Tampilkan postingan dengan label Merawat Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merawat Bayi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Rawat Gigi Bayi Sedari Dini

Saat Anda melihat si kecil telah menunjukkan deretan alat pengunyah pertamanya dalam mulut, Anda pasti sangat senang dan bisa memulai berkata, "Dedek, mana giginya ?" Lucunya si kecil dengan gigi-giginya ketika ia tersenyum manis dan lucu. Dan sebagai orang tua, sudah menjadi tugas Anda untuk menjaga agar gigi si kecil tetap memancarkan senyuman terbaiknya yang sehat.
Pentingnya gigi si kecil
Gigi pertama anak Anda akan muncul saat usianya menginjak antara 6-12 bulan. Biasanya, Gigi yang pertama kali ia miliki adalah gigi seri tengah atas atau bawah. Meskipun gigi-gigi pertama ini akan digantikan oleh gigi-gigi yang permanen nantinya, sangat penting untuk menjaganya sejak dini. Gigi-gigi kecil tersebut akan sangat membantu anak Anda untuk belajar berbicara dan mengunyah, dan menjadi fondasi kerja untuk gigi dewasa nantinya.
Mulailah dengan kebiasaan baik
Begitu gigi-gigi si kecil mulai tampak, Anda harus rajin membersihkannya paling tidak satu kali sehari. Untuk sang bayi, Anda bisa menggunakan kain lap yang lembut atau sikat gigi ukuran bayi dan air biasa yang matang. Anda tidak perlu menggunakan pasta gigi sampai ia berumur dua tahun. Saat itulah ia bisa memulai membersihkan giginya dengan sedikit fluoride saja.
Perlu Anda ingat, jangan sampai Anda membiarkan si kecil tertidur saat ia minum susu atau jus dengan botol. Hal ini dapat menyebabkan cairan manis untuk terkumpul di dalam mulutnya. Cairan ini dapat berubah menjadi asam dan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan rongga, atau yang biasa disebut sebagai karies.
Konsultasi dengan dokter gigi anak
Bawalah si kecil untuk bertemu dengan spesialis gigi anak di ulang tahun pertamanya. Para dokter ini hanya menerima anak-anak sebagai pasien mereka dan hanya akan berurusan dengan si kecil dan orang tua mereka karena biasanya anak-anak merasa canggung bila harus bertemu dengan dokter gigi begitu juga orangtuanya. Apalagi, baisanya para dokter gigi khusus anak ini memiliki ruangan yang lebih bersahabat dibandingkan dokter gigi dewasa.
Dokter gigi akan memeriksa gigi dan gusi anak Anda, setelah itu, dokter gigi akan menjawab semua pertanyaan yang ingin untuk Anda tanyakan tentang cara yang tepat untuk membersihkan gigi anak Anda. Juga, mereka akan memberikan informasi mengenai perawatan atau suplemen fluoride yang cocok untuk si kecil. Anak Anda mungkin memerlukan florida tetes setelah ia menginjak usia enam bulan, namun itu tergantung kandungan florida dalam air Anda dan alangkah lebih baiknya bila Anda mekonsultasikannya dulu dengan dokter.
Utamakan nutrisi yang baik untuk si kecil
Minum susu dengan menggunakan botol sebelum tidur bukan satu-satunya penyebab yang bisa merusak gigi anak Anda. Terlalu banyak makanan olahan yang mengandung gula pun tidak baik untuk gigi Anda. Berikan lebih banyak buah-buahan dan sayuran saat anak Anda mengudap, selain makanan ringan lain seperti kue dan kerupuk.
      Meskipun rasanya aneh memang bila Anda harus merawat gigi si kecil meskipun ia hanya memiliki beberapa, namun ini memang sebaiknya dilakukan sejak dini. Kunjungan ke dokter gigi yang lebih awal akan membantu Anda dan si kecil untuk merasa nyaman karena telah memiliki pengalaman sebelumnya. Setelah Anda dan si kecil tahu apa yang harus dilakukan, kunjungan selanjutnya akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Menjaga gigi si kecil sejak dini akan tetap membuat senyum si kecil manis, lucu dan terutama, sehat. 
melindahospital.com

Pentingnya Stimulasi Bagi Bayi

Masa-masa awal kehidupan seorang bayi merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan aspek psikososialnya. Masa perkembangan seperti ini hanya terjadi sekali saja seumur hidup. Kita, sebagai orang tua, memiliki kesempatan singkat tapi sangat menentukan untuk menstimulasi bayi kita sehingga terciptanya perkembangan psikososial yang maksimal.
      Berikut adalah sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi bayi Anda :
  1. Curahkan kasih sayang
  2. Hal pertama yang harus diingat, cinta dan kasih sayang merupakan kebutuhan yang nyata. Bayi Anda tidak akan pernah mencoba memanipulasi atau menguasai diri Anda. Ia hanya memerlukan cinta dan kasih sayang Anda. Cinta yang tidak bersyarat ini akan menciptakan penghargaan diri yang kuat serta meningkatkan perkembangan jaringan otak.
  3. Bicaralah dengan lembut
  4. Berbicaralah kepada bayi Anda dengan suara yang lembut, kosa kata yang bervariasi dan ekspresi yang beragam. Suara Anda merupakan suara favoritnya (bayi Anda sudah mendengar suara Anda sejak ia masih dalam kandungan).
  5. Berilah respon
  6. Respon permintaan bayi Anda tanpa keraguan. Hal ini mengajarkan kepadanya bahwa ia dapat berkomunikasi dengan orang lain, sehingga memberinya kepercayaan dan stabilitas emosional.
  7. Berilah sentuhan
  8. Sentuhlah bayi Anda. Para periset mendapati, bayi yang biasa dipijat/dielus-elus tumbuh lebih cepat dan kurang suka menangis.
  9. Dorong dirinya agar meniru
  10. Doronglah untuk meniru. Bayi Anda secara konstan akan menganalisis diri Anda dan merekam cara-cara Anda bersuara dan berekspresi.
  11. Mainkan musik
  12. Selain sebagai sarana rileksasi, manfaat menikmati musik adalah untuk membantu mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanan. Perkembangan otak kiri dan otak kanan secara optimal diyakini dapat memudahkan proses belajar.
  13. Biarkan bereksplorasi
  14. Biarkan bayi Anda mengeksplorasi lingkungan yang baru, asalkan aman baginya. Misalnya, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan ke sejumlah tempat sekaligus mengeksplorasi kondisi yang berbeda. Bila memungkinkan, biarkan pula ia menemukan hal-hal baru oleh dirinya sendiri.
  15. Bacakan buku
  16. Bacakan buku. Meski bayi Anda belum bisa mengikuti alur cerita, namun ia menyukai gambar-gambar dan suara Anda.(Djoko Subinarto)*** 
    melindahospital.com

Melatih Bayi Mandiri

Sebenarnya memberikan kasih sayang terhadap bayi tidak akan membuat bayi menjadi manja, sehingga berkesan tidak bisa mandiri. Sebab kemandirian yang dituntut para ibu terhadap bayinya, baru bisa di dapat bila bayi dilatih ke arah itu. Berikut beberapa kiat agar bayi bisa mandiri.
  1. Biarkan bayi selama mungkin berada di tempat tidurnya
  2. Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Karena itu bila si mungil merengek, bukan berarti dia minta di gendong. Ada banyak kebutuhan lain yang juga dieskspresikan melalui tangisan tersebut. Misalnya, di saat ia lapar, popoknya basah, merasa tak nyaman atau butuh perhatian. Ibu dapat memberinya susu atau makan, mengganti popoknya, merubah posisinya atau mengajaknya bermain, tanpa harus menggendongnya.
  3. Biasakan bayi bermain sendiri
  4. Bila bayi sudah dapat bermain, pastikan ia memiliki mainan atau benda-benda di dekatnya untuk teman bermain. Mengingat daya pemusatan perhatiannya masih pendek, bantulah ia dengan menyediakan 2 atau 3 mainan dalam jangkauannya. Bila ia tampak bosan dan gelisah, sebelum berubah menjadi rengekan, ibu dapat mengganti dengan mainan lainnya.
  5. Sediakan botol yang sesuai
  6. Menginjak usia lima bulan, umumnya bayi telah memiliki kemampuan untuk memegang botolnya sendiri. Untuk itu ibu perlu menyediakan botol plastik yang ringan agar tangan mungilnya kuat menyangga serta tidak mudah pecah. Selain itu juga dilengkapi dengan dot yang tidak mudah tertekuk (bisa dipilih yang terbuat dari silikon) dan regulator. Regulator adalah alat untuk mengatur aliran susu sesuai irama isapan bayi sehingga bayi terhindar dari kemungkinan tersedak.
  7. Latihlah bayi untuk makan sendiri
  8. Mulai usia tujuh bulan, umumnya bayi sudah mampu memegang sendiri makanannya. Mengingat belajar memegang makanan ini merupakan langkah pertama menuju meja makannya sendiri, untuk itu ibu harus melakukannya dengan sabar. Pada tahap awal biarkan makanan yang dipegangnya hanya merupakan tambahan dalam diet bayi. Setelah kemampuannya berkembang, biarkan ia memegang sendok sendiri dan ibu yang mengarahkannya. Pada pertengahan tahun kedua, ia sudah dapat makan di meja makannya sendiri.
  9. Latihlah bayi untuk minum dari cangkirnya sendiri
  10. Melatih bayi untuk minum dari cangkir sendiri sangat berguna agar bayi sedini mungkin menyadari bahwa ada cairan lain selain dari botol maupun payudara. Sehingga untuk proses penyapihan, bayi akan lebih mudah menerimannya.
  11. Biarkan ia belajar menggosok giginya sendiri
  12. Gigi bayi umumnya tumbuh di awal bulan ke tujuh. Pada masa ini sangat bijaksana jika ia mulai diperkenalkan dengan sikat gigi. Carilah satu set sikat gigi yang tepat bagi bayi. Sikat gigi step 1 yang terbuat dari karet, selain berfungsi membersihkan gigi, sikat ini juga dapat dimanfaatkan bayi untuk mengurangi rasa gatal pada gusinya. Sikat gigi ini dilengkapi dengan pengaman sehingga terhindar dari kemungkinan sikat menyodok kedalam. Lalu step 2 dan step 3 yang dirancang sesuai dengan pertumbuhan gigi selanjutnya.
  13. Latihlah ia menggunakan toilet
  14. Latihan ini akan lebih berhasil, bila sudah ada tanda-tanda kesiapan pada si mungil. Antara lain, ia sudah mengetahui tentang sistem pembuangan, ia sudah dapat melepaskan dan memakai baju sendiri, dan ia sudah dapat mengerti dan mengikuti petunjuk. Latihlah ia dengan cara membiarkan ia melihat apa yang Anda lakukan dan buatlah ia merasa bangga akan produk buangan yang dikeluarkannya.
Ketujuh latihan di atas membutuhkan kesabaran penuh dari para ibu. Ibu perlu menyediakan waktu untuk melatihnya dengan penuh kasih sayang. Sehingga latihan yang dilakukan tidak berubah menjadi ajang perang, tetapi menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi ibu maupun bagi si mungil. Repot? Tentu saja. Tetapi bila ini tidak dilakukan, maka kerepotan yang lebih besar akan menunggu. Si mungil Anda akan semakin sulit untuk bisa mandiri.
melindahospital.com

