Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Tiga Mitos Yang Salah Tentang Hipertensi

Banyak mitos yang berkaitan dengan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) yang ada dimasyarakat dan sudah terkanjur dipercayai padahal mitos tersebut sangat menyesatkan dan bisa merugikan pasien hipertensi. Berikut ini adalah tiga mitos seputar hipertensi yang menyesatkan menurut Pakar kardiologi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Santoso Karo Karo (dikutip dari antara.co.id):

mitos pertama : "gejala khas hipertensi adalah pusing atau tengkuk yang terasa pegal” mitos ini 100 persen salah !!!!!!

yang benar adalah : hipertensi tidak memiliki keluhan khas, dan keluhan seperti diatas bisa disebabkan oleh berbagai hal lain.
Satu-satunya cara untuk mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan pengecekan tekanan darah.

Mitos kedua :“mengonsumsi obat hipertensi setiap hari bisa menyebabkan gangguan ginjal” mitos ini juga salah !!!!

Yang benar adalah : .jika hipertensi  tidak dikendalikan dengan obat, justru hipertensi dapat merusak organ tubuh sasaran seperti ginjal, jantung, otak, serta pembuluh darah," katanya.

Mitos ketiga : “penderita hipertensi lanjut usia tidak perlu mengonsumsi obat karena penyakit itu dianggap sebagai gangguan kesehatan wajar pada orang tua “ mitos ini juga salah.!!!!

Yang Benar adalah : Orang usia lanjut yang menderita hipertensi cenderung lebih rentan terkena kerusakan organ sasaran, sehingga satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah dengan mengkonsumsi obat anti hipertensi

Gangguan Tidur Meningkatkan Resiko Hipertensi

Gangguan tidur (insomnia) bisa meningkatkan resiko menderita hipertensi (tekanan darah tinggi ), demikian sebuah hasil penelitian terbaru seperti yang dikutip dari Eurekalert.com.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari the Henry Ford Center for Sleep Disorders,  hipertensi lebih berpeluang terjadi kepada para penderita insomnia daripada orang yang tidak punya kesulitan tidur pada malam hari.
"Penyebab darah tinggi pada orang yang insomnia adalah seringnya orang itu terbangun malam dan durasi transisi antara terjaga dan terlelap," kata Christopher Drake, salah satu peneliti.


Insomnia adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa tidur atau tidak bisa tidur tanpa jeda terbangun. Keluhan insomnia ini dialami oleh banyak orang di Amerika.

Dalam penelitian ini, para peneliti mencermati 5.314 responden penderita insomnia dan dibandingkan dengan orang tanpa keluhan pola tidur.
Jajak pendapat disampaikan lewat internet dan mencari tahu gejala-gejala insomnia, kebiasaan tidur, dan tekanan darah, demikian dikutip

Jadi bagi Anda yang mengalami gangguan tidur (insomnia) harus lebih waspada akan mengalami peningkatan tekanan darah

Jumat, 16 September 2011

Latihan (olahraga) Terbaik Untuk Penderita Hipertensi


Penyakit tekanan darah tinggi/hipertensi saat semakin banyak diderita oleh masyarakat, bahkan pada mereka yang masih muda. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu pemicu utama hipertensi. Seringkali muncul pertanyaan, apakah penderita hipertensi masih boleh berakyivitas/olahraga atau olahraga apakah yang terbaik untuk penderita hipertensi?

Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan/olahraga teratur merupakan cara terbaik untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil. JIka Anda aktif melakukan aktivitas maka akan membuat jantung menjadi lebih kuat.Jika otot jantung kuat maka jantung lebih efektif dalam memompa darah, hal ini akan menurunkan tekanan pada arteri dan hasilnya tekanan darah akan turun.

Bagi penderita hipertensi yang ingin menjaga tekanan darah dengan aktivitas perlu mengetahui aktivitas/olahraga yang baik untuk menjaga tekanan darah. Menurut healthmeup, ada lima latihan terbaik untuk orang dengan tekanan darah tinggi/ hipertensi.

Aerobik .
Latihan aerobik memiliki pengaruh besar pada tingkat tekanan darah Anda. Latihan aerobik meliputi jalan kaki, berlari dan hiking, bersepeda dan berenang. Untuk dapat menjaga tekanan darah Anda harus melakukan latihan minimal 30 menit dalam satu hari, selama satu minggu.

Yoga dan meditasi
Salah satu pemicu tekanan darah tinggi adalah manajemen stres yang buruk. Saat stres tekanan darah Anda cenderung akan meningkat, maka untuk menurunkan tekanan darah Anda bisa meredakan stres dengan melakukan Yoga.

