Tampilkan postingan dengan label Ilmu Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Keperawatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

TOKOH PENELITI KEPERAWATAN


ÒFlorence Nightingale dalam bukunyaNote on Nursing (1859/1969) menekankan pentingnyaobservasi paraperawat dalammenentukan perawatanterbaik bagipasien
ÒGoldmark(1923 danBrown (1948) peletakan dasar-dasarkeperawatan bagipengembangankeperawatan. Hasilpenelitiannyamenyebutkan pentingnyapersiapan pendidikanpara perawatyang tepat bagilayanan kesehatan
ÒTahun1950-an. Titik tekanrisetnya berpusatpada pasien
ÒTahun1970-kini: keperawatan merupakanseni danilmu

Sabtu, 09 Juni 2012

PENCEGAHAN INFEKSI SELAMA PERAWATAN LUKA DI RUMAH

1.  Pengertian infeksi
        Infeksi adalah masuknya bakteri atau kuman ke dalam tubuh dan jaringan yang terjadi pada individu.
2. Penyebab infeksi antara lain :
•    Adanya benda asing atau jaringan yang sudah mati di dalam tubuh
•    Luka terbuka dan kotor
•    Gizi buruk
•    Daya tahan tubuh lemah
•    Mobilisasi terbatas atau kurang gerak
 3. Tanda dan Gejala infeksi
•    Merasa panas pada daerah luka atau suhu badan panas
•    Merasa sakit atau nyeri pada daerah luka
•    Ada kemeraha pada kulit didaerah luka
•    Terjadi bengkak pada daerah luka
•    Gangguan fungsi gerak pada daerah luka
•    Luka berbau tidak sedap
•    Terdapat cairan nanah pada luka
4.    Cara Pencegahan infeksi
•    Mandi 2 kali sehari, daerah yang terbalut luka jangan sampai terkena air atau basah karena dapat meninkatkan kelembaban pada kulit yang terbungkus sehingga dapat menjadi tempat berkembang biak kuman dan bakteri
•    Makanan yang dibutuhkan makanan yang mengandung protein atau tinggi kalori tinggi protein (TKTP). Makanan yang mengandung protein misalnya : susu, telur, madu, roti, ikan laut, kacang-kacangan.
•    Ganti balutan minimal satu kali sehari, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan, alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengganti balutan harus dalam keadaan stril atau bersih, minum obat sesuai anjuran misalnya obat antibiotic untuk mencegah infeksi.
5.    Cara perawatan luka di rumah
ALAT:
1. Baskom
2. air hangat yang sudah di didihkan
3. kasa
4. betadine
5. Air mengalir untuk cuci tangan
6. Plester

LANGKAH:
1. Siapkan alat
2. Cuci tangan menggunakan sabun dan tidak boleh menyentuh alat yang lain
3. Buka balutan jika luka tertutup
4. Bersihakan luka menggunakan kasa dan air hangat
5. Oles luka dengan satu arah
6.  Keringkan
7.  Oles betadine
8.  Tutup luka  dengan  kasa
9. Plester




Selasa, 05 Juni 2012

Tinjauan Teoritis Puskesmas


1.      Pengertian.

Puskesmas yaitu suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh, terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, Tahun 1991)

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam membentuk usaha-usaha kesehatan pokok (dr. Azrul Azwar MPH, 1980)
2.      Ruang Lingkup Kegiatan Puskesmas
Kegiatan-kegiatan pokok Pusskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang. Usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga, fasilitas biaya/ anggaran yang tersedia. Oleh karena itu pemerintah dewasa ini menetapkan 20 pokok usaha kesehatan puskesmas yang terdiri dari:


