Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2012

Terapi Tawa Bagi Pengidap Kanker

Kalimat "Tertawa adalah obat" bukan lagi olok-olok. Karena ternyata secara medis makin diakui tertawa memiliki efek menyembuhkan yang menjanjikan, bukan hanya bagi penyakit psikis tetapi juga fisik, termasuk penderita kanker. 
 
Bagi pasien-pasien penderita kanker, untuk menemukan rasa humor mungkin hal yang serius dan sulit. Bahkan karena seriusnya kerabat yang datang menjenguk pun tak berani melempar cerita humor atau guyonan karena takut dianggap tidak berempati terhadap sakit yang dideritanya. Karena itu dengan pengetahuan bahwa tertawa bisa mendorong kesembuhan (termasuk untuk kanker), kerabat yang datang justru akan menjadi obat karena mendatangkan kebahagiaan, terlebih-lebih jika membawa cerita humor.

Bagaimana tertawa mendorong kesembuhan? Menurut penelitian, ada sejumlah manfaat yang didapat:
-   Tertawa mendorong sistem imunitas tubuh dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh.
-   Meningkatkan kemampuan tubuh menyerap oksigen.
-   Menstimulasi kerja hati dan paru-paru.
-   Membuat otot jadi rileks.
-   Mendorong tubuh mengeluarkan endorphin, hormon yang berperan sebagai pereda rasa sakit.
-   Menyeimbangkan tekanan darah.
-   Memperbaiki fungsi mental seperti meningkatkan kesadaran, memori, dan kreativitas.
Dari manfaat itu tampak bahwa tertawa memiliki daya sembuh yang tak bisa diabaikan.

 "Accurate" Health Center Medan adalah pusat pengobatan konsultasi psikologi yang berupa psikoterapi, hipnoterapi, terapi tingkah laku, terapi relaksasi, terapi pernafasan maupun terapi psikologi-psikologi lainnya akan memadukan terapi fisik tradisional yang berupa akupunktur, akupresur, pijat pengobatan, refleksi kaki dan ramuan obat-obatan tradisional akan membantu pasien dalam pengobatan holistik, terpadu dan secara keselurahan untuk gangguan psikologis.

Pengobatan "Accurate" Health Center merupakan pengobatan yang aman, alami dan tanpa efek samping. Rahasia Terjamin.

Hubungi "Accurate" Health Center untuk penangananya.

"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com

Senin, 20 Agustus 2012

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Payudara

Kanker yaitu satu keadaan di mana sel sudah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, hingga alami perkembangan yang tidak normal, cepat dan tidak teratasi.


Kanker payudara yaitu kanker pada jaringan payudara. Ini type kanker sangat umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat diserang kanker payudara, meskipun kemungkinannya lebih kecil dari 1 diantara 1000. Penyembuhan yang sangat lazim yaitu dengan pembedahan dan bila butuh dilanjutkan dengan kemoterapi ataupun radiasi.

Tak hanya itu, kanker payudara ( carcinoma mammae ) didefinisikan jadi satu penyakit neoplasma yang ganas yang datang dari parenchyma. Penyakit ini oleh word health organization ( who ) dimasukkan ke international classification of diseases ( icd ) dengan kode nomor 17.


Gejala klinis 
Gejala klinis kanker payudara bisa berupa:
Benjolan pada payudara.
Biasanya berbentuk benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu semula kecil, makin lama akan makin besar, lantas melekat pada kulit atau menyebabkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.
Erosi atau eksema puting susu. Kulit atau puting susu tadi jadi tertarik ke dalam ( retraksi ), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai jadi oedema sampai kulit terlihat layaknya kulit jeruk (peau dorange), mengkerut, atau timbul borok ( ulkus ) pada payudara. Borok itu makin lama akan makin besar dan mendalam hingga bisa menghancurkan seluruh payudara, kerap berbau busuk, dan gampang berdarah. Ciri-ciri selainnya diantaranya :

  • Pendarahan pada puting susu.
  • Rasa sakit atau nyeri pada biasanya baru timbul seandainya tumor telah besar, telah timbul borok, atau bila telah nampak metastase ke tulang-tulang.
  • Sesudah itu timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990).
 Kanker payudara lanjut amat gampang dikenali mengetahui kriteria operbilitas heagensen seperti berikut :
  • Ada edema luas pada kulit payudara ( lebih 1/3 luas kulit payudara ) ;
  • Adanya nodul satelit pada kulit payudara ;
  • Kanker payudara type mastitis karsinimatosa ;
  • Ada jenis parasternal ;
  • Ada nodul supraklavikula ;
  • Adanya edema lengan ;
  • Adanya metastase jauh ;
  • Dan ada dua dari sinyal tanda locally advanced, yakni ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2, 5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

Keluarnya cairan (nipple discharge).
Nipple discharge yaitu keluarnya cairan dari puting susu dengan spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal seandainya terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita kudu waspada seandainya dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa kudu memijit puting susu, berlangsung terus-terusan, cuma pada satu payudara ( unilateral ), dan cairan tak hanya air susu.

