknya molekul besar di antara antigen yang larut. Proses presipitasi misalnya saja antara racun tetanus dengan antibodi. Akibat yang ditimbulkan, racun tetanus menjadi tidak larut dan mengendap.

Cara lainnya yakni netralisasi. Netralisasi merupakan proses penetralan racun. Sifat antigen yang dimiliki antibodi akan menutupi berbagai tempat yang dianggap toksik/racun dari pelbagai penyebab penyakit. Selain cara tersebut, untuk melemahkan antigen, antibodi dapat pula menggunakan cara lisis. Lisis merupakan proses penguraian antigen yang berada pada membran sel penyebab penyakit, akibatnya sel-sel tersebut rusak.

Anda sekarang sudah mengetahui Plasma Darah. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Komponen / Komposisi Darah Manusia

Komponen / Komposisi Darah pada Manusia - Darah merupakan suspensi berwarna merah yang terdapat dalam pembuluh darah. Warna merah ini dapat berubah-ubah, kadang-kadang berwarna merah tua dan kadang-kadang berwarna merah muda. Hal ini tergantung pada kadar oksigen dan karbon dioksida yang terkandung di dalamnya. Dalam tubuh manusia mengalir sekitar 6 liter darah. Darah manusia terdiri dari dua komponen, yaitu sel-sel darah dan plasma darah atau cairan darah. Struktur sel darah manusia dapat Anda lihat Tabel 1. Sementara itu, komponen plasma darah beserta strukturnya terdapat pada Tabel 5.1.Agar kalian mengetahui bentuk sel-sel darah, perhatikan Gambar 2. Satu mm kubik darah yakni sebesar ujung peniti mengandung 5 juta sel darah merah, 8.000 sel darah putih, dan 350.000 keping darah. (Baca : Darah)

Komponen darah tabung reaksi
Gambar 1. Komponen darah
Komposisi darah, meliputi plasma darah dan sel-sel darah
Gambar 2. Komposisi darah, meliputi plasma darah dan sel-sel darah

Tabel 1. Komponen Plasma Darah Beserta Strukturnya

Komponen Plasma 55%
Struktur
Air 90–92%
Cairan berwarna
Zat-zat terlarut 7–8%
kuning pucat
• Protein

• Garam mineral

• Bahan organik

• Sisa metabolik

• Hormon

• Gas


Tabel 2. Komponen Sel-Sel Darah Beserta Strukturnya

Komponen Sel- Sel Darah 45%
Struktur
Per mm3 Darah

Eritrosit
Eritrosit sel darah merah

4–6 juta
Leukosit
Leukosit sel darah putih

4,5–10 ribu
Trombosit
Trombosit keping-keping darah

150–300 ribu



Anda sekarang sudah mengetahui Komposisi Darah Manusia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Cara Alami Mengobati Mencret atau Diare

Cara Alami Mengobati Mencret atau Diare - Diare atau mencret adalah penyakit yang sangat menjengkelkan. Semua orang pasti pernah mengalami penyakit ini. Penderita pada umumnya merasakan sakit perut dan mengeluarkan lendir dan cairan ketika buang air besar. Penyebabnya adalah bakteri-bakteri seperti Escherichia colli dan Staphylococcus aureus yang masuk ke tubuh.

Sebenarnya diare adalah bagian dari mekanisme metabolisme tubuh dalam menyingkirkan toksin dan racun di dalam tubuh kita. Namun penyakit ini tidak boleh disepelekan sebelum memberikan dampak yang lebih serius. Oleh karena itu penanganan yang tepat dan benar dalam mengatasi penyakit ini bisa mempercepat pengobatan diare.

Berikut adalah beberapa Cara Alami Mengobati Mencret atau Diare :

1. Daun Biji kering
Secara ilmiah, rebusan daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia colli dan Staphylococcus aureus. Selain mengandung vitamin C yang tinggi buah ini juga berkhasiat menyembuhkan diare.

2. Minum Air Putih sebanyak-banyaknya
Mengkonsumsi air putih dengan jumlah yang banyak bisa menggaanti cairan tubuh yang hilang karena cairan yang keluar ketika BAB. Air putih juga membantu mendorong racun-racun yang berupa bakteri diare dalam tubuh kita, sehingga baik untuk penyembuhan diare.

3. Hindari makanan Padat
Penderita diare tidak dianjurkan untuk makanan padat, karena pada saat diare saluran si penderita diare sudah sibuk menangani organisme patogen sehingga tidak mampu mencerna makanan padat dengan baik. Sebaiknya penderita diare dianjurkan untuk makan makanan yang lembut seperti bubur atau sup.