Olahraga pernapasan
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension, seseorang dapat mengatur tingkat tekanan darah dengan "memanfaatkan" regulator tekanan alami tubuh.
Teknik pernapasan adalah cara termudah dan paling efektif untuk mengurangi tingkat tekanan darah. Teknik pernapasan yang teratur dapat membantu Anda mempertahankan tekanan darah yang normal

Latihan beban
Latihan berat/olahraga berat dapat menyebabkan tekanan darah meningkat secara tiba-tiba,namun masih memberikan manfaat jangka panjang dalam menjaga tekanan darah. JIka Anda ingin melakukan latihan beban maka pastikan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Selasa, 06 September 2011

Kentang Rebus Mengatasi Hipertensi


Kentang mengatasi hipertensi atau kentang mampu menurunkan tekanan darah, begitulah hasil penelitian terakhir yang dilakukan di Amerika Serikat. Di balik fungsinya sebagai sumber karbohidrat, kentang juga menyimpan manfaat sebagai makanan super untuk menurunkan tekanan darah.

Sebuah penelitian oleh University of Scranton, Pennsylvania, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa makan dua porsi kentang setiap hari dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Dalam studi tersebut, sebanyak 18 laki-laki dan perempuan diminta untuk mengonsumsi 6-8 buah kentang yang masing-masing seukuran bola golf untuk makan siang dan makan malam selama sebulan. Mayoritas dari mereka menderita kelebihan berat badan atau obesitas dan mengkonsumsi obat anti hipertensi (menderita hipertensi).

Setelah sebulan, pemeriksaan medis terhadap peserta penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan dari tekanan darah. Efektivitas kentang bahkan mampu menggantikan asupan obat anti hipertensi, jadi penderita hipertensi tidak perlu lagi mengkonsumsi obat anti hipertensi jika telah mengkonsumsi kentang dengan takaran tertentu.

Untuk mendapatkan manfaat kentang dalam mengatasi hipertensi yang maksimal, perlu diperhatikan cara memasak/pengolahan kentang. Cara terbaik untuk memasak kentang adalah dengan menggunakan microwave tanpa mengupasnya. Kentang yang dipanggang lebih baik daripada yang digoreng.

Tim peneliti Joe Vinson seperti yang dikutip oleh Daily Mail, menuturkan bahwa kentang yang dimasak dalam microwave tanpa sentuhan mentega, minyak, dan kecap akan memberikan manfaat yang maksimal untuk menurunkan tekanan darah. JIka tidak ada microwave kentang rebus juga akan memberikan manfaat yang baik.

Kentang selain mampu mengatasi hipertensi juga banyak memberikan manfaat lain bagi kesehatan yaitu untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Kentang mengandung karbohidrat tinggi tetapi dengan kandungan kalori lebih sedikit dibandingkan nasi atau gandum.

Kamis, 05 Mei 2011

Faktor Resiko Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang kejadiannya meningkat saat ini, dan merupakan salah satu penyebab kematian paling besar. Agar dapat terhindar dari hipertensi harus diketahui faktor-faktor apa saja yang memicu terjadinya hipertensi atau disebut juga faktor resiko terjadinya hipertensi. Dibawah ini adalah beberapa faktor resiko untuk hipertensi yang dikutip dari umm.edu :

  1. Merokok atau terpapar asap rokok setiap hari (perokok pasif)
  2. Menderita Diabetes (glukosa puasa lebih tinggi dari 125 mg / dL)
  3. Menderita Penyakit ginjal
  4. Ada Riwayat keluarga yang menderita hipertensi
  5. Gemuk atau kelebihan berat badan
  6. Mempunyai gaya hidup yang kurang aktif /kurang aktivitas fisik
  7. Pria berusia di atas 45
  8. Wanita di atas usia 55
  9. Menggunakan kontrasepsi oral (pil KB)
  10. Peningkatan kadar kolesterol
  11. Sering mengkonsumsi minuman beralkohol
Sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap dibawah 140/90 mm Hg. Jika Anda memiliki tekanan darah lebih dari normal maka Anda harus memperhatikan pola hidup, dan jika Anda memiliki satu atau lebih faktor resiko diatas maka Anda harus berusaha untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali.



Bagi Anda dengan tekanan darah noramal juga harus sebisa mungkin menghindari atau menghilangkan faktor resiko hipertensi diatas, karena jika tidak suatu saat Anda akan menderita hipertensi.



Tekanan darah harus dukur secara teratur setiap kali Anda mengunjungi dokter, atau Anda dapat mengukur sendiri dengan menggunakan alat yang automatic.

Kurang Konsumsi Garam Sebabkan Serangan Jantung Dan Stroke


Dokter selalu memberikan nasihat untuk mengurangi konsumsi garam karena tidak baik untuk kesehatan. Tapi sekarang sebuah penelitian baru menunjukkan hal sebaliknya. Mengurangi garam meningkatkan resiko kematian dari serangan jantung dan stroke.