Faktor-faktor penyebab

Faktor risiko

Menurut Moningkey dan Kodim, pemicu spesifik kanker payudara masih belum diketahui, namun ada banyak faktor yang diperkirakan memiliki dampak terhadap terjadinya kanker payudara, yaitu:
  • Faktor reproduksi : karakteristik reproduktif yang terkait dengan risiko terjadinya kanker payudara yaitu nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara yaitu bertambahnya umur. Diperkirakan, periode pada terjadinya haid pertama dengan umur waktu kehamilan pertama adalah window of initiation perubahan kanker payudara. Dengan anatomi dan fungsional, payudara akan alami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada saat sebelum saat menopause hingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum saat terjadinya perubahan klinis.
  • Pemakaian hormon : hormon estrogen terkait dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari harvard school of public health menyebutkan bahwa ada peningkatan kanker payudara yang penting pada para pengguna terapi estrogen replacement. Satu metaanalisis menyebutkan bahwa meskipun tidak ada risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang memakai obat ini buat waktu yang lama memiliki risiko tinggi buat mengalami kanker payudara sebelum saat menopause. sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal barangkali alami perubahan degenerasi jinak atau jadi ganas.
  • Penyakit fibrokistik : pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1, 5 sampai 2 kali. namun pada hiperplasia atipik, risiko meningkat sampai 5 kali.
  • Obesitas : ada jalinan yang positif pada berat badan dan wujud tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara barat dan bukan hanya barat dan perubahan kekerapan setelah migrasi tunjukkan bahwa ada dampak diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  • Mengonsumsi lemak : mengonsumsi lemak diperkirakan jadi satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. lakukan studi prospektif sepanjang 8 th. perihal mengonsumsi lemak dan serat didalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 th..
  • Radiasi : eksposur dengan radiasi ionisasi sepanjang atau setelah pubertas menambah terjadinya risiko kanker payudara. Dari lebih dari satu penelitian yang dikerjakan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi terkait dengan linier dengan dosis dan umur waktu terjadinya eksposur.
  • Riwayat keluarga dan faktor genetik : riwayat keluarga adalah komponen yang perlu didalam riwayat penderita yang akan dikerjakan skrining buat kanker payudara. Ada peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara terkait dengan gen spesifik. seandainya ada brca 1, yakni satu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas buat terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 thn. Dan sebesar 85% pada umur 70 thn. Faktor usia amat berpengaruh - seputar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 n efek terbesar usia 75 th.

Faktor genetik
Kanker payudara dapat terjadi dikarenakan adanya lebih dari satu faktor genetik yang diturunkan dari orangtua pada anaknya. Faktor genetik yang dimaksud yaitu adanya mutasi pada lebih dari satu gen yang bertindak perlu didalam pembentukan kanker payudara gen yang dimaksud yaitu lebih dari satu gen yang berbentuk onkogen dan gen yang berbentuk mensupresi tumor.
Gen pensupresi tumor yang bertindak perlu didalam pembentukan kanker payudara salah satunya yaitu gen brca1 dan gen brca2.

Penyembuhan kanker
Ada lebih dari satu penyembuhan kanker payudara yang penerapannya banyak bergantung pada stadium klinik penyakit ( Tjindarbumi, 1994 ), yakni :

Mastektomi

Mastektomi yaitu operasi pengangkatan payudara. Ada 3 type mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992):
  • Modified radical mastectomy, yakni operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, dan benjolan di seputar ketiak.
  • Total ( simple ) mastectomy, yakni operasi pengangkatan seluruh payudara saja, namun bukan hanya kelenjar di ketiak.
  • Radical mastectomy, yakni operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Umumnya disebut lumpectomy, yakni pengangkatan cuma pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan hanya seluruh payudara. Operasi ini senantiasa diikuti dengan pemberian radioterapi. Umumnya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di tepi payudara.

Radiasi
Penyinaran/radiasi yaitu proses penyinaran pada tempat yang terkena kanker menggunakan cahaya x dan cahaya gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara sesudah operasi (Denton, 1996). Dampak penyembuhan ini tubuh jadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di seputar payudara jadi hitam, dan hb dan leukosit cenderung menurun jadi disebabkan dari radiasi.

Kemoterapi
Kemoterapi yaitu proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina didalam wujud pil cair atau kapsul atau lewat infus yang bertujuan membunuh sel kanker lewat mekanisme kemotaksis. Bukan sekedar sel kanker pada payudara, namun juga di seluruh tubuh ( Denton, 1996 ). Dampak dari kemoterapi yaitu pasien alami mual dan muntah dan rambut rontok dikarenakan dampak obat-obatan yang didapatkan pada waktu kemoterapi.