Demikian informasi tentang Cara Alami Mengobati Mencret atau Diare. Semoga bisa bermanfaat.

Pengertian Darah

Artikel Makalah Pengertian Darah - Darah adalah jaringan ikat khusus yang mengandung sel-sel dan berada dalam matriks yang berbentuk larutan. Darah merupakan suspensi berwarna merah yang terdapat di dalam pembuluh darah. Warna merah ini terkadang bisa berubah menjadi warna merah tua. Akan tetapi, warna merah juga bisa menjadi warna merah muda. Perubahan warna ini tergantung pada kadar oksigen (O2) dan kadar karbon dioksida (CO2) yang terkandung di dalam darah. Di dalam tubuh, darah memiliki karakteristik, antara lain suhu darah antara 37 oC sampai 38 oC  dan pH darah antara 7,35 sampai 7,45 atau rata-rata 7,4.

Pada tubuh laki-laki dewasa, volume darahnya mencapai 5 hingga 6 liter. Volume darah wanita dewasa antara 4 hingga 5 liter. Sementara pada bayi, bila dibandingkan dengan manusia dewasa, jumlah darah yang dimiliki lebih sedikit. Volume darah di dalam tubuh kita sekitar seperdua belas atau 8% dari berat tubuh. Misalnya saja berat tubuh kita 50 kg, maka jumlah darah di dalam tubuh sekitar 4 liter. Bagi tubuh, darah memiliki beragam fungsi, antara lain mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan juga mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh. Sebaliknya, gas karbondioksida (CO2) sisa metabolisme sel diangkut darah dari jaringan tubuh menuju paru-paru untuk di keluarkan. Selain itu, darah berperan dalam mengatur dan mengontrol temperatur tubuh. Selanjutnya, darah juga berfungsi mengatur distribusi/penyebaran hormon, menutup luka, dan mencegah infeksi.



Anda sekarang sudah mengetahui Pengertian Darah. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Pengertian Sistem Peredaran Darah pada Manusia - Tubuh manusia tersusun atas berbagai sel yang membentuk jaringan. Sel-sel ini memerlukan nutrisi (zat makanan) dan gas untuk proses metabolisme sehingga terus hidup di dalam tubuh. Untuk memenuhi nutrisi dan gas serta pelbagai zat penting, sel akan memperoleh dari suatu zat yang dinamakan darah. Sementara, sistem yang mengedarkan nutrisi, gas, dan zat ini disebut sistem peredaran darah. Nah, untuk mengetahui bahasan mengenai sistem peredaran darah, coba kalian simak uraian berikut. 





Anda sekarang sudah mengetahui Peredaran Darah. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Cara Mengatasi Patah Tulang

Cara Mengatasi Patah Tulang - Untuk mengetahui/memastikan adanya patah tulang dan kondisi tulang yang cidera, kita dapat menggunakan peralatan medis modern. Perlakuan khusus yang dapat diberikan, misalnya dengan foto rontgen, CT Scan (Computed Tomography Scan), atau juga MRI (Magnetic Resonance Image).

Cara yang dilakukan saat terjadi patah tulang meliputi:
  1. Pembidaian, yaitu proses melekatkan papan kayu atau benda keras yang lain pada bagian sebelah kanan dan kiri tulang yang patah. Selanjutnya dilakukan pembalutan dengan perban.
  2. Pemasangan gips, yang dilakukan dengan cara pembalutan di daerah patah berbahan gips atau kapur.
  3. Pembedahan, dilakukan dengan cara membedah otot yang selanjutnya memasukkan dan memasangkan batang platina pada bagian tulang yang patah. Proses ini dinamakan fiksasi internal.
Tanaman Baladewo

Saat terjadi patah tulang, terlebih dahulu tulang dikembalikan pada posisi awalnya. Kemudian, dapat dibalut dengan kulit batang tanaman kapuk (Ceiba petandra). Oleh sebagian masyarakat, tanaman ini disebut tanaman bolodewo. Selain sebagai perban, tanaman ini juga ditaksir mengandung zat tertentu yang dapat mengobati patah tulang. (Sumber: Indonesian Heritage, Tetumbuhan, 2002, hlm. 68)

Anda sekarang sudah mengetahui Cara Mengatasi Patah Tulang. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Blog ini.

Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Fraktura Berganda

Artikel Pengertian Contoh Gambar Fraktura Berganda - Pada patah tulang jenis ini, tulang terbagi menjadi beberapa bagian, namun masih terlindungi oleh otot. Fraktura berganda disebut juga dengan comminuted.

Fraktura Berganda
Gambar 1. Fraktura Berganda


Referensi :
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.