Kamis, 24 Desember 2009

Siklus Menstruasi


Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan. Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.


Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya terdapat pada 2/3 wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menarche dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Siklus Menstruasi Normal
Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.

Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin

Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim).

Siklus ovarium :
1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
2. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari.

Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus menstruasi normal:
1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya
2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium
3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis. Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol, tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik)
4. Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah hormon progesteron
5. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi, dari folikular ke luteal
6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
7. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi
8. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya

Mekanisme terjadinya perdarahan menstruasi terjadi dalam satu siklus terdiri atas 4 fase :

1. Fase Folikuler / Proliferasi (hari ke-5 sampai hari ke- 14) Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seorang wanita. Dimulai dari hari 1 sampai sekitar sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.
Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 - 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 - 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang serbanyak 28 - 283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat. Pada akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi.

2. Fase Luteal / fase sekresi / fase pramenstruasi (hari ke-14 sampai hari ke-28)
Pada fase ini menunjukkan masa ovarium beraktivitas membentuk korpus luteum dari sisa-sisa folikel-folikel de Graaf yang sudah mengeluarkan sel ovum (telur) pada saat terjadinya proses ovulasi. Pada fase ini peningkatkan hormon progesteron yang bermakna, yang diikuti oleh penurunan kadar hormon-hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan, digunakan untuk penghambatan masuknya sperma ke dalam uterus dan proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase ini.

3. Fase menstruasi (hari ke-28 sampai hari ke-2 atau 3) Pada fase ini menunjukkan masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya. Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara maksimal. Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding-dinding di daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan higiene pada daerah tsb dan menimbulkan keputihan.

4. Fase Regenerasi / pascamenstruasi (hari ke-1 sampai hari ke-5)
Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.

Daftar Pustaka
1. Fisiologi menstruasi,diunduh dari www.klikdokter.com/userfiles/fisio1.JPG tgl: 06 april 2009.
2. Dr.H.K. Suhaemi Blog. Fisiologi haid. Di unduh dari ksuheimi.blogspot.com/2008/06/fisiologi-haid.html - 176k tgl: 06 April 2009



Rabu, 16 Desember 2009

Mual Muntah pada Ibu Hamil


Morning sickness adalah istilah yang merujuk pada gangguan mual muntah pada kehamilan, yang biasanya dialami wanita hamil pada trimester pertama. Istilah ini sebenarnya tidak begitu tepat, karena faktanya gangguan mual ini kadang tidak cuma terjadi pada pagi hari. Bahkan ada pula yang mengalaminya sepanjang hari. Apa sebenarnya penyebab “morning sickness” ?

Walaupun informasi tentang kejadian morning sickness sudah terdokumentasi sejak 2000 tahun sebelum Masehi, patofisiologi pasti mengenai kejadian morning sickness masih belum sepenuhnya diketahui. Para ahli belum memiliki kesamaan pandangan menganai hal ini. Baru-baru ini dalam sebuah publikasi dalam majalah sains Science News bulan Mei 2008, Flaxman, seorang ahli dari Universitas Colorado menyatakan bahwa morning sickness dipicu oleh situasi tertentu, seperti pandangan, bau-bauan, dan rasa dari makanan (daging atau sayuran) yang mungkin akan membawa bahaya untuk janin, termasuk terhadap rokok atau alcohol. Artinya, sesungguhnya morning sickness adalah suatu bentuk mekanisme pertahanan diri baik bagi ibu maupun janinnya. Hal ini umumnya terjadi pada minggu ke-6 sampai 18 kehamilan, yang merupakan periode paling rentan bagi janin terhadap ketidak seimbangan kimiawi.
Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!

Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan:
1. Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.
2. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll
3. Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.
4. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.
5. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
6. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.
7. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter dan bidan anda untuk pemakaiannya.
8. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.
9. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian.

Ingat! Hubungi dokter dan bidan anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).
Nah, siap hamil/dihamili?


http://www.jellybabys.co.uk/images/morning_sickness.gif

STOP Merokok ibu hamil



Bagi anda yang perokok dan ingin hamil, diharuskan menghentikan kebiasaan merokok pada saat merencanakan dan selama kehamilan. Berikut ini bahaya merokok bagi bayi dalam kandungan :



1. Bayi yang ibunya perokok cenderung lahir prematur dan berat badannya rendah
2. Merokok mengurangi pasokan oksigen bagi janin dan meningkatkan resiko keguguran, lahir mati serta cacat
3. Bahkan sebagai perokok pasif pun, dapat merusak kesehatan bayi anda. Oleh sebab itu mintalah agar pasangan anda untuk berhenti merokok. Anak-anak yang orang tuanya perokok, lebih rentan terserang bronchitis dan asma. Mereka juga rawan terganggu pertumbuhan tubuhnya.
Karena itu ayo hentikan kebiasaan merokok anda demi sang janin.

Kenali motivasi anda untuk merokok
Misalnya apakah anda merokok untuk kesenangan, merangsang semangat aau relaksasi? Untuk mengurangi ketegangan atau frustasi dengan adanya suatu benda pada mulut dan tangan anda, atau mungkin untuk memuaskan rasa ketagihan? Mungkin semua ini hanya factor kebiasaan , otomatis menyalakan rokok tanpa berpikir tentangnya. Sekali anda mengetahui motivasi anda, anda juga akan dengan mudah mendapatkan penggantinya.

Pilihlah cara untuk berhenti
Apakah anda ingin berhenti merokok secara mendadak atau bertahap? Apapun cara yang anda pilih “tentukan hari terakhir merokok “ yang tidak begitu jauh dari saat sekarang. Mulai rencanakan hari hari yang penuh dengan kegiatan yang bisa membuat anda tidak ingat pada rokok.

Niat
Menghentikan kebiasaan merokok diperlukan usaha kuat dari dalam diri. Camkan pada diri Anda bahwa merokok hanya akan membuat janin terancam gangguan kesehatan bahkan terhambat pertumbuhannya. Niatkan semua untuk si jabang bayi.

Terapi penggantian nikotin
Terapi menggantikan rokok bisa dengan mengunyah permen karet. Cara ini merupakan teknik yang efektif dan jitu. Seberapa kali Anda boleh melakukannya atau apa lagi pilihan terapi yang lain, berkonsultasilah dokter kandungan Anda.

Sistem pendukung
Selain niat dari dalam diri, Anda pun memerlukan orang lain untuk mendukung usaha membebaskan diri dari asap rokok. Dengan semangat yang mereka berikan, memudahkan Anda untuk selalu berusaha keras menjaga kesehatan diri dan janin.