a.       Upaya kesehatan ibu dan anak
1)      Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyususi, bayi, balita, dan anak prasekolah.
2)       Memberikan nasehat tentang makanan guna mencegah gizi buruk karena kekurangan kalori dan protein, serta bila ada pemberian makanan tambahan dan mineral.
3)      Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya.
4)      Imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil, BCG, DPT 3 kali, polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayi.
5)      Penyuluhan keehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA
6)      Pelayanan KB pada pasangan usia subur dengan perhatian khusus pada mereka yang dalam keadaan bahaya karena melahirkan anak berkali-kali dan ibu beresiko tinggi.
7)      Pengobatan bagi ibu, bayi, balita dan anak prasekolah untuk macam-macam penyakit ringan.
8)      Kunjungan untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan, memberikan penerangan dan pendidikan tentang kesehatan dan mengadakan pemantauan pada mereka yang lalai mengunjungi puskesmas dan meminta mereka datang ke puskesmas lagi.
9)      Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi.
b.      Upaya keluarga berencana
1)      Mengadakan kursus KB untuk para ibu dan calon ibu.
2)      Mengadakan kursus kepada dukun yang kemudian akan bekerja sebagai     penggerak calon peserta KB.
3)      Mengadakan pembicaraan-pembicaraan tentang KB kapan saja ada kesempatan baik di puskesmas maupun ketika mengadakan kunjungan          rumah.
4)      Memasang IUD, cara—cara penggunaan pil, kondom, dan cara- cara lain    dengan memberikan sarannya.
5)      Mengamati mereka yang menggunakan sarana pencegahan kehamilan.
c.       Upaya peningkatan gizi
1)      Mengenali penderita kekurangan gizi dan mengobati mereka
2)      Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan program           perbaikan gizi.
3)      Memberikan pendidikan gizi pada masyarakat secara perseorangan kepada             mereka yang membutuhkan terutama dalam rangka program KIA.
4)      Melaksanakn program:
(a)    program perbaikan gizi keluarga
(b)   memberikan makanan tambahn yang mengandung protein dan kalori yang cukup pada anak-anak dibawah umur 5 tahun dan ibu yang menyususi.
(c)    Memberiakn vitamin A pada anak-anak dibawah umur 5 tahun
d.      Upaya kesehatan lingkungan
1)      Penyehatan air bersih
2)      Penyehatan pembuangan kotoran
3)      Penyehatan lingkungan perumahan
4)      Penyehatan makanan dan minuman
5)      Pelaksanaan peratuaran dan perundang-undangan
e.       Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
1)      Mengumpulkan dan menganalisa penyakit
2)      Melaporkan kasus penyakit menular
3)      Menyelidiki dilapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan yang     masuk untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk mengetahui sumber        penularan.
4)      Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakit
5)      Menyembuhkan penderita sehingga ia tidak lagi menjadi sumber infeksi
6)      Pemberian imunisasi
7)      Pemberantasa vektor
8)      Pendidikan kesehatan pada masyarakat
f.       Upaya penyuluhan kesehatan
1)      penyulahan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak      terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan penyuluhan             kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh petugas, apakah di   klinik, rumah dan kelompok masyarakat.
2)      Di tingakat puskesmas tidak ada petugas pnyuluhan tersendiri tetapi di       tingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga koordinator penyuluhan             kesehatan. koordinator membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi penyuluhan di puskesmas.
g.      Upaya kesehatan sekolah
1)      membina sarana keteladanan di sekolah, berupa sarana keteladanan gizi      berupa kantin dan sarana keteladanan kebersiahn lingkungan.
2)      Membina kebersihan perseorangan peserta didik.
3)      Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berperan aktif dalam      pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecil.
4)      Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I.
5)      Pemerikasaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II-IV dan        guru berupa pemeriksaan kesehatan sederhana
6)      Imunisasi peserta didik I dan VI.
7)      Pengawasan terhadap keadaan air
8)      Pengobatan ringan pertolongan pertama
9)      Rujukan medik
10)  Penanganan kasus anemia gizi

11)  Pembinaan teknik dan pengawasan di sekolah
12)  Pencatatan pelaporan
h.      Upaya kesehatan olah raga
1)      Pemeriksaan kesehatan berkala
2)      Penentuan takaran latihan
3)      Pengobatan dengan latihan dan rehabilitasi
4)      Pengobatan akibat cedera latihan
5)      Pengawasan selama pemusatan latihan
i.        Upaya kesehatan masyarakat
1)      Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah dengan           berbagi tingkat umur, kondisi kesehatan tumbuh kembang     dan jenis          kelamin
2)      Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit terkecil     dari masyarakat (keluarga binaan)
3)      Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya: ibu hamil,        anak balita, usia lanjut dan sebagainya.
4)      Pelayanan keperawatan kapada tingkat masyarakat
j.        Upaya kesehatan kerja
1)      Identifikasi masalah, meliputi:
a).     Pemeriksaan kesehatan awal dan berkal untuk para pekerja
b).     Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang dating berobat ke puskesmas
c).    Peninjauan tempat kerja menentukan bahaya akibat kerja
2)      Kegiatan peningkatan tenaga kerja melalui peningkatan gizi pekerja,            lingkungan kerja dan peningkatan kegiatan kesejahteraan.
3)      Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja meliputi:
a).    Penyuluhan kesehatan
b).    Kegiatan ergonomic, yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuain antara alat kerja agar tidak terjadi stress fisik