Lintasan metabolisme
Asam bifosfonat adalah senyawa penghambat kegiatan osteoklas dan resorpsi tulang yang kerap dipakai buat melawan osteoporosis yang diinduksi oleh ovarian suppression, hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang, tunjukkan efektivitas buat turunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang. Meskipun pada biasanya konsumsi asam bifosfonat bisa ditoleransi tubuh, pemakaian didalam waktu panjang bisa menimbulkan dampak samping layaknya osteonekrosis dan turunnya manfaat ginjal.

CT bisa menginduksi sel kanker payudara buat memproduksi cAMP dan menghalangi perubahan sel kanker. Molekul cAMP tersebut terbentuk dari ekspresi pencerap CT yang terhubung adenylate cyclase oleh sekurang-kurangnya satu buah guanine nucleotide-binding protein. Respon cAMP terhadap CT bisa menurun saat sel terinkubasi senyawa mitogenik berbentuk 17beta-estradiol dan EGF; dan meningkat bersamaan inkubasi senyawa penghambat perkembangan layaknya tamoxifen dan 1, 25(OH)2D3 ; dan oligonukleotida dan proto-onkogen c-myc. tetapi pemakaian tamoxifen menambah risiko terjadi polip endometrial, hiperplasia dan kanker, lewat mekanisme adrenomedulin.

Respon berbentuk produksi cAMP yang kuat, tidak ditemukan pada senyawa tak hanya CT. Senyawa efektor adenylate cyclase layaknya forskolin dan senyawa beta-adrenergic receptor agonist layaknya isoproterenol cuma membuahkan sedikit produksi cAMP.

Pada sel MDA-MB-231, CT akan menginduksi fosforilasi c-Raf pada serina posisi ke 259 lewat lintasan protein kinase a dan mengakibatkan terhambatnya fosforilasi erk1/2 yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sel MDA-MB-231, dan menghalangi ekspresi mRNA uPA yang dibutuhkan sel MDA-MB-231 buat invasi dan metastasis. Meskipun demikian kalsitonin tidak memiliki dampak yang signifan buat menghambat proliferasi sel MCF-7. Apoptosis sel MDA-MB-231 juga diinduksi oleh asam lipoat yang menghalangi fosforilasi Akt dan mRNA AKT, kegiatan Bcl-2 dan protein Bax, MMP-9 dan MMP-2, dan menambah kegiatan kaspase-3.

Kiat pencegahan

Pada prinsipnya, kiat pencegahan dikelompokkan didalam tiga kelompok besar, yakni pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Nyaris tiap-tiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang sangat efektif untuk perihal penyakit tidak menular yaitu promosi kesehatan dan deteksi dini. Demikian pula pada kanker payudara, pencegahan yang dikerjakan diantaranya berbentuk :

Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara adalah di antara wujud promosi kesehatan dikarenakan dikerjakan pada orang yang sehat lewat usaha menghindari diri dari keterpaparan pada beraneka faktor risiko dan melaksanakan gaya hidup sehat. Pencagahan primer ini juga dapat berbentuk kontrol sadari (kontrol payudara sendiri) yang dikerjakan dengan teratur hingga dapat mengecilkan faktor risiko terkena kanker payudara.

Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dikerjakan terhadap individu yang mempunyai risiko buat terkena kanker payudara. Tiap-tiap wanita yang normal dan mempunyai siklus haid normal adalah populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dikerjakan dengan lakukan deteksi dini. Lebih dari satu metode deteksi dini terus alami perubahan. Skrining lewat mammografi diklaim mempunyai akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, namun keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat adalah di antara faktor risiko terjadinya kanker payudara. Dikarenakan itu, skrining dengan mammografi terus bisa dilaksanakan dengan lebih dari satu pertimbangan diantaranya :

Wanita yang telah meraih usia 40 thn disarankan lakukan cancer risk assessement survey.
Pada wanita dengan faktor risiko memperoleh rujukan buat dikerjakan mammografi tiap-tiap thn.
Wanita normal memperoleh rujukan mammografi tiap-tiap 2 th. sampai meraih usia 50 th..

Foster dan Constanta mendapatkan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang lakukan kontrol sadari ( kontrol payudara sendiri ) dibanding yang tidak. Meskipun sensitivitas sadari buat mendeteksi kanker payudara cuma 26%, bila digabungkan dengan mammografi jadi sensitivitas mendeteksi dengan dini jadi 75%

Pencegahan tertier
Pencegahan tertier umumnya diarahkan pada individu yang sudah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang pas penderita kanker payudara cocok dengan stadiumnya bakal dapat kurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini perlu buat menambah mutu hidup penderita dan menghindar komplikasi penyakit dan melanjutkan penyembuhan. Tindakan penyembuhan bisa berupa operasi meskipun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker sudah jauh bermetastasis, dikerjakan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium spesifik, penyembuhan yang didapatkan cuma berbentuk simptomatik dan disarankan buat melacak penyembuhan alternatif. (http://www.wikipedia.org)

Senin, 13 Agustus 2012

Kanker Endometrium


A.    Pengertian
Kanker endometrium adalah jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim.Kanker endometrium tumbuh pada ovarium, tuba falopii, dan saluran menuju vagina. Kanker ini bukan merupakan penyakit akibat hubungan seksual. Wanita muda maupun yang sudah tua dapat terkena penyakit ini. Walaupun pada umumnya yang terserang wanita yang sudah tua.