Senin, 21 November 2011

Panduan Menjemur Bayi

Panduan Menjemur Bayi, Sinar matahari pagi amat berguna terutama bagi bayi yang baru lahir, karena kandungan vitamin D nya yang tinggi. Vitamin D ini berguna untuk kesehatan tulang dan kalsium dalam darah. karena fungsinya yang penting ini, maka disarankan bagi para orangtua untuk rajin menjemur anaknya setiap pagi.
Berikut serba-serbi mengenai menjemur bayi:
  • Jemurlah bayi pagi hari antara jam 07.00 – 08.00, jangan lupa siapkan penutup mata bayi,untuk melindungi mata bayi dari sinar matahari langsung.
  • Jemurlah bayi kurang lebih 15 menit dengan posisi telentang dan tengkurap.
  • Pada bayi yang baru lahir, khususnya bayi yang kuning, aktivitas penjemuran ini dapat membantu menurunkan kadar bilirubin
  • Jika cuaca sedang tidak mendukung (mendung atau berangin) , kita tidak perlu memaksakan untuk menjemur si kecil, karena terkena angin terlalu banyak justru akan membuat si kecil menjadi kembung
  • bila kondisi matahari terlalu terik, sebaiknya waktu menjemur juga dikurangi, untuk menghindari terjadinya hipertemi (beresiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh, otak, dan fungsi organ lainnya)
  • Setelah dijemur jangan langsung dimandikan, tunggulah kurang lebih 15 menit agar suhu tubuh si kecil kembali normal.
  • Dampingi selalu si kecil pada saat dijemur dan jangan ditinggal. 
infoanak.com

Jumat, 11 November 2011

Tips Memandikan dan merawat Kulit Bayi

Memandikan dan merawat kulit bayi memang kegiatan menyenangkan yang tidak mudah tapi tidak sulit juga tentunya, bila kita melakukannya dengan cara- cara yang benar, bagi para ibu muda bahkan ada yang tidak berani melakukannya, pada saat bayi baru lahir , kebanyakan para ibu meminta bantuan pihak lain untuk memandikan bayinya, namun sebenarnya bayi baru lahir tidaklah serapuh yang kita bayangkan, yang pasti keyakinan dan kepercayaan diri dari ibulah yang akan membuat bayi nyaman pada saat dimandikan, yuk ibu kita manjakan bayi kita dengan sentuhan hangat ibu dengan cara memandikan dan merawat kulitnya.
1. Persiapan
- Siapkan semua keperluan mandi, misalnya handuk, sabun mandi, palaian bayi dan kosmetik bayi.
- Siapkan air hangat(36oC-37oC) atau terasa hangat di siku tangan ibu.
- Jaga suhu ruang agar tetap hangat untuk menjaga kehangatan suhu tubuh  bayi,
- Lepaskan baju bayi secara bertahap.
2.Memandikan bayi
- Mulai dari wajah, kepala, ke dada.
- Bersihkan mata dari luar kedalam dengan menggunakan kapas yang dibasahi.
- Basuh kepala, wajah, leher, dada, lengan, punggung, dan tungkai, perhatikan daerah lipatan.
- Bari shampo pada bagian kepala dan sabuni bagian badan dengan menggunakan waslap yang sudah  dibasahi dengan air
hangat, pilih shampo dan sabun bayi yang tidak pedih di mata dan ph balance.
- Bilas dengan air hingga bersih, lalu keringkan bayi dengan handuk.
. Membersihkan kelamin
- Untuk bayi laki- laki, bersihkan kotoran yang ada pada kulup. Secara perlahan, dorong lembut kulit penis  ke pangkal
penis. Seka kotoran dengan kasa basah.
- Untuk bayi perempuan, bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang (dari kemaluan ke anus dan dapat diulang dengan kasa
yang baru), demikian pula dengan selangkangannya.
4. Merawat tali pusat
- Setelah mandi bersihkan sekeliling dan bagian dasar tali pusat  dengan kain kasa yang di basahi air, keringkan dan
bungkus kembali dengan tali kasa yang baru
- Daerah tali pusar harus tetap kering dan bersih, hindari menutup daerah tersebut dengan popok
 5. Merawat kulit bayi
- Gunakan bedak di daerah dada, punggung, dan leher setiap selesai mandi dan mengganti baju,bedak bayi membantu
   menjaga kesegaran kulit bayi, mencegah kelembapan dan biang keringat.
- Jika kulit bayi cenderung kering, gunakan baby lotion untuk mencegah iritasi.
 6.Memakai popok dan membungkus bayi
- Baringkan bayi di bagian tengah popok/ diapers. Lipat popok/ diapers kearah perut, lalu ikat kedua tali popok/ pengait
diapers di atas perut bayi. Jangan terlalu kencang karena bayi bernafas lebih banyak menggunakan otot perut.
- Jika menggunakan popok kain, taburkan bedak pada bagian bokong untuk mengurangi kelembapan dan mencegah lecet.
- Jika memakai diapers, gunakan juga baby cream, terutama pada bagian lipatan selangkangan untuk mencegah iritasi.
7. Membersihkan hidung dan telinga bayi
- Bersihkan lubang hidung yang bisa terlihat dengan kapas atau cotton bud yang di basahi.
- Bersihkan bagian terluar telingan yang bisa dilihat dengan kapas/cotton bud yang dibasahi
Tips memandikan bayi :
  • Usahakan memandikan bayi secara rutin agar bayi tidak rewel jika aktivitas ini terlewatkan.
  • Setelah mandi bila perlu balurkan minyak telon agar bayi hangat.
  • Jemur bayi secukupnya antara pukul 07-09. Jangan menatap matahari, jemur bagian punggung dan dada dengan baju terbuka atau telanjang.
  • Bayi membutuhkan rutinitas agar mudah beradaptasi dengan lingkungannya.
mymami.wordpress.com

Selasa, 08 November 2011

Memahami "Kata-kata" Bayi

Bagi ibu-ibu yang baru melahirkan terutama yang selalu kurang tidur, penemuan Priscilla Dunstan bisa jadi bagaikan keajaiban.

Ketika Priscilla berusia tiga tahun, orangtuanya menemukan dia memiliki kemampuan mengingat suara yang sangat menakjubkan. Pada usia empat tahun, Priscilla dapat mengingat konser Mozart yang dimainkan pada piano yang baru didengar satu kali dan memainkan ulang dengan tepat.

Priscilla mengaku bakatnya tersebut membantu dia mendengar "bahasa kedua" dari bahasa yang digunakan orang sehari-hari. Dia bisa mengetahui mood seseorang bahkan penyakit yang diderita melalui suara.

"Orang lain mungkin mendengar satu nada, tapi saya seakan mendengar keseluruhan simfoni," ujarnya.

Jadi ketika seseorang berbicara, maka dia dapat memperoleh informasi yang mungkin tidak bisa diperoleh orang lain. Kemampuan mengenali bahasa kedua yang luar biasa itu ternyata bermanfaat ketika Priscilla memiliki bayi laki-laki, Tom.

"Bakat saya terhadap suara membuat saya mampu mengenali pola tertentu ketika dia menangis dan mengingat pola tersebut ketika kemudian dia menangis lagi. Saya kemudian menyadari, bayi berkata dalam bahasa yang sama," tutur Priscilla.

Setelah melakukan tes terhadap lebih dari 1.000 bayi di seluruh dunia, Priscilla mengatakan, ada lima bahasa global yang digunakan oleh bayi berusia 0-3 bulan. Tanpa mempertimbangkan ras dan kebudayaan.

Kata yang digunakan oleh bayi tersebut, sebenarnya adalah suara refleks. "Bayi di seluruh dunia memiliki refleks yang sama, sehingga mereka mengeluarkan kata yang sama," terangnya.

Jika orangtua tidak merespon refleks tersebut, maka bayi akan berhenti menggunakannya. Priscilla menyarankan orangtua mendengar kata-kata yang diucapkan bayi sebelum menangis. Menurutnya, tidak ada suara bayi yang lebih sulit dari yang lain. Namun, setiap kata-kata bayi akan bervariasi. Priscilla juga mengatakan, sebagian bayi menggunakan kata yang sama lebih banyak dibandingkan yang lain.

Dia menuturkan, kata "neh" yang disuarakan bayi berarti lapar. Kemudian kata "owh" adalah tanda bayi mengantuk.

Sementara, kata "heh" berarti bayi merasa tidak nyaman. "Saat itu paling tepat Anda memeriksa keadaan sekeliling bayi atau mengganti popoknya yang basah," terang Priscilla.

Kata "eair" yang diucapkan bayi merupakan tanda dia sedang mengedan atau merasa ingin buang air besar (bab).

Terakhir, kata "eh" yang artinya ada angin di sekitar dada dan tenggorokan bayi. Menggendong bayi dalam keadaan tegak dan membuatnya sendawa adalah tindakan yang paling tepat.