Hindari interaksi dengan perokok
Asap rokok tidak baik bagi kesehatan. Sebaiknya, jauhi lingkungan yang memungkinkan Anda terkena kepulan asap rokok. Perokok pasif punya risiko lebih tinggi terkena bahaya merokok daripada perokok aktif. Selain untuk alasan kesehatan, menjauhi perokok juga akan menjauhi keinginan Anda untuk merokok.

Coba untuk mengalihkan keinginan untuk merokok
Pergunakan salah satu atau semua cara berikut ini, semoga cara ini dapat menolong :
• Bila merokok hanya untuk tangan anda sibuk, cobalah untuk memainkan hal yang lain seperti pinsil, kancing, batang, merajut, memasak, menulis atau berbagai hal lainnya yang bisa membuat anda lupa untuk mengambil rokok.
• Bila anda merokok untuk rasa kepuasan melalui mulut, cobalah menggantinya dengan cemilan yang bergizi seperti sayuran mentah, pop corn, roti gandum, atau bermain dengan tusuk gigi.
• Bila anda merokok untuk merangsang semangat tubuh, cobalah melupakannya dengan berjalan cepat,membaca buku yang menarik, atau berbincang bincang tentang topic yang menyenangkan. Pastikan pula bahwa diet anda mengandung bahan bahan nutrisi yang penting dan anda tetap makan secara teratur, untuk mencegah rasa lesu karena kadar gula yang rendah.
• Bila anda merokok untuk mengurangi ketegangan, cobalah untuk melakukan relaksasi,mendengarkan musik yang menyenangkan,berjalan jauh, pijat atau bercinta.
• Bila anda merokok untuk mendapatkan kesenangan, carilah kesenangan dengan cara lain dan pilih suasana dimana tidak ada orang yang merokok. Seperti ke bioskop,ketoko perlengkapan baju bayi,nonton film dirumah bersama teman atau keluarga, yang terpenting melakukan kegiatan yg lebih aktiv.
• Bila anda merokok karena kebiasaan, hidari situasi dimana biasanya anda merokok dengan teman teman yang merokok, pilih tempat tempat dimana merokok itu dilarang.
• Bila anda merokok bersamaan dengan makanan dan minuman tertentu, hindari makan dan minuman tersebut, makanlah di lokasi lain (misalnya anda biasa merokok dipagi hari tetapi tidak pernah merokok ditempat tidur, maka lakukanlah makan pagi untuk beberapa hari ditempat tidur)
• Bila anda merasakan dorongan untuk merokok, tariklah nafas dalam dalam dengan berhenti sebentar pada akhir tarikan nafas. Tahan nafas sementara anda menyalakan korek api. Keluarkanlah nafas perlahan lahan dan tiuplah korek api tersebut. Bayangkan dia sebatang rokok dan buang lah.

Bila anda gagal dan menghisap sebatang rokok, janganlah putus asa. Mulailah dari awal program dan ingat setiap sebatang rokok yang tidak anda hisap akan menolong bayi anda.

image://breakingupdate.com/files/pregnant-woman-smoking.jpg


Resep Memilih Jenis Kelamin Bayi

Sebenarnya yang paling menentukan dalam penentuan jenis kelamin anak adalah sperma dari pria. Sperma pria mengandung kromosom X dan kromosom Y, sedangkan sel telur wanita hanya mengandung kromosom X. Jadi untuk mendapatkan anak laki-laki, diperlukan pasangan kromosom X dan Y, sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, hanya kromosom X dan X.

Tes peramal jenis kelamin tertua yang tercatat dalam temuan sejarah adalah yang dilakukan orang Mesir Kuno (sekitar 1300 SM). Beraneka ragam kepercayaan tentang peramalan dan penentuan jenis kelamin bayi dapat di berbagai komunitas. Maka tidaklah mengherankan banyak ibu menanyakan bagaimana cara memilih jenis kelamin bayi pada praktek dokter spesialis kandungan. Usaha memilih jenis kelamin bayi melalui penentuan saat melakukan dan pengaturan posisi bersenggama pun telah dicoba. Lalu, ilmu dan teknologipun berkembang akhirnya peran kromosom seks dalam proses penentuan kelamin baru dipahami pada akhir abad ke 19.

Bila sperma yang membawa kromosom X yang membuahi sebuah ovum (sel telur maka akan lahir bayi perempuan, sedangkan pembuahan oleh kromosom Y akan menghasilkan bayi laki-laki. Jenis kelamin bayi pada dasarnya dipengaruhi oleh kromosom seks, jenis makanan, kualitas sperma ayah dan kapan saat terjadi pembuahan.

Seperti diketahui kromosom terdapat dalam sperma terdiri dari dua unsure yaitu kromosom X dan kromosom Y. Untuk mendapatkan bayi laki-laki maupun perempuan harus ada pertemuan antara sperma kromosom X atau Y dengan sel telur dari ibu.

Jika sperma berkromosom X bertemu dengan sel telur, akan menghasilkan kromosom XX, karena sel telur tersebut mengandung kromosom X, maka bayi yang akan lahir bayi berjenis kelamin perempuan. Sedang kalau sperma kromosom Y bertemu dengan sel telur, akan menghasilkan individu yang berkromosom XY, sehingga akan lahirlah bayi yang berjenis kelamin laki-laki.

Setelah terjadi pembuahan sperma dengan sel telur yang diikuti dengan tidak terjadi menstruasi si ibu pada bulan berikutnya dan tes kehamilan positif maka sebenarnya telah terbentuk jenis kelamin bayi.

Teori Dapatkan Anak Laki-laki
Sebuah teori yang sangat popular adalah teori Akihito. Teori yang berasal dari Jepang ini merupakan temuan kaisar Jepang Hirohito yang juga ahli biologi. Teori ini sangat sederhana, dimana untuk pasangan suami isteri yang berkeinginan mendapatkan anak laki-laki sebelum hamil perlu mengatur diet makanan yang dikonsumsi.

Pertama, suami dan istri lebih mengutamakan menu serba ikan dan mengesampingkan menu daging. Makanan yang dikonsumsi suami istri sangat mempengaruhi peluang pasangan untuk mendapatkan bayi dengan jenis yang dikehendaki, sebab makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kondisi asam dan basa vagina, yang dapat mempengaruhi ketahanan sperma kromosom X dan Y. Daging misalnya merupakan makanan yang paling dipantang bila pasangan suami isteri yang menghendaki anak laki-laki. Tentunya ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum merencanakan si isteri hamil.