B.     Tujuan
Untuk mendeteksi dini adanya kanker endometrium dan melakukan deteksi awal awal.

C.     Faktor-faktor resiko kanker endometrium
a.       Obesitas atau kegemukan.
Memiliki resiko terkena kanker endometrium 2 – 20 kali dibanding wanita dengan berat badan normal. Obesitas merupakan faktor resiko yang dihubungkan dengan peningkatkan aromatisasi estrogen di jaringan lemak.
b.       Haid pertama (menarche).
Menarche sebelum usia 12 tahun memiliki resiko 1,6 kali lebih tinggi dibanding menarche setelah 12 tahun.
c.       Tidak pernah melahirkan.
Memiliki resiko terkena kanker endometrium lebih tinggi baik sudah menikah atau belum dibanding wanita yang pernah melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa 25% penderita kanker endometrium tidak pernah melahirkan anak (nulipara). Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa faktor ketidaksuburan(infertilitas) lebih berperan daripada jumlah melahirkan (paritas).
d.      Penggunaan estrogen.
Estrogen sering digunakan sebagai terapi sulih hormon. Peningkatan penggunaan hormon ini diikuti dengan meningkatnya resiko kanker endometrium.
e.       Hiperplasia endometrium.
Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan yang berlebihan dari jaringan selaput lendir rahim disertai peningkatan vaskularisasi akibat rangsangan estrogen yang berlebihan dan terus menerus. Disebut neoplasia endometrium intraepitel jika hiperplasia endometrium disertai sel-sel atipikal dan meningkatkan resiko menjadi kanker endometrium sebesar 23%.
f.        Diabetes mellitus (DM)
g.       Hipertensi
h.       Faktor lingkungan dan diet
i.         Riwayat keluarga
Ada kemungkinan terkena kanker endometrium, jika terdapat anggota keluarga yang  terkena kanker ini, meskipun prosentasenya sangat kecil.
j.         Tumor memproduksi estrogen
Adanya tumor yang memproduksi estrogen, misalnya tumor sel granulosa, akan meningkatkan angka kejadian kanker endometrium.
Faktor lainnya adalah faktor keluarga, faktor ini terkait dengan HNPCC (lynch II syndroma).

D.    Gejala kanker endometrium:
a.       Rasa sakit pada saat menstruasi.
b.      Rasa sakit yang parah dan terus menerus pada perut bagian bawah, rasa sakit ini akan bertambah pada saat berhubungan seks.
c.       Sakit punggung pada bagian bawah.
d.      Sulit buang air besar atau diare.
e.       Keluar darah pada saat buang air kecil dan terasa sakit.
f.       Keputihan bercampur darah dan nanah.
g.      Terjadi pendarahan abnormal pada rahim

E.     Deteksi Dini Kanker Endometrium
Karena gejala awal berupa perdarahan, maka umumnya penderita lebih awal melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui pada stadium awal.

   1. Stadium 1
2 2. Stadium 2
   3. Stadium 3
   4. Stadium 4

Pengobatan Kanker Endometrium


  Pengobatan setiap Stadium     
                                                            Pengobatan stadium I
Terapi pembedahan tanpa terapi adjuvant
Penderita kanker endometrium stadium < IB dengan derajat differensiasi baik atau sedang,  tidak perlu diberikan terapi adjuvant. Terapi pembedahan saja tanpa adjuvant karena merupakan kelompok risiko rendah, hanya dimungkinkan bila pengobatan primer adalah pembedahan.

Radioterapi prabedah
Dua modal utama radioterapi prabedah yaitu radiasi eksterna dan brakhiterapi. Radioterapi prabedah diberikan dengan tujuan untuk menurunkan kejadian kekambuhan dipuncak vagina, dan mencegah metastastis saat atau akibat pembedahan.
Sehingga pemberian radioterapi prabedah sudah mulai ditinggalkan. Terapi sebagai pengetahuan mungkin kiranya perlu dijelaskan tentang terapi radioterapi prabedah pada kanker endometrium karena beberapa pusat pelayanan masih menggunakan metode ini.

·         Pada stadium I (stadium klinik)
Radiasi prabedah pada stadium I adalah brakhiterapi, dengan brakhiterapi tidak akan mempengaruhi histopatologi dari uterus. Setelah diberikan brakhiterapi segera dilanjutkan dengan pembedahan.

·         Pada stadium II (stadium klinik)
Radiasi prabedah yang diberikan adalah radiasi eksterna.