c).    Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja
d).   Pemakaian alat pelindung
4)      Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja
5)      Kegiatan pemulihan bagi pekerja yang sakit
6)      Kegiatan rujukan medik dan kesehatan terhadap pekerja yang sakit
k.      Upaya kesehatan gigi dan mulut
1)      Pembinaan / pembangunan kemampuan peran serta masyarakat dalam         upaya pemeliharaan diri dalam wadah program UKGM.
2)      Pelayanan asuhan pada kelompok rawan meliputi: anak sekolah,      kelompok        ibu hamil, menyusui dan anak prasekolah.
3)      Pelayanan medis gigi dasar, meliputi:
a).    Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang rujuk
b).    Merujuk kasus-kasus yang dapat ditanggulangi kesasaran yang lebih mampu
c).    Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok
d).   Meemlihara kesehatan (hygiene klinik)
e).    Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan
4)  Pencatatan dan pelaporan
l.        Upaya kesehatan jiwa
1)      Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok puskesmas.
2)      Penanganan pasien dengan gangguan jiwa
3)      Kegaitan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta masyarakat
4)      Pengemabangan upaya kesehatan jiwa puskesmas melalui tekanan bola mata, tes saluran air mata, tes lapang pandang, pundus copy, dan pemeriksaan laboratorium.
5)      Penataan dan pelaporan


m.    Upaya kesehatan mata.
1)      Upaya kesehatan mata, pencegahan kesehatan dasar yang terpadu dengan kegaiatan lainnya
2)      Upaya kesehatan mata
a).    Anamnesa
b).    Pemeriksaan visus dan mata keluar, tes buta warna, tes tekanan bola mata, tes saluran air mata, tes lapang pandang, pundus copy, dan pemeriksaan laboratorium.
c).    Pengobatab dan pemberian kaca mata
d).   Operasi katarak
e).    Perawatan post operasi katarak dan glukoma yang dilakukan oleh tim rujukan dari rumah sakit
f).     Perawatan post operasi katarakdan glukoma akut
g).    Merujuk kasus yang tidak dapat diatasi
h).    Pemberian protesa mata
3)      peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan, serta mencipatkan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan mata mereka
4)      pengembangan masyarakat kesehatan mata masyarakat
5)      pencatatan dan pelaporan
n.      Upaya laboratorium kesehatan
1)      Diruang laboratorium
a).    penerimaan pasien
b).    Pengambilan specimen
c).    Penanganan specimen
d).   Pelaksanaan pemeriksaan
e).    Penanganan sisa specimen
f).     Pencatata hasil pemeriksaan
g).    Pengecekan hasil pemeriksaan
h).    Penyampaian hasil pemeriksaan

2)      Terhadap specimen yang akan dirujuk
a).    Pengambilan specimen
b).    Penaganan specimen
c).    Pengemasan specimen
d).   Pengiriman specimen
e).    Pengambilan hasil pemeriksaan
f).     Pencatatan hasil pemeriksaan
g).    Penyampaian hasil pemeriksaan
3)      Diruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan meliputi |
a).    persiapan pasien
b).    pengambilan specimen
c).    menyerahkan specimen untuk diperiksa
4)      diluar gedung meliputi:
a).    melakukan tes skrining Hb
b).    pengambilan specimen untuk kemudian dikirim kelabolatorium puskesmas
c).    memberikan penyuluhan
d).   pencatatan dan pelaporan
o.      Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan.
1)      Dilakukan oleh semua puskesmas (Pembina, pembantu, dan keliling)
2)      Pencatatan dan pelaporan mencakup :
a).    data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
b).    data ketenagaan di puskesmas
c).    data sarana yang dimiliki puskesmas
d).   data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik didalam maupun diluar gedung puskesmas.
3)      Laporan dilakukan secara periodic (bulan, triwulan, dan tahunan)