Kedua, perlakuan puasa senggama pada hari-hari tertentu. Maksudnya melakukan puasa disini adalah tidak melakukan hubungan suami istri sebelum atau saat istri ovulasi (pelepasan sel telur). Suami harus dapat berpuasa lima hari sebelum ovulasi terjadi dan tiga hari setelah ovulasi terjadi. Dengan melakukan puasa, menyebabkan kualitas sperma akan semakin berkualitas serta jumlahnya akan semakin banyak. Dengan demikian semakin besar kemungkinan sperma dapat membuahi sel telur.

Memang, berpuasa bagi sebagian laki-laki sangat berat sebab di hari ke 10 haid tidak bisa berhubungan suami isteri karena perkiraan ovulasi akan terjadi pada hari ke 15, paling sesuai jika siklus haid teratur. Jadi, jika suami istri berkeinginan sekali mendapatkan anak laki-laki “puasa” adalah nomor satu.

Cara lain yang dapat dicoba untuk mendapatkan bayi laki-laki adalah teori dari dua ahli dr Shettler dan David Borvik.
Menurutnya untuk mendapatkan anak laki-laki, si isteri harus melakukan hal-hal seperti berikut :

1. Hubungan suami istri sebaiknya dilakukan pada sekitar masa ovulasi. Untuk mengetahui ini, istri disarankan mengukur temperature tubuh setiap hari sebelum aktivitas pagi dan mencatatnya disebuah daftar serta dibuat grafik. Bila temperatur tubuhnya lebih tinggi dari biasanya, pada saat itulah dilakukan hubungan suami isteri.
2. Sebelum melakukan hubungan suami istri, setiap kali itu juga istri membilas liang vagina dulu dengan campuran 250 cc larutan air soda kue. Cara membuatnya, 250 cc air dicampur dengan 2 sendok makan soda kue.
3. Sebaiknya diusahakan agar isteri mencapai puncak orgasme. Dengan mencapai orgasme, maka reaksi kondisi basa vagina akan meningkat sehingga akan menghilangkan sel-sel sperma yang menjadi perempuan.
4. Waktu melakukan hubungan suami istri sebaiknya si suami melakukan dari belakang isteri (posisi knee chest), sehingga sperma si suami akan tumpah pada daerah yang reaksinya paling basa dan paling dekat dengan mulut rahim. Dan dianjurkan pada saat suami mencapai orgasme dan ejakulasi, lakukan penetrasi penis yang dalam.
5. Pada masa haid dan ovulasi sama sekali tidak boleh melakukan hubungan suami istri. Sebagai contoh, jika siklus haidnya 28 hari, maka sejak haid pertama sampai 14 hari berikutnya jangan melakukan hubungan suami isteri.

Anak Perempuan
Jika ditanya mana yang lebih mudah mendapatkan anak laki-laki dan anak perempuan, jawabnya adalah anak perempuan. Mendapatkan anak perempuan tidak sesulit mendapatkan anak laki-laki. Dalam hal ini tidak ada istilah puasa, demikian juga makanan pantangannya pun tidak ada.

Untuk mendapatkan anak perempuan sebaiknya lakukan hubungan suami isteri 3 – 4 hari sebelum ovulasi. Setelah itu, kapanpun suami isteri melakukan hubungan suami isteri tidak masalah. Sebab untuk mendapatkan anak perempuan hanya membutuhkan sperma kromosom X bertemu dengan sel telur si istri, bukan seperti mendapatkan anak laki-laki yang harus sperma kromosom Y bertemu dengan sel telur si istri (XY).

Sebelum melakukan hubungan suami istri, dianjurkan si istri mencuci vagina dengan larutan air cuka asam dengan perbandingan 250 cc dicampur dengan dua sendok makan cuka. Asam cuka yang dipakai adalah cuka makan yang ada di dapur. Sedangkan spul vagina dapat dibeli di apotek dengan nama irrigator vagina yang banyak dikenal untuk bilas vagina.

Pencucian vagina dengan larutan asam cuka ini berguna agar tercipta lingkungan asam yang dapat menghilangkan sperma kromosom Y yang akan menjadi anak laki-laki. Orgasme istri sebaiknya dihindarkan, sebab orgasme istri akan meninggikan derajat basa vagina, padahal yang dibutuhkan membuat vagina bereaksi asam.

Pribakti B, Kiat Mendapatkan Bayi ‘Normal’. Pustaka Banua
http://blog.yudihardis.com


Cara Mencegah Kehamilan (Tips)


Bagi pasangan yang telah menikah dan telah mempunyai anak, mencegah kehamilan tentu saja merupakan informasi yang sangat penting untuk diketahui. Hidup di zaman sekarang dengan segala sesuatu yang serba mahal, pastinya tidak relevan lagi motto orang tua kita zaman dulu “Banyak anak banyak rezeki”. Mungkin kalau zaman sekarang “banyak anak beban hidup jadi lebih tinggi”.

Mencegah kehamilan tentu saja memberikan kesempatan kepada ibu pasca melahirkan untuk memulihkan diri dari kehamilan dan memberi ibu kesempatan untuk menyusui bayi dan merawat anak hingga lebih mandiri. Tujuan mencegah dan mengatur jadwal kehamilan nantinya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Tapi mencegah kehamilan tidak berlaku buat pasangan infertil yang sangat mendambakan kehamilan.

Yang paling membuat miris, dewasa ini remaja / muda-mudi juga membutuhkan informasi tentang bagaimana cara mencegah kehamilan. Bagaimana tidak, seks bebas sudah seperti jamur di hari hujan. Bebas tanpa bisa dicegah, hal ini disebabkan makin bebasnya remaja mengakses informasi tanpa sensor, terbukti dengan maraknya video porno dan foto porno anak smp/sma di kota besar seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, Batam Palembang, Medan, Aceh sampai dengan kota-kota di Bali. Perilaku seks bebas ini banyak menghasilkan kehamilan yang tidak diinginkan. Jadi informasi untuk mencegah kehamilan juga sangat penting untuk diketahui.

Dari beberapa alasan itulah kami memandang perlu untuk mengungkap bagaimana cara terbaik untuk mencegah kehamilan. Hal ini penting agar suami istri mendapatkan informasi yang mereka perlukan untuk mencegah dan menunda kehamilan dan remaja / muda – mudi pun sadar akan resiko seks bebas yang mereka lakukan sehingga pencegahan kehamilan menjadi alternatif terbaik dibandingkan menggugurkan kandungan yang pastinya hanya merugikan pihak perempuan.