Untuk memahami kata-kata tersebut lebih lanjut, Priscilla telah merilis DVD yang dapat membantu orangtua berkomunikasi dengan bayi mereka. 
republika.co.id

Bayi Lahir Alami Lebih Dekat dengan Ibu

Secara alami, ibu dan anak memiliki keterikatan (bonding) yang istimewa. Sebuah penelitian membuktikan, bayi yang dilahirkan secara normal memiliki keterikatan yang lebih tinggi dibandingkan yang dilahirkan melalui operasi caesar.

Pasalnya, ibu yang melahirkan bayi secara alami akan menyebabkan respon menangis lebih tinggi dari ibu yang memilih melahirkan secara caesar. Demikian fakta yang ditemukan para peneliti di Amerika.

Scan otak yang dilakukan terhadap 12 ibu yang baru melahirkan, ditemukan aktivitas yang menghubungkan motivasi dan emosi pada saat melahirkan secara alami.

Tim dari universitas Yale mengatakan, perbedaan hormon yang dihasilkan dalam proses kelahiran dapat menjadi kunci.

Kontraksi merupakan bagian terpenting untuk memicu produksi hormon Oksitosin ketika melahirkan secara alami dan juga mempunyai peran kunci untuk membentuk prilaku keibuan. Kelahiran secara caesar tidak akan memicu produksi hormon yang sama.

Tim Yale kemudian mendapatkan hasil scan otak dari 12 orang wanita dua atau empat minggu setelah mereka melahirkan-yang dikenal dengan periode postpartum awal. Setengahnya melahirkan secara caesar dan setengahnya lagi secara alami.

Perbedaan dalam aktivitas otak telah ditemukan tidak hanya berpengaruh terhadap respon ibu terhadap anak tapi juga menciptakan mood ibu.

Ketua Tim peneliti, DR James Swain mengatakan, penelitian yang dilaporkan dalam jurnal psikologi anak dan psikiatri itu diharapkan akan menciptakan keterikatan batin antara ibu dan anak.

"Hasil yang penelitian akan mendukung teori bahwa perbedaan kondisi melahirkan pada saat caesar atau alami
akan mempengaruhi tingkat respon yang terbentuk dalam otak setelah melahirkan,"ujarnya.

Profesor James Walker, pembicara untuk the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists mengatakan, pihaknya telah lama mengenali wanita yang melahirkan secara caesar mempunyai masalah dengan keterikatan dengan bayi mereka.

Bagaimanapun, Walker menambahkan, alasan masalah ini tidak selesai karena ada hubungan antara kesulitan ketika persalinan membuat melahirkan secara caesar menjadi pilihan utama.

Studi terakhir diperoleh hanya satu wanita yang tidak memilih melahirkan secara caesar dari enam orang yang melahirkan, tapi profesor Walker mengatakan, terdapat pengaruh karakteristik personal spesifik dari keluarga yang membuat kelahiran alami semakin sulit.

Dia menambahkan, ada kemungkinan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar lebih cepat proses persalinan ketimbang yang memilih secara alami.

Tidak adanya studi menyeluruh memperkirakan bahwa ibu yang memilih melahirkan secara caesar akan mengalami masalah keterikatan dengan bayi mereka.

"Tidak diragukan bahwa kebanyakan wanita yang memilih caesar tidak bisa menjadi ibu yang sempurna," katanya.

The National Childbirth Trust, Belinda Philips mengatakan, keterikatan antara ibu dan bayi adalah sangat penting dan respon dari bayi ketika menangis menjadi pelengkap naluri keibuan.

"Wanita yang memilih caesar harus mememluk anaknya yang baru lahir untuk bersentuhan langsung dengan kulit si bayi dan membantu memberi makan dan perawatan untuk bayi mereka," tuturnya.

Antara 10% dan 20% dari keseluruhan bayi di Inggris lahir secara caesar. Kecenderungan peningkatan kelahiran melalui operasi itu juga terjadi di Indonesia terutama kota besar. Penelitian semacam itu sebaiknya menjadi perhatian para wanita untuk lebih memilih melahirkan secara alami.
republika.co.id

Kamis, 03 November 2011

Kapan Bayi Boleh Tidur Pakai Bantal?

Bayi yang baru lahir sebenarnya tidak dianjurkan menggunakan bantal. Bayi yang baru keluar dari kandungan ibu akan merasa nyaman tidur jika posisinya datar. Kapan baiknya bayi boleh menggunakan bantal?

Bantal merupakan salah satu fasilitas tidur yang pentin. Orang yang terbiasa tidur memakai bantal akan merasa sakit dan kaku lehernya jika tidak menggunakannya. Tapi berbeda halnya pada anak-anak, penggunaan bantal saat tidur tergantung dari usia dan tempat dimana mereka tidur.

"Bayi yang berusia di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk menggunakan bantal, meskipun sudah terdapat dalam satu set perlengkapan tidur. Ini disebabkan hal tersebut akan mengurangi kenyamanannya dan mengganggu waktu tidurnya," ujar Judith Owens, seorang ahli pediatric sleep, seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (5/3/2010).

Selain itu anak usia tersebut belum membutuhkan dukungan untuk menyokong kepalanya dan yang lebih penting dapat menimbulkan risiko anak tercekik di bawah bantal. Sebagian besar penelitian juga menunjukkan bahwa bantal biasanya bukan suatu barang yang harus digunakan oleh anak dibawah usia 2 tahun.

Karena itu sebaiknya orangtua mulai memperkenalkan bantal pada anaknya ketika sudah berusia di atas 2 tahun. Namun jika anak dapat tidur nyenyak tanpa menggunakan bantal, orangtua tak perlu memaksanya dan bisa mulai memperkenalkannya secara bertahap.

Jika ingin mulai memperkenalkan bantal, usahakan menggunakan bantal khusus untuk bayi atau anak-anak dan bukan bantal orang dewasa. Karena bantal yang digunakan harus bisa menahan bayi sehingga mengurangi risiko tercekik. Bagi anak yang sensitif atau memiliki alergi tertentu, usahakan untuk menggunakan bantal yang non-alergi.

Selain memperhatikan usia si bayi, orangtua juga bisa melihat tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa anak sudah perlu bantal ketika tidur. Hal ini bisa dilihat dari perilaku anak yang harus berjuang agar bisa tidur di tempat tidur datar atau anak yang memang meminta sendiri penggunaan bantal tersebut.

Bentuk dan posisi bantal yang tidak tepat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit pada leher bayi, akibatnya bayi juga bisa mengalami demam. Karenanya pilihlah bantal yang sesuai dan usahakan diberikan pada bayi setelah berusia di atas 2 tahun.
source: detikhealth.com