 Pengobatan pembedahan
Pembedahan pada kanker endometrium bertujuan mendiagnosis/ penepatan stadium dan tujuan pengobatan. Berdasarkan spesimen pembedahan akan dapat ditetapkan stadium pembedahan kanker endometrium. Beberapa faktor prognosis kanker endometrium didapatkan dengan pemdedahan antara lain kedalaman invasi, keadaan kelenjar getah bening, sitologi cairan peritoneum. Dengan demikian pembedahan yang tidak lengkap akan menyulitkan penepatan stadium yang tentunya bedampak pada kesulitan pemilihan terapi.
Bila tumor berderajat differensiasi yang buruk (G3), merupakan indikasi untuk terapi adjuvant radiasi.
Tumor stadium IA, IB dengan derahat differensiasi yang baik (G1) dang sedang (G2) umumnya tidak diberikan terapi adjuvant.
·         Pengobatan stadium II
Stadium II berarti terdapat invasi tumor pada serviks, penatalaksanaan kanker endometrium stadium II hampir sama dengan penatalaksanaan yang dilakukan pada kanker serviks, keadaan ini karena metastatisnya tidak berbeda dengan pola metastatis pada kanker serviks uterus. Pembedahan histerektomi radikal dengan limfadenektomi pelvis merupakan salah satu pilihan terapi pembedahan. Pembedahan histerektomi radikal dilakukan pada karsinoma endometrium karena 8-28 % karsinoma endometrium stadium II telah bermetastatis ke parametrium dan 25 % mengalami mestastatis ke kelenjar getah bening pelvis. Pembedahan dapat pula dilakukan dengan melakukan pembedahan kanker endometrium standart, tetapi pasca bedah harus diberikan terapi adjuvant radioterapi. Hasil pembedahan histerektomi radikal lebih baik dibandingkan dengan pembedahan non-radikal. Survival 5 tahun pada yang non-radikal dan yang radikal 79 % dan 94 %, sedangkan untuk survival 10 tahun 74 % dan 94 %.

·         Pengobatan stadium III
Sadium III sebagian masih memungkinkan pembedahan. Walaupun demikian sebagian besar stadium III yang tidak memungkinkan pembedahan maka, terapi radioterapi merupakan pengobatan terpilih. Perluasan ke parametrium yang mencapai panggul seringkali menyulitkan pembedahan, pada keadaan demikian terapi radioterapi merupakan terapi pilihan. Pada keadaan tertentu, dengan tumor yang perluasannya masih memungkinkan pembedahan, maka pembedahan dapat dilakukan dan dilanjutkan dengan adjuvant radioterapi.

·         Pengobatan stadium IV
Sebagai terapi terhadap proses primer maka radioterapi merupakan pilihan, pemberian radioterapi pelvis juga bertujuan untuk menghentikan perdarahan. Kemoterapi ataupun pemberian terapi hormonal bila metastastis sudah meluas atau sistemik. Pemberian radioterapi lokal umumnya diberikan pada metastatis ke tulang ataupun metastatis ke serebral.
Pembedahan pada kanker endometrium dapat dilakukan, pembedahan yang dilakukan adalah pembedahan sitoreduksi, setelah pebedahan dilanjutkan dengan terapi adjuvant radiasi. Radiasi adjuvant yang diberikan dapat berupa radiasi saja, kemoradiasi. Survival 5 tahun kanker endometrium yang mendapat terapi radiasi antara 10-20 %. Pembedahan sitoreduksi yang optimal (residu_< 1 cm), survival 5 tahun pada pembedahan yang optimal dapat mencapai 68-70 %. Median survival sitoreduksi optimal mencapai 48 bulan, sedangkan yang sub-optimal mencapai 25 bulan. Adjuvant kemoradiasi memberi hasil yang lebih baik dibandingkan dengan radiasi saja. Median survival dengan terapi adjuvant radiasi saja 15 bulan, kemoterapi saja 13 bulan sedangkan kemoradiasi (cis-platinum) median survivalnya 54 bulan, hasil ini bermakna.

Minggu, 29 Juli 2012

Kanker Serviks Dapat Dicegah Dengan Cara Merawat Vagina

Kanker Serviks Dapat Dicegah Dengan Cara Merawat VaginaCara Merawat vagina. Memanjakan diri adalah kegiatan yang paling disenangi wanita untuk merawat tubuhnya tidak terkecuali daerah intim, yang walaupun bukan menjadi kegiatan wajib tetapi perlu mendapat perhatian serius untuk dapat melakukan rutinitas memanjakan diri dengan cara merawat vagina yang benar.

Saat ini banyak jenis cara merawat vagina yang kita temui mulai dari yang tradisional maupun modern, yang mempunyai kelebihan masing-masing selain fungsinya untuk menjaga kesehatan vagina, namun banyak wanita dengan kesibukan dan aktivitas yang tinggi lebih memilih perawatan vagina secara modern karena lebih praktis.