Mencegah Kehamilan dengan Coitus Interuptus

Apa itu Coitus Interuptus, bagaimana bisa teknik tersebut efektif untuk mencegah kehamilan? Metode Coitus Interuptus juga dikenal dengan metode senggama terputus. Teknik ini dapat mencegah kehamilan dengan cara sebelum terjadi ejakulasi pada pria, seorang pria harus menarik penisnya dari vagina sehingga tidak setetespun sperma masuk kedalam rahim wanita. Namun demikian walaupun teknik ini dapat mencegah kehamilan, beberapa penelitian menyatakan keberhasilan teknik coitus interuptus untuk mencegah kehamilan sangat dipengaruhi oleh kemampuan seorang pria untuk merasakan tanda ejakulasi dan kecepatannya untuk menarik penis dan mendapatkan orgasme di luar vagina. Karena banyak sekali pria yang tidak tahu pasti kapan dia mengalami ejakulasi, prosentase pencegahan kehamilan dengan teknik ini menjadi sangat kecil. Untuk membuahi sel telur wanita, tidak dibutuhkan satu liter sperma. Tapi hanya satu sel sperma saja. Coba bayangkan, kalau setetes sperma itu saja berisi jutaan sel sperma. Bila ada setetes sperma / air main yang masuk kedalam vagina, maka kemungkinan untuk terjadi kehamilan dan tertularnya penyakit kelamin masih sangat tinggi.

Mencegah kehamilan dengan Teknik Kalender
Pencegahan kehamilan dengan teknik kalender sangat erat kaitannya dengan kemampuan seorang wanita untuk mengetahui masa suburnya. Seperti yang telah banyak dibahas sebelumnya, sperma dapat hidup maksimal 3 s/d 5 hari di rahim wanita untuk menunggu terjadinya ovulasi dan segera membuahi sel telur. Dengan teknik kalender, seorang wanita diharapkan dapat mencegah terjadinya kehamilan dengan cara tidak melakukan hubungan intim di waktu 3 s/d 5 hari sebelum masa subur tersebut dan 3 hari setelah masa subur (sel telur dapat hidup selama maks 2 hari). Sama seperti metode sebelumnya, mencegah kehamilan dengan teknik ini tidak mempunyai prosentase keberhasilan sampai 100% karena kesalahan penghitungan masa subur yang kurang tepat. Terlebih lagi bagi wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur, sehingga tidak dapat diperkirakan secara pasti kapan ovulasi/masa subur terjadi, akhirnya tekhnik ini sangat tidak efektif untuk mencegah kehamilan.

Mencegah kehamilan dengan Alat Kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi merupakan satu hal yang paling masuk akal. Walaupun tingkat keberhasilannya untuk mencegah kehamilan mendekati 100% banyak dari masyarakat kita enggan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Alat-alat pencegah kehamilan tersebut antara lain :

Mencegah kehamilan dengan Kondom
Kondom merupakan satu cara favorit untuk mencegah kehamilan. Harga yang murah dan penjualannya juga bebas. Kondom merupakan cara ampuh yang dikampanyekan pemerintah untuk mencegah kehamilan maupun menghindari HIV/AIDS. Namun demikian cara ini ternyata juga sering gagal dalam usaha mencegah kehamilan. Biasanya kehamilan terjadi karena karet plastik kondom bocor ataupun pada saat setelah ejakulasi dan laki-laki kurang hati-hati dalam menarik penisnya. Sehingga sperma akhirnya bisa lolos dan merembes masuk ke dalam vagina melalui pangkal penis laki-laki. Tetap harus diingat, walau pun Cuma setetes sperma, tapi isinya berjuta-juta sel sperma.

Mencegah kehamilan dengan Pil KB
Pil KB merupakan satu pilihan lain untuk mencegah kehamilan. Pil KB yang dirasa efektif untuk mencegah kehamilan biasanya PIL KB yang berisi kombinasi hormon pencegah kehamilan. PIL KB sendiri bekerja mencegah kehamilan dengan cara melindungi indung telur agar tidak melepaskan sel telur. Jika sel telur telah terlanjur lepas, PIL KB akan mencegah tertanamnya sel telur pada rahim.

Mencegah kehamilan dengan memakai susuk/Norplant/Implant
Hampir sama dengan PIL KB, susuk/norplant ini setelah tertanam dalam tubuh wanita akan mengeluarkan hormon pencegah kehamilan secara terus menerus. Beberapa sumber menyatakan keberhasilan pencegahan kehamilan dengan teknik ini mencapai hampir 99%.

Mencegah kehamilan dengan menggunakan Injeksi
Cara mencegah kehamilan dengan teknik ini adalah dengan cara menyuntikkan obat Depo Provera yang berisikan hormon kedalam tubuh wanita dalam waktu tertentu. Biasanya wanita yang ingin mencegah kehamilan diberi dua opsi untuk melakukan suntik secara bulanan atau setiap tiga bulan sekali. Sama dengan PIL KB dan susuk, tingkat keberhasilan metode ini untuk mencegah kehamilan hampir mencapai 99%.

Mencegah kehamilan menggunakan diagfragma dan kap serviks uterus
Teknik ini bekerja untuk mencegah kehamilan dengan cara memasukkan diafragma / kap karet kedalam bagina enam jam sebelum berhubungan intim. Diafragma ini bekerja dengan mencegah masuknya sperma ke dalam rahim/uterus. Diafragma biasanya juga dilengkapi dengan spermisida untuk membunuh sperma dan mencegah kehamilan. Karena pemasangan diafragma ini sulit, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis agar pesangannya tepat.

Mencegah kehamilan dengan teknik Steril
Prosentase keberhasilan untuk mencegah kehamilan dengan cara ini tentunya mencapai 100% namun demikian biasanya untuk kembali mendapatkan kehamilan merupakan cara yang sulit untuk dilakukan. Metode steril dibagi menjadi dua yaitu Metode Operasi Wanita dan Metode Operasi Pria. Kedua metode ini dilakukan dengan cara operasi oleh dokter spesialis kandungan. Pada wanita dilakukan pemutusan atau pemasangan cincin pada saluran telur untuk mencegah sampainya sel telur yang dilepas di indung telur menuju rahim.


Selasa, 15 Desember 2009

MASALAH-MASALAH DALAM MENYUSUI


1. Wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup.
Mitos ini tidaklah benar. Hampir semua wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil untuk mendapatkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik pelekatan yang tepat. Mendapatkan panduan dari bidan anda atau pun tenaga kesehatan yang lain sangat penting.Selanjutnya Besar/kecilnya payudara sering menjadi alasan wanita tidak memberikan ASI pada bayinya,padahal besar atau kecilnya payudara tidak menentukan banyak atau sedikitnya produksi ASI, karena payudara yang besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan payudara yang kecil. Sedang air susu dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk ASI ( Alveoli) dan bukan jaringan lemak.

2. payudara/puting terasa sakit adalah normal pada saat kita sedang menyusui.
Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan puting sakit sebagai solusi yang terakhir.