3.      Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Puskesmas
a         Stuktur organisasi dan tata kerja puskesmas menurut nasrul effendi 1998:171
1)      Susunan organisasi puskesmas
Unsur pimpinan                       :  Kepala Puskesmas.
Unsur pembantu pimpinan      :  Urusan tata usaha
Unsur pelaksana                      :  Unit I dan II
                                                   Unit III
                                       Unit IV
Unit V
Unit VI
Unit VII
2)      Tugas pokok
a).    Kepala Puskesmas
Mempunyai tugas memimpin, mengawasi, dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural dan jabatan fungsional
b).    Kepal Urusan Tata Usaha
Mempunyai tugas di bidang kepegawaian, keuangan, perlengkapan, dan surat- menyurat serta pencatatan dan pelaporan
c).    Unit I
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana, dan perbaikan gizi
d).   Unit II
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan, dan labolatorium sederhana.
e).    Unit III
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
f).     Unit IV
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olah raga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
g).    Unit V
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat, kesejahteraan remaja dan dana sehat.
h).    Unit VI
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap
i).      Unit VII
Melaksanakan tugas ke-farmasian

4.      Tata Kerja
Dalam melaksanakan tugasnya, puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi, in tegrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan puskesmas maupun dalam satuan organisasi di luar puskesmas sesuia dengan tugasnya masing-masing.

Konsep Dasar Oksitosin

a.    Definisi oksitosin
Oksitosin adalah hormon protein yang  dibentuk di nukleus paraventrikel hipotalamus dan di simpan didalam dan dilepaskan dari hipopisis posterior.(Elizabeth J. Corwin, 2009: 292)
b.    Efek oksitosin
Oksitosin  menstimulasi kontraksi otot polos uterus. Peran tepatnya dalam mencetuskan persalinan pada ibu hamil tidak jelas. Akan tetapi, oksitosin menyebabkan peningkatan intensitas kontraksi uterus saat terjadi kemajuan persalinan dan mendekati pelahiran. Obat pitocin adalah derivatif oksitosin dan digunakan secara klinis untuk mencetuskan dan mempercepat persalinan.
c.    Pengaruh oksitosin pada uterus
Oksitosin merupakan suatu hormon yang disekresikan oleh neurohipopisis yang secara khusus menyebabkan kontraksi uterus,ada empat alasan untuk mempercayai bahwa mungkin oksitosin diperlikan dalam meningkatkan kontraktilitas uterus dakam menjelang persalinan : (1) otot uterus meningkatkan jumlah reseptor-reseptor dan oleh karena itu meningkatkan responny aterhadap dosis oksitosin yang diberikan selama beberapa bulan terakhir kehamilan, (2) kecepatan sekresi oksitosin oleh neurohpopisis sangat meningkat pada saat persalinan. (3) walaupun pada hewan yang telah menjalani hipofisektomi masih dapat melahirkan bayinya pada kehamilan aterm , persalinannya akan berlangsung lama. (4) penelitian pada hewan menunjukan bahwa iritasi atau regangan pada serviks uteri ,seperti yang terjadi selama persalinan,dapat menyebabkan sebuah repleks neurogenik melalui nukleus paraventrikular dan supraoptik hipotalamus yang dapat menyebabkan kelenjar hipopisis posterior (neurohipopisis ) meningkatkan sekresi oksitosinnya.(Guyton dan Hall, 2007 : 1089)
d.    Tujuan Pemberian Oksitosin
Tujuan pemberian oksitosin adalah untuk terjadinya kontraksi rahim setiap 2-3 menit yang berlangsung kurang lebih selama 45-60 detik.
e.    Mekanisme Kerja Oksitosin
Oksitosin dapat diberikan intramuskular, intravena, sublingual atau intrasal. Pemakaian infus dianjutkan untuk pemberian oksitosin lewat infus intravena (Xenakis dan Piper, 1997). Oksitosin bekerja dalam waktu satu menit setelah pemberian intravena, peningkatan kontraksi uterus dimulai hampir bersamaan, kemudian menjadi stabil selama 15-60 menit, pemberian infus oksitosin dan setelah penghentian infus tersebut kontraksi uterus masih berlangsung 20 menit. Waktu-paruh oksitosin diperkirakan berkisar dari 1-20 menit, kendati data-data farmakologis yang lebih mutakhir menunjukan angka 15 menit (Gonster, 1995). Oksitosin akan di eliminasi dalam waktu 30-40 menit sesudah pemberiannya.(Sue Jordan, 2008: 154)
f.    Cara Pemberian Oksitosin
5 unit oksitosin dalan 500 cc dextrose 5%, diberikan dengan kecepatan awal 20 tetes permenit, di naikan 5 tetes per menit setiap 30 menit, sampai di dapatkan hasil yang memadai. Maksimal 60 tetes per menit. Tetesan oksitosin di berikan maksimal 2 labu atau 1000 cc kecuali untuk letak sungsang hanya satu labu atau 500 cc.  Pada kasus tertentu seperti eklamsi, pendarahan antepartum, infeksi intra uteri dan kemajuan persalinan yang nyata setelah pemberian tetes oksitosin labu pertama habis, tetes oksitosin labu ke dua langsung di berikan. (Hidayah Wijayanegara, 1998: 25).