Yuk kita lihat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk cara merawat vagina yang baik:

  1. Gunakan sabun khusus vagina yang mampu menjaga tingkat keasaman vagina, hal ini penting dalam cara merawat vagina untuk mencegah timbulnya bakteri atau kuman tidak baik, dan jika menggunakan antiseptic vagina (douche) sebaiknya pilihlah yang secara klinis disarankan dokter karena antiseptic bisa saja membunuh bakteri baik yang dibutuhkan untuk menjaga dari iritasi pada vagina.
  2. Jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, karena suasana vagina akan menjadi panas dan lembab yang dapat memicu berkembangbiaknya kuman penyakit. Sebaiknya pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
  3. Ganti pembalut setiap 1 jam sekali terlebih pada saat masa menstruasi, hal ini penting untuk cara merawat vagina agar tidak menjadi lembab dan darah yang keluar adalah media yang baik untuk tumbuhnya kuman. Jika menggunakan panty liner sebaiknya hanya 2-3 jam saja selama beraktivitas.
  4. Hindari memakai pembalut atau tissue yang mengandung wawangian atau deodorant, karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina, selain itu tidak dianjurkan menggunakan wewangian dan deodorant untuk cara merawat vagina dan menjaga kesehatan vagina.
  5. Saat membersihkan dalam hal cara merawat vagina bilaslah dari arah depan ke belakang, untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Dan sebaiknya menggunakan air pembilas langsung dari keran atau keran semprot karena air yang ditampung di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi dengan air kencing orang lain, spora, jamur atau kuman, dalam kondisi tertentu apabila anda tidak menemukan air pembilas langsung dari keran atau keran semprotan, sebaiknya gunakan air mineral yang masih dalam segel kemasan yang baik.
  6. Usahakan daerah kemaluan dan selangkang kering sebelum memakai celana terlebih bagi yang bertubuh gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur, untuk itu gantilah celana dalam paling sedikit 2-3 kali sehari.
  7. Hal yang tidak kalah penting untuk cara merawat vagina perhatikan kesehatan diri kita sendiri, seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, menjaga berat badan agar tetap seimbang, lakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan.
  8. Bagi wanita yang pernah melahirkan dan melakukan hubungan seks sebaiknya lakukan pap smear sekali setahun, sebagai cara mearawat vagina dan bagi wanita yang menopause lakukan 2-3 tahun sekali. Pap Smear merupakan tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam sel-sel mulut rahim (serviks) sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.

Apa itu kanker serviks ?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.  Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (human papilloma virus), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker serviks stadium dini yang cepat ditangani dengan cara merawat vagina dengan maksimal dapat sembuh 100%.

Kanker serviks menyerang siapa?

  • Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
  • Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
  • Perokok
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.

Mengapa harus melakukan Pap smear ?

  • Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)
  • Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun
  • Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
  • Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
  • Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual
  • Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
  • Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
  • Berganti-ganti pasangan dalam senggama
Pap smear merupakan salah satu cara merawat vagina yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan. Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.

Apa itu vaksin kanker serviks ?

Studi klinis menunjukkan bahwa vaksin kanker serviks dengan ajuvan inovatif AS04 meningkatkan imun atau kekebalan terhadap HPV sehingga mampu mencegah kanker serviks pada wanita dewasa, dan bersama dengan skrining menandai era baru dalam upaya pencegahan kanker serviks bagi wanita dewasa.

Vaksin kanker serviks dari GlaxoSmithKline secara khusus dirancang menggunakan ajuvan inovatif AS04 untuk memproteksi remaja putri dan perempuan dewasa terhadap tipe HPV penyebab utama kanker serviks. Dari studi klinis terkini, vaksin HPV dari GSK menunjukan tingkat antibodi yang tinggi, memberikan perlindungan 100% untuk melawan HPV 16 dan 183-8 selama lebih dari 5.5 tahun. Beberapa data yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa formulasi ajuvan AS04 menyediakan respon imun yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan vaksin yang sama dengan ajuvan tradisional yang terbuat dari bahan aluminium saja.

Nah.. punya gambaran kan apa itu kanker serviks dan ternyata kita dapat mencegah terjadinya kanker servik dengan cara merawat vagina yang benar sehari-hari dan mengetahui dengan baik bagaimana kondisinya.

Selasa, 19 Juni 2012

Terapi Akupuntur untuk Pasien Kanker

Tusuk jarum alias akupunktur yang dilakukan sebelum dan ketika operasi dapat mengurangi rasa sakit pascaoperasisama halnya dengan obat-obatan antirasa sakit.