3. 3-4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar.
Tidak benar! Seringkali memang nampak seperti demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering terjadi bayi yang sudah lama menyusui tapi masih belum kenyang. Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.

4. Bayi harus menyusu pada setiap payudara masing-masing selama 20 menit.
Tidak benar! Namun demikian, harus dipastikan bahwa bayi tidak sekedar “ngempeng” pada payudara tapi benar-benar “minum” dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil minum ASI selama 15-20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya, maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar. Tetapi yang harus diperhatikan adalah jangan memberi ASI hanya pada satu payudara saja, karena apabila payudara tidak dihisap oleh bayi maka produksi ASI nya akan semakin berkurang

5. Bayi membutuhkan tambahan cairan air putih selain ASI ketika cuaca sedang panas.
Tidak Benar! ASI mengandung 90 persen cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi selain kandungan gizinya

6. Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.
Tidak benar! Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari risiko lecet karena puting kering. Membersihkan puting saja sudah cukup.

7. Dengan memompa/memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa banyak ASI yang dihasilkan olehnya.
Tidak benar! Seberapa banyak ASI yang berhasil diperah/dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak, dibandingkan dengan jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI yang berhasil diperah/dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap seberapa banyak ASI yang bisa anda perah/pompa, bukan sebagai tolak ukur atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.

8. ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Tidak benar! ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk 6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.

9. Lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung.
Tidak benar Namun demikian, seringkali proses menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.

10. Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.

Tidak benar! Tergantung bagaimana anda memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam peralatan pembuatan susu formula kemana-mana. Tidak perlu cemas memikirkan dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI tetap dapat diperah/dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi dirumah.

11. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum oleh bayi.

Tidak benar! Memang tidak ada cara yang mudah untuk mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya ngempeng. Bayi BAK minimal 5-6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak, tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada kenaikan BB bayi yang wajar.

12. Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.

Tidak benar! Pernyataan bahwa susu formula sama kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula pada tahun 1900-an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI) diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), lead (sejenis timah hitam) dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.

13. Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui.

Tidak benar! Menyusui justru malah akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dsb), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi menjadi ikutan sakit, maka bayi akan lebih cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit karena bayi terus minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan, infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama menyusui dengan payudara yang sedang sakit.

14. Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui.
Tidak benar! Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI-nya. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan/atau muntah-muntah, kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.

15. Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui.
TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih alami.

16. Seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya.
TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang, tetapi tidak perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga, misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih hati-hati dalam mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut.

17. Seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat memproduksi ASI yang cukup.

TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori sangat kurang gizi untuk periode yang cukup lama. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak / tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya.

18. Seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan.

TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Jangan terpaku pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari.

19. Seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui.

TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu formula kepada bayi.

20. Seorang ibu yang sedang menyusui tidak boleh mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

TIDAK BENAR! Konsumsi alkohol dalam jumlah yang wajar boleh saja untuk seorang ibu menyusui. Sama halnya dengan sebagian besar obat-obatan, sedikit sekali alkohol yang masuk ke dalam ASI. Seandainya ragu, boleh menunggu selama 2 jam untuk mulai lagi menyusui setelah selesai mengkonsumsi alkohol.

21. Seorang ibu yang putingnya sedang berdarah akibat luka tidak boleh menyusui.
TIDAK BENAR! Walaupun darah dapat membuat bayi lebih banyak gumoh / muntah, dan darah mungkin akan terlihat di feces-nya, tetapi hal ini bukanlah alasan untuk seorang ibu berhenti menyusui. Puting yang terluka sama saja dengan puting yang tidak terluka, yang membedakan adalah rasa sakit yang dirasakan sang ibu. Sebenarnya relatif mudah untuk mengobati puting yang sakit dan terluka. Segera cari pertolongan. Ada kalanya ibu merasakan sakit pada putingnya yang terluka, walau tidak selalu rasa sakit itu disebabkan oleh lukanya. Hal ini biasa terjadi pada beberapa hari setelah kelahiran. Apabila hal ini terjadi, jangan berhenti menyusui. Apabila luka belum sembuh juga, Ibu sebaiknya segera ke dokter untuk mencari tahu penyebab terjadinya luka pada puting, sementara itu ibu tetap menyusui.

22. Seorang wanita yang telah melakukan operasi pembesaran payudara tidak dapat menyusui.

TIDAK BENAR! Banyak ibu yang melakukan operasi pembesaran payudara DAN tetap menyusui. Tidak ada bukti nyata bahwa menyusui dengan payudara dengan silikon dapat membahayakan bayi. Operasi pembesaran payudara biasanya dilakukan lewat areola. Walau begitu, ibu yang pernah menjalankan operasi ini biasanya memiliki produksi ASI yang cenderung sedikit, sama dengan ibu yang menjalankan operasi apapun yang melalui areola.

23. Seorang wanita yang telah melakukan operasi pengecilan payudara tidak dapat menyusui.
TIDAK BENAR! Pengecilan payudara memang berpengaruh terhadap kapasitas produksi ASI, tetapi karena banyak ibu yang memproduksi jauh lebih banyak ASI yang dibutuhkan, banyak ibu yang menjalankan produksi pengecilan payudara tetap dapat menyusui secara eksklusif. Walau begitu, apabila produksi ASI tampaknya tidak mencukupi, ibu tetap dapat menyusui dengan alat bantu khusus (sehingga bayi tidak bingung puting antara puting ibunya dengan dot), yaitu alat supplementary nursing atau SNS.

24. Bayi-bayi prematur perlu belajar untuk minum susu dari botol sebelum mereka mulai menyusu.

TIDAK BENAR! Bayi prematur akan berkurang stresnya apabila mendapatkan ASI. Seorang bayi sekecil 1200 gram (dan bahkan lebih kecil dari itu) dapat menyusu segera setelah kondisinya stabil, walau ia mungkin belum dapat menyusu secara langsung dalam beberapa minggu pertama. Walau begitu, ia akan terus belajar, dan lewat dekapan ibunya, bayi dan sang ibu akan merasa lebih nyaman. Sebenarnya, berat badan bayi dan usia kehamilan pada saat melahirkan tidaklah lebih berpengaruh dibanding kesiapan bayi untuk mengisap, yang ditunjukkan oleh gerakan mengisap yang dibuatnya. Kesimpulannya, tidak ada lagi alasan untuk memberikan susu botol pada bayi prematur. Apabila tambahan ASI memang dibutuhkan, ada cara lain yang dapat dilakukan daripada memberikan dot dan botol susu pada sang bayi.