Tahapan Dan Tugas Perkembangan Keluarga (DUVAL)

Tahapan dan tugas perkembangan keluarga yang diadaptasi dari Duval adalah :
a.    Pasangan Pemula Atau Pasangan Baru Menikah
Tahapan ini dimulai saat dua insan dewasa mengikat janji melalui pernikahan dengan landasan cinta dan kasih sayang. Tugas pada tahapan perkembangan keluarga pemula antara lain saling memuaskan antara pasangan, beradaptasi dengan keluarga besar dari masing-masing pihak, merencanakan dengan matang jumlah anak, memperjelas masing-masing peran  pasangan.
b.    Keluarga Dengan “Child Bearing” (kelahiran anak pertama)
Tahapan ini dimulai saat ibu hamil sampai dengan kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai dengan anak pertama berusia 30 bulan. Tugas keluerga pada tahapan ini antara lain : mempersiapkan biaya persalinan, mempersiapakan mental calon oransg tua dan mempersiapkan berbagai kebutuhan anak. Apabila anak sudah lahir tugas keluarga antara lain : memberikan ASI sebagai kebutuhan utama bayi (minimal 6 bulan), memberikan kassih sayang, mulai mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan, pasangan kembali melakukan adaptasi karena kehadiran anggota keluarga termasuk siklus hubungan seks, mempertahankan hubungan dalam rangka memuaskan pasangan.
c.    Keluarga Dengan Anak Prasekolah
Dimulai saat anak pertama berusia 2,5 tahun dan berakhir saat anak berusia 5 tahun. Tugas yang dimiliki pada keluarga dengan anak prasekolah diantaranya : menanamkan nilai-nilai dan norma kehidupan, mulai menanamkan keyakinan beragama, mengenalkan kultur keluarga, memenuhi kebutuhan bermain anak, membantu anak dalam bersosialisasi, dengan lingkungan sekitar, menanamkan tanggung jawab dalam lingkup kecil, memperhatikan dan memberikan stimulasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah.
d.    Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah
Dimulai saat anak pertama berusia 6 tahun dan berakhir saat anak berusia 12 tahun. Tugas yang dimiliki keluarga dengan anak usia sekolah antara lain : memenuhi kebutuhan sekolah anak baik alat-alat sekolah maupun biaya sekolah, membiasakan belajar teratur, memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, memberikan pengertian pada anak bahwa pendidikan sangat penting untuk mas depen anak, membantu anak dalam bersosialisasi lebih luas dengan lingkungan sekitar.
e.    Keluarga Dengan Anak Remaja
Dimulai saat anak pertama berusia 13 tahun dan berakhir saat anak berusia 19-20 tahun. Keluarga dengan anak remaja berada dalam posisi dilematis, mengingat anak sudah mulai menurun perhatiannya terhadap orang tua dibandingkan dengan teman sebayanya. Pada tahapan ini seringkali ditemukan perbedaan pendapat antara orang tua dan anak remaja, apabila hal ini tidak diselesaikan akan berdampak pada hubungan selanjutnya.Tugas keluarga pada tahapan ini antara lain : memberikan perhatian lebih pada anak remaja, bersama-sama mendiskusikan tentang rencana sekolah ataupun kegiatan diluar sekolah, memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.
f.    Keluarga Dengan Melepas Anak Ke Masyarakat
Remaja yang akan beranjak dewasa harus sudah siap meninggalkan kedua orang tuanya untuk memulai hidup baru, bekerja, dan berkeluarga, sehingga tugas keluarga pada tahapan ini antara lain : mempertahankan keintiman pasangan, membantu anak untuk mandiri, mempertahankan komunikasi, memperluas hubungan keluarga antara orang tua dengan menantu, menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak-anak.
g.    Keluarga Dengan Tahapan Berdua Kembali
Tugas keluarga setelah ditinggal pergi anak-anaknya untuk memulai kehidupan baru antara lain : menjaga keintiman pasangan, merencanakan kegiatan yang akan datang, tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak dan cucu, mempertahankan kesehatan masing-masing pasangan.
h.    Keluarga Dengan Masa Tua
Masa tua bisa dihinggapi perasaan kesepian, tidak berdaya, sehingga tugas keluarga pada tahapan ini adalah : saling memberikan perhatian yang menyenangkan antara pasangan, memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan, merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti dengan berolahraga, berkebun, mengasuh cucu. Pada masa tua pasangan saling mengingatkan akan adanya kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini. (Santun & Dermawan, 2008)

Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008) adalah :
a)    Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal  keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b)    Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c)    Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d)    Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e)    Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

Struktur keluarga

a.    Elemen struktur keluarga menurut Friedman
1)    Struktur peran keluarga
Menggambarkan peran masing-masing anggota keluarga baik didalam keluarganya sendiri maupun peran dilingkungan masyarakat.
2)    Nilai atau norma keluarga
Menggambarkan nilai dan norma yang dipelajari dan diyakini dalam keluarga.
3)    Pola komunikasi keluarga
Menggambarkan bagaimana cara  pola komunikasi diantara orang tua, orang tua dan anak, diantara anggota keluarga ataupun dalam keluarga.
4)    Struktur kekuatan keluarga
Menggamgarkan kemampuan anggota keluarga untuk mengendalikan atau mempengaruhi orang lain dalam perubahan perilaku ke arah positif.
b.    Ciri-ciri struktur keluarga
1)    Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki peran dan pungsi masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai. Organisasi yang baik ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antara anggota sebagai bentuk saling ketergantungan dalam mencapai tujuan.
2)    Keterbatasan
Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak semena-mena, tetapi mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-masing anggota keluarga.
3)    Perbedaan
Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan masing-masing anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran ayah sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak.
c.    Dominasi struktur keluarga
1)    Dominasi jalur hubungan darah
a)    Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah. Suku-suku di Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga patrilineal.
b)    Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ibu. Suku padang salah satu suku yang yang mengunakan struktur keluarga matrilineal.
2)    Dominasi keberadaan tempat tinggal
a)    Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak suami.
b)    Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari pihak istri.
3)    Dominasi pengambilan keputusan
a)    Patriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak suami.
b)    Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri. (Setiawati & Dermawan, 2008)

Fungsi kulit

Kulit memiliki banyak fungsi diantaranya adalah
(1)    Menutupi dan melindungi organ-organ di bawahnya.
(2)    Melindungi tubuh dari masuknya mikroorganisme dan benda asing yang dapat. membahayakan tubuh.
(3)    Pengaturan Suhu.
(4)    Ekresi:melalui perpirasi/keringat,membuang sejumlah kecil urea.
(5)    Sintesis: Konversi 7 dehydrocholestrol menjadi Vit D3 (cholecalciferol) dengan bantuan sianr UV kekurangan UV dan Vit D mengakibatkan absorpsi Ca dari Intestinal ke darah menurun.
(6)    Sensori persepsi: mengandung reseptor terhadap panas,dingin,nyeri,sentuhan/raba,tekanan juga mengandung ujung saraf bebas yang berfungsi sebagai homeostatis.
Konduksi  panas kekulit di atur oleh tingkat Vasokontriksi arteriol dan anastomosis anterovenosa yang mensuplai darah ke pleksus venosus kulit.Vasokontriksi tersebut diatur oleh sistem saraf simpatis.Sistem pengaturan ini berkaitan deengan hipotalamus.