Jumat, 28 Oktober 2011

Seluk-beluk Perawatan Tubuh Bayi

Merawat bayi memang bukan pekerjaan mudah. Padahal jika tak dirawat dengan bbenar dan kebersihannya tak dijaga, tubuhnya bakal rentan terhadap banyak penyakit. Bagian tubuh mana saja yang penting dirawat dan dijaga kebersihannya? Berikut penjelasan Dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH , staf medik pediatri RS Pondok Indah Jakarta.
TALI PUSAT
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir harus diperhatikan betul, sebab daerah ini mudah sekali terkena infeksi. Libatkan pangkal tali pusat dengan kasa steril yang dibasahi alkohol 70 persen. Ingat, pangkal tali pusat harus tertutup rapat. Lakukan dua kali sehari. Jaga agar kasa steril senantiasa lembab.
Jika tali pusat yang belum putus tak sengaja terkena air saat bayi dimandikan, keringkan dengan cotton buds  atau kasa steril, lalu beri alkohol 70 persen.
Jangan bubuhi ramuan apa pun pada pangkal tali pusat. Cukup alkohol 70 persen, karena tak mengandung zat-zat racun yang bisa diserap tubuh bayi. Selain itu, alkohol dapat membunuh kuman dan mengeringkan pangkal tali pusat, sehingga pangkal tali pusat menciut dan akhirnya puput  atau putus. Umumnya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga terjadi lebih dini atau lebih lambat.
MATA
Di sini terdapat sumber air mata yang terletak di atas mata. Setiap 3 detik, sumber air mata mengeluarkan air mata, yang lalu mengalir ke saluran di ujung tengah mata dekat hidung. Pada bayi baru lahir, karena di kandungan belum pernah menangis, maka sumber air mata belum berproduksi. Jadi, salurannya masih tertutup. Bisa juga, kadang terbuka tapi lalu menutup lagi, sehingga airmata yang seharusnya sudah mengalir jadi tergenang.
"Air mata ini 'aneh'. Dia membunuh kuman untuk beberapa menit, tapi setelah lewat beberapa menit, dia tak membunuh lagi, malah menjadi makanan kuman. Jadi, bila air mata tergenang atau tak mengalir, tumbuhlah kuman-kuman yang lalu menimbulkan tahi mata. Itu dapat membahayakan kornea," terang dokter spesialis anak yang juga praktek di RS International Bintaro ini.
Karena itu perlu dilakukan pemijatan di area sudut mata dengan menggunakan jari yang tak berkuku panjang atau cotton buds  yang dibasahi air matang. Pijat lembut dari sudut mata ke bawah dan ke arah hidung, selama 5-10 kali. Lakukan lebih kurang 2 minggu, karena setelah itu, umumnya saluran air mata telah terbuka tetap dan berfungsi. Untuk membersihkan tahi mata, gunakan kapas steril yang dibasahi air matang. Selalu gunakan satu kapas steril untuk tiap mata.
KULIT
Kulit manusia harus dibersihkan, karena merupakan "makanan empuk" bagi kuman-kuman kulit. Bayi baru lahir minimal dimandikan sehari sekali karena ia belum tahan dingin. Entah dengan cara berendam di bak mandi atau dilap dengan waslap basah yang sudah diberi sabun bayi. "Pilih yang mengandung Pro Vitamin B5. Ini berguna untuk merawat kesehatan kulit, memberi rasa nyaman, dan menjaga kulit tetap halus," kata Rini Budiyanti, Senior Brand Manager  PT Cussons Indonesia,
Agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, Rini menganjurkan pemakaian baby oil  yang mengandung Vitamin E. "Vitamin ini juga bermanfaat untuk membuat kulit tetap halus, lembut, dan terhindar dari lecet," terangnya dalam acara Ibu, Bayi & Balita  di SCTV, kerjasama nakita dengan PT Endrass Perdana.
Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan. Jika tak punya AC, ventilasi kamar harus baik.
Untuk mengatasi biang keringat, cukup diberi bedak khusus bayi. "Gunakan bedak bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, agar kulit si kecil tetap halus dan lembut," saran Rini pula.
Lalu, pada jam-jam yang banyak mengeluarkan keringat seperti siang hari, lap bagian tubuh yang banyak keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu basah non-alkohol. Lakukan sesering mungkin pada bayi yang banyak biang keringat, terutama di daerah-daerah lipatan.
KULIT KEPALA
Yang paling menjengkelkan tapi tak berbahaya ialah cradle crap  atau kerak di kulit kepala. Antara lain disebabkan kulit kepala terpolusi udara dan debu. Bersihkan dengan air matang setelah diberi obat dari dokter. Tapi jangan keras-keras karena setelah diberi obat, sebenarnya nanti akan ngelotok  sendiri.
Boleh juga menggunakan baby oil , diamkan kira-kira 10-15 menit, lalu pijat secara lembut, dilanjutkan dengan pencucian. Tapi ingat, jangan lakukan pijatan atau pembersihan dengan keras. Jika kulit kepala sampai berdarah dan infeksi, bisa berbahaya. Sebab, ada satu peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.
Usahakan kulit kepala tetap sejuk dan kering, karena kerak ini akan makin parah jika kulit kepala berkeringat. Jangan kenakan topi pada bayi kecuali jika sangat diperlukan dan lepaskan topi itu setelah bayi Anda berada di dalam rumah atau kendaraan.
RAMBUT
Kata Adi Tagor, untuk menumbuhkan rambut bayi sebenarnya tak perlu sampo. Ia lebih menganjurkan pemakaian daun seledri sebagai perangsang. Tapi, boleh-boleh saja menggunakan sampo khusus bayi dan cukup dua kali seminggu.
Rini menyarankan pemakaian sampo bayi yang mengandung Pro Vitamin B5, agar rambut tetap sehat, mudah diatur, dan lebih bercahaya. "Untuk membantu pertumbuhan rambut, bisa digunakan hair lotion  yang juga mengandung Pro Vitamin B5 dan Vitamin E yang memberikan kelembaban ekstra pada kulit bayi yang sensitif," katanya.
Untuk bayi kecil, basahi rambutnya dengan semprotan halus atau dengan menuangkan secangkir air. Tambahkan satu-dua tetes sampo dan gosok lembut sampai berbusa. Hindari jangan sampai sampo mengenai mata. Basuh sampai bersih dengan semprotan lembut atau beberapa cangkir air.
Untuk bayi yang sudah dapat berdiri sendiri, gunakan alat khusus yang dapat melindungi mata dari aliran air dan sampo saat rambutnya dikeramasi.
HIDUNG
Bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri dan tak perlu perawatan khusus. Jika ada cairan atau kotoran yang keluar, bersihkan bagian luarnya. Jangan gunakan cotton buds, tisu yang digulung kecil atau jari Anda untuk mengeluarkan kotoran dari dalam hidung. Anda hanya akan mendorong kotoran itu lebih jauh ke dalam atau bahkan menggores membran pembatas hidung yang peka.
Jika bayi punya banyak lendir karena pilek sehingga menghambat pernapasan, sedot keluar dengan cara mengisapnya oleh ibu secara lembut atau dengan aspirator hidung bayi. Tutup sebelah lubang hidung dengan jari, lalu isap sebelahnya. Begitu bergantian. Jangan sekali-sekali mengisap kedua lubang sekaligus, karena berbahaya. Lendir dapat naik ke telinga tengah, sehingga menimbulkan infeksi telinga tengah.
TELINGA
Seperti hidung, bagian dalam telinga juga tak boleh dibersihkan. Anda boleh membersihkan jika kotoran itu sudah mencapai "pintu" keluar atau setelah melewati "tikungan" di dalam liang telinga luar. Gunakan cotton buds  yang diberi air hangat agar kotoran jadi lebih lunak, sehingga mudah dikeluarkan. Minta pertolongan dokter untuk membersihkan kotoran yang berada di dalam telinga dan keras.
Sementara daun telinga dapat dibersihkan tiap kali memandikan bayi. Gunakan cotton buds atau kapas yang dibasahi air hangat. Lakukan secara lembut.
MULUT
Sebenarnya mulut bayi tak perlu perawatan khusus. Apalagi sampai menggunakan kasa steril yang dibasahi air matang untuk membersihkan endapan susu di permukaan lidah. Salah-salah malah bikin lidah lecet. "Endapan susu tak perlu dibersihkan. Setelah usia 3 bulan, endapan susu tak ada lagi, karena bayi sudah mulai makan makanan padat. Jadi, cukup diberi air putih saja untuk membersihkan mulutnya," jelas Adi Tagor. Setelah bayi tumbuh gigi, sekitar usia 6 bulan, boleh gusi dan gigi dibersihkan sekali sehari dengan kasa steril yang dibasahi air matang.
Penting diketahui, lanjut Adi Tagor, sampai usia sebulan, mulut dan bibir bayi mudah sekali ditumbuhi jamur candida. Jamur ini berasal dari orang dewasa, terdapat di selaput lendir dan lebih sering dijumpai di vagina. Jika tangan ibu tak bersih setelah memegang vagina, lalu memegang tangan bayi dan bayi memasukkan tangannya ke mulutnya, maka "hinggap"lah jamur candida di mulutnya. Gejalanya tampak dari munculnya busa-busa putih di area bibir dan mulut. Jamur candida bisa diobati dengan obat dari dokter.
KUKU
Sejak bayi baru lahir, kuku-kukunya boleh digunting. (Ada yang percaya harus menunggu 40 hari.)Tapi lakukan secara hati-hati, jangan sampai kulitnya ikut tergunting. Setelah digunting, kuku-kuku itu harus pula dikikir. Bila tidak, kuku-kukunya akan tetap tajam dan ini bisa berbahaya jika sampai mengenai kornea mata. Ingat, bayi selalu menggunakan tangannya untuk menyentuh apa saja, termasuk bagian-bagian wajahnya.
Untuk mencegah kuku-kuku bayi menggores bagian-bagian yang membahayakan, tutuplah dengan sarung tangan saat bayi sedang tak diawasi. Selama ia dalam pengawasan, tangannya tak usah diberi sarung. Sebab, tangan merupakan bagian dari pancaindera yang harus dikembangkan, yaitu indera peraba yang justru merupakan indera utama pada bayi. Apalagi bayi baru lahir mulai mengenal dunianya lewat sentuhan. Pegang saja tangannya dengan lembut saat mau mencakar atau menyentuh sesuatu yang berbahaya.
Pengguntingan kuku bayi dapat dilakukan saat ia tidur atau kala terbangun. Minta bantuan seseorang untuk memeganginya selama Anda menggunting kuku-kukunya. Gunakan selalu gunting kuku bayi yang berujung membulat/tumpul. Untuk menghindari kulit ikut tergunting, tekan "bantalan" jari ke bawah menjauh dari gunting. Jika terjadi "kecelakaan kecil", tekan bagian yang tergunting dengan pembalut steril sampai darah berhenti dan berikan obat antiseptik.
BOKONG
Area ini mudah terkena masalah, karena sering berkontak dengan popok basah dan terkena macam-macam iritasi dari bahan kimia serta mikroorganisme penyebab infeksi air kemih/tinja, maupun gesekan dengan popok atau baju. Biasanya akan timbul gatal-gatal dan merah di sekitar bokong.
Meski tak semua bayi mengalaminya, tapi pada beberapa bayi, gatal-gatal dan merah di bokong cenderung berulang timbul. Tindak pencegahan yang penting ialah mempertahankan area ini tetap kering dan bersih. Jika usaha pencegahan tak berhasil, yang dapat Anda lakukan ialah:
* Jangan gunakan diapers  sepanjang hari. Cukup saat tidur malam atau bepergian.
 * Jangan ganti-ganti merek diapers . Gunakan hanya satu merek yang cocok untuk bayi Anda.
 * Lebih baik gunakan popok kain. Jika terpaksa memakai diapers , kendurkan bagian paha untuk ventilasi dan seringlah menggantinya (tiap kali ia habis buang air kecil/besar).
 * Tak ada salahnya sesekali membiarkan bokongnya terbuka. Jika perlu, biarkan ia tidur dengan bokong terbuka. Pastikan suhu ruangan cukup hangat sehingga ia tak kedinginan.
 * Jika peradangan kulit karena popok pada bayi Anda tak membaik dalam 1-2 hari atau bila timbul lecet atau bintil-bintil kecil, hubungi dokter anak Anda.
 * Penting pula diperhatikan faktor makanan. Para ibu yang menyusui bayinya dengan ASI harus menghindari makanan yang mengandung lemak, asam dan pedas karena dapat membuat bayi sering buang air besar sehingga pantatnya jadi lecet. Ini harus diobati dengan obat dari resep dokter.
tabloidnova.com

Selasa, 25 Oktober 2011

Tips Ketika Bayi Terluka & Berdarah

SAAT si kecil jatuh ke lantai dan menangis keras, Moms langsung mendekatinya. Tak lama kemudian, darah segar mulai mengucur. Moms bingung, panik, khawatir dan was-was, apa yang musti dilakukan bila si kecil terluka apalagi sampai berdarah?
Jika kondisi ini Anda hadapi, simak saja tips berikut:

Tindakan Pertolongan Pertama

Bila si kecil terjatuh atau terantuk benda asing hingga menimbulkan luka, yang harus dilakukan oleh orangtua antara lain:

- Pertama dan utama, jangan panik! Bila bayi terjatuh hingga menimbulkan luka sebaiknya perhatikan terlebih dulu apakah jaringan mengalami kerusakan atau luka tersebut disertai perdarahan atau tidak?

- Bila terjadi perdarahan, segera bersihkan luka dari kotoran dengan air bersih. Bila ragu menggunakan air keran, dapat menggunakan air minum mineral yang banyak tersedia di rumah.

- Tutup luka dengan kain kasa steril. Dengan telapak tangan lakukan penekanan pada kasa yang menutup luka tadi selama 5 menit terus menerus untuk menghentikan perdarahan.