25. Bayi-bayi yang menderita celah bibir tidak dapat menyusu.
TIDAK BENAR! Banyak juga yang dapat menyusu dengan baik. Bayi yang menderita celah biasanya dapat menyusu dengan baik. Walau demikian, lain halnya dengan bayi yang menderita kelainan celah langit-langit (palato), karena kelainan ini membuat bayi tidak mungkin dapat menyusu. Apabila bayi tidak dapat memulai menyusui dengan benar, maka akan sangat sulit bagi bayi untuk seterusnya menyusu dengan lancar. Kemampuan bayi-bayi untuk menyusu tidak selalu bergantung pada tingkat kegawatan celahnya. Menyusui haruslah dicoba sedini mungkin, sesering mungkin, dengan menggunakan cara-cara menyusu yang tepat. Apabila bayi langsung diberikan botol, maka kemampuan bayi untuk menyusu secara langsung dapat berkurang. Apabila bayi belum dapat menyusu secara benar, coba suapi dengan sendok atau cangkir kecil.

26. Menyusui tidak memberikan perlindungan terhadap risiko kehamilan.

TIDAK BENAR! Memang resiko kehamilan tetap ada, tetapi hampir semua metode KB manapun mempunyai resiko kehamilan. Sebenarnya menyusui adalah metode KB alami yang bekerja cukup baik. Hampir sama baiknya dengan pil KB, dengan syarat, ibu menyusui secara eksklusif, bayinya berusia kurang dari 6 bulan, dan ibu belum mendapatkan menstruasi lagi. Setelah lewat 6 bulan, menyusui juga dapat dijadikan metode KB alami, walau perlindungannya tidak sebesar pada saat bayi berusia kurang dari 6 bulan. Secara rata-rata, menyusui hingga 2 tahun dapat membuat jarak kelahiran yang cukup, walau ibu tidak ber-KB sekalipun.

27. Wanita yang sedang menyusui tidak bisa mengkonsumsi pil KB.

TIDAK BENAR! Hormon yang terdapat pada pil KB memang akan ada dalam ASI, tetapi tidaklah membahayakan. Walau begitu, hormon estrogen yang terdapat dalam pil KB dapat mengurangi produksi ASI. Apabila ibu mengalami hal ini, coba berhenti mengkonsumsi pil KB, maka produksi ASI ibu akan kembali normal. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi pil KB apabila masih menyusui, kecuali apabila bayinya sudah mulai makan Makanan Pendamping ASI (MPASI), yaitu pada saat bayi berusia di atas 6 bulan. Apabila ibu ingin mengkonsumi pil KB, sebaiknya cari pil KB yang hanya mengandung hormon progestin (tanpa estrogen).

28. Bayi-bayi yang mendapatkan ASI memerlukan tambahan jenis susu lainnya setelah berusia 6 bulan.
TIDAK BENAR! ASI memberikan segalanya yang dibutuhkan bayi, bahkan lebih dari itu. Bayi berusia 6 bulan ke atas sudah harus mendapatkan MPASI semata-mata agar mereka dapat mempelajari cara makan dan agar mereka mendapatkan sumber zat besi yang lain selain dari ASI, karena bayi usia 7-9 bulan tidak dapat mencukupi kebutuhan zat besinya hanya dari ASI saja. Kesimpulannya, susu sapi atau susu formula tidaklah diperlukan. Selain itu, kebanyakan bayi di atas usia 6 bulan yang belum pernah minum susu formula tidak akan menyukainya karena rasanya.

29. Wanita dengan kondisi puting datar atau putting masuk/tidak keluar tidak dapat menyusui bayinya.
Tidak benar Bayi tidak menyusu pada puting, tetap mereka menyusu pada payudara. Walaupun tampaknya lebih mudah bagi bayi untuk melekatkan mulutnya pada payudara ibu apabila kondisi putingnya menonjol, tetapi hal tersebut bukan merupakan suatu keharusan. Apabila kegiatan menyusui dimulai secara benar, maka biasanya hal tersebut dapat mencegah timbulnya berbagai permasalahan seputar menyusui, dan ibu-ibu dengan aneka bentuk puting tetap dapat menyusui secara baik. Apabila pada awalnya bayi menolak untuk menyusu, maka dengan bantuan yang tepat, bayi lambat laun akan mau untuk menyusu pada payudara ibunya. Bentuk dan tampilan payudara seorang ibu juga akan cenderung untuk berubah dalam minggu-minggu setelah proses persalinan, dan selama ibu tersebut tetap mempertahankan pasokan ASI-nya, maka biasanya bayi akan berhasil melakukan pelekatan dengan baik pada minggu ke-8, tetapi apabila ibu mendapatkan bantuan yang tepat, pelekatan yang baik mungkin terjadi sebelum minggu ke-8.

30. Seorang wanita yang sedang hamil harus berhenti menyusui bayinya.
TIDAK BENAR! Apabila memang diinginkan oleh ibu dan anak, kegiatan menyusui dapat tetap dipertahankan. Beberapa ibu juga tetap menyusui anak yang lebih tua bahkan setelah proses persalinan bayinya yang baru. Tetapi, ada sebagian wanita yang mengambilkan keputusan untuk berhenti menyusui ketika mereka hamil kembali karena putingnya terasa sakit atau lebih sensitif, atau karena alasan lainnya, namun tidak ada suatu keharusan ataupun suatu alasan medis untuk melakukan hal tersebut. Bahkan sebaliknya, banyak sekali manfaat dari diteruskannya pemberian ASI bagi si kakak. Namun, ibu perlu tahu bahwa pasokan ASI selama masa kehamilan cenderung untuk berkurang, tetap apabila anak sudah mendapatkan MPASI, maka hal tersebut bukanlah merupakan suatu masalah. Sebagai akibat dari berkurangnya pasokan ASI tersebut, beberapa bayi akan berhenti untuk menyusu dengan sendirinya.

31. Seorang bayi yang sedang menderita diare tidak boleh disusui.

Tidak benar! Pengobatan terbaik bagi bayi yang menderita infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis) adalah dengan tetap menyusui dan memberikan ASI. Selanjutnya, sangat tidak lazim bagi bayi untuk memerlukan jenis cairan lain selain daripada ASI. Kadangkala bayi diminta untuk berhenti minum ASI dan justru diberikan susu formula yang bebas laktosa. Padahal susu formula bebas laktosa tidak lebih baik daripada ASI. ASI jauh lebih baik daripada susu formula jenis apapun.