Minggu, 03 Juni 2012

Pengertian Gagal ginjal kronik

Gagal ginjal kronik adalah destruksi struktur ginjal yang progresif dan terus menerus. Gagal ginjal kronik dapat timbul dari hampir semua penyakit. (Elizabeth J. Corwin, 2001)
Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan irreversibel (Arif Mansjoer, 1999).
Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut (Slamet Suyono, 2001).

Definisi/Pengertian Effusi Pleura

 Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dari dalam kavum pleura diantara pleura parietalis dan pleura viseralis dapat berupa cairan transudat atau cairan eksudat ( Pedoman Diagnosis danTerapi / UPF ilmu penyakit paru, 1994, 111).
Effusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura dapat berupa transudat dan eksudat. Transudat terjadi pada peningkatan tekanan Vena pulmonalis. Penimbunan eksudat timbul sekunder dari peradangan  atau keganasan pleura, dan akibat peningkatan permeabilitas kapiler atau gangguan absorpsi getah bening. (Sylvia A Price, 1995 :704 )
Effusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam rongga pleura. Selain cairan dapat juga terjadi penumpukan pus atau darah. Effusi pleura bukanlah suatu “disease entity“ tapi merupakan suatu gejala penyakit yang serius yang dapat mengancam jiwa penderita. (Soeparman , Sarwono Waspadji , 1994 : 786  )
Dari ketiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa effusi pleura adalah suatu dampak penyakit dari keadaan  terjadinya penumpukan /pengumpulan cairan , pus atau darah  dalam rongga pleura yang dapat berupa transudat dan eksudat. Effusi pleura merupakan suatu tanda atau gejala penyakit yang serius tetapi tidak dengan sendirinya terjadi penyakit, namun dapat mengancam jiwa penderitanya.

Materi SAP Diet Paca Operasi

A.    Pengertian
Diet pasca operasi  adalah  Makanan yang boleh diberikan pada seseorang setelah menjalani operasi dengan harapan dapat kembali seperti semula.
B.    Tujuan dan Manfaat Diet Pasca Operasi
-    Memnuhi kebutuhan kalori
-    Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh
-    Mempercepat proses penyembuhan luka
-    Menambah berat badan
C.    Makanan Yang Baik Diberikan
- Sumber protein hewani : Ayam, daging, hati, ikan, telur, susu dan keju
- Sumber protein nabati : Kacang-kacangan, tahu, tempe, tempe oncom
D.    Makanan Yang Di Hindari Pada Pasien Pasca Operasi
“Disesuaikan dengan kondisi klien”
Misalnya :
-    Darah tinggi mengurangi konsumsi garam dan kolesterol
-    Kencing manis mengurangi konsumsi gula
-    Orang yang alergi terhadap makanan tertentu seperti telur, ikan asin, kacang harus dihindari





Pengertian dan Contoh Makanan Bergizi

1. Pengertian Makanan Bergizi
    Yaitu makanan yang di dalamnya mengandung zat dibutuhkan oleh tubuh.
 2. Guna Makanan Bagi Tubuh
      a. Sumber zat tenaga
          Tenaga untuk bergerak dan untuk beraktifitas
          Contoh : belajar berfikir dan bermain
      b. Sumber zat pembangun
          Untuk tumbuh menjadi besar dan tinggi
      c. Sumber zat pengatur
          Supaya bagian tubuh dapat melaksanakan tugasnya secara baik dan teratur.
 3.  Contoh Makanan Bergizi
      a. Makanan yang mengandung sumber tenaga :
          Contoh : nasi, ubi, kentang, roti, sagu, jagung
      b. makanan yang mengandung sumber pembangun :
          contoh : Tempe, telor, tahu, ayam. Susu, kacang-kacangan, hati, ikan.
      c. makanan yang mengandung sumber pengatur
          contoh : sayur-sayuran: bayam,kangkung, sawi, daun singkong
          buah-buahan : jeruk, mangga, pepaya, anggur, apel, melon.