Bila perlu, luka diikat dengan kain perban atau plester tapi tidak terlalu keras dan tidak menganggu sirkulasi pada bagian tubuh yang terluka. Yang penting perdarahan tidak berlangsung terus, karena tubuh akan menghentikan perdarahan dengan sendirinya. 

- Dalam melakukan penekanan, jangan menggunakan kapas. Serat-serat kapas akan tertinggal di permukaan luka dan merupakan benda asing yang menghambat proses penyembuhan luka.

- Luka yang sudah dibalut dengan kain kasa sebaiknya jangan banyak dimanipulasi karena hanya akan menghambat proses penyembuhan.

- Tidak benar bahwa luka tidak diperbolehkan terkena air. Jika kain balutan basah -misalnya karena tersiram air saat mandi- segera ganti dengan yang baru.

- Jika luka sudah kering,  tidak perlu memakai kain kasa lagi.

- Hubungi dokter Anda jika luka si kecil tampak kemerahan, mengalami pembengkakan, teraba lebih hangat dibandingkan dengan jaringan sekitar disertai nyeri atau terlihat ada nanah.

- Pada perawatan luka, hindari penggunaan atau pemberian zat-zat yang justru menimbulkan iritasi pada luka tersebut seperti alkohol, rivanol, povidon iodine, atau sabun antiseptik maupun larutan antiseptik.

Luka Besar atau Terbuka

Nah, bila lukanya besar atau terjadi luka terbuka, yang harus dilakukan adalah:

- Bersihkan luka dengan air sebersih mungkin agar tidak menimbulkan infeksi. Perhatikan keadaan luka apakah lukanya dalam atau tidak dan seberapa besar lukanya.

- Tutup seluruh permukaan luka dengan kain kasa steril. Dengan telapak tangan lakukan penekanan pada kasa yang menutup luka tadi selama 5 menit terus-menerus.

- Jika darah merembes melalui kasa, jangan ganti atau buang kasa tersebut. Tambah kasa baru di atasnya dan terus lakukan penekanan.

- Segera hubungi dokter anak Anda atau bawa ke UGD terdekat jika luka besar atau terjadi hal-hal berikut:

1. Perdarahan tetap berlangsung setelah melakukan penekanan 5 menit atau perdarahan berulang kembali.
2. Kotoran pada luka tidak bisa dibersihkan dengan sempurna atau terdapat benda asing pada luka.
3. Lokasi luka terdapat di wajah atau leher.
4. Luka disebabkan oleh gigitan manusia, luka bakar, luka karena sengatan listrik atau luka tusuk.
5. Luka yang panjangnya lebih dari 3cm atau luka yang dalam dan terlihat jaringan tubuh yang terletak di bagian dalam (otot, syaraf tulang).
source: http://www.balita-anda.com

Perawatan Bayi Baru Lahir

Anda calon ibu atau bunda yang barus saja melahirkan bayi mungil? Tak perlu bingung perawatan seharo-hari apa saja yang mesti diperhatikan, ikuti tips berikut. Sedikitnya ada 7 perawatan bayi baru lahir yang harus dilakukan:
1. Perawatan Mata
Kedua mata di bersihkan dengan kapas bersih yang sudah dibasahi dengan air matang. Jangan lupa perhatikan di kedua mata bayi yang baru lahir, apakah ada tanda-tanda infeksi mata. Mata yang terinfeksi akan banyak kotoran, putih mata biasanya merah dan kelopak mata membengkak. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
2. Perawatan Wajah
Agar bayi terhindar dari infeksi kulit maka kulit wajahpun harus dijaga kebersihannya dengan cara kulit wajah di seka dengan air matang.
3. Perawatan Mulut
Bila pada mulut, bibir, atau lidah bayi tampak seperti bekas susu yang tebal dan sulit dibersihkan, maka bayi tersebut kena jamur mulut. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
4. Perawatan kulit Bayi.
Pada lipatan-lipatan kulit harus senantiasa di jaga agar senantiasa kering, kulit yang lemab mudah terkena infeksi. Apabila bayi BAK atau BAB bersihkan dengan air hangat, kemudian dilap sampe kering dengan kain yang halus.
5. Perawatan Tali Pusat
Bungkus tali pusat dengan kasa steril hingga membungkus pangkal dan tali pusat, gantilah kasa 2x sehari sehabis mandi dan jika basah oleh air kencing, tali pusat harus senantiasa kering dan tidak berbahu, Apabila tali pusat terinfeksi akan basah berbau dan merah meradang, bayi akan menangis bila tali pusatnya tersentuh, Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menghindarkan bayi dari penyakit tetanus dan radang selaput otak. Tali pusat yang sehat akan terlepas / puput setelah bayi berumur 6-7 hari.
6. Pemakaian Popok.
Ganti popok bayi setiap kali basah oleh air kencing dan tinja. Bersihkan bagian bokong bayi dengan air bersih dan keringkan. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah infeksi kulit atau kulit lecet.
7. Memandikan Bayi.
Mandikan bayi di ruangan yang cukup hangat dan tak banyak angin. Mandikan bayi 2x sehari dengan mengunakan air bersih dan sabun bayi. Sabun mandi orang dewasa tak boleh dipakai oleh kulit bayi.
source: bayibalita.com
Related Posts with Thumbnails

Tips Memilih Pakaian Untuk Bayi

Memilih pakaian bayi, terkadang gampang-gampang susah. Karena di satu sisi orang tua beranggapan bahwa pakaian model tertentu adalah yang terbaik, namun sebaliknya si kecil tidak merasa nyaman memakainya. Untuk itu, dalam memilih pakaian bayi, Anda harus melihatnya dari dua sudut pandang, yaitu sebagai orang tua dengan pemahaman akan model dan warna, sekaligus sebagai bayi dengan pemahaman sederhana akan kenyamanannya. Ketika Anda berbelanja ke toko pakaian anak/toko pakaian bayi, berikut ini tips dalam memilih pakaian untuk bayi:
1. Sediakan dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan. Selain karena kotor oleh pipis, bisa jadi -walaupun tidak diharapkan - bayi muntah karena sakit. Jangan sampai kekurangan pakaian.
2. Nyaman, mudah dipakai dan dicuci serta tidak luntur. Salah satunya adalah dengan mengunjungi toko pakaian bayi - toko pakaian anak yang lengkap.
3. Posisi kancing beradap di depan, tapi jangan terlalu banyak jumlahnya, dan pastikan terjahit kuat karena bisa tertelan kalau dia mulai usil menggunakan tangannya.
4. Kalau berbentuk T-Shirt, lubang leher dan lengan haruslah lebar
5. Jahitan tidak kasar.
6. Beli yang besarnya berdasarkna berat badan, bukan usia.
7. Selalu bawa sepasang kaus kaki ekstra, jika diluar rumah dingin
8. Percaya atau tidak, barangkali hal ini terdengar lucu. Tapi coba potong kaki celana bayi yang sudah tak bisa dipakai karena sempit. Anda akan mendapatkan ekstra waktu selama sebulan lagi,celana tersebut masih bisa dipakai.

9. Karena bayi tumbuh, belilah pakaian yang lebih besar daripada ukuran bayi Anda saat membeli pakaian. Anda bisa membeli di pusat perbelanjaan yang jual baju anak - jual baju bayi sehingga banyak pilihan di sana.
10. Cuci baju baru yang dibeli dari tempat jual baju bayi tsb sebelum dipakai. Walaupun dikemas dengan baik di toko/tempat jual baju anak, pada proses pengiriman dari produsen ke distributor bisa saja baju-baju tersebut bersentuhan dengan kotoran, kuman atau binatang pengerat.
http://tipsanda.com

Senin, 24 Oktober 2011

Atasi Bayi menggigit saat saat diberi ASI

Menyusui Bayi: Cara Atasi Bayi Saat Menggigit
      Menyusui bayi tentu tidak semudah yang Anda pikirkan bukan? Banyak ibu yang mempunyai pengalaman kurang mengenakkan saat menyusui bayinya, salah satunya ketika sang bayi menggigit puting payudara ibu, apalagi saat sang bayi mulai tumbuh gigi. Bermacam-macam reaksi sang ibu saat itu terjadi, mulai dari berteriak kaget, menjerit, refleks menarik payudara dari sang bayi sampai dengan yang diam saja meskipun harus menahan rasa sakit.
      Berbeda reaksi sang ibu saat menyusui bayi, maka akan berbeda pula yang akan dilakukan oleh sang bayi setelahnya. Bila Anda menjerit atau berteriak saat bayi menggigit saat disusui, biasanya bayi akan terkejut dan trauma sehingga bisa saja menjadi enggan untuk disusui. Namun ada juga bayi yang justru penasaran, sehingga melakukannya berulang-ulang untuk melihat reaksi ibunya dan menganggapnya sebagai permainan.
      Biasanya seorang bayi yang menggigit puting ibunya saat disusui disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tertidur saat sedang menyusu atau karena perhatiannya terganggu oleh sesuatu di sekitarnya. Namun, bila saat menyusui bayi ia terus menggigit tanpa sebab yang jelas, Anda harus mencari tahu apa penyebabnya dan berusaha untuk memuaskan kebutuhan bayi untuk menggigit dengan cara lain seperti dengan memberinya teether atau mainan khusus bayi yang aman untuk digigit.
      Bila bayi Anda menggigit saat disusui, sebaiknya Anda tetap bersikap tenang dan tidak melakukan sesuatu yang dapat membuatnya kaget, kemudian lepaskan mulut bayi dari puting Anda secara perlahan untuk menghindari rasa sakit yang lebih hebat. Atau bila Anda menangkap tanda-tanda bahwa bayi Anda akan menggigit puting, segera masukkan jari kelingking Anda ke sudut mulutnya dan tempatkan di antara kedua gusinya. Dengan demikian, saat menyusui bayi Anda ia akan teralihkan dan lebih memilih untuk menggigit jari dibandingkan puting payudara Anda.
Untuk mengatasi bayi Anda agar tidak berulang kali menggigit puting payudara saat sedang disusui, Anda dapat mengikuti cara-cara menyusui bayi berikut ini :
  • Bila bayi menggigit puting payudara berulang-ulang, berikanlah lebih banyak ciuman, pelukan dan pujian saat dia berhasil menyusu tanpa menggigit. Dengan demikian, saat menyusui bayi Anda ia akan sedikit mengerti bahwa Anda lebih menyayanginya bila dia tidak menggigit saat disusui.
  • Tataplah mata bayi dengan menunjukkan rasa tidak senang saat bayi menggigit puting payudara Anda, serta segera hentikan kegiatan menyusui tersebut. Dengan begitu, saat menyusui bayi Anda ia akan menyadari bila hal tersebut Anda tidak suka ia melakukan itu dan tidak akan mengulanginya lagi di lain waktu.
  • Usahakan menyusui bayi di tempat yang tenang dan tidak banyak suara benda maupun orang yang dapat mengganggu konsentrasinya. Terkadang bayi menggigit karena mendengar suara asing dan berusaha menoleh ke sumber suara tanpa melepaskan mulutnya dari puting payudara.
  • Bila menyusui bayi, ia suka menggigit bisa saja dikarenakan ia merasa kurang perhatian dari Anda, misalnya bila Anda menyusui sambil chatting, membaca buku atau hal-hal lainnya. Untuk menghindari hal tersebut, ajaklah bayi Anda mengobrol, menyanyikan lagu untuknya atau usap-usaplah kepalanya saat menyusuinya.
  • Terkadang bayi menggigit puting payudara ketika sudah akan berakhir menyusunya. Karena itu perhatikan saat menyusui bayi ia akan berhenti dan kenali tanda-tanda dia akan selesai menyusu. Jika sedotan bayi sudah mulai melemah atau gerakannya melambat, maka cobalah untuk menarik puting payudara Anda secara perlahan dari mulut si kecil.
  • Sediakan teether atau mainan yang aman untuk digigit sebelum Anda menyusui bayi Anda, terutama saat bayi Anda baru tumbuh gigi, agar ia tidak penasaran menggigit barang-barang yang lain, termasuk puting payudara Anda. Berikan kembali mainan tersebut setelah ia selesai menyusu untuk menghilangkan kepenasarannya terhadap puting payudara Anda.
  • Jangan menyusui bayi bila dia tidak benar-benar lapar. Bila itu dilakukan, puting payudara Anda hanya akan menjadi "mainan" bagi si kecil dengan menggigit-gigitnya saja tanpa menyedot ASI, karena dia belum menginginkannya.
source: melindahospital.com