32. Seorang bayi akan terus menyusu selama 2 jam karena bayi memang senang sekali mengisap.
Tidak benar! Bayi memang perlu dan suka sekali mengisap, tetapi seberapa banyak yang mereka butuhkan? Kebanyakan bayi yang menyusu untuk suatu jangka waktu yang lama disebabkan karena mereka masih lapar, walaupun bayi-bayi tersebut mengalami penambahan berat badan yang cukup. Mengempeng pada payudara tidak sama dengan minum (ASI) dari payudara. Dengan memperbaiki pelekatan mulut bayi pada payudara ibunya memungkin bayi untuk menyusu secara lebih efektif, sehingga mereka benar-benar memanfaakan waktu menyusu untuk minum ASI dari payudara. Bayi-bayi berusia kurang dari 5-6 minggu seringkali tertidur pada saat sedang menyusu karena aliran ASI-nya pelan, bukan semata-mata karena mereka sudah kenyang.

33. Bayi perlu belajar untuk minum dari botol. Oleh karenanya, bayi harus diperkenalkan dengan botol sebelum dia menolak untuk menggunakannya.

Tidak benar! Walaupun banyak ibu-ibu yang memutuskan untuk memperkenalkan botol kepada bayi mereka dengan berbagai alasan, namun tidak ada satupun alasan yang mengatakan bahwa bayi harus belajar untuk menggunakan botol. Sebaliknya, tidak ada manfaat yang luar biasa apabila bayi mau minum dari botol. Bayi bisa minum dari sendok kecil atau cangkir kecil (gelas sloki). Apabila ibu memang berniat untuk memperkenalkan botol pada bayinya, maka sebaiknya ibu menunggu sampai dengan bayi sudah berhasil untuk menyusu dengan benar selama sekurangnya 3 bulan, dan botol diberikan hanya sesekali saja.

34. Apabila seorang ibu yang sedang menyusui harus menjalani tindakan operasi, maka dia harus menunggu sehari setelah selesai operasi untuk mulai menyusui bayinya lagi.
Tidak benar! Selesai operasi, ibu dapat langsung menyusui bayinya apabila sudah siuman (terbangun dan sadar) dan sudah merasa siap. Obat-obatan yang digunakan dalam proses anastesi, maupun obat-obatan penghilang rasa sakit dan antibiotika yang digunakan setelah selesai operasi tidak mengharuskan seorang ibu untuk menghentikan kegiatan menyusuinya, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu yang sifatnya luar biasa.

35. Menyusui bayi kembar sangat susah untuk dilakukan.

Tidak benar! Menyusui bayi kembar lebih mudah dibanding dengan memberikan susu dengan botol, apabila kegiatan menyusui berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengusahakan semaksimal mungkin agar kegiatan menyusui dilakukan dengan benar sedini mungkin apabila ibu melahirkan bayi kembar. Bahkan ada beberapa wanita yang berhasil menyusui bayi kembar 3.

36. Seorang wanita yang payudaranya tidak membesar sama sekali, atau hanya sedikit membesar selama kehamilan tidak akan menghasilkan ASI yang cukup.
Tidak benar! Ada sebagian kecil wanita yang tidak dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup (namun mereka tetap dapat menyusui dengan bantuan alat lactation aid). Beberapa dari wanita-wanita tersebut mengatakan bahwa payudara mereka tidak membesar selama masa kehamilan. Namun demikian, sebagian besar dari para wanita yang payudaranya tampaknya tidak membesar pada saat sedang hamil tetap menghasilkan ASI dalam jumlah yang cukup.

37. Seorang ibu yang payudaranya tidak terasa penuh berarti hanya menghasilkan sedikit ASI
.
Tidak benar! Payudara tidak perlu terasa penuh untuk menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak. Suatu hal yang wajar apabila payudara seorang wanita tidak lagi terasa terlalu penuh seiring dengan kemampuan badannya untuk beradaptasi dengan kebutuhan ASI bayinya. Hal ini mungkin saja terjadi secara tiba-tiba, bahkan ketika bayi masih berusia 2 minggu atau kurang. Payudara tidak pernah benar-benar dalam keadaan “kosong” dan senantiasa memproduksi ASI bahkan pada saat bayi sedang menyusu. Apakah bayi minum ASI dari payudara? Itulah yang terpenting, bukan seberapa penuh rasanya payudara tersebut.

38. Menyusui di tempat umum tidak pantas dilakukan.

Tidak benar! Justru perbuatan orang-orang yang mengganggu dan membuat seorang ibu merasa malu untuk menyusui di tempat umum-lah yang patut dianggap sebagai tidak pantas. Para wanita yang senantisa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka tidak boleh dipaksa untuk tetap berdiam diri di rumah atau menyusui bayi mereka di toilet umum hanya karena beberapa orang merasa terganggu melihat seorang ibu menyusui bayinya. Bagi mereka yang merasa terganggu melihat kegiatan menyusui, silahkan menutup mata atau mengalihkan pandangan mereka. Anak-anak tidak akan terganggu secara psikologis apabila mereka melihat seorang wanita sedang menyusui, sebaliknya, mereka akan mendapatkan pelajaran mengenai sesuatu yang penting, indah dan menakjubkan.

39. Menyusui anak sampai berusia 3 atau 4 tahun tidak normal dan tidak baik untuk anak tersebut, dan menyebabkan tingkat ketergantungan dan kemanjaan yang lebih tinggi antara ibu dan anak.

Tidak benar! Menyusui sampai anak berusia 2-4 tahun merupakan kebiasaan yang berlaku di berbagai budaya sejak manusia mulai menghuni planet ini. Hanya sejak 100 tahun belakangan ini saja kegiatan menyusui dipandang sebagai sesuatu yang harus dibatasi. Anak-anak yang disusui sampai usia 3 tahun tidaklah menjadi lebih manja. Sebaliknya, mereka cenderung menjadi anak-anak yang lebih percaya diri dan sebagai akibatnya, mereka cenderung lebih mandiri. Anak-anak tersebut akan menentukan sendiri kapan mereka akan berhenti menyusu (dengan dukungan halus dari ibu), sehingga mereka merasa lebih percaya diri dengan keberhasilannya tersebut.

40. Apabila bayi berhenti menyusu selama beberapa hari (atau minggu), maka sebaiknya jangan dimulai kembali kegiatan menyusui karena ASI telah basi.

Tidak benar! ASI-nya tetap bagus, sama seperti sebelumnya. ASI di dalam payudara tidak sama dengan ASI atau susu formula dalam botol.

41. Setelah selesai berolah raga, seorang ibu sebaiknya tidak menyusui bayinya.

Tidak benar! Tidak ada satupun alasan mengapa seorang ibu tidak dapat menyusui bayinya segera setelah selesai berolah raga. Penelitian yang (katanya) menunjukkan bahwa bayi lebih rewel pada saat menyusu apabila ibunya baru selesai berolah raga, ternyata tidak dilakukan dengan benar, dan bertentangan dengan pengalaman berjuta-juta ibu menyusui di seluruh dunia.
“gambaran ideal” kehidupan berkeluarga, maka sang ibu akan dianjurkan oleh semua orang alangkah baiknya apabila dia berhenti menyusui.