The American Medical Association melakukan penelitian selama delapan tahun pada 3.681 orang sehat di Eropa yang beusia antara 50 sampai 60 tahun. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi minimal satu sendok teh garam per hari tidak dalam kondisi yang lebih sehat daripada mereka yang makan garam lebih banyak atau dengan kata lain orang yang mengkonsumsi garam lebih dari satu sendok teh perhari mempunyai tingkat kesehatan yang sama dengan orang yang mengkonsumsi satu sendok teh garam perhari .

Sebaliknya, mereka yang makan lebih sedikit garam (kurang dari satu sendok teh per hari) terbukti memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi akibat serangan jantung. Penelitian itu juga menunjukkan mereka yang mengkonsumsi banyak garam tidak mendapatkan resiko lebih tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut para peneliti seperti dikutip oleh dailymail, kadar garam yang rendah pada tubuh dapat meningkatkan stres pada sistem-sistem dalam tubuh, mengurangi sensitivitas insulin dan mempengaruhi hormon yang mengontrol tekanan darah dan penyerapan garam.

Senin, 02 Mei 2011

Cinta Meredam Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) dan Flu

Perasaan cinta, mencintai dan dicintai selain membuat seseorang jadi bahagia dan selalu tersenyum, ternyata juga efektif dalam menurunkan tekanan darah, mengurangi depresi dan juga baik untuk mempercepat penyembuhan luka, seperti yang dilaporkan oleh Times of India

Penelitian oleh Holt-Lunstad menemukan bahwa orang yang menikah dan bahagia, memiliki tekanan darah lebih rendah dari orang yang tidak menikah. Menurut Holt-Lunstad, pasangan yang sedang jatuh cinta cenderung mendorong satu sama lain untuk melakukan perawatan diri termasuk pencegahan penyakit dan melakukan gaya hidup sehat. Tetapi hal sebaliknya terjadi pada orang-orang yang menikah tapi tidak bahagia malah berada pada risiko mengalami tekanan darah tinggi

Peneliti lain, Arthur Aron seorang psikolog sosial di Universitas Stony Brook di New York, dalam studinya menemukan bahwa perasaan cinta memicu produksi dopamin pada otak. Dopamin adalah sebuah neurotransmitter yang memberikan perasaan senang dan memberi motivasi.


Penelitian lain oleh peneliti University of North Carolina di Chapel Hill, menemukan bahwa memeluk dan memegang tangan, juga terbukti mampu meningkatkan pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini mampu mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh, menurunkan tekanan darah, meningkatkan mood dan meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit.

Selanjutnya, para peneliti di Carnegie Mellon University di Pittsburgh menemukan bahwa mereka yang cenderung mengalami emosi positif seperti kebahagiaan, bahagia dan santai lebih tahan terhadap flu daripada mereka yang merasa cemas, sering bermusuhan, atau tertekan.

Sebuah pernikahan yang bahagia juga dapat mempercepat laju penyembuhan luka, menurut penelitian pada tahun 2005 di Ohio State University. Ditemukan bahwa melakukan diskusi selama positif antara suami dan istri selam 30 menit bisa mempercepat kemampuan tubuh untuk pulih dari cedera





Rabu, 27 April 2011

Kopi Ternyata Tidak Menyebabkan Hipertensi

Selama ini mungkin Anda pernah mendengar bahwa terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan hipertensi. Mitos ini seakan sudah begitu dipercayai sebagai sebuah kebenaran, sehingga bahkan kadang-kadang dokter juga menyarankan pasiennya untuk menghindari kopi untuk menurunkan tekanan darah. Namun sebuah penelitian terkahir di Amerika Serikat mengungkapkan fakta yang sebaliknya, bahwa tidak ada bukti kopi dapat meningkatkan risiko hipertensi.

'American Journal of Clinical Nutrition' melaporkan beberapa hasil penelitian dengan jumlah peserta studi keseluruhan 170 ribu orang, yaitu : kebiasaan minum 3 cangkir kopi sehari tidak ada hubungannya dengan peningkatan risiko hipertensi. Hal ini diungkapkan oleh Liwey Chen, seorang peneliti Kesehatan Masyarakat di Universitas Louisiana di New Orleans, yang dikutip oleh Reuters.

Walaupun hasil penelitian menunjukan demikian, tetapi tidak berarti bahwa banyak minum kopi bukan tidak memiliki resiko sama sekali. Dari penelitian diketahui bahwa resiko hipertensi pada mereka yang minum 3 cangkir kopi sehari sedikit berbeda dari mereka yang minum kurang dari 3 cangkir.

Lawrence Krakoff, seorang peneliti di 'Mount Sinai Medical Center', New York, juga menyatakan bahwa kopi tidak menimbulkan resiko tekanan darah tinggi. Menurutnya hubungan antara kopi dan tekanan darah tinggi sangat sulit untuk dijelaskan. Tetapi perlu diingat efek kopi pada setiap orang berbeda-beda.