 4.  Tanda-tanda Kurang Makanan Bergizi
      a. mata berkunang-kunang
      b. pucat
      c. lemah
      d. lesu
      e. gampang ngantuk

5. Akibat Kurang Makanan Bergizi
    a. daya tahan tubuh rendah
    b. mudah mudah terserang penyakit
    c. tidak bisa beraktifitas

Osteomyelitis Kronis

Berasal dari jaringan lunak dengan jarak dekat. Pada osteomyelitis kronis, mikroorganisme menyerang tulang melalui darah. Meluasnya jaringan lunak yang terinfeksi di dekatnya masuk secara langsung. Selain itu bisa juga disebabkan oleh hasil akhir suatu osteomyelitis akut yang tidak terobati secara memadai, infeksi derajat rendah yang disebabkan oleh bakteri dengan virulensi rendah, infeksi bakteri tertentu misalnya : TBC, Escerchia Coli, Pseudomonas, Clebsiela, Salmonella.

a. Gambaran Klinis  :
1) Keluhan nyeri tulang yang kumat-kumatan selama jangka waktu
    panjang.
2) Pemeriksaan sinar-X memperlihatkan adanya kavitas.

b. Tindakan  :
1) Drainage abses dan pengangkatan sequestrum.
2) Pemberian antibiotic jangka panjang.

Osteomyelitis Akut

Berasal dari sumber yang dibawa oleh darah biasanya terjadi pada anak-anak dibawah ( 2 tahun ) dan menyerang tulang panjang yang tumbuh dengan cepat. Infeksi ini disebarkan lewat darah dari tempat lain disebabkan oleh :  Stappilococus Aureus. Infeksi dimulai pada metafisis ( bagian tulang di sebelah lempeng tulang rawan epifisis ). Penyebarannya disepanjang cavum medularis dengan melalui korteks  untuk   menimbulkan   suatu   abses   superiousteum   dan bahkan arthritis pada sendi di sebelahnya.
a. Gambaran Klinis  :
1. Nyeri tekan akut pada daerah tulang yang sakit.
2. Pembengkakan dan kemerahan.
3. Nyeri bila bagian yang sakit dihilangkan.
4. Pirexia ( panas ).

b. Tindakan  :
1)    Pemberian antibiotic yang segera. Biasanya gabungan dua macam  
      antibiotic, sering akan menimbulkan penyakit ini.
2)    Jika tindakan yang terlambat akan mengakibatkan pus sehingga diperlukan drainage dengan insisi dan jika perlu dibuat lubang dengan pengeboran  pada tulang untuk memungkinkan pengaliran keluar pus.


c.  Komplikasi  :
1)    Dapat terjadi septic arthritis yang menjalar ke sendi di dekatnya.Jika 
      metafisis yang terinfeksi berada dalam simpai sendi contoh : Caput Os.  
      Femoralis dan Os. Humery.
2)    Pembentukan sequestrum ( kematian suatu bagaian tlang ) bagian tulang         
      yang mati harus diangkat dengan pembedahan sebelum kesembuhan
      terjadi karena bagian tersebut akan menjadi benda asing.

Rabu, 23 Mei 2012

PERAN PERAWAT PADA FASE PRE-OPERATIF

1. Pengkajian Praoperatif di klinik/per telepon
a. melakukan pengkajian perioperatif awal
b. merencanakan metode penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan pasien
c. melibatkan keluarga dalam wawancara
d. memastikan kelengkapan pemeriksaan perioperatif
e. mengkaji kebutuhan pasien terhadap transportasi dan perawatan pascaoperatif.

2. Unit Bedah
a. melengkapi pengkajian praoperatif
b. mengkoordinasi penyuluhan pasien dengan staf keperawatan lain
c. menjelaskan fase-fase dalam periode perioperatif dan hal-hal yang diperkirakan terjadi
d. membuat rencana asuhan.

3. Ruang Operatif
a. mengkaji tingkat kesadaran pasien
b. menelaah lembar observasi pasien
c. mengidentifikasi pasien
d. memastikan daerah pembedahan.

4. Perencanaan
a. menentukan rencana asuhan
b. mengkoordinasi pelayanan dan sumber-sumber yang sesuai.

5. Dukungan Psikologis
a. menceritakan pada pasien apa yang sedang terjadi
b. menentukan status psikologis
c. memberikan peringatan akan stimuli nyeri
d. mengkomunikasikan status emosional pasien pada anggota tim kesehatan yang berkaitan.