Mia Sutanto Diterjemahkan dan diadaptasi dari handout dr. Jack Newman, MD yang berjudul ”Breastfeeding Myths”.
http://aimi-asi.org/2007/12/berbagai-mitos-menyusui-2/
berbagai sumber

semoga bermanfaat

GENITALIA EKSTERNA WANITA



Organ genital wanita secara kolektif dikenal sebagai vulva dan sebagian besar mendapat persyarafan yang memadai, dengan demikian struktur ini sangat memadai dan menjadi sumber respon seksual. Genitalia eksterna juga memiliki struktur yang baik, yang berarti ia mudah berdarah bila kena trauma, tetapi juga cepat sembuh. Genitalia Eksterna meliputi struktur sbb:

Mons Pubis
Suatu bantalan jaringan lemak yang ditutupi oleh kulit, yang terletak diatas symphisis pubis. Setelah pubertas akan dirumbuhi rambut (pubes)

Labia Mayora :

Dua lipatan membulat besar jaringan lemak yang tertutup oleh kulit yang bertemu di depan pada mons pubis. Pada saat kedua labia mayora berjalan kebelakang kearah anus. Kedua labia menjadi lebih datar dan menuju ke depan korpus perinealis. Bagian akhir ligamentum teres berinsersi pada jaringan lemak ini . Permukaan sebelah dalam labia mayora halus dan mengandung banyak kelenjar keringat ( Glandula Sudorifera ) dan kelenjar minyak ( Glandula Sebacea), sedangkan permukaan luarnya setelah pubertas akan tertutup oleh rambut. Labia mayora analog dengan skrotum pada alat kelamin laki-laki.

Labia Minora
Dua lipatan kulit yang berwarna merah muda yang lebih kecil terletak memanjang di bagian dalam labia mayora. Kedua labia minora ini halus, tidak tertutup oleh rambut, tetapi mengandung sejumlah glandula sudorifera dan glandula sebacea. Daerah yang ditutupi kedua labia minora ini disebut Vestibulum. Masing-masing labium minus terbagi menjadi dua lipatan di bagian anterior. Lipatan bagian atas mengelilingi klitoris dan bertemu untuk membentuk prepusium. Dibagian posterior kedua labia minora bertemu untuk membentuk lipatan tipis yang disebut fossa vestibule vaginae ( fourchette), yang dapat mengalami robekan pada terjadinya robekan perineum derajat satu selama melahirkan.

Klitoris
Merupakan struktur kecil, sangat sensitive (peka) dan erektil yang terletak didalam lipatan preputium dan prenulum. Seperti telah diterangkan di depan, klitoris terdiri dari dua korpus, yaitu corpus cavernosa yang terletak berdampingan satu sama lain dan memanjang kebelakang untuk melekat kepada periostenum dari corpus ossis pubis. Klitoris merupakan struktur yang dapat disetarakan dengan penis pada pria, tetapi tidak seperti penis, pada klitoris tidak terdapat urethra. Klitoris adalah sumber perangsangan seksual yang penting yang menyebabkan timbulnya refleks respon pelumasan dan jaringan disekitarnya serta bertanggung jawab untuk ereksi klitoris..

Catatan:
“sirkumsisi wanita merupakan mutilasi genitalia wanita”

Banyak kelompok etnik, terutama kaum muslim di Afrika Utara, Indonesia dan Negara lainnya,menganggap mutilasi genitalia sebagai persiapan penting untuk perkawinan. Pembersihan ritual ini, yang dilakukan pada masa bayi, masa anak-anak dini atau saat pubertas, mungkin melibatkan pengangkatan prepusium klitoris, pengangkatan labium minus dan klitoris, atau pengangkatan sebagian besar labia dan klitoris. Praktik ini mencakup penggunaan duri untuk membentuk setik pada dinding vagina. Walaupun illegal di Eropa barat, praktik ini mungkin dilakukan secara diam-diam.

Vestibulum
Untuk memeriksa vestibulum, maka kedua lipatan labia minora harus dipisahkan ( dibuka) agas vestibulum tampak. Terdapat enam muara pada vestibulum.

Meatus urethrae
Juga dikenal sebagai ostium uretrae externum, dan muara ini terletak 2,5 cm dibawah klitoris.

Dua ductus scene
Muara kedua tubulu. Skene yang berjalan sejajar dengan urethra sepanjang kira-kira 6mm, dan kemudian bermuara pada kedua sisi ostium urethrae eksternum.

Ostium Vaginae
Juga disebut sebagai introitus vaginae, dan ini menempati dua pertiga bagian bawah vestibulum. Pada gadis (Virgo intacta) ostium vaginae ini ditutup oleh hymen, yaitu susunan membrane (selaput) berlubang-lubang yang dapat dilewati darah menstruasi. Hymen akan robek pada saat coitus ( hubungan seks ) dan laserasi lebih lanjut terjadi pada saat melahirkan, dan sisa-sisa robekan tersebut dikenal sebagai Caruncula Myrtiformis atau caruncula Hymenalis.

Dua ductus dan Glandulis bartholinis

Glandula bartholini ini terletak di kedua sisi vagina, berada pada ligamentum triangulare bentuk dan besar kelenjar ini sebanding dengan kacang kapri, dan terdiri atas glandula racemosa dan mensekresi mucus. Ductusnya merupakan muara kelenjar tersebut, dan bermuara di luar hymen sehingga sekresi kelenjar tersebut akan mempertahankan genital eksterna tetap lembab.

Vaskularisasi
Arteria pudenda yang merupakan cabang arteria femoralis memberikan vaskularisasi ke genital eksterna. Drainase vena melalui vena-vena yang sesuai.

Drainase lympatik

Sebagian drainasenya menuju ke lymponodi inguinales dan sebagian ke lymphonodi iliaci externi.

Inervasi
Cabang nervus pudendus dan nerves perinealis yang memberikan inervasi ke vulva.
Vulva sangat meregang menjelang akhir kala I persalinan dan bahkan lebih meregang lagi pada saat kala II persalinan ketika kepala fetus turun dengan cepat. Dengan demikian pengetahuan praktis mengenai anatomi dasar dari bagian-bagian ini adalah penting agar para bidan dapat melakukan beberapa prosedur seperti episiotomi dan kateterisasi vesika urinaria yang maksimal dan trauma yang sekecil mungkin pada pasien.

Perineum

Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.



SEMOGA BERMANFAAT!!!