Makanan Bayi Tambahan Selain ASI

Makanan Bayi Tambahan Selain ASI
      Makanan bayi selain ASI pada makanan tambahan sebelum memasuki usia 6 bulan ternyata juga penting bagi perkembangan si kecil untuk memenuhi kebutuhan giznya. Bayi bisa diberikan makanan bayi tambahan pada usia 4 bulan. Di usia inilah Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berupa makanan bayi padat bisa Anda jadikan asupan yang bergizi bagi tumbuh kembang si kecil. Walaupun memang beberapa ahli gizi menyarankan agar bayi tetap diberikan ASI atau susu formula saja hingga usianya mencapai 6 bulan, hal ini guna mengurangi resiko pada bayi alergi terhadap makanan selain ASI atau sufor.
      Namun, beberapa hal yang perlu para ibu ketahui mengenai jenis makanan bayi padat apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak diperkenankan bagi si kecil. Makanan tambahan adalah makanan bayi selain ASI atau susu botol, sebagai penambah kekurangan ASI atau susu pengganti (PASI). Pemberian makanan tambahan adalah memberi makanan lain selain ASI untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan nutrisi dengan jumlah yang didapat dari ASI.
      Makanan tambahan pada makanan bayi berarti memberi makanan lain selain ASI dimana selama periode pemberian makanan tambahan seorang bayi terbiasa memakan makanan dewasa. MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan keterampilan motorik oral.
      Pengenalan dan pemberian MP-ASI pada makanan bayi harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
      Cara memberikan makanan bayi untuk makanan tambahannya adalah dari makanan tersebut berbentuk cairan dan kental lalu bertahap menjadi keras, seiring dengan proses dan umur perkembangan bayi, sehingga usus bayi pun terlatih dengan sendirinya terhadap makanan yang diterimanya.
Adapun jenis-jenis makanan tambahan bagi bayi, yaitu :
  • Makanan bayi lunak yaitu semua makanan yang termasuk yang disajikan dalam bentuk halus dan diberikan pada bayi yang pertama kali, misalnya bubur susu dan sari buah.
  • Makanan bayi lembek yaitu makanan peralihan dari makanan lunak ke makanan biasa seperti nasi tim.
  • Makanan bayi biasa yaitu makanan yang termasuk yang disajikan adalah makanan orang dewasa seperti nasi.
Selain itu makanan yang dibuat sendiri di rumah dengan cara memodifikasi makanan keluarga yang kaya energi dan nutrien. Makanan bayi tambahan juga bisa berupa makanan yang setengah jadi yang dijual di toko-toko yang merupakan produk hasil teknologi yang memiliki komposisi zat-zat gizi yang didalamnya disesuaikan dengan kebutuhan bayi terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi.
Makanan bayi padat pertama yang diberikan kepada anak haruslah mudah dicerna. Dan bukanlah makanan yang mempunyai resiko alergi yang tinggi. Jangan tergiur untuk menambahkan gula atau garam pada makanan bayi. Biarkan rasanya hambar, biarkan si kecil merasakan rasa asli dari makanan tersebut karena garam dapat mengancam ginjal bayi. Sementara gula dapat membuat bayi kelak menyukai makanan manis, sehingga dapat merusak giginya.
Makanan bayi tambahan yang baik adalah makanan yang kaya energi, protein dan mikronutrien (terutama zat besi, zink, kalsium, vitamin A, vitamin C dan fosfat), bersih dan aman, tidak ada bahan kimia yang berbahaya atau toksin, tidak ada potongan tulang atau bagian yang keras yang membuat bayi tersedak, tidak terlalu panas, tidak pedas atau asin, mudah dimakan bayi, disukai bayi, mudah disiapkan dan dengan harga terjangkau.
source: melindahospital.com

Jadwal Makan Bayi

Jadwal Makan Bayi      Jadwal makan bayi yang tepat harus Anda lakukan secara rutin dan diberikan mulai dari pagi hari si kecil bangun hingga malam hari sebelum tidur. Pemberian makanan bayi yang baik dan sehat pun harus berupa makanan yang mengandung semua komposisi yang dibutuhkan oleh bayi yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
      Berikanlah jadwal makan bayi Anda yang baik dan benar agar apa yang dikonsumsinya sejak dini dapat berkembang dengan cepat sesuai dengan yang Anda harapkan. Selain itu, makanan yang Anda sajikan pun harus bervariasi dalam menu hariannya setiap minggu agar si kecil tidak merasa bosan. Jenis makanan yang bervariasi pun dengan tetap memperhatikan komposisi makanan 4 sehat lima sempurna.
      Jika Anda telah mengetahui pemberian jadwal makan bayi yang tepat, maka jangan memberikan snack atau camilan menjelang waktu makannya. Hal ini untuk menghindari nafsu makannya yang besar. Namun bila Anda ingin tetap memberikan camilan satu jam sebelum waktu makannya, Anda bisa memberikan si kecil snack yang sehat berupa buah ataupun sayur.
Berikut jadwal makan bayi yang tepat sesuai dengan usia bayi berdasarkan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) :
  • 0 - 4 bulan
  • Pemberian ASI eksklusif
  • 4 - 6 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur susu
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) ASI
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Bubur susu
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI
  • 6 - 9 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi tim
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Nasi tim
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Nasi tim
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
  • 9 - 12 bulan (bertahap)
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 10.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
    Pukul 16.00 (camilan) Buah segar/ biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Makanan keluarga (peralihan dari nasi tim)
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
  • 12 bulan
  • Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
    Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan keluarga
    Pukul 10.00 (camilan) Biskuit
    Pukul 12.00 (makan siang) Makanan keluarga
    Pukul 14.00 (sebelum tidur siang) -
    Pukul 16.00 (camilan) Biskuit
    Pukul 18.00 (makan malam) Makanan keluarga
    Pukul 21.00 (sebelum tidur) ASI/PASI
Jadwal makan bayi di atas merupakan sumber dari IDAI yang dapat Anda ikuti sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pada usia bayi 9 - 12 bulan sudah dapat diberikan makanan keluarga yaitu makanan yang Anda buat sendiri sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan oleh si kecil. Selain itu, untuk snack atau camilan dapat Anda berikan berupa buah, biskuit ataupun makanan sehat yang Anda buat sendiri dalam komposisi buah atau susu.
Maka dari itu, agar proses tumbuh kembang si kecil tetap sehat, maka sedari dini pula Anda harus memberikan jadwal makan bayi yang baik dan benar agar lebih teratur dalam pola makannya.
source: melindahospital.com