Demikian dilaporkan para peneliti, pekan ini. Para peneliti yang berasal dari Duke University Medical Center di Carolina Utara menganalisa efektivitas akupunktur di 15 klinik percobaan. Mereka menyimpulkan bahwa teknik pengobatan asal daratan China tersebut berguna dalam mengendalikan rasa sakit pada pasien yangdioperasi.
15 percobaan menunjukkan bahwa pasien yang mendapat tusuk jarum sebelum atau selama proses operasi tertentu secara signifikan berkurang rasa sakitnya dibandingkan pasien yang tidak mendapat terapi tusuk jarum. Setelah menjalani operasi, para pasien tersebut juga hanya membutuhkan sedikit morfin atau jenisobat-obatan antirasa sakit lainnya.

Karena itu, rasa efek samping seperti rasa mual dan muntah yang biasa ditimbulkan obat-obatan tersebut bisa berkurang. Pada pasien yang diterapi akupunktur, angka kejadian mual 1,5 kali lebih rendah. Begitu pula rasa pusing 1,6 kalilebih rendah dibandingkan mereka yang tidak diakupunktur.

Temuan ini tentu menambah nilai lebih akupunktur, di samping temuan lain yang menyebutkan efek akupunktur dalam mengurangi mual setelah kemoterapi padapasien kanker.


"Apresiasi terhadap akupunktur masih rendah," ujar Wakil Kepala Departemen Anestesi dari Universitas Duke, Dr Tong Joo Gan.


Dia menambahkan, para dokter di negara-negara Barat umumnya belum terlatih soal akupunktur dan mereka juga belum paham penggunaan dan cara kerjanya.


Dia mengharapkan, para praktisi seperti dokter bedah dan ahli anestesi untuk bersikap terbuka dan mau mempelajari teknik terapi ini. Sejumlah studi telah menunjukkan peran akupunktur dalam mengurangi rasa sakit pascaoperasi, hanya pada beberapa orang mungkin daya kerjanya tidak begitu optimal. Gan dan timnya juga mencoba mengidentifikasi seberapa besar manfaat akupunktur.


"Saya sudah mencobanya. Berikan terapi akupunktur pada pasien, 30-60 menit sebelumoperasi dan dilanjutkan selama operasi. Hasilnya, dapat mengurangi rasa sakitpasca-operasi," katanya. Hasil yang didapat mungkin bisa beragam. Dalam studitersebut, Gan menekankan pada prosedur pembedahan perut,ortopedi,danginekologi

 

Accurate Health Center merupakan pusat pengobatan akupunktur dan konsultasi psikologi di kota Medan dapat membantu anda melakukan konseling psikologi dan pengobatan akupunktur untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center tergolong lengkap dari segi pengobatan tradisional, seperti terapi akupunktur, terapi pijat pengobatan, totok badan maupun wajah, terapi bekam, fisioterapi, refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan tanpa efek samping.

Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.

Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Website : http://www.accuratehealth.blogspot.com

Jumat, 25 Mei 2012

Minum Kopi Memperpanjang Usia

Bagi Anda pecinta dan penikmat kopi, ini adalah kabar gembira. Sebuah penelitian mengindikasikan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari cenderung hidup lebih lama. Bahkan, risiko kematian akibat penyebab paling umum menurun sebesar 10 persen ketimbang mereka yang tidak minum kopi. Ini adalah riset berskala besar yang dilakukan para ahli dari U.S. National Cancer Institute, di mana melibatkan hampir 400.000 orang.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada 17 Mei 2012 dalam New England Journal of Medicine, mendapatkan bahwa minum kopi berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, penyakit pernapasan, stroke, diabetes, infeksi, dan cedera dan kecelakaan. Namun, peneliti menekankan, kontribusi konsumsi kopi untuk meningkatkan kesehatan masih belum jelas. Temuan ini juga tidak membentuk hubungan sebab-akibat.

Pada penelitian tersebut dilibatkan 400.000 laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam National Institutes of Health-AARP Diet and Health Study antara tahun 1995 dan 1996. Tak satu pun dari peserta memiliki sejarah kanker, stroke atau penyakit jantung.
Setiap peserta ditanya tentang konsumsi kopi mereka, mulai dari nol sampai enam cangkir sehari atau lebih. Kondisi kesehatan partisipan dilacak sejak tahun 2008 atau sampai meninggal. Hasil penelitian menunjukkan, minum bahkan satu cangkir kopi sehari dikaitkan risiko kematian lebih rendah.

Menurut para peneliti, untuk mengetahui manfaat kopi bagi kesehatan perlu benar-benar memperhatikan komponen yang berbeda dalam kopi. Selain kafein, kopi mengandung sekitar 1.000 senyawa lain dan antioksidan, beberapa diantaranya mungkin bermanfaat bagi kesehatan dan beberapa lainnya tidak. Perlu juga dipelajari cara penyajian dan pemilihan jenis kopi yang baik agar mendapatkan manfaat bagi kesehatan.

Hasil penelitian bisa berbeda dengan kenyataan dimasyarakat karena sebagian besar peminum kopi juga perokok, yang telah diketahui sebagai salah satu penyebab penyakit dan kematian. Dengan kata lain, jika ingin mendapatkan manfaat kopi bagi kesehatan juga harus disertai dengan gaya hidup yang sehat, misalnya tidak merokok.