Cara Mengatasi Bayi Muntah Saat Makan

Bayi Muntah Saat Makan, Bagaimana Cara Mengatasinya ?
      Bayi muntah saat makan tentu sering ibu alami dan hal ini yang membuat ibu selalu khawatir dan sulit untuk diatasi. Hal ini bisa diakibatkan karena mulainya pemberian makanan semi padat, seperti bubur susu, jus buat, ataupun biskuit sereal. Selain itu, dengan pemberian makanan padat pun seperti nasi tim juga bisa menjadi penyebab bayi muntah.
      Jika makanan yang sudah dimasukkan langsung dimuntahkan kembali, bisa jadi terjadi masalah pada daerah sekitar mulut bayi. Untuk itu, perlu Anda ketahui dan jangan terlalu khawatir karena hal tersebut masih dalam tahap proses bayi untuk menelan dan mengunyah makanan. Proses inilah yang menyebabkan bayi muntah saat dimasukkan makanan, karena proses untuk menelannya belum baik atau bisa juga karena makanan yang Anda berikan tidak ia sukai.
      Jangan khawatir, hal ini tidak akan berlangsung lama dialami bayi hanya tahap awal ketika bayi diperkenalkan dengan makanan semi dan padat saja. Dan jika terjadi bayi muntah setelah makanan masuk ke dalam lambung setelah setengah jam, bisa saja terjadi kemungkinan adanya gangguan pencernaan. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi si kecil yang selalu saja muntah ketika saat atau setelah makan? Berikut penjelasannya.
Saat menelan refleksnya belum baik
Makanan yang Anda masukkan pertama kali ketika berada di bagian depan lidahnya, bayi akan berusaha menjulurkan lidahnya untuk menelan makanan. Tetapi karena akibat awal perkenalan makanan maka bisa jadi bayi pun mengeluarkan lagi makanannya. Seperti halnya dalam belajar merangkak, ketika ia memulai untuk maju yang terjadi adalah ia melakukan mundur karena proses koordinasi pada motoriknya belum baik.
Jika yang terjadi ketika makanan dimuntahkan oleh bayi, maka jangan lakukan untuk memaksanya memasukkan makanan kembali pada posisi bayi mendatar. Ini dapat menyebabkan bayi batuk dan muntah, serta berbahaya jika makanan yang masuk bisa mengganggu saluran pernafasan dan terjadi penyumbatan hingga berakibat fatal.
Refleks menelan ini akan segera membaik dan tergantung pada kemampuan masing-masing bayi. Pada umumnya, proses tersebut bisa dilakukan dengan baik jika setelah usia 6 bulan ke atas. Namun, bila si kecil masih tetap mengalami hal yang serupa pada tahap awal perkenalan sulit untuk menelan makanan semi padat dan padat, maka Anda dapat mengatasinya dengan mengencerkan kembali makanan tersebut hingga ia dapat menelan.
Tidak kenal dan tidak suka dengan makanan
Saat bayi harus memulai dengan makanan yang baru baik semi padat ataupun padat, tentu ia baru mengenal makanan yang akan dikonsumsinya dan berbeda dari makanan sebelumnya. Pada awal pengenalan inilah tentu bayi tidak mengenal atau bahkan tidak menyukai makanan yang Anda berikan. Dengan begitu, ia akan mudah menolak dan memuntahkannya.
Jika kembali bayi memuntahkan makanannya, maka jangan Anda memaksanya kembali untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya karena ini hanya akan membuat bayi menjadi trauma saat melihat makanan yang Anda berikan. Tetapi cobalah untuk mengencerkannya sedikit agar bayi mau makan.
source: melindahospital.com

Perawatan Bayi Prematur dengan Metode Kangguru

Perawatan Bayi Prematur dengan Metode Kangguru
Sebagian dari Anda mungkin belum mengenal metode yang disebut juga Perawatan bayi lekat ini. Metode kangguru ditemukan sejak tahun 1983 dan bermanfaat untuk merawat bayi yang lahir dengan berat badan rendah, baik itu selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
Metode kangguru mampu memberikan kebutuhan asasi bayi dengan berat lahir rendah, caranya melalui penyediaan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehingga memberikan peluang untuk beradaptasi lebih baik dengan dunia luar. Metode kangguru juga lebih disenangi bayi dan bermanfaat karena dapat memberikan rasa aman, nyaman, menguatkan insting bayi dengan merasakan detak jantung ibunya lalu mencari-cari sendiri putingnya.

Metode kangguru dapat dilakukan dua minggu setelah kelahiran, dan berikut kriteria bayi yang dapat melakukan perawatan metode kangguru :
- Umumnya bayi dengan berat badan lebih-kurang 2000 g.
- Bayi yang tidak mengalami kelainan atau penyakit yang menyertai, serta refleks dan kordinasi isap serta menelan yang baik juga dapat menjalani metode ini.
- Bayi harus memiliki perkembangan baik selama berada di inkubator.
- Kesiapan serta keikutsertaan orangtua, akan sangat mendukung dalam keberhasilan metode kangguru.

Adapun keuntungan dari perawatan bayi menggunakan metode kangguru ini, di antaranya :
- Menstabilkan suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan bayi
- Meningkatkan hubungan emosi ibu-anak
- Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi lebih baik lagi
- Bayi menjadi tidak berlama-lama menangis
- Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi
- Meningkatkan produksi ASI
- Menurunkan resiko infeksi selama dalam perawatan di rumah sakit
- Mempersingkat masa rawat di rumah sakit

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan metode kangguru:
1. Berikan bayi Anda pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan terlebih dahulu.
2. Letakkan bayi di dada Anda, dengan posisi tegak dan bersentuhan langsung dengan kulit Anda. Pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada Anda. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada Anda dengan kepala agak sedikit mendongak. Anda juga dapat mengenakan baju dengan ukuran besar sehingga posisi bayi bisa diletakkan di antara payudara lalu baju ditangkupkan. Kenakan selendang yang dililitkan di perut Anda agar bayi tidak terjatuh.
3. Jika baju tidak dapat menyokong bayi, Anda dapat menggunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong yang khusus dibuat untuk menjaga tubuh bayi.
4. Selama melakukan metode kangguru ini, Anda masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bergerak bebas walaupun berdiri, duduk, berjalan, makan dan mengobrol. Namun pastikan, saat tidur, posisi Anda setengah duduk atau meletakkan beberapa bantal di belakang punggung.
5. Jika Anda lelah, metode ini dapat dilakukan juga oleh ayah atau orang lain.
6. Perhatikan persiapan sang ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pemberian ASI, dan kebersihan ibu juga bayinya.

Metode ini dapat diterapkan sampai bayi tidak ingin menjalani jenis perawatan ini lagi, atau biasanya sekitar usia 36 minggu karena bayi sudah besar. Dan di usia ini, dokter akan memeriksa retina agar kebutaan dapat dicegah, telingga, tulang, dan vaksinasi, namun biasanya menunggu sampai bayi beratnya mencapai 2 kg.

Dokter juga akan memeriksa jumlah dan waktu minum bayi, misalnya ad libitum atau kemampuam bayi dalam meminum ASI (kira-kira 180-200 ml/kg/hari). Lalu memeriksa kenaikan berat badan sang bayi, minimal 20-30 gram atau 1 minggu sekitar 2 ons dan memantau pertumbuhannya.

Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi baik ditambah dengan kenaikan berat badan, maka bayi prematur ini sudah siap dirawat di rumah dan tumbuh seperti bayi normal lainnya. Jika Anda masih bingung mengenai tata-cara Perawatan bayi prematur dengan metode kangguru ini, Anda dapat menggali informasi lebih dalam dari dokter atau pihak-pihak yang berpengalaman dalam metode kangguru.
source: melindahospital.com

Cara Menyimpan ASI

Bingung bagaimana Cara menyimpan asi yang benar sebaiknya bagi para ibu membaca sekilas Tips Cara Menyimpan Asi Perah agar tidak terjadi sesuatu hal yg sifatnya merugikan kesehatan sang anak. Memang banyak sebab mengapa asi perlu disimpan salah satunya karena Ibu tidak dapat menyusui anak secara langsung. Contoh sang ibu sedang jatuh sakit dan memerlukan istirahat, bisa juga karena bayi telah dapat diberi makanan tambahan pelengkap pendamping ASI. Selain itu penyebabnya seperti sang Ibu tidak dapat bersama sang bayi dikarenakan harus bekerja diluar rumah tapi selalu menginginkan supaya bayi Ibu mendapatkan asupan gizi dari Asi terbaik setiap saat.
Cara Menyimpan Asi
Memerah ASI dengan tangan:
Sebelum mulai memerah ASI, kompres payudara Ibu dengan air hangat agar otot-otonya melunak. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memerah ASI. Persiapkan peralatan yang diperlukan seperti baskom bersih untuk tempat ASI perahan dan kain bersih untuk lap. Selanjutnya segeralah memerah ASI:
* Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari bagian atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh, termasuk bagian bawah payudara.
* Langkah berikutnya, tekan perlahan-lahan pada area di belakang areola (kulit berwarnya gelap diseputaran puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
* Tekan kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah pucuk puting agar mengeluarkan ASI Ibu. Berhati-hatilah ketika menekannya, ASI bisa dapat memancar ke segala arah :)
Cara Menyimpan Asi dengan pompa elektrik:
Dengan pompa ASI, Ibu bisa memerah dengan lebih cepat dan mudah dibanding menggunakan tangan. Kendurkan otot dan saluran ASI di payudara dengan menaruh handuk hangat kuku di atas payudara bisa juga dengan mengurut-urut sebelumnya dan pastikan pompa yg akan digunakan sudah disterilkan sebelum dipakai.
Lamanya memompa ASI sangan bergantung pada pompa yang ibu digunakan. Pemerahan ASI bisa mencapai waktu antara 15/45 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Menyimpan ASI perah:
Simpan ASI di lemari es bawah atau di bagian pembeku freezer. Sekali dihangatkan, semua ASI yang tersisa harus dibuang. Jangan lupa juga untuk menuliskan tanggal pada ASI yang Ibu simpan. ASI dapat disimpan selama beberapa waktu:
* 72 jam di dalam kulkas
* Tiga bulan di dalam freezer (penyimpanan ini dapat mengurangi jumlah antibodi dalam ASI)
Cara mengatasi ASI yang membeku:
Rendam ASI di air panas sampai mencair seluruhnya. Periksa suhu ASI sebelum diminumkan kepada bayi Ibu dengan cara meneteskannya ke punggung tangan. Setelah itu, berikan ASI sesegera mungkin. Harap untuk diingat, jangan pernah melelehkan apalagi menghangatkan ASI di microwave karena banyak sekali terdapat zat-zat penting dalam ASI akan hancur. Bukan hanya itu saja, panas yang ditimbulkan dari microwave tidak rata, sehingga dikhawatirkan akan sangat berbahaya bagi bayi karena terlalu panas
(Sumber http://www.clubnutricia.co.id).