Sumber : healthdaynews

Baca Juga Artikel di bawah ini :

Kopi Mencegah Diabetes Melitus

Secangkir Kopi di Pagi Hari Baik untuk Kesuburan Pria

Kopi Menyebabkan Orang Menjadi Lebih Patuh dan Mudah dipengaruhi

Minggu, 18 September 2011

Basmi Kanker Dengan Buah Pare

Mendengar nama buah pare, tak sedikit orang yang menunjukkan ekspresi kurang nyaman. Maklum saja, buah pare memang dikenal punya rasa pahit yang kuat. Meskipun rasanya pahit, tapi kandungannya sangat mencengangkan lho. Banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan dari buah lonjong ini.

Salah satu khasiat buah pare yang paling mencengangkan adalah kemampuannya menurunkan gula darah. Kemampuan ini dihasilkan melalui zat di dalam buah pare yang memiliki kemiripan dengan fungsi insulin. Seperti diketahui, penderita diabetes umumnya mengalami kekurangan insulin. Padahal insulin sangat penting untuk menyebarkan glukosa yang menjadi energi di seluruh sel tubuh kita. Dengan adanya kemiripan dari insulin, pare dapat membantu proses distribusi glukosa sehingga kadar gula dalam darah menurun.

Selain itu protein dalam buah pare juga berguna untuk memecah glukosa dan mengubahnya menjadi energi sehingga menurunkan kadar gula dalam darah.

Beberapa penelitian di jepang telah mengumumkan penemuan yang menggemparkan dunia bahwa penelitian tersebut telah berhasil menunjukkan dan membuktikan bahwa pare juga memiliki zat aktif antikanker bernama lesichin. Zat ini mampu melawan sel kanker pada penderita kanker, dan punya khasiat pencegahan bagi orang yang tidak terkena kanker.

Buah pare juga kaya serat, vitamin C, karoten, dan kalium. Seratnya baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, dan karotennya dapat meningkatkan aktivitas dan kesehatan mata, seperti karoten pada wortel.

Kalium punya kemampuan mengatasi konsumsi natrium yang berlebihan sehingga membuat pembuluh darah lebih lentur, sehingga baik untuk kesehatan jantung. Sedangkan vitamin C pada pare punya khasiat memelihara kecantikan kulit dan mengatasi ancaman dari sinar ultra violet.

Nah ternyata ternyata buah pare bermanfaat untuk kecantikan juga kan.., ini dikarenakan setiap 100 gram pare mengandung 120 ml vitamin C. Lalu bagaimana?, ternyata buah pare banyak sekali khasiatnya bukan, dan bagaimana soal rasa pahitnya, Anda bisa merendamnya denga air berkali-kali, atau mencucinya dengan air garam, niscaya rasa pahit tersebut akan hilang. Selamat mencoba.

Jumat, 13 Mei 2011

Aspirin Dosis Rendah Mencegah Kanker

aspirin-mencegah-kanker

Aspirin merupakan salah satu obat yang paling banyak dikenal dimasyarakat dan salah satu obat yang paling banyak dikonsumsi. Aspirin dikenal sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) misalnya untuk menghilangkan sakit kepala. Aspirin ternyata mempunyai banyak khasiat yang telah dibuktikan oleh penelitian antara lain dimanfaatkan untuk mencegah penyakit jantung.

Selain khasiat tersebut ternyata aspirin dosis rendah yang dikonsumsi tiap hari bermanfaat mencegah berbagai jenis kanker.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal the Lancet, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi Aspirin dosis rendah (hanya 75 mg per hari) memiliki kemungkinan 20% lebih rendah untuk menderita berbagai jenis kanker, daripada orang yang tidak mengkonsumsi aspirin.

Tim yang dipimpin oleh Dr Peter Rothwell dari Universitas Oxford, menganalisis delapan penelitian yang melibatkan lebih dari 25.000 pasien menemukan bahwa aspirin mengurangi kematian akibat kanker sebesar 21%.

Jika seseorang mengkonsumsi aspirin selama lima tahun maka angka kematian akibat kanker turun menjadi 34% untuk semua jenis kanker dan 54% untuk kanker pencernaan.

Sedangkan tingkat kematian setelah 20 tahun sebesara 20% lebih rendah untuk semua kanker dan 35% lebih rendah untuk kanker pencernaan.

Dr Vinod Raina seorang ahli kanker mengatakan bahwa, “Aspirin yang dikonsumsi sekali sehari sangat bermanfaat dalam mencegah kanker usus besar tetapi tidak banyak berguna jika kanker sudah ada di tubuh seseorang”

Informasi ini sangat bermanfaat bagi Anda yang tidak mau menderita kanker, tidak ada salahnya untuk mencoba mengkonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari. Jika perlu Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Times of India