Beberapa posisi menyusui yang benar

Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan perispan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.
1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.
5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.
source: bayidananak.com

Posisi Bayi Saat Menyusu

Dalam minggu-minggu awal posisi menyusui yang baik sangatlah penting. Posisi menyusui yang baik dapat menjaga kesehatan puting susu, menghidarkan dari luka serta memungkinkan bayi menyusu dengan efisien. Luka pada puting ini sesungguhnya dapat dihindarkan dengan posisi menyusui yang benar.
Anda mungkin menyadari bahwa ini adalah topik yang panjang. Namun yakinlah bahwa keberhasilan menyusui telah dicapai ibu dan bayi sejak ratusan tahun lalu. Namun sesederhana apapun suatu hal, tetap dibutuhkan penjabaran untuk menggambarkannya dengan baik.
Tahapan Dasar untuk Posisi Menyusui yang Baik
  1. Posisikan diri pada keadaan nyaman, gunakan penyanggah di bagian punggung, bantal penyanggah tangan, dan penggunaan penyaggah kaki khusus atau buku telepon untuk menyamankan posisi kaki.
  2. . Posisikan bayi dekat dengan ibu, pinggul bayi menyamping (kearah badan ibu), sehingga bayi tidak menggerakkan kepalanya untuk mencapai payudara. Mulut dan hidung bayi menghadap puting ibu. Jika memungkinkan minta bantuan seseorang untuk memposisikan bayi setelah anda duduk nyaman. (Lihat Seputar Aturan Dasar”)
  3. Sanggah payudara sehingga tidak menekan dagu bayi. Dagu bayi diarahkan ke payudara. (Lihat Tehnik Menyanggah Payudara” di bawah ini)
  4. Lekatkan bayi pada payudara ibu. Bantu bayi agar mau membuka lebar mulutnya dan tarik bayi sedekat mungkin dengan menyanggah punggungnya (bukan kepalanya) sehingga dagu bayi terarah ke payudara ibu. Hidung bayi akan bersentuhan dengan payudara. Tangan ibu membentuk leher kedua/sanggahan leher untuk bayi (lihat “Apakah bayi saya pada posisi yang benar” di bawah ini)
  5. Nikmatilah! Bila anda merasa puting anda sakit, lepaskan bayi dari payudara dan posisikan kembali perlahan.
Tahapan ini mungkin harus sering diulang pada masa awal menyusui. Namun pada akhirnya anda dan bayi anda akan menemukan cara yang paling sesuai.
Seputar Aturan Dasar
Semakin berpengalaman anda dan bayi anda dalam hal menyusui, anda akan menemukan bahwa posisi menyusui dapat diubah-ubah dalam banyak cara, bahkan pada saat perpindahan menyusui ke menyusui berikutnya. Anda dapat menggunakan cara yang paling sesuai dengan anda yang terpenting anda merasa nyaman dan bayi dapat menyusui dengan baik. Cobalah beberapa posisi menyusui di bawah ini.
Ingat, penting untuk meletakkan bayi setinggi puting anda di setiap posisi manapun. Posisi bayi terlalu bersandar dapat menyebabkan bayi merasakan sakit pada punggung, leher/ketegangan pada bahu ataupun sakit / luka pada puting ibu.
Posisi Mendekap
Posisi ini sangat sering digunakan pada minggu-minggu pertama menyusui. Posisi Mendekap-Silang” memberikan ibu keleluasaan kontrol yang lebih.
Ketika menyusui bayi di pangkuan pada posisi ini, bayi harus berbaring menyamping, bersandar pada bahu dan pinggulnya serta tinggi mulut sejajar dengan putting ibu. Gunakan bantuan bantal untuk menaikkan posisi bayi dan menyanggah siku anda sehingga bayi berada posisi setinggi putting ibu, terutama di minggu-minggu awal menyusui. Sanggahlah payudara anda dengan genggaman U” atau genggaman C”. Lihat penjelasan pada Tehnik Menyanggah Payudara “ dibawah ini. Kepala bayi akan berada di lengan atas ibu dan punggungnya pada lengan dalam dan telapak tangan ibu. Pada saat menunduk anda dapat melihat bagian samping badan bayi. Sedikitnya setengah inchi bagian aerola (bagian gelap dari puting susu) payudara ibu berada dalam mulut bayi. Pastikan telinga, bahu dan pinggul bayi dalam posisi garis lurus. Layaknya bayi yang baru lahir, kepala dan pantat bayi akan berada pada posisi sejajar.

Posisi Mendekap-Silang”
Pada masa awal menyusui, banyak ibu yang menemukan variasi posisi mendekap atau dikenal dengan posisi mendekap-silang sangatlah berguna. Posisi ini menggunakan penyanggah bantal yang diletakkan di pangkuan ibu dan berfungsi menaikkan posisi badan bayi agar mencapai puting susu ibu. Bantal yang digunakan juga harus dapat menyanggah kedua siku ibu sehingga berat bayi tidak tertopang di tangan ibu, menahan berat bayi di tangan dapat menyebabkan ibu merasa lelah sebelum proses menyusui selesai.
Posisikan tangan kiri pada genggaman U” untuk menyanggah payudara pada saat menyusui di payudara kiri (lihat Tehnik Menyanggah Payudara). Jari-jari tangan kanan digunakan menyanggah bayi. Posisikan tangan anda dengan perlahan di belakang telinga dan leher bayi, letakkan ibu jari dan jari telunjuk di masing-masing belakang telinga bayi. Biarkan leher bayi bersandar pada telapak tangan antara ibu jari dan telunjuk yang membentuk lapisan leher kedua untuk bayi Telapak tangan berada pada bagian badan antara bahu bayi. Sejak awal akan menyusui bayi pastikan posisi mulut bayi dekat dengan puting susu anda. Pada saat bayi membuka mulutnya, bantulah dengan mendorongnya perlahan dengan telapak tangan anda yang berada di antara bahunya. Pastikan sedikitnya ½ inchi bagian aerola dari puting ibu berada dalam mulut bayi.
Posisi Mencekram atau Sepak bola
Posisi ini sangat baik untuk ibu yang melalui proses melahirkan secara caesar, dengan posisi ini bayi berada jauh dari luka operasi. Pada umumnya bayi sangat menyukai posisi ini. Posisi ini juga memudahkan bayi untuk bereaksi lebih baik pada saat ibu berada pada kondisi air susu mengalir karena refleks (mengalir dengan sedirinya).
Pada posisi ini, bayi berada di posisi samping ibu dengan tangan ibu menyanggah kepala bayi sementara punggung bayi berada sepanjang lengan. Anda menyanggah payudara dengan posisi genggaman C” ( Lihat Teknik Menyanggah Payudara” untuk mengetahui posisi ini lebih lanjut). Posisikan bayi menghadap anda dengan mulut bayi berada pada ketinggian yang sama dengan puting ibu. Kaki bayi berada dibawah lengan anda dengan pinggul menyamping dan kaki bayi tertumpu di sandaran punggung. Bantal penyanggah sangat membantu memposisikan bayi pada ketinggian yang diharapkan.


Posisi Tidur Menyamping
Banyak ibu yang merasakan nyaman dengan posisi berbaring saat menyusui terutama pada malam hari. Pada posisi ini, bayi dan ibu berada pada posisi berbaring saling berhadapan. Agar lebih nyaman anda dapat meletakkan bantal penyanggah di bagian punggung anada dan/atau di antara kaki/lutut anda. Sementara bantal penyanggah ataupun gulungan selimut dapat diletakkan dibelakang punggung bayi utnuk menjaga bayi tidak berguling menjauh dari anda. Anda dapat mendekap bayi anda dengan memposisikannya kepala bayi di lengan atas dan badan bayi di sepanjang lengan bawah anda. Miringkan posisi pinggul bayi, posisi telinga, bahu dan punggung bayi berada pada satu garis lurus. Pada posisi ini bayi akan lebih mudah menyusui. Beberapa ibu menemukan posisi ini sangat menolong bahkan di siang hari.




Teknik Menyanggah Payudara
Pada saat anda menyanggah bayi anda pada salah satu posisi menyusui diatas, anda juga perlu menyanggah payudara anda dengan tangan anda yang bebas. Menyanggah payudara akan memindahkan berat payudara ibu dari dagu bayi sehingga bayi lebih dapat menyususi dengan baik dan efektif.
Genggaman “C” – Lihat kembali ilustrasi posisi dekap” diatas dan perhatikan gambar disamping ini. Sanggah payudara anda dengan posisi ibu jari di bagian atas tepat di belakan aerola (kulit gelap di sekitar puting) dan jari lainnya di bagian bawah payudara. Posisikan jari-jari tersebut tepat di belakang mulut bayi .Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui baik untuk posisi mencekram/sepak bola maupun posisi dekapan.
Genggaman “U” Letakkan jari jari anda pada posisi paralel/sejajar pada rusuk di bawah payudara, jari telunjuk anda berada disekeliling bawah payudara. Jatuhkan siku anda sehingga paudara sepenuhnya tersanggah diantara ibu jari dan jari telunjuk. Ibu jari berada di bagian luar payudara sedangkan ibu jari di dalam daerah payudara. Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui dengan posisi dekapan ataupun posisi dekapan-silang.
Benarkah Posisi Menyusu Bayi Saya ?
Pada saat akan menyusui, dekatkan atau tempelkan puting anda pada bibir bawah bayi. Hal ini mebantu untuk membujuk bayi mau membuka lebar mulutnya (seperti sedang menguap) untuk Pelan-pelan posisikan puting anda ke dalam mulut bayi ke arah langit-langit mulutnya, kemudian dekatkan bayi ke anda dengan posisi dagu menempel.
Tanda-tanda bayi pada posisi menyusui yang benar :
  • Hidung bayi anda hampir menyentuh payudara anda
  • kedua bibirnya terdorong terlipat keluar
  • sedikitnya sekitar 1/2 inchi bagian aerola anda berada dalam mulut bayi
Apabila anda merasakan tidak nyaman atau sakit pada saat menyusui, letakkan perlahan jari anda dalam mulut bayi, diantara gusinya, untuk melepaskan bayi dari payudara kemudian coba posisikan kembali.
Bayi yang disodorkan payudara ibu akan menghisap tannpa proses menelan ketika ia memposisikan puting ibu dalam mulutnya seakan memberikan tanda bahwa bayi siap menerima tetesan air susu ibu. Kemudian pada saat bayi mulai mendapatkan air susu, anda akan melihat dagu bayi bergerak ke arah telinganya. Begitu juga area disekeliling dahinya akan bergerak-gerak. Anda juga akan mendengar bayi menelan air susu, agak cepat di awal, kemudian melambat seiring dangan hilangnya rasa haus/laparnya.
Sumber : http://www.llli.org/llleaderweb/LV/LVAugSep00p63.html